<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774</id><updated>2011-12-26T06:33:01.432-08:00</updated><title type='text'>padhang mbulan</title><subtitle type='html'>sekedar berbagi untuk keselamatan... 
bangsa ini butuh cinta</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>72</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-6279779451368211664</id><published>2008-09-13T03:40:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T03:48:28.844-07:00</updated><title type='text'>Kenduri CInta Tanpa CN??</title><content type='html'>semalam, 12 September terpaksa memberangkatkan diri ke TIM. setelah beberapa bulan tidak pernah mengikuti KC akhirnya aku memaksakan diri untuk berangkat. walau sempat ragu akan ada atau tidaknya CN. petanyaan itu mulai terjawab ketika pukul 23.00 hampir blm ada aktifitas yang berarti di panggung KC. biasanya sudah ada opening pembuka untuk diskusi malam ini. tapi kalai ini masih diisi oleh nyanyian nyanyian dari mabh surip DKK.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;keraguan akan tidak hadirnya CN ternyata benar adanya. malam itu KC di isi oleh dialog antara mas iwan, mas adi, dan seorang rakan dari banyumas. akhirnya "setidaknya" ada Ustadz Wijayanto. yang menurut mas arya merupakan "kloningan" CN. dan bulan depan mungkin juga masih tanpa CN. bahkan mas iwan akan membuktikan kalau CN sudah menitis keberbagai orang. "islam bukan kultus, atau simbol. semakin kita jauh dengan CN maka kita akan bisa belajar banyak tentang CN." demikian mas Adi menambahkan.&lt;br /&gt;KC harus dan pasti akan survive. tanpa atau dengan adanya CN. semoga&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-6279779451368211664?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/6279779451368211664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=6279779451368211664&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6279779451368211664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6279779451368211664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/09/kenduri-cinta-tanpa-cn.html' title='Kenduri CInta Tanpa CN??'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-482837917957535817</id><published>2008-09-11T20:31:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T20:36:43.742-07:00</updated><title type='text'>MAKNA SPIRITUAL DAN SOSIAL IBADAH PUASA (komplit)</title><content type='html'>&lt;b&gt;MAKNA SPIRITUAL DAN SOSIAL IBADAH PUASA&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;                                Ditulis Oleh: Emha Ainun Nadjib - &lt;i&gt;1996&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;        &lt;div align="justify"&gt;&lt;font size="2"&gt;Tulisan ini bisa dimulai dari perspektif Rukun Islam. Dari syahadah hingga menunaikan haji di rumah suci Allah. Kita mencoba menjelaskan satu per satu maqam Rukun Islam tersebut. Dan, pada akhirnya, kita akan melihat maqam ibadah puasa, yang menjadi topik bahasan tulisan ini. Apakah maqam-maqam itu saling terkait, atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;'Alamat' dan 'Jurusan'&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Syahadah. Salah satu Rukun Islam berarti ketetapan dan penetapan titik pijak dan sekaligus arah tujuan gerak kehidupan manusia Muslim. Semacam 'alamat' dan 'jurusan'. Pertama barangkali pada spektrum kosmologis kemudian teologis, baru kemudian kedua kultural.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Pandangan tentang 'sangkan paran', semacam alamat historis-kosmologis, menurut manusia untuk (melalui akal pikiran maupun melalui informasi wahyu, mawaddah wa rahmah, juga huda, bayyinat, wa furqan) menentukan alamat teologis (atau a-teologis)nya. Berdasarkan itu maka ia berangkat merumuskan alamat sosialnya, alamat kulturalnya, juga mungkin alamat politiknya, bahkan bukan tidak mungkin juga alamat geografisnya. Dengan itu, beda pandang manusia mengenai dunia, akhirat, dan tentang dunia akhirat menjadi terumuskan.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Menduniakan Akhirat, Mengakhiratkan Dunia, dan Mendunia-akhiratkan Kehidupan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br&gt;Pada budaya dan perilaku manusia beserta sistem nilai yang disusun dalam kolektivitas mereka, ada yang memandang dunia ini sebagai tujuan. Seluruh aktivitas pribadi, gerakan sosial, pengorganisasian kekuasaan dan kesejahteraan di antara mereka, dilaksanakan dengan mengandaikan bahwa dunia ini adalah wadah satu-satunya dari segala awal dan segala akhir.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Wadahnya hanya dunia. Substansinya hanya dunia. Metodenya hanya dunia. Dan, targetnya juga hanya dunia. Orang lahir, orang bersekolah, orang bekerja, orang berkuasa, orang berkarier, dalam 'durasi' dunia.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Segala sesuatunya akan berbeda dengan pandangan lain yang meletakkan dunia sebagai titik tolak dan titik pijak untuk melangkah ke akhirat. Sejarah di dunia dikerjakan sebagai jalan (syari', thariq, shirath), dan produknya adalah akhirat. Setiap kegiatan dan fungsi manusia dalam sejarah, selama dunia berlangsung, berlaku sebagai metoda. Berkedudukan tinggi, berjaya, unggul, atau menang di antara manusia, tidak dipahami sebagai neraka. Sebab surga dan neraka adalah produk dari penyikapan (teologis, moral, kultural) manusia atas semua keadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Dalam hal ini belum akan kita perdebatan tentang apakah dunia dan akhirat itu diwadahi oleh dua satuan waktu yang berbeda, atau terletak pada rentang waktu yang sama, yang dibatasi oleh momentum yawm al-qiyamah, ataukah dunia dan akhirat itu sesungguhnya berlangsung sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Ikrar teologis (yang beraktualisasi kultural) yang dilaksanakan melalui syahadatain, ibadah lain serta 'syariat' hidup secara menyeluruh adalah suatu pengambilan sikap, suatu pilihan terhadap pandangna atas dunia dan akhirat. Dengan pijakan sikap ini manusia menggerakkan aktivitas sosialnya, melaksanakan upaya-upaya hidupnya, serta menja-dikannya sebagai pedoman di dalam memandang, menghayati dan memperlakukan apapun saja dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Tidak termasuk dalam katagori ini pola sikap manusia yang dalam bersyahadat seakan-akan mengambil keputusan teologis yang memetodekan dunia untuk target akhirat, namun dalam praktiknya ia lebih cenderung meletakkan dunia sebagai target dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Kerancuan sikap semacam ini bisa dilatarbelakangi oleh semacam kebutaan (spiritual), oleh inkonsistensi (mental), oleh kemunafikan (moral), atau oleh tiada atau tidak tegaknya pengetahuan (intelektual). Yang terjadi padanya adalah kecenderungan menduniakan akhirat. Sementara pada manusia yang dalam konteks tersebut tercerahkan spiritualitasnya, yang konsisten sikap mentalnya, yang teguh moralnya, dan yang tegak pengetahuannya- kecenderungannya adalah mengakhiratkan dunia, atau dari sisi lain ia bermakna menduniaakhiratkan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Evolusi Salat dan Idul Fitri-Idul Fitri Kecil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Ibadah salat merupakan suatu metode 'rutin' kultural untuk proses pengakhiratan. Momentum-momentum salat lima waktu memungkinkan manusia pelakunya untuk secara berkala melakukan pengambilan 'jarak dari dunia'.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Itu bisa berarti suatu disiplin intelektual untuk menjernihkan kembali persepsi-persepsinya, untuk memproporsionalkan dan mensejatikan kembali pandangan-pandangannya terhadap dunia dan isinya, sekaligus itu bermakna ia menemukan kembali kefitrian-diri-kemanusiaan. Salat dengan demikian adalah idul fitri-idul fitri kecil yang bersifat rutin. Sekurang-kurangnya salat mengandung potensi untuk membatalkan atau mengurangi keterjeratan oleh dunia. Ini sama sekali bukan pandangan antidunia. Yang saya maksud, sebagai substansi, target, titik berat atau tujuan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Ibadah salat dengan demikian adalah suatu transisi sistem yang terus-menerus mengingatkan dan mengkodisikan pelakunya yang memelihara sikap mengakhiratkan dunia atau menduniaakhiratkan kehidupan. Ibadah salat menawarkan irama, yaitu proporsi kedunia-akhiratan yang dialektis berlangsung dalam kesadaran, naluri dan perilaku manusia.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Kalau kita idiomatikkan bahwa salat itu bermakna pencahayaan ('air hujan', salah satu jenis air yang disebut oleh al-Qur'an), maka jenis ibadah berkala ini berfungsi mencahayai dan mencahayakan kehidupan pelakunya. Mencahayai dalam arti menaburkan alat penjernihan diri dan persepsi hidup. Mencahayakan dalam arti memberi kemungkinan kepada pelakunya untuk bergerak dari konsentrasi kuantitas (benda, materi) menuju dinamika kreativitas (energi) sampai akhirnya menuju atau menjadi kualitas cahaya (Allahu nur al-samawat wa al-ardl).&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Ibadah salat bersifat kumulatif dan evolusioner, sebagimana zakat yang berlambangkan susu (jenis air lain yang disebut oleh al-Qur'an). Kambing tidak meminum susunya sendiri, melainkan mendistribusi-kannya kepada anak-anak dan makhluk lain. Etos zakat adalah mem-bersihkan harta perolehan manusia. Membersihkan artinya mempro-porsikan letak hak dan wajib harta. Manusia tidak memberikan zakat, melainkan membayarkan atau menyampaikan hak orang atau makhluk lain atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Revolusi Puasa, Melampiaskan dan Mengendalikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Berbeda dengan salat dan zakat, ibadah puasa bersifat lebih 'revolusioner' radikal dan frontal. Waktunya pun dilakukan pada masa yang ditentukan, seperti disebutkan al-Qur'an. Dan, waktu puasa wajib sangat terbatas. Hanya pada bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Orang yang berpuasa diperintahkan untuk berhadapan langsung atau meng-engkau-kan wakil-wakil paling wadag dari dunia dan diinstruksikan untuk menolak dan meninggalkannya pada jangka waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Pada orang salat, dunia dibelakanginya. Pada orang berzakat, dunia di sisinya, namun sebagian ia pilah untuk dibuang. Sementara pada orang berpuasa, dunia ada di hadapannya namun tak boleh dikenyamnya.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Orang berpuasa disuruh langsung berpakaian ketiadaan: tidak makan, tidak minum, dan lain sebagainya. Orang berpuasa diharuskan bersikap 'tidak' kepada isi pokok dunia yang berposisi 'ya' dalam substansi manusia hidup. Orang berpuasa tidak menggerakkan tangan dan mulut untuk mengambil dan memakan sesuatu yang disenangi; dan itu adalah perang frontal terhadap sesuatu yang sehari-hari meru-pakan tujuan dan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Puasa adalah pekerjaan menahan di tengah kebiasaan menum-pahkan, atau mengendalikan di tengah tradisi melampiaskan. Pada skala yang besar nanti kita bertemu dengan tesis ini; ekonomi-industri-konsumsi itu mengajak manusia untuk melampiaskan, sementara agama mengajak manusia untuk menahan dan mengendalikan. Keduanya merupakan musuh besar, dan akan berperang frontal jika masing-maisng menjadi lembaga sejarah yang sama kuat.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Sementara ibadah haji adalah puncak 'pesta pora' dan demonstrasi dari suatu sikap, pada saat dunia disepelekan dan ditinggalkan. Dunia disadari sebagai sekadar seolah-olah megah.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Ibadah thawaf adalah penemuan perjalanan sejati sesudah seribu jenis perjalanan personal dan personal yang tidak menjanjikan kesejatian dan keabadian. Nanti kita ketahui gerak melingkar thawaf adalah aktualisasi dasar teori inna lillahi wa inna ilayhi raji'un. Suatu perjalanan nonlinier, perjalanan melingkar perjalanan siklikal, perjalanan yang 'menuju' dan 'kembali'nya searah.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Ihram adalah 'pelecehan' habis-habisan atas segala pakaian dan hiasan keduniaan yang palsu status sosial, gengsi budaya, pangkat, kepemilikan, kedudukan, kekayaan, atau apapun saja yang sehari-hari diburu oleh manusia. Sehabis berihram mestinya sang pelaku mengerti bahwa nanti kalau ia pulang dan hadir kembali ke kemegahan-kemegahan dunia--tak lagi untuk disembahnya atau dinomorsatukannya. Karena ihramlah puncak mutu dan kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Tauhid Vertikal dan Tauhid Horisontal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Adapun apa, ke mana, dan bagaimanakah sesungguhnya yang dijalani oleh para pelaku Rukun Islam, terutama yang ber'revolusi' dengan puasa?&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Pilar utamanya adalah tauhid vertikal (tawhid ilahiyyah) dan tauhid horisontal (tawhid basyariyyah). Tauhid itu proses penyatuan. Penyatuan (ilahiyyah) ke atau dengan Allah, serta penyatuan ke atau dengan sesama manusia atau makhluk, memiliki rumus dan formulanya sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Perlawanan terhadap dunia, penaklukan atas diri dan kehidupan untuk diduniaakhiratkan yang ditawarkan oleh ibadah puasa--sekaligus berarti proses deindividualisasi, bahkan deeksistensialisasi. Tauhid adalah perjalanan deeksistensialisasi, pembebasan dari tidak pentingnya identitas dan rumbai-rumbai sosial keduniaan di hadapan Allah. Segala kedudukan, fungsi dan peran di dunia dipersembahkan atau dilebur ke dalam eksistensi sejati Allah dan kasih sayang-Nya. Tauhid sebagai perjalanan deindividualisasi berarti menyadari dan mengupayakan proses untuk larut menjadi satu atau lenyap ke dalam wujud-qidam-baqa' Allah. Manusia hanya diadakan, diselenggarakan seolah-olah ada, ada-nya palsu--oleh Yang Sejati Ada.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Yang juga ditawarkan oleh puasa adalah proses dematerialisasi, atau peruhanian atau dalam konteks tertentu pelembutan dan peragian. Dematerialisasi bisa dipahami melalui, umpamanya, konteks peristiwa Isra' Mi'raj. Rasulullah mengalami proses transformasi dari materi menjadi energi menjadi cahaya. Maka, dematerialisasi vertikal bisa berarti mempersepsikan, menyikapi dan mengolah materi (badan, pemilikan, dunia, perilaku, peristiwa) untuk dienergikan menuju pencapaian cahaya. Fungsi sosial dikerjakan, managemen dijalankan, musik diciptakan, karier ditempuh, ilmu digali dan buku dicetak, uang dicari dan harta dihamparkan--tidak dengan orientasi ke kebuntuan dunia sebagai materi yang fana, melainkan digerakkan ke makna ruhani, pengabdian dan taqarrub kepada Allah, sampai akhirnya masuk dan bergabung ke dalam 'kosmos' dan sifat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Proses dematerialisasi, proses ruhanisasi atau proses transformasi menuju (bergabung, menjadi) Allah, meminta hal-hal tertentu ditanggalkan dan ditinggalkan. Dalam bahasa sehari-hari orang bilang: jangan mati-matian mencari hal-hal yang tidak bisa dibawa mati.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Menanggalkan dan meninggalkan itu mungkin seperti perjalanan transformasi padi menjadi beras, dan menjadi nasi. Padi menjadi beras dengan menanggalkan kulit. Beras juga padi, tapi beras bukan lagi padi, sebagaimana padi belum beras. Nasi itu substansinya padi atau beras, tapi sudah melalui proses suatu pencapaian transformatif. Para pemakan nasi tidak antipadi, tapi juga tidak makan padi dan menanggalkan kulit padi. Pemakan nasi sangat membutuhkan beras, tapi tidak makan beras dan tidak membiarkan beras tetap jadi gumpalan keras. Pemakan nasi memproses bahan dan substansi yang sama menjadi atau menuju sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Jadi, jika pemburu atau pengabdi Allah tidak antidunia, tidak antimateri, tidak antibenda, tapi juga tidak menyembah benda, melainkan mentransformasikan (mengamalsalehkannya), meruhanikannya (menyaringnya menjadi bermakna akhirat). Bahkan manusia akan menanggalkannya dan meninggalkan dirinya sendiri (gumpalan individu, wajah, badan, performance, eksistensi dunia), karena 'dirinya' di akhirat, dirinya yang bergabung ke Allah adalah sosok amal salehnya.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Pada 'citra' waktu, dematerialisasi, peruhanian, deindividualisasi, dan deeksistensialisasi berarti pengabdian. Pembebasan dari kesementaraan. Yang ditanggalkan dan ditinggalkan adalah kesementaraan. Segumpal tanah bersifat sementara, tapi ia difungsikan dalam sistem manfaat dan rahmat, maka fungsinya itu mengabdi. Sebagaimana gumpalan badan kita serta segala materi eksistensi kita bersifat sementara, yang menjadi abadi adalah produk ruhani pemfungsian atas semua gumpalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Melampiaskan dan Mengendalikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Juga dalam proses tauhid horisontal, penyatuan berarti sosialisasi pribadi. Kalau masih pribadi yang individualistik (ananiyyah), ia gumpalan. Begitu integral-sosial (tawhid basyariyyah), ia mencair, melembut. Yang ananiyyah itu temporer dan berakhir, yang tauhid basyariyah itu baqa' dan tak berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Identitas sosial, harta benda, individu, segala jenis pemilikan dunia, dienergikan, diputar, disirkulasikan, didistribusikan, dibersamakan atau diabadikan ke dalam keberbagian sosial. Itulah peruhanian horisontal.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Karena itu, proses-proses menuju keadilan sosial, kemerataan ekonomi, distribusi kesejahteraan, kebersamaan kewenangan dan lain sebagainya--sesungguhnya merupakan aktualisasi tauhid secara horisontal.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Kita tinggal memperhatikan setiap sisi, segmen dan lapisan dari proses sosial umat manusia (pergaulan, kebudayaan, negara, sistem, organisasi) melalui terma-terma materialisasi versus peruhanian, satu versus kemenyatuan, pensementaraan versus pengabdian, penggumpalan versus pelembutan, sampai akhirnya nanti pelampiasan versus pengendalian. Budaya ekonomi-industri-konsumsi kita mengajak manusia untuk melampiaskan. Sementara agama menganjurkan manusia untuk mengendalikan. Kalau kedua arus itu sama-sama menemukan lembaga dan kekuatan sejarahnya yang berimbang, konflik peradaban akan serius.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Ibadah puasa merupakan jalan 'tol' bagi perjuangan manusia untuk mencapai kemenangan di tengah tegangan-tegangan konflik tersebut. Juga dalam pergulatan antara iradah al-nas dalam arti individualisme individu-kecil dengan iradah Allah Individu Besar Total.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Kita bisa menolak ke terma sab'a samawat, tujuh langit-- Roh-Benda-Tumbuhan-Hewan-Manusia- Ruhanisasi-Ruh-- bisa kita temukan siklus-siklus kecil dan besar proses peruhanian yang diselenggarakan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Atau terma Empat 'Agama'--'agama'intuitif-instinktif, 'agama' intelektual, 'agama' wahyu, serta 'agama atas agama'--kita bisa menemukan bahwa ketika penerapan wahyu-Agama terjebak menjadi berfungsi gumpalan-gumpalan, maka 'agama atas agama' merupakan fenomena peruhanian, kristalisasi substansi. Semua manusia bekerjasama menempuh nilai-nilai inti peruhanian yang mengatasi gumpalan-gumpalan aliran, sekte, kelompok, mazhab atau organisasi agama.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Terma lain yang mungkin bisa kita sentuh adalah cakrawala puasa la'allakum tattaqun. Produk maksimal puasa bagi pelakunya adalah derajat dan kualitas takwa. Dalam terapan empiriknya, kita mencatat stratifikasi fiqh/hukum-akhlak-takwa. Kondisi peradaban umat manusia masih tidak gampang untuk sekadar mencapai tataan manusia fiqh/hukum atau budaya fiqh/hukum. Apalagi naik lebih lagi ke level akhlak dan takwa.&lt;em&gt;(Indonesia Paramadina Mulya )&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-482837917957535817?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/482837917957535817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=482837917957535817&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/482837917957535817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/482837917957535817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/09/makna-spiritual-dan-sosial-ibadah-puasa_11.html' title='MAKNA SPIRITUAL DAN SOSIAL IBADAH PUASA (komplit)'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-2203070295232119356</id><published>2008-09-07T04:59:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T05:01:53.442-07:00</updated><title type='text'>Evolusi Salat dan Idul Fitri-Idul Fitri Kecil</title><content type='html'>Ibadah salat merupakan suatu metode 'rutin' kultural untuk proses pengakhiratan. Momentum-momentum salat lima waktu memungkinkan manusia pelakunya untuk secara berkala melakukan pengambilan 'jarak dari dunia'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu bisa berarti suatu disiplin intelektual untuk menjernihkan kembali persepsi-persepsinya, untuk memproporsionalkan dan mensejatikan kembali pandangan-pandangannya terhadap dunia dan isinya, sekaligus itu bermakna ia menemukan kembali kefitrian-diri-kemanusiaan. Salat dengan demikian adalah idul fitri-idul fitri kecil yang bersifat rutin. Sekurang-kurangnya salat mengandung potensi untuk membatalkan atau mengurangi keterjeratan oleh dunia. Ini sama sekali bukan pandangan antidunia. Yang saya maksud, sebagai substansi, target, titik berat atau tujuan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Ibadah salat dengan demikian adalah suatu transisi sistem yang terus-menerus mengingatkan dan mengkodisikan pelakunya yang memelihara sikap mengakhiratkan dunia atau menduniaakhiratkan kehidupan. Ibadah salat menawarkan irama, yaitu proporsi kedunia-akhiratan yang dialektis berlangsung dalam kesadaran, naluri dan perilaku manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita idiomatikkan bahwa salat itu bermakna pencahayaan ('air hujan', salah satu jenis air yang disebut oleh al-Qur'an), maka jenis ibadah berkala ini berfungsi mencahayai dan mencahayakan kehidupan pelakunya. Mencahayai dalam arti menaburkan alat penjernihan diri dan persepsi hidup. Mencahayakan dalam arti memberi kemungkinan kepada pelakunya untuk bergerak dari konsentrasi kuantitas (benda, materi) menuju dinamika kreativitas (energi) sampai akhirnya menuju atau menjadi kualitas cahaya (Allahu nur al-samawat wa al-ardl).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah salat bersifat kumulatif dan evolusioner, sebagimana zakat yang berlambangkan susu (jenis air lain yang disebut oleh al-Qur'an). Kambing tidak meminum susunya sendiri, melainkan mendistribusi-kannya kepada anak-anak dan makhluk lain. Etos zakat adalah mem-bersihkan harta perolehan manusia. Membersihkan artinya mempro-porsikan letak hak dan wajib harta. Manusia tidak memberikan zakat, melainkan membayarkan atau menyampaikan hak orang atau makhluk lain atasnya.&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib/Paramadina/1996)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-2203070295232119356?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/2203070295232119356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=2203070295232119356&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2203070295232119356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2203070295232119356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/09/evolusi-salat-dan-idul-fitri-idul-fitri.html' title='Evolusi Salat dan Idul Fitri-Idul Fitri Kecil'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-9094975939449351363</id><published>2008-09-04T05:20:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T05:22:57.860-07:00</updated><title type='text'>MAKNA SPIRITUAL DAN SOSIAL IBADAH PUASA</title><content type='html'>Tulisan ini bisa dimulai dari perspektif Rukun Islam. Dari syahadah hingga menunaikan haji di rumah suci Allah. Kita mencoba menjelaskan satu per satu maqam Rukun Islam tersebut. Dan, pada akhirnya, kita akan melihat maqam ibadah puasa, yang menjadi topik bahasan tulisan ini. Apakah maqam-maqam itu saling terkait, atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Alamat' dan 'Jurusan'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadah. Salah satu Rukun Islam berarti ketetapan dan penetapan titik pijak dan sekaligus arah tujuan gerak kehidupan manusia Muslim. Semacam 'alamat' dan 'jurusan'. Pertama barangkali pada spektrum kosmologis kemudian teologis, baru kemudian kedua kultural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan tentang 'sangkan paran', semacam alamat historis-kosmologis, menurut manusia untuk (melalui akal pikiran maupun melalui informasi wahyu, mawaddah wa rahmah, juga huda, bayyinat, wa furqan) menentukan alamat teologis (atau a-teologis)nya. Berdasarkan itu maka ia berangkat merumuskan alamat sosialnya, alamat kulturalnya, juga mungkin alamat politiknya, bahkan bukan tidak mungkin juga alamat geografisnya. Dengan itu, beda pandang manusia mengenai dunia, akhirat, dan tentang dunia akhirat menjadi terumuskan.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Menduniakan Akhirat, Mengakhiratkan Dunia, dan Mendunia-akhiratkan Kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada budaya dan perilaku manusia beserta sistem nilai yang disusun dalam kolektivitas mereka, ada yang memandang dunia ini sebagai tujuan. Seluruh aktivitas pribadi, gerakan sosial, pengorganisasian kekuasaan dan kesejahteraan di antara mereka, dilaksanakan dengan mengandaikan bahwa dunia ini adalah wadah satu-satunya dari segala awal dan segala akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wadahnya hanya dunia. Substansinya hanya dunia. Metodenya hanya dunia. Dan, targetnya juga hanya dunia. Orang lahir, orang bersekolah, orang bekerja, orang berkuasa, orang berkarier, dalam 'durasi' dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatunya akan berbeda dengan pandangan lain yang meletakkan dunia sebagai titik tolak dan titik pijak untuk melangkah ke akhirat. Sejarah di dunia dikerjakan sebagai jalan (syari', thariq, shirath), dan produknya adalah akhirat. Setiap kegiatan dan fungsi manusia dalam sejarah, selama dunia berlangsung, berlaku sebagai metoda. Berkedudukan tinggi, berjaya, unggul, atau menang di antara manusia, tidak dipahami sebagai neraka. Sebab surga dan neraka adalah produk dari penyikapan (teologis, moral, kultural) manusia atas semua keadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini belum akan kita perdebatan tentang apakah dunia dan akhirat itu diwadahi oleh dua satuan waktu yang berbeda, atau terletak pada rentang waktu yang sama, yang dibatasi oleh momentum yawm al-qiyamah, ataukah dunia dan akhirat itu sesungguhnya berlangsung sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrar teologis (yang beraktualisasi kultural) yang dilaksanakan melalui syahadatain, ibadah lain serta 'syariat' hidup secara menyeluruh adalah suatu pengambilan sikap, suatu pilihan terhadap pandangna atas dunia dan akhirat. Dengan pijakan sikap ini manusia menggerakkan aktivitas sosialnya, melaksanakan upaya-upaya hidupnya, serta menja-dikannya sebagai pedoman di dalam memandang, menghayati dan memperlakukan apapun saja dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak termasuk dalam katagori ini pola sikap manusia yang dalam bersyahadat seakan-akan mengambil keputusan teologis yang memetodekan dunia untuk target akhirat, namun dalam praktiknya ia lebih cenderung meletakkan dunia sebagai target dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerancuan sikap semacam ini bisa dilatarbelakangi oleh semacam kebutaan (spiritual), oleh inkonsistensi (mental), oleh kemunafikan (moral), atau oleh tiada atau tidak tegaknya pengetahuan (intelektual). Yang terjadi padanya adalah kecenderungan menduniakan akhirat. Sementara pada manusia yang dalam konteks tersebut tercerahkan spiritualitasnya, yang konsisten sikap mentalnya, yang teguh moralnya, dan yang tegak pengetahuannya- kecenderungannya adalah mengakhiratkan dunia, atau dari sisi lain ia bermakna menduniaakhiratkan kehidupan.&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib/Paramadina/1996/PmBNetDok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-9094975939449351363?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/9094975939449351363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=9094975939449351363&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/9094975939449351363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/9094975939449351363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/09/makna-spiritual-dan-sosial-ibadah-puasa.html' title='MAKNA SPIRITUAL DAN SOSIAL IBADAH PUASA'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-5074055910115314267</id><published>2008-09-01T11:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T02:17:24.105-07:00</updated><title type='text'>Kriteria Pemimpin kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SLw4ql6matI/AAAAAAAABIM/9Al7iXAUnvM/s1600-h/die-erde-in-der-hand.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SLw4ql6matI/AAAAAAAABIM/9Al7iXAUnvM/s320/die-erde-in-der-hand.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241126370735975122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada 4 kategori pemimpn yang dibutuhkan oleh bangsa indonesia.&lt;br /&gt;1. Orang yang mempunyai managemen yang baik.&lt;br /&gt;Managemen dalam buku istriku seribu disebutkan Cak Nun&lt;br /&gt;- Managemen bukanlah kita mempunyai sayur – sayuran lantas kita memasak sayur. Managemen adalah kita tidak punya apa – apa tapi sanggup menyuguhkan sayur kepada orang yang memerlukan.&lt;br /&gt;- Managemen adalah di tiadakan namun menjadi lebih ada dibanding pihak yang meniadakan&lt;br /&gt;- Managemen adalah kaki diborgol kemudian memenangkan lomba lari melawan orang yang memborgol&lt;br /&gt;- Managemen adalah sayapmu dipangkas namun kau mampu terbang lebih tinggi dari orang yang memangkasa sayap mu.&lt;br /&gt;- Managemen adalah hampir tidak ada air tapi bisa mandi dan menjadi lebih bersih dari pencuri airmu&lt;br /&gt;- Managemen adalah engkau tak boleh bicara, tak ditampilkan, tak ditayangkan, tak dianggap ada, namun mampu hadir lebih mendalam dan evergreen di dalam kalbu orang banyak dibandingkan mereka yang membunuh eksistensimu atau mereka yang diunggul – unggulkan dimuat – muat ditanyang – tayangkan dibesar besarkan siang malam oleh penindasmu.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;2. Satrio&lt;br /&gt;Tentu anda bisa mendefinisikan makna dari ksatria. Ksatria itu bukan lari dari tanggung jawab. Bukan mengutus menteri kietika dipanggil DPR, bukan lepas dari tanggung jawab lumpur lapindo dengan mengatas namakannya bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pinandito&lt;br /&gt;Harus wawasan spiritual, wawasan kosmosologi, di kenal einstein sebaik baiknya  tapi dia juga kenal ronggo warsito sebaik baiknya. Ia paham umar bin abdul azis sebaik baiknya tapi juga tahu ahmad dinajid sebaik baiknya. ilmunya harus transenden (utama/luar biasa), siglikal (berputar). dari yang tradisional sampai yang modern, dia gak kaget dengan yang klenik – klenik.&lt;br /&gt;Tidak cukup ilmu sosial, kebatinan, tasawuf, syariat, fikih tapi keseluruhan nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sinisihan Wahyu&lt;br /&gt;Artinya Mulham - Mulham itu orang yang melangkah bukan dia yang melangkah tapi Allah yang melangkahkan, orang berjalan bukan dia yang berjalan tapi Allah yang Menjalankan. Intinya dia adalah manusia pilihan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan 2009 nanti .. apakah para pemimpin kita mempunyai 4 syarat diatas………. Wallahualam&lt;br /&gt;(disarikan dari kenduri cinta tahun 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-5074055910115314267?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/5074055910115314267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=5074055910115314267&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5074055910115314267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5074055910115314267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/09/kriteria-pemimpin-kita.html' title='Kriteria Pemimpin kita'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SLw4ql6matI/AAAAAAAABIM/9Al7iXAUnvM/s72-c/die-erde-in-der-hand.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-3619769191421483434</id><published>2008-08-28T04:50:00.000-07:00</published><updated>2008-08-28T05:06:41.645-07:00</updated><title type='text'>Kesaksian Sederhana Orang Biasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SLaUoRiL8mI/AAAAAAAABHU/0FHUAk2eLm0/s1600-h/portal.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SLaUoRiL8mI/AAAAAAAABHU/0FHUAk2eLm0/s320/portal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239538636114621026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dua buah puisi dari milis padhang mbulan. Untuk BERLANGGANAN, kirim e-mail kosong ke&lt;br /&gt;kenduricinta-subscribe@yahoogroups.com Untuk BERHENTI, kirim e-mail kosong ke&lt;br /&gt;kenduricinta-unsubscribe@yahoogroups.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesaksian Sederhana Orang Biasa From Maiyah KC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksianku tentang dunia hanya bisa sederhana&lt;br /&gt;Karena jenis dan standar kebahagiaanku memang sangat biasa-biasa saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki hidupku tidak meloncat menggapai langit&lt;br /&gt;Tak ada yang kukejar hingga lari terbirit-birit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku tidak mengacungkan tinju ke angkasa&lt;br /&gt;Sebab tak ada satu unsur apapun dalam kehidupan ini&lt;br /&gt;yang membuatku kagum dan terpana&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Kekuatanku tak akan menyentuh siapa-siapa&lt;br /&gt;Karena aku tidak tertarik pada kemenangan atas manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubelanjakan tenagaku hanya sedikit saja&lt;br /&gt;Sebab atas segala yang lemah hatiku tak berdaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun pikiranku mengembara sampai ke ruang hampa&lt;br /&gt;Hatiku sudah lama selesai dan tak meminta apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada sekilaspun padaku mimpi menaklukkan dunia&lt;br /&gt;Sebab dunia sangat murah harganya dan hanya beberapa&lt;br /&gt;tetes keringat dari badanku yang kurelakan untuknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada sedikitpun minatku terhadap kehebatan diri&lt;br /&gt;karena jenis kelemahanku adalah kebiasaan&lt;br /&gt;untuk mentertawakan diriku sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada orang beramai-ramai tersesat menjunjungku&lt;br /&gt;Volume kepalaku tidak membesar dan hatiku tetap bisa mengantuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka menemukan kebenaran sehingga menghinaku&lt;br /&gt;Helai-helai buluku tidak berdiri bahkan kantukku bertambah lelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebesaran dan kegagahan amat sangat aku remehkan&lt;br /&gt;Dan tak akan pernah kukenakan sebagai pakaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dunia menyangka aku mencintainya dan ingin mengawininya&lt;br /&gt;Tentu karena ia tak tahu aku sudah mentalaknya sebelum pernah mencintainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa kegagahannya mendatangiku dan menggertak&lt;br /&gt;Kusihir ia jadi katak&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib/PmBNetDok/2004)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sudah Bukan Diriku  From: maiyah kc &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku sudah bukan diriku&lt;br /&gt;Akankah lahir anakku yang berasal dari dirinya&lt;br /&gt;Kalau manusia sudah tak sepenuhnya manusia&lt;br /&gt;Adakah cara agar penerusnya kembali manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku sudah hilang&lt;br /&gt;Karena diriku digantikan&lt;br /&gt;Oleh diri seragam produksi massal&lt;br /&gt;Yang mana dari nilai-nilai yang masih mungkin tertinggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsaku sudah bukan bangsaku&lt;br /&gt;Bangsaku bukan bangsa yang tumbuh&lt;br /&gt;dari dalam diri kebangsaannya&lt;br /&gt;Bangsaku hanya bahan dasar alam&lt;br /&gt;Sebagaimana batubara yang ditambang&lt;br /&gt;Dicetak oleh industri globalisasi&lt;br /&gt;Dijadikan plastik dan robot barang dagangan&lt;br /&gt;Pemerintahku adalah anjing herder&lt;br /&gt;Pikirannya dikendalikan oleh stick holder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merahkah ini hijaukah itu&lt;br /&gt;Baikkah ini burukkah itu&lt;br /&gt;Ditentukan tidak berdasar nurani dan akalmu&lt;br /&gt;Karena sudah ada paket makro untuk itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana maju mana mundur&lt;br /&gt;Apa yang mulia apa yang hina&lt;br /&gt;Siapa Nabi siapa teroris&lt;br /&gt;Bukan hak kemanusiaanmu untuk menentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi mengecil seukuran bola golf&lt;br /&gt;Diambil dipukul diambil dibuang atau dikeranjang-sampahkan&lt;br /&gt;Bangsaku terdaftar sebagai pelacur unggul tergolek di ranjang&lt;br /&gt;Disetubuhi kapan saja  Mr. Global Stick Holder menghendaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekujur badan disemprot parfum demokrasi&lt;br /&gt;Dihibur dengan lagu dusta tentang hak asasi&lt;br /&gt;Mata dipejamkan ditiup dengan hawa toleransi&lt;br /&gt;Mulut dingangakan, siap dituangi sperma globalisasi&lt;br /&gt;Tetapi bangsaku tak kehilangan dirinya&lt;br /&gt;Karena generasi yang ini sejak lahir memang sudah bukan dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan turun terlalu deras&lt;br /&gt;Hujan ludah dan air liur para raksasa&lt;br /&gt;Manusia dan negara dipersatukan oleh banjir&lt;br /&gt;Dunia menyempit, menjadi sebuah bendungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendungan itu&lt;br /&gt;Bernama globalisasi&lt;br /&gt;Hujan turun terlalu deras&lt;br /&gt;Banjir global masuk sampai ke kamar pribadi&lt;br /&gt;Menelusup sampai ke ulu hati&lt;br /&gt;Bahkan otak sampai terbungkus oleh kerak tahi besi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah, dalam banjir itu, manusiamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kegelisahan apapun atas hilangnya diri&lt;br /&gt;Tak ada ketakjuban atas punahnya nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah wajah yang kau temukan di kaca itu&lt;br /&gt;benar wajah manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab pada semuanya yang lebih menonjol&lt;br /&gt;adalah tanda-tanda kehewanan&lt;br /&gt;Yang lebih rajin muncul&lt;br /&gt;adalah indikator kebinatangan&lt;br /&gt;politik keserakahan&lt;br /&gt;mobilisasi pelampiasan&lt;br /&gt;ekonomi keborosan&lt;br /&gt;globalisasi pemusnahan kemanusiaan&lt;br /&gt;peruntuhan nilai-nilai batin&lt;br /&gt;seluruh permukaan bumi sedang dirancang&lt;br /&gt;menjadi hamparan lapangan golf&lt;br /&gt;di mana para juragan global dengan stik-stik mewah&lt;br /&gt;membidik dan melempar bola-bola golf&lt;br /&gt;yang terbuat dari kepala-kepala manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau engkau bertanya tentang aku&lt;br /&gt;dengarlah pertanyaanmu itu kujawab&lt;br /&gt;dengan penuh kebanggaan:&lt;br /&gt;Aku adalah setan!&lt;br /&gt;Aku adalah setan, yang riwayatku&lt;br /&gt;ditulis oleh Tuhan sendiri di kitab suciNya&lt;br /&gt;bahwa puncak sikapku adalah pernyataan suci&lt;br /&gt;bahwa sesungguhnya aku takut kepada Allah&lt;br /&gt;Apakah manusia takut kepada Tuhan?&lt;br /&gt;Apakah bagi manusia, Tuhan cukup penting?&lt;br /&gt;Tuhan tergeletak di belakang tumit setiap orang&lt;br /&gt;Tuhan bukan subyek yang disertakan&lt;br /&gt;dalam proses pengambilan keputusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bangsa ini semakin tak memenuhi syarat untuk disebut bangsa&lt;br /&gt;Kalau manusia kita semakin tak pantas disebut manusia&lt;br /&gt;Adakah cara agar penerus kita kembali manusia?&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib/2004/PmBNetDok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-3619769191421483434?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/3619769191421483434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=3619769191421483434&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3619769191421483434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3619769191421483434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/kesaksian-sederhana-orang-biasa.html' title='Kesaksian Sederhana Orang Biasa'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SLaUoRiL8mI/AAAAAAAABHU/0FHUAk2eLm0/s72-c/portal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-6778820929029155001</id><published>2008-08-27T10:11:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T10:18:37.733-07:00</updated><title type='text'>NOE LETTO "Ayah saya penyanyi Tembang Setan"</title><content type='html'>sebuah wawancara dengan Noe Letto diambila dari &lt;a href="http://lettolink.com"&gt;Official site letto &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SLWMUOsrUWI/AAAAAAAABHM/qhQf85cc0NU/s1600-h/noe5_11-22-2007.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SLWMUOsrUWI/AAAAAAAABHM/qhQf85cc0NU/s320/noe5_11-22-2007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239248020686197090" /&gt;&lt;/a&gt;Pelantun tembang-tembang teduh dari Letto ini berbagi kisah berjumpa dengan Nabi, arwah Freddy Mercury, hingga kenakalan membakar pabrik.&lt;br /&gt;Sabrang Mowo Damar Panuluh adalah putra budayawan Emha Ainun Nadjib dengan istri pertamanya, Neneng Suryaningsih. Kini, dia melejit dengan nama sapaan yang berasal dari rekan kuliahnya di Jurusan Matematika dan Fisika, Universitas Alberta, Edmonton, Kanada. Pria kelahiran 10 Juni 1979 ini memotori terbentuknya Letto. Lagu Letto di album perdana Truth, Cry, and Lie yang sendu telah merebut perhatian. Album kedua Letto, Don’t Make Me Sad, memiliki misi khusus karena sebagian hasil penjualan akan didedikasikan untuk pembuatan buku dengan huruf braile. Inilah vokalis, keyboardist, dan pujangga yang menghias lirik Letto dengan kata-kata puitis yang kontemplatif.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa Anda dipanggil Noe?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejarahnya panjang karena teman-teman saya di Kanada lebih mudah menyebutnya dari panjang nama saya yang asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu Letto yang paling sulit dinyanyikan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Innosense's Innosence" karena lagunya datar. Enaknya yang santai, tapi nggak emotionalless.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kapan Anda menyadari kalau Anda bisa bernyanyi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang saya nggak sadar kalau saya bisa menyanyi (tertawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana peran ayah Anda dalam pendidikan musik Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nggak punya peran sama sekali. Kalau bermusik kan macem-macem. Ngomong aja pakai musik. Kalau nggak pakai irama nggak enak ngomongnya. Perannya yah ngajarin ngomong. Alat musik nggak pernah ngajarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu pertama yang dinyanyikan yang membuat Anda jadi vokalis?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Tertawa) Itu pertanyaan susah. Soalnya nggak ada yang mau jadi vokalis. Jadi, saya terdakwanya. Karena nggak ada korban lain aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa selalu menggunakan topi kupluk?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata orang sih bagusnya pakai kupluk. Saya pakai kupluk sudah lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa alasan Anda pernah bercita-cita sebagai pengantar pos?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya orang pos itu kaya dan murah hati. Karena sering ngirimin wesel ke rumah. Kan orangtua saya kerja sebagai penulis. Jadi, dapat uang dari kiriman wesel. Saya pikir kok tukang pos ini kaya banget ngasih duit terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa perbedaan yang Anda rasakan saat dibesarkan di Lampung dan Yogya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu, setting-nya saja yang berbeda, yang satu di desa, yang satu di kota. Nilai-nilainya banyak yang bisa diserap juga. Semua jadi wacana yang baik. Saya tuh culture shock sama semua hal. Dari ngeliat tangga berjalan sampai pesawat terbang itu melalui syok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Paman Anda kan memberikan kumpulan lagu-lagu Queen. Lagu apa yang paling berkesan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Lilly of the Valley"  karena lagunya bagus dan paling ‘nyambung’ sama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebagai pembicara seminar, apa Anda pernah mengalami debat kusir yang melelahkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak, tapi saya nggak ingat detailnya. Sering juga yang isinya nggak mau kalah. Biasanya masalah yang mengandung interpretasi, seperti pemahaman agama, pemahaman lirik. Seperti, "Apa maknanya lagu Bento?" Yah, debat kusir jadinya. Orang bebas menginterpretasi kok. Nggak penting merasa interpretasinya yang paling benar. Diskusi yang obyektif yang paling enak, mulai dari kuku sampai genetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa topik diskusi teraneh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak. Tapi, nggak penting nggak apa-apa yah? Rambut sama kuku. Mengapa ada rambut di atas, alis, kumis, di mana-mana? Tapi, ada di tiap tempat dan panjangnya beda, mereka tahu. Itu bisa panjang tuh (diskusinya).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penggemar Queen, apa yang akan Anda katakan seandainya Freddy Mercury bangkit dari kubur?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Eh, gimana kabarnya, Setan? Nggak deng (tertawa). Kapan-kapan diajak tur yah!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Lagu "Bunga di Malam Itu" berisi tentang perjumpaan dengan Nabi Muhammad SAW, apa peristiwa yang menginspirasi Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang nggak ingin ketemu sih? Itu kalau diceritakan saya merasa nggak nyaman. Cerita personal dia ketemu dengan siapa. Saya cerita tentang kekangenannya, bukan peristiwanya. Ada peristiwa yang spesifik. Tapi, nggak mau saya ceritakan (tertawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa Anda tidak menjadi penyanyi tembang religi seperti Ayah Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Potong leher saya kalau Ayah saya penyanyi lagu religi. Ayah saya penyanyi Tembang Setan (tertawa). Karena kita tidak percaya dengan lagu religius. Kalau ada lagu religius berarti ada lagu tidak religius dong. Padahal semua hal menurut kita bisa diambil sisi religiusnya. Mau ngomong kambing sampai tai sapi, semuanya bisa religius juga. Bukan lagunya, tapi bagaimana kita mengambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa yang ingin Anda capai saat berumur 30?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nggak boleh yah ngomongin mati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terserah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat saya umur 30, saya ingin pandangan saya jelas. Tentang banyak hal. Wacana sangat banyak dan belum semua bisa masuk dalam kotak-kotaknya. Ada yang masih blur, di gray area. Itu sebenarnya apa. Semoga saat umur 30, semua bisa terjawab, bisa masuk ke dalam kotaknya sendiri-sendiri sehingga lebih jelas memandang dunia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Anda memadukan lirik cinta yang komersial dengan nilai filosofis, seberapa patuh Anda pada tuntutan industri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Industri sekarang nggak ada yang jelas dalam tolok ukur. Tolok ukurnya selalu penjualan. Itu pun selalu teori antara penjualan terhadap karya seni. Samapi sekarang belum ada rumus statistiknya laku seperti apa, menjual seperti apa. Jadi, karena ukuran mereka nggak jelas terhadap suatu karya yah saya juga bikin batasnya nggak jelas, suka-suka hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ada media yang pernah menghujat Letto karena hanya mampu membawakan lagu tentang cinta dan pemujaan pacar yang terdengar seperti keabadian di neraka. Komentarnya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(Tertawa) Jempol buat Anda. Silahkan. Kedalaman Letto itu bukan dari liriknya. Liriknya itu cermin bagaimana diri Anda sendiri. Kalau Anda ingin melakukan pencarian yang holistik, di situ bisa menemukan. Itu bisa diambil dari banyak sisi. Yang Anda ambil itu yang Anda inginkan. Kita juga sadar nggak semua orang punya sudut pandang yang sama, cara mencerna yang sama, gak semua orang punya IQ yang sama (tertawa). Terserah, kita senang-senang sajalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa kenakalan yang paling Anda sesali?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membakar pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wah, kenapa itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena saya kriminal (tertawa). Sudah lama, kenakalan anak kecil. Anak-anak muda kan isinya berkelahi atau apa. Anak ini saya ajak berkelahi nggak mau. Tapi, kerjaannya ngerusakin sepedaku setiap saat. Yah, pabrik Bapaknya aku bakar sekalian (tertawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana hubungan Anda dengan orang itu sekarang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketawa-ketawa aja. Sampai sekarang dia nggak tahu yang bakar aku (tertawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Drugs? Alkohol?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Belum pernah. Ada pilihan untuk tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu apa yang membuat Anda merasa memiliki suara yang seksi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"SMS". Pernah menyanyikan sendiri di kamar mandi. "Bang, SMS siapa ini, Bang?" (menyanyi). Tapi, itu menurut saya sendiri (tertawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anda pernah mengatakan industri musik sekarang instan. Berapa lama Anda memprediksi karier Letto?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bisa jadi instan juga. Semua hal yang instan adalah kemasannya. Jadi, kita mencoba menuju pada hal-hal yang kemasan tidak selalu instan. Kita membuat sesuatu yang bernilai. Sepuluh tahun dari sekarang lagu “Sandaran Hati” akan mempunyai makna yang fresh juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pernah terpikir untuk solo karier?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernah. Tapi, nggak di musik. Yah, jadi researcher atau jadi orang kaya (tertawa).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Penggemar Anda di Malaysia ingin menjadikan Anda sebagai suami mereka. Apa pernah ada fans yang melamar Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada yang kayak gitu. Mereka nggak ngirim surat ke aku. Mereka ngirim surat ke orangtua aku. (Ketawa-ketawa semua).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Anda mengambil jurusan Matematika dan Fisika di Kanada. Bagaimana penerapannya dalam hidup Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Matematika dan Fisika saya adalah teori. Penerapannya adalah di atas kertas dan di komputer. Ini tetap saya lakukan sekarang. Kalau punya ide saya tulis di kertas dan hitung-hitungan sendiri kalau ngaco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa nggak jurusan musik?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nggak mampu otak saya (tertawa). Matematika dan Fisika saja yang lebih pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebagai anak Cak Nun, kapan saat Anda merasa tidak religius?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya tertawa terlalu keras. Ketika saya menangis...Saya nggak pernah menangis deng. Ketika semua hal keterlaluan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anda tak pernah menangis sekarang. Apa saat ini Anda sedang bahagia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nggak. Saya sudah kehilangan poin akan air mata (tertawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa pertanyaan yang paling mengganggu pikiran dan Anda belum menemukan jawaban?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tuhan itu suka bercanda yah. (Tertawa) Pertanyaan di otak saya itu, ‘Candaan Tuhan yang mana yah?’ Itu tidak bisa didiskusikan. Itu kemesraan sama Tuhan sendiri. Kesandung, mulutnya nyonyor, ‘Wah, Tuhan bercanda neh sama kita.’ (Ketawa-tawa aja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu apa yang ingin Anda dengar saat sekarat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya dengerin orang Dzikir mungkin, lebih menenangkan. Kalau sekarat kan ketakutan banget pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MY LIST&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku favorit: Bukunya Joe Maguijo, CXL karena idenya bagus.&lt;br /&gt;Album favorit: Innuendo dan Miracle (Queen) karena beda banget.&lt;br /&gt;Situs favorit: Sains dan caviar audio&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-6778820929029155001?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/6778820929029155001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=6778820929029155001&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6778820929029155001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6778820929029155001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/noe-letto-ayah-saya-penyanyi-tembang.html' title='NOE LETTO &quot;Ayah saya penyanyi Tembang Setan&quot;'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SLWMUOsrUWI/AAAAAAAABHM/qhQf85cc0NU/s72-c/noe5_11-22-2007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-7417818870358440319</id><published>2008-08-27T10:05:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T10:11:16.656-07:00</updated><title type='text'>ISTRIKU SERIBU</title><content type='html'>membaca buku istriku seribu berulang - ulang tidak membuatku bosan. palagi di halaman 49. kalau rekan mau ikut membaca berikut adalah soft copynya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALAM KEMERDEKAAN DI ALEXANDRIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SLWKm4s3bsI/AAAAAAAABHE/vZiJTUDonn0/s1600-h/ae7c780e35d97244307istrikuseribu4bb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SLWKm4s3bsI/AAAAAAAABHE/vZiJTUDonn0/s320/ae7c780e35d97244307istrikuseribu4bb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239246142175669954" /&gt;&lt;/a&gt;Pada suatu malam di Alexandria alias Iskandariyah, bersama kiai kanjeng aku bertamu kemasjid Imam Busyiri, pencipta syair – syair budah dan shalawat shalwat yang rata – rata umat Islam Tradisional bisa melagukannya, sekedar mengetahui atau pernah mendengarnya.&lt;br /&gt;Seorang syehk membukakan pintugerbang masjid, mempersilahkan kami tidak dengan kalimat kebudayaan atau sopan santun sosial. Sambil membuka pintu beliau melantunkan lagu “Annabi Shollu’aalaih Shalawatullah ‘Alaih, wayanalul barokah, kullu man sholla’alaih…”&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tangannya melambai – lambai mempersilahkan kami memasuki gerbang satu persatu. Tidak ada kata :silahkan masuk,atau dari mana anda sekalian. Ataupun kalimat budaya yang lainnya. Hanya shalawat beliau lagukan dengan sangat indah,serak, tua, dengan vibrasi khas mesir utara.&lt;br /&gt; Aliran darahku bergerak lebih cepat, suhu badanku naik. Begitu juga kami semua. Berduyun duyun kami semua memasuki masjid, mengarah kemakam Syeh Imam Busyiri. Shalawat tak henti beliau lantunkan, dan ditengah – tengah itu rasa “gatal” menyergap hatiku. Begitu Syekh selesai satu bait, aku teriak melantunkan syair lagu itu dan serempak teman – teman KiaiKanjeng juga melantunkannya. &lt;br /&gt; Syekh agak kaget teryata kami bisa melantukan syair dengan lagu yang sama. Bukan sekedar mengetahui atau pernah mendengarnya. Beliau lantunkan refrain, kami koor. Berganti syair lagi, kami juga tetap mengejarnya. Hingga sekitar 5 lagu syair cinta rasulullah kami lantunkan. &lt;br /&gt; Lantunan trus berlangsung dan tetap tanpa kalimat basa – basi apapun. Pada suatu bagian lagu, aku lihat syekh melantunkan dengan sedikit memukul – mukul meja. Maka aku spontan berbisik kepadanya “ Apa boleh menabh rebana?&lt;br /&gt; Spontan beliau menjawab “Qalilan. Qalilan….” Sedikit, sedikit jangan keras keras. Aku langsung kasih kode kepada Rahmat dan Irfan untuk mengambil rebana – rebana kami di bus. Beberapa menit kemudianmasing masing dari kami menabuh rebana, dan akhirnya malam menjadi begitu tak tertandingi indahnya bagi kami : pesta cinta kepada Allah dan Rasulullah meneriakkan sahalawat, membunyikan terbang – terbang kerinduan, rebana – rebana kemesraan.&lt;br /&gt; Hatiku berkata : “ wahai manusia, ambillah dunia ini, jilatilah sepuasmu, telanlah uang korupmu, kekuasan karier serakahmu, harta benda curian kapitalisme maniakmu, kemasyuran tanpa tanpa martabatmu, jabatan yang mencampakkanmu setelah beberapa waktu, jam – jam tayang kekonyolan dangkalmu, apapun saja yang diarakusi oleh hati kalian. Ambil. Ambil telah kudapatkan kenikmatan yang satu baris syairnya tidak kuizinkan kalian ganti dengan jumlah uang berpapun dari hasil korupsimu yang jumlahnya bisa dipakai untuk mendirikan negara baru……”&lt;br /&gt; Seusai berpesta, Syekh memeluk Islamiyanto, slahsatu pelatun Shalawat KiaiKanjeng, samapai hampir lima menit. Mereka dan kami menangis. Dan sampai ketika kami berpamitan, kami tidak bertanya atau saling mencatat nama kami, negara asal kami, alamat atau nomer HP kami masing – masing. Tidak perlu nama – nama itu, asal usul itu. Yang perlu adalah sedu sedan itu.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-7417818870358440319?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/7417818870358440319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=7417818870358440319&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/7417818870358440319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/7417818870358440319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/istriku-seribu.html' title='ISTRIKU SERIBU'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SLWKm4s3bsI/AAAAAAAABHE/vZiJTUDonn0/s72-c/ae7c780e35d97244307istrikuseribu4bb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-4281015646874474524</id><published>2008-08-26T04:04:00.000-07:00</published><updated>2008-08-26T04:05:28.972-07:00</updated><title type='text'>kangen</title><content type='html'>Sudah lama kita tak saling minum kopi, Kangen rasanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi percayalah, kangen itu baik. Kangen itu makhluk ciptaan Allah yang&lt;br /&gt;tergolong paling indah. Ia mutiara batin, atau api yang menghidupkan jiwa.&lt;br /&gt;Karena kangen yang menggebu, dulu Ibrahim menggembarai bumi dan langit&lt;br /&gt;bertahun-tahun, untuk akhirnya menemukan apa yang paling dibutuhkan oleh&lt;br /&gt;hidupnya: Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kangen yang tak tertahankan pula, Musa bermaksud membelah kodrat,&lt;br /&gt;menerobos maqam dan ingin memergoki Allah yang amat dicintainya. Tentu saja&lt;br /&gt;gagal, sebab ketika itu ia masih manusia, masih darah daging.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Kangen, membuat seorang istri paham arti kehidupan. Kangen membikin&lt;br /&gt;suaminya, yang pergi nun jauh, membatalkan penyelewengannya sebagai lelaki. Kangen mendorong seorang gadis menancapkan cintanya lebih dalam. Kangen membuat pemuda kekasihnya mengerjakan kesibukan-kesibukan baik untuk memelihara kebersihan rindu yang dinikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri menghayati perkawinannya seperti menghadapi agama dan&lt;br /&gt;sembahyangnya. Seorang suami, yang suka nakal, bermaksud mengakali eksistensinya: Ia menjadi Bapak yang konservatif di dalam rumah, sementara di luar rumah ia menjadi&lt;br /&gt;lelaki liberal. Banyak sekali suami atau lelaki pribadi belah semacam ini: sehabis menyeleweng, rasa dosa dan rasa kangen kepada keluarganya akan menyiksanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seorang suami yang dewasa tahu bagaimana menumbuhkan kangen yang tak&lt;br /&gt;menyiksa. Kangen yang indah dan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dewasa mengerti persis lorong rasa kangennya. Siapa saja penghuni&lt;br /&gt;lorong itu? Suami? Anak-anak? Tetangga? Para jamaah? Kehidupan yang saleh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pasti, di ujung lorong itu hanya Allahlah adanya.&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib/PmBNetDok/20/11/2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-4281015646874474524?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/4281015646874474524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=4281015646874474524&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4281015646874474524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4281015646874474524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/kangen.html' title='kangen'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-635077482824714833</id><published>2008-08-22T07:59:00.000-07:00</published><updated>2008-08-22T08:10:45.572-07:00</updated><title type='text'>SELAMAT DATANG YA RAMADHAN</title><content type='html'>MOMEN UNTUK PERUBAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SK7W2LHzUMI/AAAAAAAABGc/uUt3G4hkTYE/s1600-h/rambu+puasa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SK7W2LHzUMI/AAAAAAAABGc/uUt3G4hkTYE/s320/rambu+puasa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237359642865258690" /&gt;&lt;/a&gt;Ramadhan 1429 H sebentar lagi menjelang, bulan yang lebih mulia dari seribu bulan itu bagi umat mulim sebentar lagi datang. Puasa menurut caknun di ibaratkan air khomer atau arak, seperti halnya haji air madu, zakat air susu. Kenapa arak? Bukankah itu haram. Sebenarnya bukan dari segi hukum halal haram nya tapi dari prosesnya. Arak di ciptakan dari proses peragian, seperrti hal nya tape (wadagnya halus) yang berasal dari singkong yang (wadag keras) peragian puasa juga seharusnya bisa membuat hati yang keras membatu bisa halus seperti tape. Itulah pemaknaan puasa secara sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan 11 bulan kita terus menerus sibuk mencari sesuatu yang mungkin sesungguhnya tidak kita bawa nantinya. Dan kiranya satu bulan cukup untuk sedikit menghela nafas, sedikit keluar dari pusaran riuh rendah dunia, sedikit “ngaso” sejenak dari jeratan jeratan kehidupan yang menghalalkan segala cara. “Raup” (cuci muka) air ramadhan mungkin bisa membuat kita yang selama ini salah (baik tahu kalau dirinya sedang salah, ataupun tidak tahu / merasa dirinya sedang salah) yang kita punya bisa berganti dengan kebenaran yang dilahirkan di hari hari Idul fitri nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ijinkan saya pribadi sebagai pengelola situs ini mengucapkan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 255);font-size:130%;" &gt;Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1429 H. mohon maaf jika ada kesalahan selama ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan monggo dinikmati Renungan nya Emha Ainun Nadjib berikut ini&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Puasa: Menuju Makan Sejati&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib - Budayawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa itu jalan sunyi&lt;br /&gt;Tersedia makanan tapi tak dimakan&lt;br /&gt;Tersedia kursi tapi tak diduduki&lt;br /&gt;Tersedia tanah tapi tak dipagari/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa itu jalan sunyi&lt;br /&gt;Menggambar tapi tak terlihat&lt;br /&gt;Bernyanyi tapi tak terdengar&lt;br /&gt;Menangis tapi tak diperhatikan/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa itu jalan sunyi&lt;br /&gt;Menjadi tanpa eksistensi&lt;br /&gt;Pergi menuju kembali&lt;br /&gt;Hadir tapi tak dikenali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ILMU Rasulullah Muhammad, "hanya makan ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang", telah menjadi pengetahuan hampir setiap pemeluk Agama Islam, tetapi mungkin belum menjadi ilmu. Puasa demi puasa, Ramadlan demi Ramadlan beserta fatwa demi fatwa yang senantiasa menyertainya dengan segala kerendahan hati harus saya katakan belum cukup mengantarkan kita dari permukaan pengetahuan menuju kedalaman ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada jarak yang tak terkirakan antara pengetahuan dengan ilmu, meskipun khasanah kebahasaan kita dengan kalem menyebut ilmu pengetahuan di lembaran-lembaran kamusnya. Dengan berkunjung ke sebuah museum, kita bisa memperoleh pengetahuan tentang sebilah pedang, lengkap dengan semua data tentang panjang-lebarnya, asal-usul sejarahnya, serta logam suku cadangnya, termasuk berapa kepala yang dulu pernah dipenggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, ilmu baru terjadi tatkala pedang itu telah menyatu dengan tangan kita. Bukan saja kita sanggup menggenggamnya dan mendayagunakannya dengan seribu teknik silat; lebih dari itu ilmu ditandai oleh realitas menyeluruh, di mana pedang itu telah menjadi bagian dari diri kita, bagian dari badan kita, akal pikiran kita, emosi hati kita, termasuk budi dan kearifan jiwa kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengetahuan barulah tataran terendah dari persyaratan mutu dan aktualitas eksistensi mahluk yang bernama manusia. Tetapi, ilmu pun belumlah "langit" tertinggi dalam kosmos "ahsani taqwin" sebaik-baik mahluk - manusia. Sebab, ilmu pedang bisa merupakan awal mula dari tertikamnya dada seseorang. Oleh karena itu, di atas ilmu si penggenggam kebenaran ada langit lebih tinggi yang bernama hubb atau cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah rem, pembijak, pengatif, yang terkandang nikmat terkadang sakit, bagi kemungkinan pembunuhan atau permusuhan yang dipotensialkan oleh ilmu pedang. Ini berlaku pada skala mana pun, di kesempitan pergaulan sehari-hari hingga di keluasan peradaban.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adapun jika ilmu jika penghayatan akan kebenaran, bersenyawa, bekerja  sama, berkoperasi, berposisi, dan berkelangsungan intermanagable, atau denan kata lain "bersuami-istri dengan hubb" atau cinta maka tercapailah tataran "taqwa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa itulah target puasa. Taqwa itulah cakrawala perjalanan kemusliman manusia. Taqwa lebih tinggi dari nilai kebenaran dan nilai cinta. Apalagi dibandingkan tataran norma, hukum formal, adat, serta tabung-tabung formal kultural lainnya dalam komunitas atau kejamaahan umat manusia. Taqwa itu suatu atmosfer yang bukan main menyejukkan,menenteramkan, dan membahagiakan, yang terletak di garis kemungkinan&lt;br /&gt;"liga rabb", yakni kemungkinan pertemuan hamba-hamba hina dina macam kita ini dengan Allah.    Sekarang bisalah kita membandingkan, apa beda kemungkinannya jika pedang berada di tangan orang berpengetahuan, dengan jika ia tergenggam di tangan orang berilmu saja, atau jika ia tergenggam di tangan orang yang bercinta saja dengan jika ia tergenggam di tangan orang yang bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian gampanglah bagi kita untuk memproyeksikan: jika pedang itu adalah kekuatan fisik, adalah kekuasan politik, adalah modal dan peluang ekonomi, adalah pasal-pasal hukum, atau apa pun saja. Gampanglah kita perhitungkan: terjaditikaman, siapa yang menikam dan yang tertikam, seberapa dahsyat akibat sejarah dari ketertikaman itu, ataukah mungkin berlangsung suatu ketaqwaan peradaban, di mana pedang tak pernah&lt;br /&gt;menikam, di mana ketajaman pedang ditaqwai untuk hanya menguak kesejahteraan dan kebahagiaan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan yang sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tak enakuntuk memuji-muji Muhammad. Ada situasi psikologis tertentu dalam pergaulan teologis dan kultural di lapangan integrasi nasional kita, yang menjadi sumber ketidakenakan tersebut. Sepenuhnya saya memahami itu. Secara kultural, untuk situasi semacam itu, saya harus pelti" pujian. Tetapi, dalam konteks ilmu kita tidak&lt;br /&gt;bisa menemukan argumentasi apa pun untuk melakukan hal yang sama. Tidak kebetulan bahwa arti harfiah kata "Muhammad adalah juga yang terpuji". Apa yang ingin saya lakukan dengan tulisan ini hanyalah mencicil landasan rasional agar kita berhak menyebut rasul terakhir itu dengan Muhammad. Kalau tak cukup pengetahuan dan ilmu, syukur cinta dan ketaqwaan, maka jika kita memanggilnya dengan mesra "Ya Muhammad&lt;br /&gt;kekasih", rasanya kosong, tak ada muatannya. Muhammad menolehkan kepalanya dan melirikkan bola matanya ke arah kita, tetapi hati, nalar dan budinya tak ikut merasa terpanggil, karena panggilan kita memang tanpa nalar, hati dan budi. Beliau pasti kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makan hanya ketika lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang"  Adalah formula tentang kesehatan hidup. Tak hanya menyangkut tubuh, tapi juga keseluruhan mental sejarah. Ia adalah contoh soal lebih dari sekadar teori keilmuan tentang keefektifan dan efisiensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini pemahaman-pemahaman nilai budaya kita cenderung mentabukan perut. Orang yang hidupnya terlalu profesional dan hanya mencari uang, kita sebut "diperbudak oleh perut". Para koruptor kita gelari "hamba perut" yang mengorbankan kepentingan negara dan rakyat demi perutnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ia bukanlah hamba perut. Sebab, kebutuhan perut amat sederhana dan terbatas. Ia sekadar penampung dan distributor sejumlah zat yang diperlukan untuk memelihara kesehatan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut tak pernah mempersoalkan, apakah kita memilih nasi pecel atau pizza, lembur kuring atau masakan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menuntut berlebih pertama-tama adalah lidah. Perut tidak menolak untuk disantuni dengan jenis makanan cukup seharga seribu rupiah. Tetapi, lidah mendorong kita harus mengeluarkan sepuluh ribu, seratus ribu, aau terkadang sejuta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahluk lidah termasuk yang menghuni batas antara jasmani dengan rohani. Satu kaki lidah berpijak di kosmos jasmani, kaki lainnya berpijak di semesta rohani. Dengan kaki yang pertama ia memanggul kompleks tentang rasa dan selera; tak cukup dengan standar 4 sehat 5 sempurna, ia membutuhkan variasi dan kemewahan. Semestinya cukup di warung pojok pasar, tapi bagian lidah yang ini memperkuda manusia untuk mencari&lt;br /&gt;berbagai jenis makanan, inovasi dan paradigma teknologi makanan, yang dicari ke seantero kota dan desa. Biayanya menjadi ratusan kali lipat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan kaki lainnya lidah memikul penyakit yang berasal dari suatu dunia misterius, yang bernama mentalitas, nafsu, serta kecenderungan-kecenderungan aneh yang mensifati budaya manusia. Makan,yang dalam konteks perut hanya berarti menjaga kesehatan, di kaki lidah itu diperluas menjadi bagian dari kompleks kultur, status sosial, gengsi, feodalisme, kepriyayian, serta penyakit-penyakit kejiwaan komunitas manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan ini membuat makan tidak lagi sejati dengan konteks perut dan kesehatan tubuh, melainkan dipalsukan, dimanipulir atau diartifisialkan menjadi urusan-urusan kultur danperadaban, yang biayanya menjadi amat, sangat mahal. Budaya artifisialisasi makan ini dieksploitasi dan kemudian dipacu oleh etos industrialisasi segala&lt;br /&gt;bidang kehidupan, serta disahkan oleh kepercayaan budaya, bahwa harus senantiasa ada proses kreatif: orang menyelenggarakan modifikasi budaya makan, pembaruan teknologi konsumsi, jenis makanannya, panggung tempat makannya, nuansanya, lagu-lagu pengiringnya, pewarnaan meja kursi dindingnya hingga karaokenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artifisialisasi budaya makan itu akhirnya juga menciptakan berbagai ketergantunan manusia, sehingga agar selamat sejahtera dalam keterlanjuran ketergantungan itu, manusia bernegosiasi di bursa efek,menyunat uang proyek, memborong gunung-gunung dan hutan-hutan, bahkan berperang dan membunuh satu sama lain.&lt;br /&gt;Padahal perut hanya membutuhkan "makan ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang bernama "makan sejati" ialah makan yang sungguh-sungguh untuk perut. Adapun yang pada umumnya kita lakukan selama ini adalah "memberi makan kepada nafsu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut amat sangat terbatas dan Allah mengajarinya untuk tahu membatasi diri. Sementara nafsu adalah api yang tak terhingga skala perbesaran atau pemuaiannya. Jika filosofi makan dirobek dan dibocorkan menuju banjir bandang nafsu tak terbatas, jika ia diartifisialkan dan dipalsukan dan tampaknya itulah salah satu saham utama beribu konflik dan ketidakadilan dalam sejarah umat manusia maka sesungguhnya itulah&lt;br /&gt;contoh paling konkret dari terbunuhnya efisiensi dan keefektifan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekayasa budaya makan pada masyarakat kita, dari naluri sehari-hari hingga aplikasinya di pasal-pasal rancangan pembangunan jangka pendek dan jangka panjang, mengandung inefisiensi atau keborosan dan keserakahan, yang terbukti mengancam alam dan kehidupan manusia sendiri; di samping sangat tidak efektif mencapai hakikat tujuan makan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas puasa selalu diartikan - dan memang benar demikian - sebagai peperangan melawan nafsu. Cuma barangkali karena pengetahuan dan ilmu kita tentang musuh yang harus diperangi itu tidak bertambah, maka strategi dan taktik perang kita pun kurang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mendengar tentang nafsu makan, asosiasi kita menunjuk ke makan, bukan ke nafsunya. Maka ketika istri kita ke pasar, yang dibeli terutama adalah pesanan-pesanan nafsu, bukan kapasitas kebutuhan makan yang diperlukan. Setiap pelaku puasa punya pengalaman untuk cenderung mendambakan dan menumpuk berbagai jenismakanan dan minuman sepanjang hari, kemudian ketika saat berbuka tiba, ia baru tahu, bahwa perut sama sekali tidak membutuhkan sebanyak dan semewah itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pelajaran yang diperoleh dari peristiwa semacam itu seharusnya adalah kesanggupan memilahkan antara dorongan nafsu dengan kebutuhan makan. Kegiatan puasa jadinya bukanlah pertempuran melawan "tidak boleh makan" atau "tidak adanya makanan", melainkan melawan nafsu itu sendiri yang menuntut pengadaan lebih dari sekadar makanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Puasa adalah penguraian "nafsu" dari "makan". Untuk tidak makan dari subuh hingga maghrib, putra kita yang baru duduk di kelas III Sekolah Dasar saja pun sudah sanggup. Untuk "tidak makan" jauh lebih gampang dan ringan dibanding untuk "tiak bernafsu makan", terutama bagi para penghayat "makan yang sejati".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang Sufi yang taraf pergaulannya dengan makan tinggal hanya berkonteks kesehatan tubuh, dalam hidupnya ia tak pernah lagi ingat makan, kecuali ketika perutnya lapar. Ia bukan merekayasa untuk hanya makan ketika lapar, tapi memang betul-betul sudah tak ingat makan sampai perutnya mengingatkan, bahwa ia lapar.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Untuk ingat lapar, cukup perut yang melakukannya, tapi untuk berhenti makan sebelum kenyang, manusia memerlukan dimensi-dimensi rohani tinggi kemanusiaannya untuk mengingatnya. Ia memerlukan nalar ilmu kesehatan tentang makan yang sehat, yakni tentang kurang dan tak lebih. Ia juga memerlukan ilmu dan kearifan yang lebih tinggi untuk melatih ketepatan kapasitas makan, agar ia memperoleh ketepatan pula dalam aktivitas "makan" yang lain di bidang-bidang kehidupan yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelajaran keaktoran teater, ada metoda "biasakan makan minum yang pas, agar dalam bermain drama engkau tidak overacting dan juga tidak underacting."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Padahal ilmu "makan sejati" atau "makan pas"-nya Rasulullah Muhammad juga berlaku untuk segala makan dalam kehidupan.   &lt;br /&gt;Kita masuk ke toko serba ada dengan segala gemerlap yang tidak memanggil-manggil kebutuhan kita, melainkan mengundang nafsu kita. Saya mohon maaf, bukan saya bermaksud mematikan nafkah para pedagang, tetapi bermilyar-milyar rupiah dikeluarkan orang untuk membeli pelayanan atas nafsu, bukan pelayanan atas kebutuhan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Program-program pembangunan kita memacu tahyul; mengetalasekan beribu-ribu jenis konsumsi yang tak sejati, yang sebenarnya belum tentu dibutuhkan oleh konsumen. Iklan-iklan industri adalah kendaraan budaya yang mengangkut jutaan manusia dari terminal kebutuhan ke terminal nafsu, dari kesejatian dan kepalsuan. Mereka dicetak untuk merasa rendah atau bahkan merasa tak ada, apabila tidak memiliki celana model ini dan kosmetika model itu. Merk-merk dagang adalah strata tahyul dan klenik.&lt;br /&gt;Para pasien di rumah sakit budaya tinggi, budaya gengsi, budaya kelas priyayi, menyerbu warung-warung status modernitas tidak untuk membeli barang, melainkan membeli anggapan-anggapan tentang barang. &lt;br /&gt;Salah satu wajah dunia industri modern adalah tahyul konsumtifisme, yang menjadi sumber dari berbagai konflik serius di bidang persaingan  ekonomi, pergulatan kekuasaan politik hingga penyelewengan hukum.  &lt;br /&gt;Ini adalah kata-kata "purba", yang terasa lucu dan naif untuk diperdengarkan. Tapi, tak bisa kita menghapusnya, karena setiap orang - setidaknya beberapa hari menjelang ajalnya - akan mendengar kata-kata semacam itu dari lubuk hati dan kesadarannya sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Puasa mengajarkan dan melatih pelaku-pelakunya untuk makan, untuk memiliki sejumlah uang dan kekayaan, untuk bersedia menggenggam kekuasaan, untuk menjadi ini-itu atau melakukan apa pun saja hanya ketika benar-benar dalam keadaan "lapar sejati", bukan dalam keadaan "merasa lapas karena nafsu".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika orang menjalankan puasa dengan pengetahuan, ilmu, cinta, dan ketaqwaan, ia akan terlatih untuk bertahan pada "makan yang sejati". Yakni, terlatih untuk mengambil jarak dari nafsu. Terlatih untuk tidak melakukan penumpukan kuasa dan milik, tidak melakukan monopoli,&lt;br /&gt;ketidakadilan, serta penindasan, karena telah diketahui dan dialaminya,bahwa itu semua adalah "makanan palsu".   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;/Tetapi, alangkah sedihnya menyaksikan, betapa dunia ini diisi oleh banyak manusia yang tak henti-hentinya makan, padahal ia tak lapar, serta oleh banyak manusia yang tak habis-habisnya makan, padahal ia sudah amat kekenyangan./&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untunglah, bahwa bagi para pelaku puasa sejati, kesabaran untuk&lt;br /&gt;menyaksikan keburaman hidup semacam itu bisa justru meningkatkan&lt;br /&gt;perolehan kemuliaan dan kesejatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-635077482824714833?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/635077482824714833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=635077482824714833&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/635077482824714833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/635077482824714833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/selamat-datang-ya-ramadhan.html' title='SELAMAT DATANG YA RAMADHAN'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SK7W2LHzUMI/AAAAAAAABGc/uUt3G4hkTYE/s72-c/rambu+puasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-5469283794793387572</id><published>2008-08-21T06:55:00.001-07:00</published><updated>2008-08-21T06:58:15.552-07:00</updated><title type='text'>Tikungan Iblis (saatnya mendengar kritik iblis)</title><content type='html'>Iblis Bukan Kompetitor Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SK10QA5gULI/AAAAAAAABGU/3rfUfGSCh_g/s1600-h/poster-untuk-web-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SK10QA5gULI/AAAAAAAABGU/3rfUfGSCh_g/s320/poster-untuk-web-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236969760169676978" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam sepuluh tahun terakhir sejak reformasi bergulir, perkembangan teater modern, sastra atau kesenian pada umumnya menunjukkan gejala makin terasingnya kesenian dari persoalan-persoalan publik. Tema-tema personal seperti cinta, maut, seks, kerinduan, atau apa saja, termasuk hal-hal non-sense, terasa dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi kemudian adalah: kelumpuhan di berbagai bidang; masyarakat mengalami krisis presentasi diri, sehngga merasa tak berdaya untuk merespons secara kritis gelombang persoalan yang digerakkan oleh kapitalisme, industrialisme dan materialisme.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan berbagai pandangan di atas, kami –Teater Dinasti, Kiai Kanjeng dan Emha Ainun Nadjib– merasa wajib memberikan respons kritis atas berbagai persoalan sosial, politik dan kebudayaan bangsa ini. Tidak terlalu berlebihan jika kami masih meyakini bahwa kesenian masih mampu menjadi media untuk mengekspresikan ide-ide pencerahan baik secara tematik maupun simbolik. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, kami mencoba menawarkan satu reportoar pertunjukan Tikungan Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tikungan iblis mencoba memberikan paradigma yang lain dan berbeda. Iblis bukan kompetitor Tuhan untuk menguasai manusia. Iblis adalah sosok penting yang menjadi ’alat’ Tuhan untuk menunjukkan kebesaranNya bagi umat manusia. Iblis adalah sosok yang menjadi aktor strategis bagi Tuhan untuk memberikan berbagai tantangan bagi manusia untuk memperjuangkan martabat dan eksistensinya. Ia menawarkan ’anti tesis’ atas ’tesi’ Tuhan, agar manusia mampu menggenggam sintesa: nilai-nilai Ilahiyah secara utuh, mendasar dan mengakar karena nilai-nilai itu tidak otomatis hadir sebagai paket, melainkan diraih melalui perjuangan yang keras dan mendidih. Sehingga ketika manusia mengakui eksistensi Tuhan –dengan seluruh nilai-nilai idealnya– maka pengakuan itu tidak artifisial, melainkan substansial. Lakon ini bukan merupakan ’pembelaan’ atas Iblis melainkan mencoba memperluas cara pandang manusia atas sosok Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentas Dinasti kali ini nanti merupakan hasil kerjasama Kedaulatan Rakyat dengan Progress Jogja Production.&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEATER DINASTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mempersembahkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentas Kebahagiaan Keluarga Teater Dinasti “TIKUNGAN IBLIS"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Hari Sabtu, 23 Agustus 2008, Pukul 20.00 WIB&lt;br /&gt;Di Gedung Conser Hall - Taman Budaya Yogyakarta (TBY)&lt;br /&gt;Jl. Sriwedani No. 1 Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HTM:&lt;br /&gt;Rp. 25.000, - untuk FESTIVAL (lesehan)&lt;br /&gt;Rp. 50.000, - untuk VIP (kursi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIKET BOX:&lt;br /&gt;PROGRESS – 0274-618810&lt;br /&gt;KANTIN TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA&lt;br /&gt;KANTOR PROMOSI KR –0274-895257&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARA PEMAIN:&lt;br /&gt;Tertib Fadjar Suharno, Bambang Susiawan, Joko Kamto, Novi Budianto, Seteng, Untung Basuki, Cithut Puspawilaga, Eko Winardi, Jemek Supardi, Toro, Islamiyanto, Novia Kolopaking,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PARA PEMUSIK:&lt;br /&gt;Joko, Jijit, Godor Widodo, Yoyok, Bayu, Sugiyanto, Hari Murti, Joko Kusnun, Mas Is, Bobiet, Novi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIM SUTRADARA:&lt;br /&gt;Fajar Suharno, Jujuk Prabowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                    Konfirmasi Acara: Eko Nuryono 081904138595&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-5469283794793387572?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/5469283794793387572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=5469283794793387572&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5469283794793387572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5469283794793387572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/tikungan-iblis-saatnya-mendengar-kritik.html' title='Tikungan Iblis (saatnya mendengar kritik iblis)'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SK10QA5gULI/AAAAAAAABGU/3rfUfGSCh_g/s72-c/poster-untuk-web-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-6378418036034456792</id><published>2008-08-21T06:53:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T06:54:56.489-07:00</updated><title type='text'>jangan batalkan cinta part 5 (habis)</title><content type='html'>Orang mendambakan kesejahteraan bersama&lt;br /&gt;Tapi tak punya apa-apa selain kemauan pribadinya&lt;br /&gt;Maka engkau minggir, menghindarkan persaingan&lt;br /&gt;Engkau usir dirimu sendiri dari ramainya perebutan&lt;br /&gt;Merintis keadilan dengan menomerduakan dirimu sendiri&lt;br /&gt;Tetapi mukamu diludahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bilang sedang menjalankan reformasi&lt;br /&gt;Maka engkau berpuasa, tak ikut berkuasa&lt;br /&gt;Tak ikut mencuri dan menumpuk harta&lt;br /&gt;Tapi engkau dikutuk dan dibikin sengsara&lt;br /&gt;Dengarlah kubisikkan sesuatu ke telingamu&lt;br /&gt;Aku nyatakan bahwa aku bersetia mengikutimu&lt;br /&gt;Terus menegakkan cinta, meskipun orang melecehkannya&lt;br /&gt;Terus membangun kemesraan, meskipun orang merusaknya&lt;br /&gt;Terus menumbuhkan kedamaian, meskipun orang merobohkannya&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-6378418036034456792?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/6378418036034456792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=6378418036034456792&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6378418036034456792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6378418036034456792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/jangan-batalkan-cinta-part-5-habis.html' title='jangan batalkan cinta part 5 (habis)'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-2695955989699767998</id><published>2008-08-20T09:06:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T09:07:19.888-07:00</updated><title type='text'>jangan batalkan cinta part 4</title><content type='html'>Engkau mendengar negeri ini&lt;br /&gt;Sedang membangun demokrasi&lt;br /&gt;Maka kau siapkan modal utama&lt;br /&gt;Yakni kesediaan untuk saling berendah hati&lt;br /&gt;Engkau dewasakan pikiran&lt;br /&gt;Bahkan kau sisihkan hak-hakmu sendiri&lt;br /&gt;Agar setiap orang mendapatkan ruang&lt;br /&gt;Tetapi engkau dihina dan direndahkan&lt;br /&gt;Oleh saudara-saudaramu sendiri&lt;br /&gt;Yang dirinya dipenuhi oleh kesadaran&lt;br /&gt;Tentang hak-hak pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau mendengar bangsa ini&lt;br /&gt;Sedang merangkai kebersamaan&lt;br /&gt;Maka engkau hindarkan kemenangan&lt;br /&gt;Tak tega melihat siapapun engkau kalahkan&lt;br /&gt;Engkau gali cinta dan engkau temukan&lt;br /&gt;Yang bernama diri adalah kebersamaan&lt;br /&gt;Tapi jalanmu dibuntu, engkau dicelakakan&lt;br /&gt;Oleh saudara-saudaramu sendiri&lt;br /&gt;Yang menjunjung-junjung karier pribadi&lt;br /&gt;Yang mereka sebut kebenaran tertinggi&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-2695955989699767998?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/2695955989699767998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=2695955989699767998&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2695955989699767998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2695955989699767998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/jangan-batalkan-cinta-part-4.html' title='jangan batalkan cinta part 4'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-7038048761852817522</id><published>2008-08-19T09:40:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T09:41:38.662-07:00</updated><title type='text'>jangan batalkan cinta part 3</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Engkau mendengar bangsa ini memerlukan kemesraan&lt;br /&gt;Maka engkau menelusuri nusantara&lt;br /&gt;Mengakrabi setiap manusia&lt;br /&gt;Merangkul alam dan segala hamba&lt;br /&gt;Mengikat tali sejati persaudaraan&lt;br /&gt;Tetapi engkau ditertawakan oleh kekuasaan&lt;br /&gt;Engkau tersisih dari lingkaran persaingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarlah kubisikkan sesuatu ke telingamu&lt;br /&gt;Sudah lama aku menjadi bagian dari dirimu&lt;br /&gt;Aku ikut berdetak dengan jantungmu&lt;br /&gt;Mengalir dalam darahmu&lt;br /&gt;Kusyukuri gembiramu, kutangisi sedihmu&lt;br /&gt;Tolong jangan ajak aku bunuh diri&lt;br /&gt;Dengan mundur dari nikmatnya kemesraan ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-7038048761852817522?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/7038048761852817522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=7038048761852817522&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/7038048761852817522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/7038048761852817522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/jangan-batalkan-cinta-part-3.html' title='jangan batalkan cinta part 3'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-6704846901739105164</id><published>2008-08-14T18:06:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T18:07:18.687-07:00</updated><title type='text'>jangan batalkan cinta part 2</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Engkau mendengar negeri ini membutuhkan cinta&lt;br /&gt;Maka setiap langkahmu hanya langkah cinta&lt;br /&gt;Sorot matamu hanya sorot mata cinta&lt;br /&gt;Uluran tanganmu hanya uluran tangan cinta&lt;br /&gt;Lagu yang kau nyanyikan hanya lagu cinta&lt;br /&gt;Puisi yang kau gumamkan hanya puisi cinta&lt;br /&gt;Tapi engkau dihardik oleh orang-orang&lt;br /&gt;Yang memancarkan wajah kebencian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarlah kubisikkan sesuatu ke telingamu&lt;br /&gt;Lihatlah, aku siap di sini sebagai pengikutmu&lt;br /&gt;Aku memohon jangan batalkan cinta&lt;br /&gt;Karena penderitaan oleh kutukan manusia&lt;br /&gt;Karena kesengsaraan dalam pengucilan&lt;br /&gt;Masih lebih mulia dibanding hidup kerdil dalam kebencian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-6704846901739105164?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/6704846901739105164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=6704846901739105164&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6704846901739105164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6704846901739105164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/jangan-batalkan-cinta-part-2.html' title='jangan batalkan cinta part 2'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-2448142756472910393</id><published>2008-08-13T06:01:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T06:02:27.569-07:00</updated><title type='text'>Jangan Batalkan cinta part 1</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Engkau mendengar negeri ini butuh kedamaian&lt;br /&gt;Maka engkau berkeliling membawa hati damai&lt;br /&gt;Menyebarkan rasa damai, membuka sawah-sawah ilmu damai&lt;br /&gt;Menaburkan benih prinsip damai, menegakkan pepohonan damai&lt;br /&gt;Tetapi engkau dicegat oleh orang-orang&lt;br /&gt;Yang mengacung-acungkan pedang kepentingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarlah kubisikkan sesuatu ke telingamu&lt;br /&gt;Tengoklah, aku berdiri di belakangmu&lt;br /&gt;Aku memohon jangan hentikan langkah kita&lt;br /&gt;Karena jikapun kita harus mati oleh pedang-pedang itu&lt;br /&gt;Kematian kita tetap akan terasa lebih nikmat&lt;br /&gt;Dibanding hidup dalam kecemasan berperang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-2448142756472910393?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/2448142756472910393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=2448142756472910393&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2448142756472910393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2448142756472910393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/jangan-batalkan-cinta-part-1.html' title='Jangan Batalkan cinta part 1'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-3292302284593219732</id><published>2008-08-12T10:12:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T10:13:46.994-07:00</updated><title type='text'>Berlindung Dari 5 Kesombongan</title><content type='html'>Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari kesombongan orang berkuasa, yang&lt;br /&gt;berdiri gagah tanpa punya malu karena merasa diri mereka lebih tinggi dari&lt;br /&gt;rakyatnya, padahal rakyatnya itulah yang meletakkannya di kursi dan membiayai&lt;br /&gt;hidup mereka, namun rakyat itu pulalah yang menjadi sasaran dari palu dan&lt;br /&gt;senapan para penguasa&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari kesombongan orang kaya, yang berjalan&lt;br /&gt;acuh tak acuh dan mendongakkan kepalanya karena merasa dirinya lebih&lt;br /&gt;penting di banding orang-orang lainnya, padahal orang banyak itulah sumber penghidupan dan kekayaannya, namun orang banyak itu pulalah yang selalu disuruh siap dibeli kehormatannya dengan uang dan harta mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari kesombongan orang pandai, yang selalu&lt;br /&gt;merasa lebih hebat dari orang lainnya, sehingga ia membuka mulutnya&lt;br /&gt;lebar-lebar dan memuntahkan hujan kata-kata yang berasal dari perasaan pandai dan hebat di dalam dirinya, padahal inti kepandaian adalah kesanggupan untuk mendangarkan serta kerendahan hati untuk tidak banyak membuka mulut, dan puncak tertinggi keterpelajaran berbanding sejajar dengan tingkat kesadaran atas kebodohan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari kesombongan orang masyhur yang selalu&lt;br /&gt;merasa lebih khusus dibanding orang-orang disekitarnya, yang menyangka bahwa&lt;br /&gt;kemasyhuran adalah kelebihan derajat atas orang lainnya, yang mengira bahwa&lt;br /&gt;kemasyhuran adalah sama dengan keunggulan dan kehebatan, yang perilakunya&lt;br /&gt;mengandalkan "karena aku masyhur maka aku hebat", bukan membuktikan bahwa&lt;br /&gt;"karena aku bermanfaat maka aku (terpaksa) masyhur"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari kesombongan orang alim saleh, yang ke&lt;br /&gt;mana-mana sibuk merasa bahwa yang selain dirinya adalah najis, yang tidak&lt;br /&gt;punya kemampuan lain kecuali merasa dirinya suci dan selalu benar, yang beranggapan bahwa Tuhan adalah anak buahnya, bahwa para Nabi dan Rasul adalah staf dan karyawannya untuk melaksanakan kepentingan-kepentingan diri dan golongannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-3292302284593219732?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/3292302284593219732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=3292302284593219732&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3292302284593219732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3292302284593219732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/berlindung-dari-5-kesombongan.html' title='Berlindung Dari 5 Kesombongan'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-2535035652744370041</id><published>2008-08-12T10:11:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T10:12:15.593-07:00</updated><title type='text'>Syair Tarian Syukur</title><content type='html'>Aku tak pernah bisa ingat kamu, Muhammad&lt;br /&gt;Karena kamulah yang menggandeng tangan kami semua berduyun-duyun ke rumah Allah yang sejuk&lt;br /&gt;Kalau awan menggelapkan matahari, aku ingat kamu dalam hati prihatin&lt;br /&gt;Kalau kemudian awan menyibak, aku ingat kamu dalam rasa syukur yang tak berujung Muhammad, sesekali kami boleh manja, dong&lt;br /&gt;Diam-diam kami cemburu pada isra' mu, diam-diam kami kangen pada mi'raj mu&lt;br /&gt;Ajak dong kami, setidaknya dalam kisah dan impian&lt;br /&gt;Ayo, Muhammad kekasih, hadirlah selalu kedalam jiwa kami&lt;br /&gt;Seperti dulu Kaum Anshar di Madinah menyambutmu, kami juga ingin menyongsong hijrahmu kedalam jiwa kami yang rindu. &lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-2535035652744370041?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/2535035652744370041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=2535035652744370041&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2535035652744370041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2535035652744370041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/syair-tarian-syukur.html' title='Syair Tarian Syukur'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-9106537261172395344</id><published>2008-08-12T09:34:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T10:09:06.467-07:00</updated><title type='text'>Bukan Hanya Milik Kematian</title><content type='html'>Kalau ada orang meninggal, kita ucapkan inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.&lt;br /&gt;Sesungguhnya kita semua ini milik Allah dan pasti kembali hanya kepadaNya, mustahil bisa balik ke yang selain Allah.&lt;br /&gt;Dan karena manusia itu penuh kelemahan, gampang terjebak oleh slogan dan mudah dikelabuhi oleh rutinitas - maka kita sering lupa bahwa kalimat itu tidak hanya berlaku untuk kesadaran tentang kematian, melainkan terutama juga merupakan dasar ilmu dan sikap terhadap kehidupan.&lt;br /&gt;Maka hanya tatkala berjumpa dengan realitas maut, kita baru ngeh bahwa semua ini milik Allah.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari &lt;span class="selengkapnya"&gt;kita begitu yakin dan mantap bahwa kita memiliki sesuatu, punya modal, memegang hak milik atas tanah, kekuasaan dlsb.&lt;br /&gt;Dan untuk itu kita bikin kompetisi ekonomi dan karir politik, perang dan kapitalisasi senjata, perlombaan properti dan aksesori budaya, atau mengunyah mode demi mode kebudayaan sampai air liur kita meleleh-leleh.&lt;br /&gt;Padahal teknologi tercanggih di abad 500 kelakpun tak akan sanggup menciptakan segenggam tanah, selembar daun, secipratan minyak atau sehelai rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-9106537261172395344?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/9106537261172395344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=9106537261172395344&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/9106537261172395344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/9106537261172395344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/08/bukan-hanya-milik-kematian.html' title='Bukan Hanya Milik Kematian'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-9027978573895178928</id><published>2008-07-29T13:49:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:05.267-08:00</updated><title type='text'>SAHABAT DAN UMMAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SI-CwMWmGJI/AAAAAAAABBM/B1wGgc0tK4o/s1600-h/bannertq4.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SI-CwMWmGJI/AAAAAAAABBM/B1wGgc0tK4o/s200/bannertq4.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228541456861763730" /&gt;&lt;/a&gt;Maiyah ialah: kalau Anda shalat berjamaah di Masjid, pastikah Anda tahu siapa yang shalat berjajar di samping kanan atau kirimi? Tahu siapa namanya? Kira-kira berapa umurnya? Rumahnya di mana? Sudah kawin atau belum? Berapa anaknya? Kerjanya apa? Kaya atau miskin atau sedang-sedang saja? Apakah teman sejamaahmu itu hatinya sedang gembira ataukah sedih? Sedang punya problem atau tidak?&lt;br /&gt;Apakah sebuah jamaah di masjid pernah menyelenggarakan lita'arofuu, berkenalan satu sama lain, sebagaimana Allah meniscayakan segala makhluknya? Pasti Anda dan orang semasjid itu adalah saudara seiman seislam. Anda dengan mereka yasyuddu ba'dhuhum ba'dho. Saling memperkuat satu sama lain. Ibarat satu badan, kalau kaki terjepit, mata yang menangis. Kalau pipi ditampar, hati yang sedih. Apakah memang sudah demikian nilai perhubungan Anda dengan orang-orang yang bareng bersembahyang dengan Anda?&lt;br /&gt;Ataukah Anda tidak pernah &lt;span class="selengkapnya"&gt;kenal mereka kecuali satu dua belaka yang kebetulan pernah berkenalan? Dan Anda tidak tahu apakah teman shalat Anda itu masih punya beras atau tidak di rumahnya, juga Anda tidak punya siapa-siapa di masjid itu untuk mengungkapkan bahwa anak Anda sakit keras sementara istri Anda rewel.&lt;br /&gt;Padahal katanya ummat Islam itu satu badan. Kalau ada satu saja orang kelaparan dan tidak ada sistem hubungan yang memungkinkan ia ditolong oleh lainnya, maka semua ikut berdosa.&lt;br /&gt;Apakah dengan orang-orang yang bareng bersujud itu Anda saling terikat oleh nilai-nilai persaudaraan, logika ukhuwah, kesetiaan moral, kewajiban tolong menolong - ataukah Anda semua ini tiap hari berjamaah shalat tetapi kehidupan nyata Anda berlangsung sendiri-sendiri, individual dan egoistik?&lt;br /&gt;Jangankan lagi peningkatan mutu dari keislaman ke keimanan. Dari kualitas Muslim ke derajat Mu'min. Mu'min, iman, aman..karena Anda satu ummat dan karena Anda mu'min maka segala perilaku dan bicara Anda selalu mengamankan semua yang ada di sekitar Anda. Apakah dalam berdagang Anda mengamankan saudara-saudaramu karena engkau Mu'min? Apakah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari Anda menciptakan rasa aman bagi saudara-saudaramu? Apakah parpolmu, kampanyemu, jabatanmu, uangmu, kekuasaanmu, kekuatanmu, akses-aksesmu - membuat saudara-saudaramu aman, ataukah justru mereka merasa terancam?&lt;br /&gt;Kalau Megawati adalah presiden PDIP maka yang non-PDIP merasa tidak aman. Maka Megawati dilarang oleh akal sehat dan moralitas kebangsaan untuk menjadi Presiden PDIP, sebab kewajiban formalnya adalah menjadi Presiden Republik Indonesia. Sehingga ia menjamin keamanan semua pihak di Indonesia, bahkan menjamin keamanan tanah, pohon, angin, air, kalau perlu juga Jin dan hantu-hantu di seantero Indonesia.&lt;br /&gt;Kalau pemimpin engkau ambil dari suatu golongan, maka siapkan dua hal dalam hidupmu: engkau menjadi ancaman, atau engkau berposisi terancam.&lt;br /&gt;Apakah Gus Dur merasa aman atas Amin Rais? Apakah Amin Rais merasa aman atas Gus Dur? Demikian juga pemimpin-pemimpin dan berbagai golongan social dan politik di negeri ini, adakah rasa aman satu sama lain? Bahkan kalau suatu malam Anda naik motor lewat tuwangan atau bulak dan Anda dibegal orang motor dan dompet direbut - jangan membayangkan bahwa pembegalmu itu orang PKI atau orang kafir. Besok malam engkau sebenarnya bisa ketemu dia di pengajian, lusa Jum'atan bareng,, dan nanti kalau dia punya duit juga akan bareng kami naik haji.&lt;br /&gt;Sedangkan dengan tetanggamu yang seiman sebangsa sesuku sekampung saja engkau tidak sungguh-sungguh merasa aman. Jadi tidak rasional kalau engkau mengira bahwa da Ummat Islam yang kalbun-yan yasyuddu ba'dhuhum ba'dho. Yang saling tolong menolong dan melindungi satu sama lain.&lt;br /&gt;Maka untuk tahap sekarang ini, sebelum tercipta dan terbangun "ummat", tentukan dan pastikan dulu siapa "sahabat"mu. Sahabat yang kita saling gembira kalau ada satu yang gembira, saling sedih kalau ada satu yang bersedih. Saling setia, bertanggung jawab, santun dan berkasih sayang.&lt;br /&gt;Mungkin "sahabat"mu itu hanya dua orang, tiga orang, sepuluh orang atau berapapun. Tapi mereka tidak membiarkan anakmu sakit tanpa pengobatan, dan engkau tidak membiarkan keluarga mereka kelaparan dan berduka. Tidak usah membayangkan Maiyah Indonesia Raya dulu, cukup tentukan yang jelas siapa-siapa "sahabat"mu dalam kehidupan yang penuh tekanan dan ancaman ini.&lt;br /&gt;Itulah "Ummat" kecilmu, "ummat" sejatimu. Itulah Indonesia kecilmu, Indonesia sejatimu. Itulah maiyah.******(Emha Ainun Nadjib/2002/PmBNetDok)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-9027978573895178928?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/9027978573895178928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=9027978573895178928&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/9027978573895178928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/9027978573895178928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/07/sahabat-dan-ummat.html' title='SAHABAT DAN UMMAT'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SI-CwMWmGJI/AAAAAAAABBM/B1wGgc0tK4o/s72-c/bannertq4.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-7866066175056612556</id><published>2008-07-29T13:46:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:05.561-08:00</updated><title type='text'>Membeli Fitnah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SI-CMB-xbqI/AAAAAAAABBE/je46XgsSetg/s1600-h/fitnah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SI-CMB-xbqI/AAAAAAAABBE/je46XgsSetg/s200/fitnah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228540835602198178" /&gt;&lt;/a&gt;BENARKAH ada sanak saudaramu yang harus berkorban sedemikian besar, sampai pun nyawanya, demi keserakahan sejumlah orang -- yang bahkan tak dikenalnya -- terhadap sekati upah?&lt;br /&gt;Benarkah anggota keluarga Anda harus membayar sebegitu mahal kepada pentas primordialisme yang sempit? Demi fanatisme dan taqlid yang sebuta- butanya. Atau, bahkan demi pertarungan yang hanya berisi kebodohan, nafsu dan emosi yang tidak jernih arahnya, serta ketidakpahaman dan ketergesaan. Maka kecemasan yang saya alami tidak hanya terhadap kemungkinan chaos yang heboh, tapi juga terhadap kebebalan yang 'tenang'.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam, sesungguhnya, jauh di lubuk jiwa saya terdapat juga rasa asyik menyaksikan atau mengalami benturan dan peperangan. Tapi untuk apa dulu? Bersediakah Anda mengalami itu semua untuk suatu kesibukan nasional satu bulan yang pada hakikat dan kenyataannya tidak ada keterkaitan yang realistis dengan perjuangan nasib Anda sendiri sebagai rakyat kecil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertamulah ke rumah orang-orang pandai. Para dosen, pastur atau kiai. Bertanyalah kepadanya apakah gegap gempita yang sedang kita selenggarakan hari-hari ini memiliki prospek yang nyata terhadap impian perubahan yang sesungguhnya, yang nasib struktural rakyat bergantung padanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bergembiralah dengan semua pesta itu, namun dengan sanggup melakukan pengaturan takaran. Pacing. Bukan menyediakan pasak yang jauh lebih besar dibanding tiang rapuh yang tersedia sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada anak-anak muda 'minta izin' -- anehnya -- kepada saya. "Cak, biar deh saya dipenjara, asalkan puas hati ini. Ayolah kapan kita serbu dan bakar...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja saya masih bisa tidak gila untuk memberikan jawaban yang tepat terhadap desakan emosi kerakyatan, yang sesungguhnya saya mafhum benar latar belakangnya. Semangatnya penuh enerji 'jihad', tapi belum ada titik koordinat yang menyilangkan pertemuan antara konteks atau tema dengan momentum yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh, naluri seperti itu hendaklah 'dipenjarakan' bis-shobri was- sholah -- sampai ada konteks dan sa'ah sejarah di mana gumpalan tenaga semacam itu kita perlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;JIWA kekanak-kanakan saya juga punya semacam rasa senang terhadap letusan-letusan kecil atau besar, dengan tema apapun. Tapi yang disebut 'aga- ma' adalah kesanggupan mental dan akal budi untuk tidak menggerakkan kaki kehidupan ini berdasarkan apa yang kita sukai, melainkan berdasarkan apa yang wajib dan benar menurut Allah.&lt;br /&gt;Saya mohon maaf untuk mengatakan hal seperti ini. Bahkan terhadap fitnah-fitnah besar dalam hidup saya, Insya Allah saya bukan hanya tak bersedia meladeni atau mengeluarkan enerji sedikit pun, melainkan kalau perlu, saya bersedia membeli fitnah-fitnah itu. Saya bersedia membayar orang- orang yang memfitnah saya, demi ma'unah, fadhilah dan karomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kalau saya merasa cemas, Insya Allah kecemasan yang saya maksudkan bukanlah situasi mental, melainkan manifestasi dari kesadaran akan pengetahuan dan kewajiban hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda bertanya kepada diri sendiri seberapa besar kadar keprihatinan dan kecemasan Anda terhadap tingkat kemunkaran politik, hukum dan ekonomi di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa besar pulalah kecemasan Anda terhadap kenyataan betapa orang- orang justru tidak cemas terhadap itu semua? Seberapa cemaskah Anda terhadap ketidakpedulian kita semua atas seberapa jauh bangsa ini mengalami 'defisit nilai' demokrasi, moral, keberbudayaan dan keberadaan. Dalam bentuknya yang kasar dan transparan, maupun yang halus, canggih dan kita sangka kebaikan dan ketenteraman? ***&lt;br /&gt;(Emha Ainun Najib/2007/PmBNetDok)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-7866066175056612556?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/7866066175056612556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=7866066175056612556&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/7866066175056612556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/7866066175056612556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/07/membeli-fitnah.html' title='Membeli Fitnah'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SI-CMB-xbqI/AAAAAAAABBE/je46XgsSetg/s72-c/fitnah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-9147706324953058523</id><published>2008-07-23T03:06:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:05.803-08:00</updated><title type='text'>Allah dan Slang-slang AC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SIcDdFo2SeI/AAAAAAAAA_U/PCOnXEBDpfU/s1600-h/allah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SIcDdFo2SeI/AAAAAAAAA_U/PCOnXEBDpfU/s200/allah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226149690851346914" /&gt;&lt;/a&gt;Aku ini kere yang sering memperoleh kesempatan untuk munggah mbale. Maksudku, karena dari hari ke hari hidupku hampir selalu di perjalanan dan berpindah-pindah tempat untuk memenuhi undangan-undangan – baik dari orang-orang yang benar-benar mempercayaiku, maupun dari orang-orang yang sekedar membutuhkanku namun diam-diam ngedumel di dalam hati mereka – maka terkadang aku diinapkan di hotel-hotel.&lt;br /&gt;Sesekali di hotel berbintang banyak. Saat lain di hotel sedengan. Terkadang di losmen, di mess, atau di rumah kosong yang tak ditempati karena si empunya tidak mungkin membagi punggungnya ditugel-tugel jadi banyak agar bisa menempati banyak rumahnya. Yang aku selalu merasa terancam adalah kalau ditidurkan di rumah orang, artinya di rumah yang dihuni oleh sebuah rumah tangga. Soalnya pasti tuan rumahku orang baik, selalu menjamu dan menghormati secara maksimal, menyediakan makan minum dan tempat tidur yang lebih dari layak. Kemudian kami harus dayoh-dayoh-an penuh sopan santun dan wajib penuh basa basi. Lantas sekitar jam 23.00 aku dipersilahkan tidur – dan inilah puncak ancaman bagiku. Mana mungkin aku tidur jam segitu sampai pagi. Aku tidak mampu menikmati tidur sebagai acara tidur. Maksudku, aku harus selalu bekerja keras sampai badanku tidak kuat dan lantas secara alamiah aku tidur. Aku tidak pernah akrab dengan ranjang dan kasur, sebab aku&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;mendatanginya hanya ketika aku sudah sangat mengantuk dan kesadaranku tinggal lima watt. Tak mungkin aku bergaul intensif dengan siapapun dan dengan apapun hanya dengan bekal kesadaran lima watt.&lt;br /&gt;Bukannya aku meremehkan tidur. Tidur itu sangat penting. Tetapi bagiku tidur itu bukan terutama merupakan mekanisme budaya atau kegiatan budaya dalam hidupmu. Tidur itu kegiatan alam. Pekerjaan natural. Itu keharusan atau sunnah dari Allah pada momentum tertentu setiap hari. Oleh karena itu sering aku heran kepada orang-orang yang begitu sibuk mengurusi ranjang, membeli kasur dengan segala keindahannya. Padahal kasur itu urusannya orang tidur. Dan tidur itu urusannya orang mengantuk. Dan kalau orang sudah dalam keadaan sangat mengantuk, ia hampir tidak perduli apakah yang di depannya itu kasur ataukah tikar. Oleh karena itu bagiku, tidur tidak perlu aku programkan dalam kebudayaan. Ia alamiah.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Pertanyaan yang ingin kuajukan dalam tulisan hari ini adalah: apakah kesadaran dan pergaulan kita dengan Allah itu merupakan sesuatu yang engkau biarkan berlangsung alamiah, ataukah perlu engkau terjemahkan ke dalam rancangan-rancangan budaya? Termasuk di sini, berapa watt-kah kapasitas kesadaran dan pergaulan kita dengan Allah swt.?&lt;br /&gt;Itulah sebabnya di awal tulisan ini aku bercerita tentang hotel-hotel. Pada suatu senja bersama sejumlah kawan aku mencari mushallah di sebuah hotel besar internasional di Jakarta. Kami hendak maghriban bareng menjelang menghadiri pembukaan Pameran Lukisan Kaligrafi di hotel tsb.&lt;br /&gt;Kami berjalan menerobos bagian-bagian bawah dari hotel itu. Kami melewati lorong-lorong panjang dan berliku-liku. Akhirnya tiba di mushallah yang terletak sangat di pojok dan tersembunyi. Kalau sendiri, tak bisa kujamin aku akan bisa menemukannya.&lt;br /&gt;Seusai shalat, aku hendak berdoa macam-macam, yang mendadak yang bersuara dalam hatiku adalah keluhan, dan kuucapkan itu perlahan-lahan. "Ya Allah Kekasihku, apakah Engkau merasa sepi? Engkau di sembunyikan di sini, di pojok bawah. Engkau bukan sesuatu yang penting bagi rancangan dan konsep hotel yang mewah ini. Engkau tidak primer. Engkau tidak nomer satu. Engkau tidak disediakan tempat di etalase terpenting dari performance hotel ini. Ketika para arsitek membangun tempat ini, tak ada alokasi atau ingatan tentangMu, barangkali. Rumah atau mushallaMu ini tampaknya juga tidak sejak semula dibangun sebagai mushalla. RumahMu ini sekedar sebuah ruangan yang dipaksakan untuk dipakai sebagai tempat shalat, karena kebetulan banyak karyawan hotel ini yang beragama Islam. Ya Allah, apakah Engkau merasa kesepian? Tidak. Aku tahu Engkau tidak kesepian. Engkau tidak bersemayam hanya di mushalla ini. Engkau bisa aku jumpai di manapun. Aku bisa menghadapMu di bagian&lt;br /&gt;manapun dari hotel ini. Tetapi yang kutangiskan adalah kenapa Engkau begitu tidak dianggap penting, bahkan mungkin dianggap tidak ada, oleh mereka yang membangun dan menikmati gedung-gedung di muka bumiMu. Padahal tanah ini tanahMu. Material apapun yang dipakai untuk membangun hotel ini adalah milikMu. Juga semuanya, apa saja dan siapa saja yang menghuni dan lalu lalang di gedung ini, adalah sematamata Engkau yang menciptakan dan Engkau yang menganugerahkan kepada mereka segala jenis rizqi dan kekayaanMu..."&lt;br /&gt;Itu terjadi beberapa bulan yang lalu. Seusai shalat aku berlari mencari telpon dan kuhubungi saudara-saudaraku di Jombang. Spontan aku katakan: "Malam ini juga cari empat orang yang sangat miskin tapi yang akhlaqnya baik. Kasih tahukan dan pandulah mereka untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk naik haji. Uang ONH saya kirim besok pagi".&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Mungkin aku agak sentimental dengan keluhan semacam ini. Semestinya aku juga bisa berpikir bahwa kultur hotel-hotel yang berlaku adalah memang produk dari peradaban sekular abad 20. Tetapi aku tidak juga bisa menganggap bahwa budaya hotel dari kosmos industri dan kapitalisme sekular ini tidak memiliki sentuhan religius, karena hampir selalu bisa kujumpai The Holly Bible di laci meja kamar-kamarnya.&lt;br /&gt;Harus kita akui bahwa juga ada hotel-hotel yang menyediakan Kitab Al-Quran serta tulisan petunjuk kiblat di atap kamar. Bahkan kini sudah pula berdiri beberapa hotel yang segala sesuatunya dirancang untuk suatu mekanisme kehidupan yang Islami. Segala sesuatu dalam kebudayaan ummat manusia memang terus berkembang ke berbagai arah. Semuanya sedang terus melakukan tawar-menawar dengan ragam nilai-nilai.&lt;br /&gt;Di atas semua itu aku tetap bersyukur. Meskipun di berbagai hotel berbintang engkau jumpai mushalla hanya bersifat darurat di pojok-pojok, di basement, bahkan di ruang-ruang bawah tanah di mana kalau kita shalat di atas kita terdapat slang-slang AC bersilang-silang, sehingga terasa Allah sebegitu dimarginalisir – kuanjurkan engkau tetap bersyukur. Karena hikmah, karomah dan mashlahah disediakan olehNya di segala macam tempat.&lt;br /&gt;Jum'at kemarin aku tinggal di sebuah hotel milik seorang menteri yang namanya memakai idiom dari Quran, yang rekruitmen karyawan-karyawannya juga mengutamakan yang beragama Islam. Tapi tempat jum'atannya adalah di pojok tempat parkir, yang ruangnya sangat sempit, sehingga para jamaah tumpah keluar, dan kami mendengarkan khutbah campur mobil yang berseliweran. Ketika naik ke kamar, kubuka laci, kujumpai Bible, dan aku bergumam: "Kalau memang yang dimaksud kebudayaan modern adalah aktualisasi demokrasi, mestinya tidak banyak biaya untuk juga membeli Qur'an, Bagavadgita, syukur kitab asli Zabur, Taurat dan Injil.****&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib/2000/PmBNetDok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-9147706324953058523?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/9147706324953058523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=9147706324953058523&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/9147706324953058523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/9147706324953058523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/07/allah-dan-slang-slang-ac.html' title='Allah dan Slang-slang AC'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SIcDdFo2SeI/AAAAAAAAA_U/PCOnXEBDpfU/s72-c/allah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-4721891822497575360</id><published>2008-07-23T03:00:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:05.936-08:00</updated><title type='text'>ABU BAKAR, UMAR, UTSMAN ATAU ALI-KAH ENGKAU?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SIcCaJvAHyI/AAAAAAAAA_M/G8tmJZ0qvCw/s1600-h/ikhwan_4-11.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SIcCaJvAHyI/AAAAAAAAA_M/G8tmJZ0qvCw/s200/ikhwan_4-11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226148540899663650" /&gt;&lt;/a&gt;Kemarin aku bertutur tentang ingat kepada Allah di segenap ruang dan waktu yang kita libati. Aku ingat para sahabat sering bertanya apakah Al1ah itu bagi kita merupakan hal mewah ataukah bersifat sehari-hari?&lt;br /&gt;Kalau materi, ia disebut mewah jika susah didapat, dan jika kita mendapatkannya selalu terasa sangat nikmat. Sedangkan barang yang sifatnya sehari-hari, yang bersifat 'biasa' atau koden – itu gampang didapatkan dan cara memperolehnya juga tidak istimewa.&lt;br /&gt;Di sinilah letak keagungan dan keindahan Allah. Ia bukan 'barang' mewah, karena kapan saja kita bisa menghadapNya dan 'memperoleh'Nya. Namun jika kita ber-muwajjahah denganNya, jika kita memperoleh kehadiranNya pasti terasa sangat mewah dan istimewa. Artinya, kapan saja dan di mana saja kita bisa berjumpa dengan Allah, tapi Ia tetap mewah.&lt;br /&gt;Kuingat juga sahabatku, &lt;span class="selengkapnya"&gt;Wahyu Sulaiman Rendra – tatkala ia bersyahadat dan masuk Islam di Parangtritis Yogya – ia merasa begitu takjub. "Alangkah dekatnya seorang Muslim dengan Al1ah. Kapan saja ia bisa menemuinya, tanpa birokrasi yang ruwet. Alangkah demokratisnya Islam. Setiap hamba Allah bisa dalam waktu beberapa detik saja menjadi Muslim, karena langsung bersaksi di hadapanNya tanpa melalui perantara siapapun atau apapun saja. Islam mengantarkan setiap manusia untuk langsung berhadapan dengan Allah"&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Sekarang aku bertanya kepadamu masing-masing. Aku mengetuk pintu perenungan batinmu, karena mungkin pagi ini, siang ini, sore ini, sedang beriktikaf. Maksudku dengan iktikaf tidaklah harus dalam keadaan bersila atau bersujud di atas tikar atau karpet masjid.&lt;br /&gt;Enngkau bisa beriktikaf sewaktu-waktu. Bisa lima jam, bisa satu jam, bisa beberapa menit, bisa beberapa detik, dan nanti engkau ulangi lagi beberapa detik. Iktikafmu juga bisa tak dibatasi oleh di mana engkau sedang berada atau apa yang sedang engkau kerjakan.&lt;br /&gt;Mungkin engkau sedang duduk termenung dalam taksimu karena menunggn penumpang yang akan memanggil jasamu. Mungkin engkau sedang meladeni penjual di tokomu. Mungkin engkau sedang bekerja di kantormu. Mungkin engkau sedang berjalan di trotoar atau duduk-duduk menunggu bis kota di tepi jalan. Dalam semua keadaan itu batinmu bisa saja beriktikaf, jiwamu merenung, pikiranmu terkonsentrasi kedalamannya kepada Al1ah. Engkau bisa topo ngrame. Aku sendiri melakukannya tiap hari. Aku bekerja keras tiap saat, aku selalu dalam suasana perjalanan hampir tiap hari, aku selalu berada di tengah orang banyak hampir kapan saja. Bahkan ketika mengetik inipun berseliweran banyak orang di sekitarku. Tapi hatiku selalu bersedekap. Jiwaku selalu merenung. Pikiranku insyaAllah selalu bersujud. Perasaanku selalu masuk ke relung-relung kedalaman nilai. Bahkan tatkala engkau melihatku bergurau dan mungkin berteriak-teriak, engkau jangan lupa bahwa sesungguhnya, jauh di dalam&lt;br /&gt;diriku aku bersila dan memejamkan mata.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Aku bertanya kepadamu bagaimanakah sifat pertemuan atau watak kesadaran dan ke-ingat-anmu kepada Allah. Kapankah, pada situasi bagaimanakah, karena apakah, serta terdorong oleh apakah maka engkau menemukan Allahmu?&lt;br /&gt;Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq, ini suatu contoh, adalah jenis manusia kultural-moderat. Pola penghayatan keilahiannya biasa-biasa saja. Ia menjalani hidup dengan penuh irama kewajaran, ia memikirkannya, merasakannya, menghayatinya, sampai akhirnya ia menemukan inti nilai dan berjumpa dengan Al1ah dalam pengalaman-pengalamannya.&lt;br /&gt;Sayyidina Umar Ibn Khattab adalah manusia revolusioner-radikal. Ia tidak melalui proses dan irama penghayatan yang 'wajar'. Merasuknya setiap ketersentuhan dan kesadaran nilai pada dirinya berlangsung radikal dan revolusioner. Ia mengalami dunia, maka ia menemukan Al1ah.&lt;br /&gt;Sementara Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib adalah manusia mistis. Kalau Abu Bakar menghayati dunia dulu baru menemukan Allah, kalau Umar melihat dunia dan langsung menemukan Allah, maka Ali tidak melihat dunia. Ali sama sekali tidak melihat dunia, karena begitu ia menatap dunia, yang tampak di mata batinnya adalah Allah swt.&lt;br /&gt;Ali menatap langit, tampak Allah di mata batinnya. Ali menyaksikan riuh rendah pasar, tampak Allah di mata batinnya. Ali memandangi gelombang laut, dedaunan yang bergoyang oleh angin, manusia lalu lalang di jalanan, burung-burung terbang, cacing melata dan kuda-kuda berlarian – maka di mata batinnya yang tampak oleh Ali adalah Allah.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Bagaimanakah proses-proses pergaulan dan pertemuanmu denganNya? Adapun Sayyidina Utsman Ibn Affan, meletakkan dunia di tangan kirinya, dan meletakkan Tuhan di tangan kanannya.&lt;br /&gt;Artinya, berpedoman kepada Allah dengan segala perintah dan laranganNya, Utsman memerintah dunia, memanage kehidupan dan mengendalikan sejarah di muka bumi.&lt;br /&gt;Kita-kita ini, ada kemungkinan memiliki kecenderungan seperti Sayyidina Utsman, tapi dalam pola managemen yang terbalik. Yakni, dunia kita genggam di tangan kanan, artinya kita utamakan. Lantas Tuhan kita genggam di tangan kiri kita, artinya kita pakai sebagai alat untuk kepentingan dunia kita. Kita hidup, mencari nafkah, menjalani karir, mengejar martabat sosial dan kekayaan, dan untuk semua itu Tuhan kita posisikan sebagai asset kemajuan dan sukses keduniaan kita. Kita dapuk ia sebagai pihak yang kita harapkan bisa mempermudah jalannya kejayaan kita. Kita pojokkan Tuhan untuk mengabulkan doa-doa kita yang umumnya berhubungan hanya dengan kepentingan pribadi kita di dunia. Bahkan kita pasang Tuhan sebagai alat politik, sebagai maskot suatu strategi sosialisasi dan mobilisasi, atau sebagai bagian penting dari merk dagang komoditas perusahaan kita.&lt;br /&gt;Atau mungkin kehinaan kita tidak sejauh itu. Al1ah sekedar kita acuhkan. Kita nomerduakan. Tidak kita anggap penting. Tidak kita perlakukan sebagai sumber maha sumber dan tujuan maha tujuan segala sesuatu dalam hidup kita. Diam-diam kita bergumam tentang Tuhan: “Emangnya Gue Pikirin!” Sehingga kita jalankan apa saja, kita bangun apa saja, kita ekspansikan apa saja, kita putar roda kapitalisme, industrialisme, hedonisme dsb. dengan tidak usah mempertimbangkan eksistensi Tuhan.&lt;br /&gt;Hanya saja, nanti kalau ada gejala bangkrut, ada kemungkinan kekuasaan kita terdesak oleh kekuatan lawan – baru Tuhan kita pindahkan ke genggaman tangan kanan. Mendadak kita jadi religius, bergaya saleh, rajin pariwisata ke tanah suci, ikut grup tarekat, atau tiba-tiba sangat peka terhadap nasib orang miskin, anak yatim dan kaum yang menderita.&lt;br /&gt;Tetapi ojo dumeh, karena gejala terakhir itu bisa jadi merupakan suatu jalan yang baik bagi proses pertobatan manusia yang bernama husnul khothimah. Itulah sebabnya aku senantiaea berdoa agar para pemimpin negeri ini dimurahi oleh Al1ah dengan anugerah husnul khothimah.'&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib/2000/PmBNetDok)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-4721891822497575360?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/4721891822497575360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=4721891822497575360&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4721891822497575360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4721891822497575360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/07/abu-bakar-umar-utsman-atau-ali-kah.html' title='ABU BAKAR, UMAR, UTSMAN ATAU ALI-KAH ENGKAU?'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SIcCaJvAHyI/AAAAAAAAA_M/G8tmJZ0qvCw/s72-c/ikhwan_4-11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-6207747146780350553</id><published>2008-07-08T03:14:00.001-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:06.111-08:00</updated><title type='text'>Indonesia sebuah Negeri........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SHM-gN38ycI/AAAAAAAAA7M/YuGnwGZzFm0/s1600-h/indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SHM-gN38ycI/AAAAAAAAA7M/YuGnwGZzFm0/s200/indonesia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220585116253604290" /&gt;&lt;/a&gt;Sejuta definisi, sejuta istilah dewasa ini diberikan kepada Indonesia. Berikut hanya sebuah sumbangan pemikiran Cak Nun yang ditulis berbelas tahun yang lalu dalam Iblis Nusantara Dajjal Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebuah negeri dengan deretan kerusuhan yang terus membakar dirinya tanpa dipastikan bahwa kali tertentu ia akan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebuah negeri dengan tumpukan problem, yang tidak datang dari luar melainkan dari dalam diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebuah negeri dengan akumulasi masalah, yang telah seribu kali disadari, seribu kali didiskusikan, seribu kali dinyatakan akan diatasi, namun seribu kali pula tidak pernah benar-benar diatasi, dan bahkan seribu kali pula masalah itu malahan ditambahi.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebuah negeri dengan hamparan kesenjangan, ketimpangan dan ketidakseimbangan yang tidak pernah sanggup direnungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sebuah negeri yang penuh anugerah, namun tidak diproduksi darinya kemaslahatan dan kebahagiaan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sebuah negeri yang semakin lama semakin membutuhkan kerusuhan buat mendapatkan kemungkinan untuk terbangun dari tidur panjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sebuah negeri yang di leher gunung kekisruhannya ditemui oleh keteduhan Ramadhan, namun tidak mempengaruhinya untuk mengi’tikafi keadaan-keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sebuah negeri yang sedang dihantam oleh letusan gunung, oleh kobaran api demi api, namun tetap saja tidur nyenyak dalam ketentraman global yang tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sebuah negeri yang bertele-tele dalam mengamati permasalahan dirinya, yang bertele-tele dalm menginsyafi bahwa sangat banyak soal mendasar yang harus diurusinya, serta yang bertele-tele dalam mengkoordinasikan segala kemungkinanuntuk bangkit dari ranjau-ranjau zaman yang diciptakannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sebuah negeri yang sedang digoyang oleh berbagai hasil kelakuan zamannya sendiri, namun para penghuninya tidak menginisiatif-i kehendak bersama dalam skala nasional untuk memperbaiki kuda-kuda dan merancang suatu ketegak-kan dan keteguhan barus sebagai bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Sebuah negeri yang sangat memerlukan tangan-tangan saling berentang dan bergandengan, namun yang berlangsung justru tangan demi tangan sangat sibuk mengepalkan diri dan kekuasaan nya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Sebuah negeri yang sangat membutuhkan ‘orang tua’, namun yang tampil di panggung dan dibesar-besarkan oleh media massa justru adalah pemimpin-pemimpin bermental kanak-kanak yang justru sibuk menebar fitnah, dlon, sangkaan, aran-aran (prasangka dlm Jawa).(Emha Ainun Nadjib)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-6207747146780350553?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/6207747146780350553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=6207747146780350553&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6207747146780350553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6207747146780350553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/07/indonesia-sebuah-negeri.html' title='Indonesia sebuah Negeri........'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SHM-gN38ycI/AAAAAAAAA7M/YuGnwGZzFm0/s72-c/indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-3723549828566383580</id><published>2008-07-01T20:43:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:06.272-08:00</updated><title type='text'>Ketangguhan Yang “Mencelakakan”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SGr50NYwboI/AAAAAAAAA48/a_4x_FTItI8/s1600-h/picture1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SGr50NYwboI/AAAAAAAAA48/a_4x_FTItI8/s200/picture1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218257793604152962" /&gt;&lt;/a&gt;Baiklah. Kalaupun Bangsa Indonesia sekarang tak perlu sampai memerlukan penglihatan diri sejauh ini, semoga sedikit berinisiatif pada takaran normal saja sebagai manusia, sebagai masyarakat dan sebagai bangsa – untuk memulai kemandirian, punya instink untuk ketat menjaga martabatnya, untuk mulai percaya kepada dirinya dan kepada apa yang sebenarnya bisa digapainya.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Kalau bangsa Indonesia tidak percaya bahwa ia besar, bahwa ia lebih induk dan lebih besar dari bangsa-bangsa di dunia, serta tidak percaya bahwa sesungguhnya ia punya filosofi, formula, teknologi, budaya dan mekanisme kepemimpinan atas dunia secara lebih damai, hangat dan penuh toleransi (masyarakat kita aslinya adalah Professor Doktor Toleransi dengan tesis empiris cum laude) – maka mudah-mudahan ada sedikit inisiatif kecerahan diri mengupayakan agar 2009 tidak menjadi “Perayaan Kebodohan Edisi kesekian”, 2012 mencoba memastikan ada sejumlah klausul kenegaraan dan hak milik yang membuat kita tidak lebih parah menjadi budak bangsa lain, serta 2015 memproklamasikan “Keselamatan Minimal” sebagaimana layaknya manusia hidup normal standard tanpa keunggulan dan kehebatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau flash-back di atas suatu hari dipelajari dan direnungi, mungkin kesibukan berpikir keIndonesiaan kita sehari-hari mengandung kadar pengetahuan dan substansi yang sedikit agak fenomenologis dan paradigmatik. Kita bersabar dengan ilmu, dan menahan diri tidak bicara atau bertindak apapun kalau tidak dilandasi tanggungjawab ilmu. Bahkan yang membedakan keyakinan (iman) dengan khayalan (klenik, mitologi, subyektivisme) adalah faktor ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ada pertanyaan: kenapa segala penderitaan rakyat, kebobrokan pemerintahan dan kekacauan keadaan bangsa kita tidak pernah cukup menjadi syarat lahirnya sebuah revolusi yang mendasar, total, dan sungguh-sungguh? Padahal penderitaannya lebih dari sungguh-sungguh, kebobrokannya jauh melebihi ukuran kekebobrokan yang pernah dicatat oleh sejarah kepemimpinan dan pemerintahan, serta kekacauannya sedemikian rupa sehingga tak ada rakyat Negara manapun di muka bumi yang sanggup berada di dalamnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jawabannya: karena individu manusia Indonesia sangat tangguh, tidak collapse oleh kesengsaraan bagaimanapun juga, bahkan berulangkali sanggup menolong Negara untuk tidak collapse pada keadaan yang secara teoritis dan seharusnya ia collapse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jawaban khusus untuk lembar acara hari ini adalah: karena bangsa “kita” memiliki tradisi Teknologi Internal yang tidak dimiliki oleh gen-gen bangsa lain. Dan paradigma itulah yang selama ini “mencelakakan” kita.(bersambung)&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib)&lt;br /&gt;fwd from www.kenduricinta.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-3723549828566383580?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/3723549828566383580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=3723549828566383580&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3723549828566383580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3723549828566383580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/07/ketangguhan-yang-mencelakakan.html' title='Ketangguhan Yang “Mencelakakan”'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SGr50NYwboI/AAAAAAAAA48/a_4x_FTItI8/s72-c/picture1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-5260372178187570429</id><published>2008-06-17T05:52:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:06.454-08:00</updated><title type='text'>Korupsi Milik Kita Semua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SFe_yLVJgvI/AAAAAAAAA3U/S171OGVceUc/s1600-h/100_9396.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SFe_yLVJgvI/AAAAAAAAA3U/S171OGVceUc/s320/100_9396.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212845962460496626" /&gt;&lt;/a&gt;oleh emha ainun nadjib&lt;br /&gt;Sangat tidak mudah mengambil keputusan apakah korupsi adalah milik para koruptor ataukah milik kita bersama. Juga tidak gampang mengukur kadarnya sebagai “penyakit sistem” (struktural), sebagai “penyakit manusia”, atau “penyakit budaya” suatu masyarakat yang berada dalam sistem yang sama. Ia sangat cair, seakan-akan merupakan serbuk yang rata menabur, atau bagaikan asap halus yang tak kasat mata, sehingga tidak bisa serta merta bisa disimpulkan bahwa perilaku korupsi adalah semacam anomali atau penyakit khusus yang berlaku pada sejumlah orang, ataukah ia memiliki “infrastruktur” budaya yang memang mendarah daging secara lebih menyeluruh pada kehidupan masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Darah daging itu bisa jadi tak hanya berskala budaya atau kebudayaan, bisa jadi ia sudah merupakan peradaban. Terutama apabila disepakati bahwa korupsi materiil hanyalah salah satu output “kecil” dari dasar-dasar jiwa korupsi yang juga bisa menemukan manifestasinya pada perilaku lain, pada pola berpikir, cara pandang, cara memahami, cara merasakan, bahkan cara memahami dan melaksanakan iman. Tak pernah berhenti kita bertanya: di kedalaman jiwa manusia, apakah korupsi itu peristiwa mental, peristiwa ilmu, peristiwa akhlak, peristiwa iman, atau apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah sampai ke kompleksitas itu, kita yang di panggung berteriak “Wahai Kaum Koruptor…” tidak otomatis kita sendiri bukan koruptor. Atau kekhusyukan seseorang dalam beribadah, status mulia seseorang dalam kegiatan keagamaan, citra bersih seseorang dalam imaji publik – tidak serta merta mengandung arti bahwa yang bersangkutan berada di luar lingkaran, jaringan dan sistem korup. Bahkan kita yang bertugas memberantas korupsi, perlu mengaktifkan terus menerus kewaspadaan diri untuk menjamin bahwa dalam berbagai konteks dan nuansa itu langkah-langkah kita benar-benar bebas dari potensialitas korupsi. Apalagi sejumlah pagar eksternal atau internal yang tak selalu bisa kita atasi membuat langkah-langkah kita tampak di mata orang lain sebagai “tebang pilih”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Eksternal dan Teknologi Internal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menyebut sebuah term: “Teknologi Internal”. Ada jenis manusia atau masyarakat yang kecenderungannya adalah “mengelola dunia luar” dan itu kita sebut “Teknologi Eksternal”. Ada jenis manusia atau masyarakat lain yang lebih sibuk “mengolah dunia dalam” dirinya sendiri: mentalnya, manajemen hatinya, rekayasa berpikir subyektifnya. Itu “teknologi internal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hipotesis yang mengindikasikan bahwa “teknologi internal” adalah  semacam tipologi, unikum atau karakteristik kemanusiaan atau budaya masyarakat di wilayah sepanjang Nusantara. Pelan-pelan, berikut ini, mudah-mudahan saya punya kemampuan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya dimaksud dengan “teknologi internal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan peradaban global abad 20-21 adalah puncak eksplorasi “Teknologi Eksternal”: meneliti, menganalisis, menyimpulkan, mengaplikasikan ke wilayah eksternal segala hal yang membuat kehidupan manusia lebih “maju” dan “mudah”. Muncullah gedung-gedung, pabrik-pabrik, alat-alat di bidang apa saja di wilayah kehidupan yang manapun saja. Tidak hanya transportasi yang ajaib dan dunia maya yang ‘wingit’, tapi bahkan kekhusyukan shalatpun mengandalkan rekayasa teknologi eksternal. Seluruh pemandangan metropolitan Jakarta Raya ini sangat menggambarkan produk “teknologi eksternal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara “Teknologi Internal” adalah suatu inisiatif mental, didukung oleh aktivitas emosi dan sedikit intelektual, di mana untuk maju dan mudah, manusia mengandalkan pengaturan, pengolahan, eksplorasi, atau manipulasi mental di dalam dirinya. Untuk makan enak tidak tergantung jenis dan mahalnya makanan, melainkan bergantung pada cara kita menganggap dan memperlakukan makanan apa saja yang ada. Demikian juga berbagai soal lain di luar makanan. Di dalam budaya Jawa ada kata “mupus”: menganggap tak ada sesuatu yang bikin pusing tapi tak pernah bisa diselesaikan. Penderitaan berkepanjangan oleh kemiskinan struktural oleh rakyat cukup dijawab dengan “Gusti Allah mboten sare”. Tuhan tidak tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan juta keluarga bisa hidup tanpa rasionalitas ekonomi, gaji tak cukup untuk makan keluarga tapi kredit motor, tak ada kerjaan tapi merokok sambil main catur, kalau ditanya bagaimana makan minum keluargamu, mereka menjawab: “Bismillah, Cak”. Ahli Statistik di belahan bumi sebelah manapun tidak pernah mencatat dan makanan utama Bangsa Indonesia adalah bismillah. Dan sesungguhnya apa yang terkandung di balik “bismillah” itu adalah kelonggaran-kelonggaran sistem budaya korupsi di berbagai celah kehidupan yang memungkinkan mereka tetap bisa survive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Indonesia berteriak beberapa hari oleh kenaikan BBM, penjualan asset-asset Negara dan jenis-jenis kebobrokan lain yang dilakukan oleh Pemerintah, kemudian mereka berduka satu dua bulan, akhirnya “mupus”, memproklamasikan “Tuhan tidak tidur”, dan kembali “ubet” lagi, “iguh” lagi: menjalani penghidupan sekeluarganya dengan amat sangat mandiri, tanpa ketergantungan yang signifikan dan tidak perduli-perduli amat kepada parpol apa yang memerintah, Presidennya Bima, Arjuna, Gareng, Bagong, Limbuk, atau Buto Kempung dan Bethoro Kolo….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali berkhayal: Presiden kita besok harus Puntadewa alias Yudhistira yang berdarah putih, tak punya ambisi, berani kehilangan apapun demi cinta kepada rakyat dan kebenaran sejati. Tetapi kalau di saat fajar ada serangan Rp 20 ribu, ya tak apa bermurah hati mencoblos calon yang menyebar uang itu. Adakah bangsa lain di muka bumi yang tangguh dan cuek-nya melebihi “Bangsa Nusantara”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupusnya Denotasi, Maraknya Konotasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keluaran dari kebiasaan teknologi internal adalah pupusnya denotasi. Manusia dan masyarakat Indonesia hidup dalam konotasi-konotasi: sesuatu tidak dimaksudkan sebagai sesuatu itu sendiri sebagaimana ia adanya. Setiap kata, setiap perbuatan, setiap langkah dan keputusan, setiap jabatan dan fungsi, selalu tidak berkenyataan sebagaimana substansinya, melainkan ada tendensi, pamrih, maksud tersembunyi, “udang dibalik batu” atau apapun namanya -- di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ia berlaku pada denotasi penderitaan dikonotasikan sebagai “tabungan akhirat”, pada “tempe” dianggap “daging”, pada “kegagalan” disebut “sukses yang tertunda”, “kelemahan” disebut “kesabaran”, “kebodohan” dibilang “kerendahan hati”, “kemiskinan” dikonotasikan sebagai “suratan takdir” – maka masih bisa menguntungkan survivalisme para penderitanya. Mereka bertahan hidup berkat kepandaian menciptakan konotasi-konotasi, Pemerintah selalu beruntung karena tingkat kemiskinan dan penderitaan sedahsyat apapun tak mungkin melahirkan pemberontakan total atau revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau yang berlaku adalah denotasi “mencuri uang Negara” dikonotasikan sebagai “jasa bagi keluarga”, “korupsi” menjadi “kelapangan peluang untuk kedermawanan sosial”, denotasi merampok dan melacur itu boleh asalkan konotasinya adalah “jihad Agama”, malak pabrik narkoba itu halal asal konotasinya ada prosentase untuk “pembangunan Masjid”, denotasi “uang narkoba” batal demi konotasi “pembelaan Islam” – maka kebenaran, Agama, dan denotasi apapun tak akan mengalami kehancuran – karena satu-satunya yang bisa hancur hanya kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindroma Garuda-Emprit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar supaya kita tidak terlalu “bersedih” atas “kepastian” untuk semakin hancur, perkenankan saya pergi jauh ke belakang sejarah bangsa Indonesia kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu “iseng-iseng” kita mempertanyakan siapa itu “Bangsa Indonesia”. Dengan asumsi sederhana bahwa kalau orang tak mengenal dirinya, maka ia tak tahu tempatnya, kalau tak tahu tempatnya juga pasti tak mengerti ke mana akan melangkahkan kakinya. Kita berendah hati saja untuk sedikit mengakui bahwa segala keributan dan kebobrokan yang kita alami 10-20 tahun terakhir ini siapa tahu sekadar kasus orang yang memang tak kenal siapa dirinya. Orang yang dirinya saja ia malas mengenalnya, maka agak mustahil ia punya energi untuk mendiagnosis apa penyakit yang sedang dideritanya. Dan kalau tak ada diagnosis yang tepat, mustahil pula ia akan bisa menyembuhkan diri dari penyakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita ‘terpaksa’ harus melewati sejumlah relativitas pemahaman atas beberapa hal. Misalnya, sebelum “ada” Bangsa Indonesia, ada  “Masyarakat Nusantara”, yang harus diperdebatkan terlebih dulu apakah ia “Rumpun Melayu”, “Masyarakat Jawi”, “Bangsa-bangsa Timur” dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sebutan “Jawa” atau “Melayu” berbeda pengertian dan skala faktualnya bergantung satuan waktu yang dipakai: setelah ada NKRI berbeda dengan 5 abad silam, juga berbeda dengan kurun “Ajisaka” 20-an abad silam. Kita harus menunggu puluhan atau ratusan tahun riset antropologis-historis, bahkan penelitian arkeologi dan sejumlah disiplin lain yang lebih mendasar dan akar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mulai “iseng-iseng” ini dari sejumlah pertanyaan (yang boleh jadi mengandung substansi-substansi yang tidak atau belum “benar”, tapi belum juga bisa dibilang “salah”) misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Seberapa berbeda “Bangsa Indonesia” dengan “Bangsa Nusantara”? Kita sebut saja keduanya sebagai “kita”. Pertanyaannya: “kita” ini lahir pada 1945, ataukah “kita” yang melahirkan 1945? Kalau “kita” yang melahirkan NKRI dengan penduduknya yang kita sebut Bangsa Indonesia, maka tentunya “kita”lah juga yang melahirkan Ray Pikatan, Sanjaya, Mataram Kuno, Kutai, Majapahit, Ken Arok, Raden Wijaya, dan Gadjahmada, Borobudur dan paradigma Candi Seribu. Kitalah fosil manusia tertua dalam sejarah umat manusia di dunia di Sragen dan Mojokerto. Kitalah induk manusia (mungkin 6 generasi sesudah Adam) yang merintis peradaban, sebelum dihancurkan oleh era demi era sejarah primordialisme: sejak pewarisan kembali dendam Qabil-Habil, berpuluh-puluh abad hingga primordialisme Quraisy-Baduwi, sampai hari ini ada Suku Ahmadiyah, suku Gus Dur, dan suku Muhaimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua kata itu yang mana denotasi yang mana konotasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Yang menguasai keuangan internasional, sistem global dan mekanisme pasar (: Neo-Liberalisme, IMF, Kongress AS, Neomultinational dst) dewasa ini sepertinya hanya sejumlah prosentase sangat kecil (1%?) dari jumlah penduduk dunia – yang seluruhnya adalah keturunan Nabi Ismail dan Nabi Ishaq (kaum konglomerat Arab dan strategi /stakeholders Yahudi) dengan induk Nabi Ibrahim. Sampai-sampai Kaum Muslimin harus mengulang tafsir kenapa dalam bacaan Tahiyat Shalat mereka salam kedamaian tak cukup disampaikan kepada Rasul Muhammad Saw tapi juga shalawat dan berkah kepada Rasul Ibrahim As dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kalau omong IMF, mudah menerimanya sebagai denotasi, tapi kalau Ibrahim: asosiasi kita biasanya konotatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Adapun “Masyarakat Nusantara” ini keturunan siapa? Bisakah dibilang  keturunan Ibrahim atau bukan keturunan Ibrahim? Apakah atau siapakah induk “gen” bangsa kita ini lebih muda dari Ibrahim ataukah lebih tua? Misalnya Nabi Nuh As, itu orang Yahudi atau Arab, atau Melayu Jawa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Apakah tersedia energi mental dan intelektual kita untuk mewaspadai denotasi dan konotasi dari pertanyaan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bangsa Cina dan Bangsa India itu berada pada garis Ishaq atau Ismail atau di luar itu? Masa depan kita di abad 21 ini mencadangkan Cina dan India sebagai “musuh yang pasti” dipandang dari mata dan kepentingan keturunan Ismail-Ishaq -- maka pasti harus ada pola strategi jangka pendek menengah dan panjang terhadap “Bangsa Nusantara”: NKRI harus dipastikan bisa dikuasai, ditunggangi, dikendalikan, diatur, dengan terlebih dahulu memastikan bahwa NKRI harus rapuh, terpecah belah, saling benci dan bermusuhan satu sama lain, seperti yang terjadi hari ini. Dengan demikian NKRI akan dipande menjadi Keris Nusantara untuk melawan Cina-India ketika saatnya nanti diperlukan. Ini semua pertanyaan denotatif atau konotatif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kalau umpamanya ternyata “Bangsa Nusantara” ini induknya lebih tua dari Ibrahim, maka mungkin perlu dipertanyakan bahwa segala perangkat kemajuan sejarah yang kita pakai sekarang ini “kulakan” pada klan Ismail-Ishaq, dan itu pasti akan menjadi jebakan-jebakan kultural, psikososial dan politis, yang membuat NKRI makin hari makin bunuh diri. Keadaan bangsa Indonesia saat ini demi Allah tidak memerlukan Neoliberalisme, AS, Iblis dan siapapun dari luar sana untuk hancur: bangsa Indonesia sudah berada pada “peak position” untuk secara amat canggih sanggup menghancurkan dirinya sendiri. Kok Iblis segala? Pernahkah Iblis dipahami oleh 20 abad peradaban manusia secara denotatif? Ataukah kita sebut-sebut ia setiap saat dalam konotasi semau-mau kita? Anda pikir Iblis ada hubungannya dengan Setan dan Jin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kalau dilihat dari posisi-kosmis, kekayaan alam, keunggulan bahasa dan budaya, maka “Bangsa Nusantara” yang sekarang bernukleus di NKRI tidaklah bisa diungguli oleh bangsa manapun di muka bumi. Maka diampuni Allahlah Amangkurat-II yang menyerahkan rakyat dan kedaulatannya kepada VOC, diampuni Allah semua pelaku-pelaku sejarah Indonesia sejak 1945, Orla, Orba, Orde Reformasi, yang dengan sangat cemerlang mampu mengubah “Garuda Perkasa Bangsa Nusantara” hari ini menjadi “Emprit kerdil, cengeng, dan penakut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau kita selalu mengatakan “Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar” itu denotatif atau konotatif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketangguhan Yang “Mencelakakan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah. Kalaupun Bangsa Indonesia sekarang tak perlu sampai memerlukan penglihatan diri sejauh ini, semoga sedikit berinisiatif pada takaran normal saja sebagai manusia, sebagai masyarakat dan sebagai bangsa – untuk memulai kemandirian, punya instink untuk ketat menjaga martabatnya, untuk mulai percaya kepada dirinya dan kepada apa yang sebenarnya bisa digapainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bangsa Indonesia tidak percaya bahwa ia besar, bahwa ia lebih induk dan lebih besar dari bangsa-bangsa di dunia, serta tidak percaya bahwa sesungguhnya ia punya filosofi, formula, teknologi, budaya dan mekanisme kepemimpinan atas dunia secara lebih damai, hangat dan penuh toleransi (masyarakat kita aslinya adalah Professor Doktor Toleransi dengan tesis empiris cum laude) – maka mudah-mudahan ada sedikit inisiatif kecerahan diri mengupayakan agar 2009 tidak menjadi “Perayaan Kebodohan Edisi kesekian”, 2012 mencoba memastikan ada sejumlah klausul kenegaraan dan hak milik yang membuat kita tidak lebih parah menjadi budak bangsa lain, serta 2015 memproklamasikan “Keselamatan Minimal” sebagaimana layaknya manusia hidup normal standard tanpa keunggulan dan kehebatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau flash-back di atas suatu hari dipelajari dan direnungi, mungkin kesibukan berpikir keIndonesiaan kita sehari-hari mengandung kadar pengetahuan dan substansi yang sedikit agak fenomenologis dan paradigmatik. Kita bersabar dengan ilmu, dan menahan diri tidak bicara atau bertindak apapun kalau tidak dilandasi tanggungjawab ilmu. Bahkan yang membedakan keyakinan (iman) dengan khayalan (klenik, mitologi, subyektivisme) adalah faktor ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ada pertanyaan: kenapa segala penderitaan rakyat, kebobrokan pemerintahan dan kekacauan keadaan bangsa kita tidak pernah cukup menjadi syarat lahirnya sebuah revolusi yang mendasar, total, dan sungguh-sungguh? Padahal penderitaannya lebih dari sungguh-sungguh, kebobrokannya jauh melebihi ukuran kekebobrokan yang pernah dicatat oleh sejarah kepemimpinan dan pemerintahan, serta kekacauannya sedemikian rupa sehingga tak ada rakyat Negara manapun di muka bumi yang sanggup berada di dalamnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jawabannya: karena individu manusia Indonesia sangat tangguh, tidak collapse oleh kesengsaraan bagaimanapun juga, bahkan berulangkali sanggup menolong Negara untuk tidak collapse pada keadaan yang secara teoritis dan seharusnya ia collapse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jawaban khusus untuk lembar acara hari ini adalah: karena bangsa “kita” memiliki tradisi Teknologi Internal yang tidak dimiliki oleh gen-gen bangsa lain. Dan paradigma itulah yang selama ini “mencelakakan” kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norma, Hukum, dan Moral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, bangsa dengan bakal internal-technology di era NKRI sekarang ini tidak bisa sepenuhnya menerapkan keunggulan mentalnya: bagaimana mungkin kita tak punya motor, mobil, rumah bagus, laptop, AC; bagaimana mungkin kita mengelak dari arus besar kemewahan, hedonisme, gebyar dan gemerlap… maka bakat internal-technology akhirnya tak sengaja tergeser dan terterapkan ke wilayah-wilayah lain yang masih mengandung ketidak-majuan dan ketidak-mudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hasil korupsi, kita memperoleh berbagai kemudahan dan kemajuan: bisa beli apa saja sebagaimana atau melebihi orang lain, keluarga menganggap kita sukses, Pesantren dan Masjid yang kita bantu menyimpulkan kita adalah dermawan, masyarakat melihat bahwa kita adalah “orang yang benar”: buktinya punya jabatan, kaya, dan mau bersedekah kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada sedikit pengetahuan yang sudah terlanjur nyantol di saraf otak yang membuat ingatan bahwa kita korup itu menghasilkan sesuatu yang tidak enak dalam hati dan tidak mudah di depan Tuhan. Maka tak cukup bantu Pesantren dan Masjid, kita perlu umroh sesering mungkin, langsung melakukan pendekatan kepada Tuhan. Sebenarnya sedikit-sedikit kita merasa juga bahwa Tuhan tersinggung karena kita tuduh ia bisa kita sogok dengan umroh atas dosa korupsi kita – tetapi karena demikianlah juga yang dilakukan oleh banyak teman-teman Indonesia lain, maka kita menjadi sedikit tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktornya di sini, budaya kita lebih mengandalkan norma dibanding hukum atau moral. Hukum dan moral itu nilai otonom dan pasti, sedangkan norma itu bergantung kesepakatan atau kebiasaan banyak orang. Kalau banyak orang menyuruh Ahmadiyah bubar dan banyak orang lain mengutuk FPI, kita terdorong untuk memilih salah satu dan kemudian turut mengacungkan tinju dan memekik-mekik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah norma. Sementara hukum itu “ilmu”, moral itu “ruh”. Mereka yang hidup berdasar moral dan hukum, tidak melangkahkan kaki berdasarkan arus norma atau kecenderungan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alif Lam Mim, tuhan kita adalah norma. Kita lakukan apa saja yang nge-trend, yakni segala gejala dan perilaku yang diterima dan dikerjakan oleh orang banyak. Dari mode rambut, sinetron religi bulan Ramadlan, demokrasi, otda pilkada, syariat non-gender, darmawisata umroh, wisata kuliner hingga membubarkan Ahmadiyah dan FPI. Untuk bayar pajak saja kita perlu alasan “Apa Kata Dunia, hare gene…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multikorupsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu Suharto bikin Keraton Kemusu, sempalan Nyayogyakartohadiningrat dari tiga generasi sebelum yang sekarang. Keratonnya dikasih nama Republik, baju kebesarannya sebagai Raja dikasih label Presiden, dengan “uborampe” (kelengkapan basa-basi) mengumpulkan sekian ratus orang menjadi dua kelompok yang dikasih papan nama “MPR” dan “DPR”, dan akhirnya hanya seorang Raja yang jauh-jauh hari sudah merancang dan membangun makamnya di sebuah bukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepresidenan Suharto adalah konotasi, karena denotasinya adalah Keraton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat tidak keberatan dengan “Keraton” berlabel “Republik” itu karena jiwa raga mereka adalah “abdi dalem” dan “kawulo” sampai hari ini. Dan sampai hari ini kaum intelektual juga tidak pernah mengakui bahwa Orba adalah  “Keraton”,  karena diam-diam di dalam kandungan mentalnya masih menyimpan rasa “andhap asor” atau inferioritas “kawulo”, masih menyimpan mitologi subyektif untuk “takut” atau “segan”, juga karena sejak semula mereka juga diam-diam berikhtiar bagaimana menjadi “abdi dalem”. Kalau Sang Prabu Haryo Suharto tidak menerima lamaran kita, baru kita tampil di media massa sebagai oposan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, view ini sekadar pintu awal untuk membuka kemungkinan besar kenyataan yang perlu kita teliti dengan jujur bahwa kasus-kasus korupsi yang dijaring KPK hanyalah sejumlah cipratan kecil dari budaya dan peradaban  korupsi. Bangsa kita terjebak dalam kesalahan manajemen sejarah yang menggiring mereka melakukan korupsi sejak “dini”. Sebelum uang dan harta Negara, kita sudah melakukan korupsi iman, ilmu, cara berpikir, sejatinya isi hati, setiap jenis perilaku dari yang sehari-hari kultural sampai yang kenegaraan dalam konstitusi dan birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya tulis ini bukan tuduhan, juga saya harap tidak menambah persoalan. Ini sumbangan kewaspadaan, demi kebangkitan atau totalnya kehancuran kita bersama. Tiap menjelang tidur, ambil satu kata kerja: lihatlah seberapa “sungguh-sungguh” bangsa kita mengerjakan dan memaksudkan “kata kerja” itu. Apakah kalau kita bilang “a” maka yang kita kerjakan adalah “a”, dan kalaupun memang benar-benar kita kerjakan “a”, apakah niat dan maksud kita sungguh-sungguh “a”. Itu boleh pada perilaku sehari-hari, hingga urusan-urusan yang lebih besar: menjadi pejabat, menjadi wakil rakyat, menjadi Ustadz, menjadi Presiden, mengambil suatu keputusan nasional, dan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci kehancuran kita sangat boleh jadi adalah: tidak atau kurang bersungguh-sungguh. (Catatan: Term “teknologi internal” saya pinjam dari Noe/Letto dan sejumlah muatan lembar ini berasal dari diskusi dengannya. Tulisan ini adalah pengantar pada acara Diskusi Bareng di Perpustakaan KPK, Jumat, 13 Juni 2008.)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-5260372178187570429?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/5260372178187570429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=5260372178187570429&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5260372178187570429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5260372178187570429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/06/korupsi-milik-kita-semua.html' title='Korupsi Milik Kita Semua'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SFe_yLVJgvI/AAAAAAAAA3U/S171OGVceUc/s72-c/100_9396.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-5940071336790660366</id><published>2008-06-10T02:38:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:06.651-08:00</updated><title type='text'>SAYA Laskar JIHAD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SE5L-tLAsKI/AAAAAAAAA2s/PcYyNmBeiZY/s1600-h/LaskarJihad.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SE5L-tLAsKI/AAAAAAAAA2s/PcYyNmBeiZY/s320/LaskarJihad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210185359563993250" /&gt;&lt;/a&gt;Ditulis Oleh: Emha Ainun Nadjib&lt;br /&gt;MAIYAHAN adalah suatu kegiatan sosial yang selain melingkarkan dan membulatkan kebersamaan antar semua jenis makhluk dan golongan pencarian manajemen pluralisme dan membangun metoda kemesraan budaya adalah memang juga berarti menghimpun laskar jihad. Apalagi ditengah kehidupan yang semakin sudah dan tidak menawarkan kepastian seperti sekarang ini.Ada jihad. Ada ijtihad, ada mujahadah.&lt;span class="selengkapnya"&gt;Mujahad itu perjuangan dalam konteks dan di wilayah psyche dan spirit hidup. Pusat subjeknya adalah hati. Waiah hati bernama kalbu. Kedalaman hati bernama nurani. Semesta sangat luas yang dikandungnya bernama jiwa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Anda saya persilakan mempelajari sendiri hal-hal mendetail mengenai nyawa, rasa, &lt;i&gt;roso&lt;/i&gt;, perasaan, sukma, sanubari, hati besar dan hati kecil : dan seterusnya. Kalau saya menguraikan sampai sedetail-detailnya itu berarti saya menuduh Anda bodoh dan kuper bin kupeng -kurang pergaulan bin kurang pengalaman batin. Padahal, saya lihat wajah Anda segar-segar, badan sehat, gaji besar, mantap dengan profesi Anda, rumah berkilau, mobil melaju -herarti Anda tahu banyak tentang hal-hal itu. Hidup Anda akan awet, tak gampang sakit, tak gampang sedih atau stres.&lt;br&gt;&lt;br&gt;ljtihad adalah perjuan-an intelektual. Fenomena berpikir, paradigma teori, pengembangan wacana, pembaruan tafsir, kepekaan ijma', kejelian menguak rahasia ilmu-ilmu, demokrasi dan kemerdekaan berpikir-dan apa saja yang siifatnya mengeksplorasikan rahmat Allah yang bernama akal. Itulah ijtihad.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam dunia wayang, Aryo Bimo, untuk jadi orang pintar dan mumpuni harus ambyur berkelahi melawan naga dan akhirnya ketemu Dewa Ruci. Muhammad memerlukan identitas dan otoritas sebagai seorang Rasul dan Nabi untuk diperkenankan Allah menjadi madinatul ilmi alias kota ilmu -sementara Ali menantunya adalah babul 'ilmi -pintu ilmu. Raden Syahid ngrampok dulu baru kepentok Sunan Bonang kemudian dibukakan beribu sumber ilmu. Cak Nurcholish Madjid ber muhadlarah dulu di Gontor kemudian sampai ke Chicago untuk menjadi orang pinter nomor satu di Indonesia. Ribuan doktor harus sekolah panjang dan melakukan penelitian njlimet untuk mengarungi cakrawala ijtihad dan menjadi manusia unggul yang otomatis menganggap pak petani, nelayan, dan tukang batu adalah manusia-manusia level rendah. Sekarang lautan ijtihad bisa Anda arungi setiap saat siang dan malam. Asal Anda rajin baca koran tiap hari, pasti jadi orang pandai dan asal Anda setia nonton teve tiap malam pasti jadi orang baik dan berakhlak mulia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Adapun jihad adalah perjuangan yang, bersifat jasmaniah. Tukang becak, berjihad mensyukuri nikmat Allah yang berupa badan kuat, sehingga bisa narik becak sambil mencari nafkah untuk anak-istri. Para Jamaah Maiyah adalah laskar jihad yang tiap hari berjuang untuk-tidak menjadi maling dan pengemis - dengan cara bikin kaus sablonan, jualan soto dan rawon di tepi jalan, dan lain sebagainya. Berjihad untuk jualan klitliikan daripada jualan fitnah, prasangka yang tidak adil, dan kabar buruk. Berjihad untuk berdagang kamper atau narik taksi daripada menyiarkan kemaksiatan, kekonyolan, atau mendidik masyarakat untuk semakin tidak mengerti harga diri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kami adalah laskar jihad. Pakaian kami kalau shalat kadang seperti Ustadz Ja'farUmarThalib. Kalau pas wiridan dan shalawatan bareng berpakaian seperti Abu Jabal dengan jubah anggunnya. Kalau pas ke warung pakai jins dan kaus oblong. Kalau pas bareng-bareng ke rumah pegadaian ya berbaju yang bisa bikin diri bangga -karena Rasulullah saja ketika wafat, baju besinya masih di pegadaian, belum sempat ditebus...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-5940071336790660366?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/5940071336790660366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=5940071336790660366&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5940071336790660366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5940071336790660366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/06/saya-laskar-jihad.html' title='SAYA Laskar JIHAD'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SE5L-tLAsKI/AAAAAAAAA2s/PcYyNmBeiZY/s72-c/LaskarJihad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-8144052539565260048</id><published>2008-06-10T02:34:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:06.839-08:00</updated><title type='text'>Salahkah IBLIS ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SE5LNaCOCfI/AAAAAAAAA2k/NA0XNAKkmgI/s1600-h/setan1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SE5LNaCOCfI/AAAAAAAAA2k/NA0XNAKkmgI/s320/setan1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210184512613255666" /&gt;&lt;/a&gt;Kita semua telah tahu, bahwa iblis dilaknat oleh Tuhan. Dan manusia yang sadar, tentunya tidak akan mau mengikuti jejak iblis. Tapi pernahkah kita berpikir mengenai kesalahan yang telah dilakukan iblis sehingga ia dilaknat oleh Tuhan? Pada kesempatan yang singkat ini, izinkanlah saya menyampaikan kembali kisah klasik yang sarat dengan hikmah ini. Mudah-mudahan pada akhir kisah nanti, kita dapat mengukur diri kita masing-masing, apakah kita termasuk penentang iblis, atau jangan-jangan tanpa kita sadari, kita malahan termasuk dalam kelompok orang yang mendukung iblis.&lt;span class="selengkapnya"&gt;Suatu ketika, iblis yang pada waktu itu tinggal di surga, dipanggil menghadap Tuhan. Tuhan berfirman, &amp;ldquo;Hai iblis! Aku telah menciptakan seorang manusia dari tanah yang kuberi nama Adam. Sujudlah engkau sekarang padanya!&amp;rdquo;.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Namun iblis spontan menolak. Ia lalu mengemukakan 3 alasan atas penolakannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Yang pertama, kata iblis, &amp;ldquo;Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku sujud kepada Adam. Bukankah asal usulku jauh lebih baik daripada Adam? Bukankah Engkau ciptakan aku dari api yang jelas-jelas lebih mulia dibandingkan dengan tanah? Mestinya, Adam lah yang harus sujud kepadaku, bukan sebaliknya!&amp;rdquo;.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Salahkan alasan iblis ini?&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Kalau kita lihat disekitar kita, banyak orang yang membangga-banggakan asal usul keturunannya, merasa sombong dengan darah birunya, ataupun memandang rendah seseorang hanya lantaran orang itu orang biasa. Salahkah bila orang seperti ini kita sebut sebagai pendukung iblis? Bukankah yang dilakukannya itu sebenarnya merupakan perwujudan dari alasan iblis?&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Alasan yang kedua, kata iblis, &amp;ldquo;Ya Tuhanm aku berada disini telah ribuan tahun. Jelas aku jauh lebih senior daripada Adam yang baru saja Engkau ciptakan. Bukankan seharusnya yang lebuh junior runduk pada yang lebih senior?&amp;rdquo; Mestinya, Adam lah yag harus sujud kepadaku, bukan sebaliknya!&amp;rdquo;.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Salahkah alasan iblis ini?&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Sekarang ini, banyak orang yang gengsi tidak mau menerima pendapat yang disampaikan kepadanya, hanya semata-mata karena pendapat itu disampaikan oleh yang lebih muda. Salahkah bila orang seperti ini kita sebut sebagai pendukung iblis? Bukankah hal ini sebenarnya merupakan perwujudan dari alasan iblis?&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Adapun alasan yang ketida, kata iblis, &amp;ldquo;Ya Tuhan, kesetiaanku pada-Mu, telah berabad-abad terbukti tidak pernah luntur; sedangkan Adam belum tentu ia dapat selalu setia kepada-Mu seperti aku. Lalu kenapa aku yang harus sujud kepada Adam, mestinya Adam lah yang pantasnya sujud kepadaku!&amp;rdquo;.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Salahkah alasan iblis ini?&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Kita banyak melihat orang yang suka mengungkit-ngungkit kembali jasa-jasa yang pernah dilakukannya, ataupun merasa dirinyalah yang paling loyal. Salahkah bila orang seperti ini kita sebut sebagai pendukung iblis? Bukankah hal ini sebenarnya merupakan perwujudan dari alasan iblis?&lt;em&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;(Sentuhan Kalbu&lt;o:p&gt;, &lt;/o:p&gt;Penyaji : Ir. Permadi Alibasyah, Penerbit : Yayasan Mutiara Tauhid &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Jakarta &lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;Cetakan Kedua, Januari 2001)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-8144052539565260048?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/8144052539565260048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=8144052539565260048&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8144052539565260048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8144052539565260048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/06/salahkah-iblis.html' title='Salahkah IBLIS ?'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SE5LNaCOCfI/AAAAAAAAA2k/NA0XNAKkmgI/s72-c/setan1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-3458217394427183283</id><published>2008-06-08T03:09:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:06.944-08:00</updated><title type='text'>Kepada Jamaah Maiyah tentang Kasus Monas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SEuxd4l2LoI/AAAAAAAAA2c/c_5K70AnheQ/s1600-h/250px-Aksi_FPI.PNG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SEuxd4l2LoI/AAAAAAAAA2c/c_5K70AnheQ/s320/250px-Aksi_FPI.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209452520949558914" /&gt;&lt;/a&gt;1.Kasus Monas hanya salah satu output kecil dari rekayasa besar panjang suatu kekuatan sistem, keuangan, struktur politik global dan jaringan ideologi global - yang menghalangi jangan sampai Indonesia bangkit, jangan sampai bangsa Indonesia membangkitkan keunggulan dan ketangguhannya, serta jangan sampai muncul kepemimpinan dunia atas watak Islam Indonesia yang damai, hangat dan kaya budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2.Bangsa Indonesia, NKRI dan Ummat Islam Indonesia sudah, sedang &lt;span class="selengkapnya"&gt;dan akan terus dikurung oleh tipudaya ekonomi dan politik, oleh pengkonyolan kebudayaan, pendangkalan tafsir Agama, infiltrasi wacana dan ideologi penghancur kemanusiaan, serta adu domba antar kelompok, segmen dan strata.&lt;br /&gt;   3.Dalam bahasa Maiyah: setiap munculan 'cahaya' pasti dimusnahkan, minimal ditutupi atau tak diberi peluang sejarah - sebagaimana Gerakan Maiyah sendiri selalu ditolak oleh arus besar yang mengungkung perikehidupan bangsa dan masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;   4.Kebodohan umum dijadikan alat utama "penggelapan cahaya" itu, sehingga masyarakat tertindas justru secara samar dijadikan pelaku penindasan atas diri mereka sendiri, melalui kebodohan massal yang membuat mereka bertengkar satu sama lain.&lt;br /&gt;   5.Para JM hendaknya membangun dan mempertahankan kemandirian tafsir atas tema-tema seperti pluralisme, toleransi antar agama, multikulturalisme dll yang dijadikan alat tipudaya massal.&lt;br /&gt;   6.Para JM tidak memerlukan nasehat atau instruksi untuk tidak melakukan kriminalitas fisik, psikologis maupun rohaniyah. JM juga sangat dewasa untuk menjaga diri tidak terlibat pertengkaran atas dasar ketiadaan ilmu dan pengetahuan tentang pemetaan masalah yang sedang berlangsung.&lt;br /&gt;   7. Seluruh tipudaya sejarah atas bangsa Indonesia dan Ummat Islam itu hanya bisa diatasi oleh intervensi Allah dan syafaat Rasulullah, dan semua JM sudah tahu jalan menuju arah itu. Jika Allah tidak menolong bangsa dan ummat, insyaallah mustahil Ia tidak mendengarkan kerinduan dan dambaanmu, serta Ia mememuhi janji untuk menshalawatimu sebagai balasan atas shalawatmu tiap saat kepada Muhammad saw kekasih-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-3458217394427183283?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/3458217394427183283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=3458217394427183283&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3458217394427183283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3458217394427183283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/06/kepada-jamaah-maiyah-tentang-kasus.html' title='Kepada Jamaah Maiyah tentang Kasus Monas'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SEuxd4l2LoI/AAAAAAAAA2c/c_5K70AnheQ/s72-c/250px-Aksi_FPI.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-12724351629101156</id><published>2008-06-03T09:00:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:07.139-08:00</updated><title type='text'>Rahasiakan Kenabianmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SEVrAKzqS7I/AAAAAAAAA2U/oU5XiFYWd2o/s1600-h/nabi_musa_aerial_view.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SEVrAKzqS7I/AAAAAAAAA2U/oU5XiFYWd2o/s320/nabi_musa_aerial_view.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207686194769054642" /&gt;&lt;/a&gt;Al-Qiyadah kalah seram dibanding Al-Hallaj dan Syekh Siti Jenar. Ahmad Mushaddeq, pimpinan aliran itu, menyatakan bahwa dirinya adalah rasul. Sementara Al-Hallaj menemukan &amp;ldquo;Akulah Kebenaran&amp;rdquo; dengan idiomatik bahwa Kebenaran, al-Haq, adalah Allah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Perutusan para Wali menemui Siti Jenar untuk memanggil beliau menghadap pengadilan para Wali. Jenar, kabarnya, menjawab: &amp;ldquo;Syekh Siti Jenar tidak ada. Yang ada Allah.&amp;rdquo; Pulang balik, para utusan membawa &amp;ldquo;diplomasi&amp;rdquo; antara kedua belah pihak. Jawaban Jenar disampaikan dan utusan balik lagi kepada Jenar membawa kalimat: &amp;ldquo;Allah dipanggil menghadap para Wali.&amp;rdquo; Jenar menjawab: &amp;ldquo;Allah tidak ada, yang ada Syekh Siti Jenar.&amp;rdquo;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Proses berlanjut&lt;span class="selengkapnya"&gt;: &amp;ldquo;Allah dan Syekh Siti Jenar dipanggil menghadap para Wali.&amp;rdquo; &amp;ldquo;Allah dan Syekh Siti Jenar tidak ada, yang ada Syekh Siti Jenar dan Allah&amp;rdquo;&amp;hellip;.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Di puncak teater teologi-teosofi ini nanti Jenar dipenggal lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Wilayah ini memang rawan. Sering saya &amp;ldquo;nekat&amp;rdquo; menjawab pertanyaan banyak orang dengan upaya agar berkurang kerawanannya. Misalnya melalui karakterisasi Empat Khalifah:&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Abu Bakar as-Shiddiq khalifah pertama itu manusia kultural: ia memandang sesuatu, mendekatinya, mengapresiasinya, belajar memahaminya, melakukan pendekatan kultural untuk mendekati kebenaran dan &amp;ldquo;menemukan Tuhan&amp;rdquo;.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Umar bin Khattab manusia radikal: ia memerlukan semacam benturan untuk menemukan kebenaran dan menyadari kehadiran Tuhan. Utsman bin Affan manusia timbangan: tawazzun dengan rasio, kalkulasi, simulasi, untuk memperoleh resultan atau sintesis di titik tengah keberadaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Ali bin Abi Thalib tidak memerlukan ketiga metode itu: Kalau pandangan Ali hinggap pada daun, yang tampak olehnya hanyalah Allah, kalau bunyi menyentuh gendang telinganya yang terdengar olehnya adalah Allah. Ali tidak bisa menemukan apa pun kecuali Allah, karena selain Allah hanya seakan-akan ada - kelak para fisikawan dan biolog menggeremat menjelaskan itu.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Wujud ini, badan ini, fisik ini, besi atau daging dan apapun, bahkan cahaya: itu bukan benda, melainkan sekadar simptoma yang untuk sementara disepakati sebagai benda. kalau pakai persepsi linier kita menyimpulkan: bagi Ali gunung adalah Allah, sungai adalah Allah, dedaunan, debu, langit, kecebong dan gathul &amp;ldquo;adalah&amp;rdquo; Allah.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Kita tak berani bilang Ali murtad, penganut Wihdatul Wujud, Manunggaling Kawula lan Gusti. Karena dalam sebuah majelis yang segar, penuh humor namun cerdas, sesudah Rasulullah Muhammad SAW &amp;ldquo;menguji&amp;rdquo; ketercerahan Ali dengan suatu &amp;ldquo;drama&amp;rdquo; komikal yang jenaka namun tak bisa saya kisahkan disini. Rasulullah menyatakan betapa cerdas dan terbimbingnya akal Ali. Maka, kata Rasul, Ali adalah Babul &amp;lsquo;Ilmi, Pintunya Ilmu Pengetahuan. Meskipun kemudian cerah akalnya Ali dituntun Allah juga untuk mengucapkan &amp;ldquo;pidato balasan&amp;rdquo;: ke manakah langkahmu pergi, kecuali masuk ke dalam Kota Ilmu. Rasulullahlah kota ilmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Andaikan saja pengalaman spiritual, penemuan teosofis, dan pandangan teologis dilindungi oleh pelakunya jangan sampai tampil dalam konteks eksistensi, melainkan membumikan dirinya melalui tafsir dan aplikasi sosial. Maka, kalau engkau yakin bahwa engkau nabi, sudahlah, tolonglah saja dunia ini, selamatkanlah manusia, terutama manusia Indonesia yang sudah mencapai puncak kebingungan, keputusasaan, kebebalan, kekosongan, kehilangan -tak penting sama sekali orang menegrti kita nabi atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Tentu engkau bebas merdeka menjadi siapa pun, tapi mengalahlah, pilih pekerjaan menolong sajalah dalam peta kehidupan bernegara ini. Bikinlah kesepakatan dengan Tuhan untuk secepat mungkin memusnahkan penjahat-penjahat negara ini yang terus merajalela mengisap darah rakyat dan memboros-boroskan harta alam nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Umpama engkau menemukan lubuk makna sangat mendalam secara sangat pribadi dari &amp;ldquo;Manunggaling Kawula lan Gusti&amp;rdquo;, menyatunya hamba dengan Tuhan, umpamanya: rahasiakanlah. Rakyat pusing cari makan dan bayar sekolah anaknya, jangan tambahi persoalan dengan suruh berpikir tentang nabi, Tuhan, Al ini, Al itu.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Tafsirkan saja secara sosial. &amp;ldquo;Manunggaling Kawula lan Gusti&amp;rdquo;adalah menyatunya Tuhan dengan rakyat di dalam kalbu dan akal sehat paraPemimpin. Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, Menteri, Wakil Rakyat, Presiden, tidak akan pernah memisahkan &amp;ldquo;pernikahan&amp;rdquo; antara rakyatnya dan kasih sayang Tuhan. Mereka tak akan melakukan tindakan yang menyakiti hati rakyat, karena tuhan pasti marah. Mereka juga tak akan menyakiti hati Tuhan, karena lambat atau cepat akan menghasilkan pergolakan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-12724351629101156?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/12724351629101156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=12724351629101156&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/12724351629101156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/12724351629101156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/06/rahasiakan-kenabianmu.html' title='Rahasiakan Kenabianmu'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SEVrAKzqS7I/AAAAAAAAA2U/oU5XiFYWd2o/s72-c/nabi_musa_aerial_view.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-5381407193744952594</id><published>2008-05-31T04:09:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:07.307-08:00</updated><title type='text'>Membangkitkan Kebangkitan</title><content type='html'>                        Membangkitkan Kebangkitan                        &lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;                        Ditulis Oleh: Noe Letto&lt;br&gt;                        &lt;br&gt;&lt;br /&gt;                        &lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SEEy2kCrtcI/AAAAAAAAA10/yWshR5SYDUk/s1600-h/NoeRCTI.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SEEy2kCrtcI/AAAAAAAAA10/yWshR5SYDUk/s320/NoeRCTI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206498557186258370" /&gt;&lt;/a&gt;Heboh benar peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional, dan saya cari-cari di mana diri saya di tengah keramaian itu. Berhubung tidak menemukannya, saya mengandaikan diri saya cukup penting, sehingga ada yang bertanya: apa aspirasi saya tentang Kebangkitan Nasional. Dan saya pun nekat menulis tentang sesuatu yang jauh lebih besar dari diriku. Yakni nilai-nilai yang melandasi sikap untuk bangkit sebagai bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Pastilah nilai yang diyakini dan dilaksanakan seseorang akan &lt;em&gt;propagate&lt;/em&gt; ke mentalitas dan kualitas &lt;em&gt;decision making&lt;/em&gt; yang dia jalankan. Nilai yang diyakini dan dilaksanakan sebuah generasi akan membawa perubahan pada generasi tersebut dan berpengaruh pada generasi setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br&gt;Saya coba menuliskan sejumlah konten sikap dasar itu, dan memulainya dari diri saya sendiri, misalnya: ''mendapatkan kesenangan tanpa ada yang disusahkan''. Sebuah sikap dasar yang menumbuhkan empati dan membunuh budaya egoisme. Itu kabarnya yang disebut saleh dalam agama: kebaikan dan kebenaran yang ketika diterapkan di dalam dialektika tatanan sosial, tak ada yang tersakiti.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Sikap eksploitatif tak diberi ruang sedikit pun. Jika transaksi (dalam arti luas) terjadi tanpa ada pihak yang merasa dirugikan, &lt;em&gt;output&lt;/em&gt;-nya adalah keikhlasan dan rasa bersyukur. Tanpa eksploitasi, keadilan bakal lebih terjamin. Kreativitas akan terpacu (karena tak ada jalan pintas untuk mengambil keuntungan).&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Memberi kesempatan pada setiap orang untuk berbicara dan memberikan haknya untuk dinilai secara objektif. Seringkali seseorang harus menjadi tokoh dulu agar perkataannya didengarkan. Padahal, alangkah lebih baiknya kalau kita mendengarkan perkataan siapa pun terlebih dulu, baru memutuskan apakah dia seorang tokoh atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;''Berpikir global sebagai jenius lokal''. Sadar akan posisi kita pada pemetaan dunia tanpa meninggalkan &lt;em&gt;local-wisdom&lt;/em&gt; yang terbangun dari peradaban ribuan tahun akan memberi filter terhadap budaya yang masuk. Memberi perspektif lebih luas pada cara pandang kita, sembari mengokohkan jati diri sebagai sebuah bangsa yang beradab.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;''Kedaerahan yang Indonesiawi''. Kemampuan menggali budaya lokal, mampu mengukur kemampuan potensi lokal, dalam skala &lt;em&gt;frame&lt;/em&gt; pemikiran untuk akselerasi kemajuan nasional. &lt;em&gt;Time is money&lt;/em&gt; bukan berasal dari budaya kita. Jika &lt;em&gt;money&lt;/em&gt; adalah ukuran keberhasilan, maka kita harus mendefinisikan kembali konsep itu yang sesuai dengan akar budaya kita. Katakanlah &lt;em&gt;money&lt;/em&gt; sama dengan laba (&lt;em&gt;profit&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;benefit&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br&gt;''Laba ekonomi tidak menghilangkan laba kemanusiaan, laba sosial, dan laba budaya''. Kemapanan ekonomi yang hilang kemanusiaannya akan menimbulkan iri dan dengki. Keuntungan ekonomi yang melupakan nilai sosialnya akan menimbulkan kesenjangan dan keresahan. Keuntungan ekonomi yang meninggalkan budaya akan mereduksi manusianya menjadi manusia yang tak lagi mengenal kemesraan, kebersamaan, dan etika. Manusia yang hanya terdefinisi dari jumlah uang yang ia miliki.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;''Waktu adalah laba, jika waktu tak pernah terbuang sia-sia''. Meredefinisi arti kerja keras dan memberi ruang lebih luas pada proses-proses positif, kreatif, kadang tidak berhubungan langsung dengan proses ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;''Keringat adalah laba, jika tak satu tetes keringat pun tersepelekan''. Ketika setetes keringat dihargai, semua manusia berhak memiliki harga dirinya dari usahanya, bukan karena status sosialnya atau penghargaan yang pernah didapat.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Sikap adalah laba, jika berlaku kesadaran bahwa tidak ada hal terlalu remeh untuk dilakukan, sekecil apa pun itu. Membangkitkan budaya saling menghargai. Tak ada hal yang dianggap sepele dan tak ada yang punya hak untuk menyepelekan apa pun dan siapa pun.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;''Keadilan adalah laba''. Pentingnya &lt;em&gt;fairplay&lt;/em&gt; untuk menjamin kesetaraan kesempatan. Sudahkah kita mendomestikasi demokrasi? Ataukah demokrasi masih ''binatang'' liar di negeri kita? Atau mungkin demokrasi perlu diberi ''bumbu'' untuk menjadi ''barang dalam negeri''.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;''Kebebasan berbicara dengan dilandasi kesantunan berbangsa''. Sopan santun akan memberi filter agar sebuah pesan yang disampaikan tidak menimbulkan ketegangan secara bahasa sebelum dicerna substansinya. ''Kebebasan berpendapat dengan dilandasi kemaslahatan bersama''. Seringkali kebebasan berpendapat digunakan untuk mengakomodasi perseteruan personal. Kita dipaksa menjadi penonton ''pertarungan politik'' yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kemaslahatan bersama. Nilai ini akan memberi pagar pada hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;''Kebebasan berekspresi yang mengekspresikan Indonesia''. Banyak nilai yang bisa kita anut. Banyak deklarasi yang bisa kita teriakkan. Tapi pertanyaan fundamentalnya adalah seberapa teguh konsistensi kita untuk bisa terus bertahan pada sebentuk nilai, minimal sampai titik waktu tertentu yang akan membawa perubahan yang mendasar. Sambil memastikan bahwa nilai-nilai ini tertular pada generasi penerus kita.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Saya tidak berpendapat bahwa itu semua ada manfaatnya bagi siapa pun, tapi minimal saya bisa menghibur hati kecil saya sendiri bahwa ''tuan''-nya ini mau belajar menjadi manusia dan mencoba ''menjadi sebuah generasi''. &lt;em&gt;(*dimuat di majalah Gatra, edisi 14 no 28)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-5381407193744952594?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/5381407193744952594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=5381407193744952594&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5381407193744952594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5381407193744952594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/05/membangkitkan-kebangkitan.html' title='Membangkitkan Kebangkitan'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SEEy2kCrtcI/AAAAAAAAA10/yWshR5SYDUk/s72-c/NoeRCTI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-8440754484417369989</id><published>2008-05-29T14:22:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:07.424-08:00</updated><title type='text'>Allah kita Engkau kan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SD8gC0CrtaI/AAAAAAAAA1k/V1A-3eT11_Y/s1600-h/cinta-penghambaan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SD8gC0CrtaI/AAAAAAAAA1k/V1A-3eT11_Y/s320/cinta-penghambaan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205914926965306786" /&gt;&lt;/a&gt;Di dalam kehidupan sehari-hari di muka bumi, Allah kita akui adaNya, namun belum tentu kita posisikan sebagai Pihak Pertama dalam konsentrasi dan kesadaran hidup kita. Allah belum kita jadikan Pembimbing Utama hidup kita. Allah belum kita jadikan Panglima Agung yang setiap instruksiNya kita patuhi dan setiap laranganNya kita jauhi. Allah masih belum kita letakkan di tempat utama dalam urusan-urusan kita, firman atau ayat-ayatNya belum kita jadikan wacana utama dalam menjalani kehidupan. Mungkin karena kita masih belum bisa berpikir rasional, atau mungkin kita belum memperoleh informasi yang cukup untuk membawa kita kepada betapa pentingnya Ia, atau justru karena kita sudah merasa pandai dengan kesarjanaan kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya Allah masih kita letakkan sebagai Pihak Ketiga yang kita sebut 'Dia' dan sesekali saja kita sebut, utamanya ketika sedang susah dan kepepet oleh suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan lagi untuk mencapai kesadaran ke-Isa-an di mana pada konsentrasi batiniah terdalam kita menyadari bahwa pada hakekatnya kita ini tidak ada dan semata-mata hanya 'di-ada-kan' olehNya. Sehingga pada konsentrasi yang demikian kita melebur dan lenyap, sampai akhirnya yang benar-benar ada, yang sejati ada, hanya Allah. Dan pada saat itu Allah adalah 'Aku', karena 'aku' yang makhluk ini sudah lenyap sirna bagaikan laron yang terbakar oleh dahsyatnya sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun di dalam Ikrar Husnul Khatimah itu kita memposisikan Allah sebagai 'Engkau'. Kita sadar bahwa kehidupan kita ini berada di hadapanNya. Allah bukan 'di samping' kita atau 'di sana', melainkan tepat di depan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kesadaran meng-Engkau-kan Allah merupakan milik sehari-hari setiap Muslim yang Mu'min. Di manapun kita berada, apapun yang kita lakukan, Allah tidak pernah berada 'di sana', melainkan senantiasa berada di hadapan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah jika melakukan shalat kita berupaya untuk menyadari seolah-olah kita sedang melihatNya di hadapan kita, dan kalau kita tidak mampu melihatnya maka Ia yang melihat kita dari hadapan kita sendiri? Dengan demikian Ikrar Husnul Khatimah adalah suatu peristiwa kesadaran di mana Allah bukan sekedar 'Ia' yang 'di sana' yang berposisi sebagai pelengkap penderita dari program-program karir sejarah kita. Melainkan di hadapan kita, dan merupakan konsern utama kehidupan kita.&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib/Seri PadangBulan (215)/PmBNetDok/1999)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-8440754484417369989?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/8440754484417369989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=8440754484417369989&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8440754484417369989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8440754484417369989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/05/allah-kita-engkau-kan.html' title='Allah kita Engkau kan'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SD8gC0CrtaI/AAAAAAAAA1k/V1A-3eT11_Y/s72-c/cinta-penghambaan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-3277640485192672768</id><published>2008-05-15T05:30:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T05:38:58.273-07:00</updated><title type='text'>Hadirilah "Kenduri Cinta" - Hari Jumat, 16 Mei 2008, jam  20.00</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb,&lt;br /&gt;Mengharap kehadiran rekan-rekan semua dalam acara bulanan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENDURI CINTA&lt;br /&gt;Menemukan Nilai, Merajut Makna&lt;br /&gt;ke 04&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan tajuk&lt;br /&gt;"Saat Sesat Sesaat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersama&lt;br /&gt;Emha Ainun Nadjib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan siapa saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Hari Jumat&lt;br /&gt;16 Mei 2008&lt;br /&gt;jam 20.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parkir Taman Ismail Marzuki&lt;br /&gt;Cikini, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;GRATIS...LESEHAN...BAROKAH&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-3277640485192672768?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/3277640485192672768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=3277640485192672768&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3277640485192672768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3277640485192672768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/05/hadirilah-kenduri-cinta-hari-jumat-16.html' title='Hadirilah &quot;Kenduri Cinta&quot; - Hari Jumat, 16 Mei 2008, jam  20.00'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-650859911205626634</id><published>2008-05-10T19:04:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:07.607-08:00</updated><title type='text'>Dolly Dan Hukum Keausan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCZU4QJYSqI/AAAAAAAAAx4/R3iYiBrnx0M/s1600-h/dolly.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCZU4QJYSqI/AAAAAAAAAx4/R3iYiBrnx0M/s320/dolly.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198936145229531810" /&gt;&lt;/a&gt;Ditulis Oleh: Emha Ainun Nadjib&lt;br /&gt;KALAU tema maiyahannya soal keprihatirian terhadap nasib hutan seperti yang pernah dialami Kiai Kanjeng di Blora, Bojonegoro, dan lain-lain, yang melingkar ya para blandhong, sahabat - sahabat perhutani, pengusaha-pengusaha kayu, Pemda, Polres, Kodim, LSM, ulama-kiai-ustadz, dan siapa saja sesepuh masyarakat. Dalam memaiyahi hutan, diupayakan akad untuk sesegera mungkin menghabiskan menggunduli hutan, atau sebaliknya: memulai bersama melindunginya, melalui berbagai langkah kultural, birokratis, dan strategis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalau maiyahannya soal pelacuran, di Dolly umpamanya, (beberapa tahun yang lalu Kiai Kanjeng pernah pentas di sana dan guyon sama WTS-WTS), ya yang melingkar utamanya teman-teman yang disebut wanita tuna susila. Terus ayyuhal-ghoroomiy alias germo-germo. Kalau bisa Muspida setempat, teman-teman relawan sosial, pemuka-pemuka agama, dan yang tak kalah penting pengusaha-pengusaha yang manusia.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Melacurkan diri itu salah atau benar tak usah menjadi bahan diskusi Maiyah. Sejak sebelum ada Nabi Adam, sudah ada kesimpulannya dan semua makhluk sepakat -wong ketika Tuhan mau bikin manusia saja Malaikat ngenyang: "Apakah Allah akan menciptakan manusia, yang toh kerjanya bikin kerusakan di bumi, termasuk merusak dirinya sendiri, serta menumpahkan darah...&lt;br&gt;Soalnya Malaikat sudah punya referensi: dulu manusia (yang diselidiki Darwin) itu kerjanya ` merusak dan akhirnya musnah sendiri. Kemudian, Tuhan mau bikin lagi dan dimulai Adam: Malaikat gelisah hatinya dan cemas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang menjadi tema utama Maiyah adalah dua kenyataan. Pertama, tidak ada wanita yang sejak awal memang bercita-cita menjadi pelacur. Tidak ada gadis berdebar-debar hatinya membayangkan alangkah indahnya kalau bisa menjadi tuna susila, sehingga berdoa "Ya Allah, jadikanlah aku wanita tunasusila. Fa ila hadzihiu'niyyah assholihcih alfaaaatihah.... &lt;br&gt;Kedua, tidak ada wanita tuna susila yang meningkat kariernya dan sampai ke puncak. Perawannya seharga setengah juta rupiah, kemudian mulai dinas dan harganya jadi 600 ribu rupiah, terus meningkat sampai sejuta, dua juta, tiga juta.&lt;br&gt;Tidak ada pelacur yang makin lama makin cantik, makin seksi, makin segar, makin kemelon. Sebagaimana semua makhluk, jasmaniyahnya diikat oleh hukum keausan. Makin lama makin aus, keriput, melorot, tua, karena gardu terdekat masa depannya adalah kematian.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Maka, harus dimaiyahkan agar setiap tuna susila kita pandu bersama untuk memiliki pengetahuan masa depan dirinya sendiri. Sampai berapa tahun lagi ia akan bisa bertahan. Kemudian, bersikap tegas dan realistis bahwa sekian tahun lagi dia, mau tidak mau, sudah harus berhenti. Untuk itu, sejak sekarang ia perlu mempersiapkan keterampilan untuk kelak menggantikan pekerjaannya yang sekarang. Pak Kiai, Pak Ustadz, Pak Pastor, Pak Pendeta , Pak lurah, dari Camat, semua pihak bermaiyah mengantarkan para wanita itu mempersiapkan diri menuju masa depan yang realistis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ini berlaku tidak hanya untuk orang-orang yang melacurkan jasmaninya. Tetapi,juga berlaku untuk siapa saja yang menjual nilai, menjual demokrasi dan reformasi, menjual amanat rakyat, menjual kesucian tangan rakyat ketika mencoblos di Pemilu, menjual negara, menjual harga diri manusia. dan bangsa.&lt;br&gt;Para pelacur politik Indonesia hari-hari ini juga sedang memasuki salah satu fase puncak keausan dan pengausan. Siapa saja yang terkoptasi dan terkontaminasi segera akan menjumpai dirinya aus sebentar lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-650859911205626634?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/650859911205626634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=650859911205626634&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/650859911205626634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/650859911205626634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/05/dolly-dan-hukum-keausan.html' title='Dolly Dan Hukum Keausan'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCZU4QJYSqI/AAAAAAAAAx4/R3iYiBrnx0M/s72-c/dolly.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-8004552475256859176</id><published>2008-05-10T18:59:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:07.781-08:00</updated><title type='text'>Kita Rindu Dunia Kagum pada Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCZT6gJYSpI/AAAAAAAAAxw/yyHMIUrZMdE/s1600-h/03052008-bulevard1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCZT6gJYSpI/AAAAAAAAAxw/yyHMIUrZMdE/s320/03052008-bulevard1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198935084372609682" /&gt;&lt;/a&gt;Subtemanya menolak liberalisasi institusi pendidikan dengan tema besar Kongres Kepemimpinan Pemuda "Persembahan Yogyakarta untuk Indonesia". Diadakan oleh Dewan Mahasiswa Justicia Fakultas Hukum UGM. Berlangsung di Boulevard UGM, malam hari, 3 Mei 2008 bermomentumkan hari Pendidikan Nasional yang jatuh tanggal 2 Mei. Ada orasi dari pelajar dan mahasiswa. Ada juga happening art. Tetapi acara itu menjadi istimewa dan lebih berperspektif lantaran dihadiri oleh Cak Nun.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Didampingi dua pembicara yakni Revitriyoso Husodo dari Institute for Global Justice Jakarta dan Dian Yanuardy dari Penerbit Resist Book Yogyakarta, Cak Nun tampil sebagai pembicara terakhir. Jika dua pembicara sebelumnya mengulas globalisasi dan dampaknya pada pendidikan, Cak Nun mengajak para mahasiswa yang rata-rata kelahiran akhir tahun 80-an ini untuk berpikir jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. "Termasuk harus ada perhitungan terhadap diri Anda sendiri. Nanti kalau Anda sudah lulus kuliah, kemudian mencari pekerjaan, berkeluarga, punya anak, dan mungkin akan menjadi PD 2 misalnya, apakah Anda masih akan berkata seperti ini," tambah Cak Nun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut diuraikannya, "Saya juga mengawal mahasiswa tahun 70-an, bahkan ketika saya belum jadi mahasiswa, tapi saya sudah bekerja sebagai wartawan. Saya lahir dari era yang penuh cita-cita tentang Indonesia. Saya bayangkan 20 tahun setelah itu pendidikan kita gratis. Lha kok malah malam ini kita terjebak pada situasi yang lebih parah. Kita ini bukan negara berkembang, kita negara melorot."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Cak Nun tetap tak henti-hentinya memompakan semangat, "Malam ini yang saya pujikan dan doakan adalah, e di tengah zaman yang kayak gini, Anda masih punya cita-cita. Dua puluh tahun mendatang Indonesia akan dikagumi dunia. Percayalah, percayalah, supaya Tuhan pekewuh. Kalau Anda sendiri tidak percaya, nanti Tuhan bilang, wong arek-arek dewe ra percoyo. Keluarkan dari pranamu, supaya alam bekerja. Nanti kita cari argumentasi-argumentasinya dari berbagai disiplin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal pendidikan, Cak Nun mengajak para generasi muda yang memenuhi bagian selatan Boulevard UGM itu, ada yang duduk, ada yang berdiri di pinggir jalan tetapi penuh perhatian, pun juga ada yang dari dalam mobil tetapi tetap juga dengan penuh simak, untuk berpikir lebih komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita Rindu Dunia Kagum pada Indonesia"Kita harus paham liberalisasi tak hanya terjadi pada skala UGM, lokal, nasional, tapi kita juga harus tahu asal-usul globalnya.... Hal sekolah gratis, kita tidak boleh hanya minta, tapi juga harus menghitung keuangan rumah tangga Indonesisa... sehingga kita tak hanya melakukan kegiatan yang progresif-politik, tapi juga ilmiah. Sekarang ini pokoknya ingin-ingin, tanpa konsideran ilmu. Liberalisasi pendidikan ini ada karena kita nggak punya duit, sementara keperluan macam-macam. Juga karena ada ketidak adilan dalam pembagian dana. Keuangan negara harus dibenahi. Kita juga tidak benar dalam mengelola aset-aset alam kita. Jadi, untuk tercapainya pendidikan gratis yang merupakan social service atau public service, harus ada pemerintah yang berani mengajak rakyatnya untuk mandiri. Kita butuh unsur Soekarno dan Soedirman, juga Ahmadinedjad dan Morales, untuk merebut Indonesia dari kekuasaan global," papar Cak Nun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, memproyeksi ke skala lebih luas dan mendasar, Cak Nun mengajak para mahasiswa untuk juga mengenal siapa dirinya, siapa bangsanya, yang dalam pandangan Cak Nun kita semua ini adalah bangsa yang besar tetapi sedang diempritkan atau dikerdilkan. "Harus ada anak muda yang bercita-cita. Namun cita-cita ini mustahil terwujud tanpa ada kebangunan bangsa. Kita merindukan Indonesia dikagumi dunia. Kita sekarang tidak ditakuti siapa-siapa. Tolong acara ini dipakai untuk bercita-cita jangka panjang. Liberalisasi ini bukan soal setahun dua tahun, tetapi panjang....", tutur Cak Nun. [] &lt;br /&gt;from &lt;a href="http://www.padhangmbulan.com"&gt;www.padhangmbulan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-8004552475256859176?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/8004552475256859176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=8004552475256859176&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8004552475256859176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8004552475256859176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/05/kita-rindu-dunia-kagum-pada-indonesia.html' title='Kita Rindu Dunia Kagum pada Indonesia'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCZT6gJYSpI/AAAAAAAAAxw/yyHMIUrZMdE/s72-c/03052008-bulevard1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-3787203325054733980</id><published>2008-05-09T04:05:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:07.864-08:00</updated><title type='text'>fir'aunkah kita???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCQwmQJYSiI/AAAAAAAAAwk/KcQ6CZjDc8E/s1600-h/firaun17jy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCQwmQJYSiI/AAAAAAAAAwk/KcQ6CZjDc8E/s320/firaun17jy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198333303619865122" /&gt;&lt;/a&gt;FirmanNya kepada Musa As:&lt;br /&gt;"Pergilah engkau menemui Fir'aun yang telah melampaui batas itu, dan tanyakan kepadanya: Apakah engkau mau menyucikan diri? Niscaya kupimpin engkau menuju Tuhanmu..."&lt;br /&gt;(An-Naziyat 17,18,19)&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Aku juga seorang Fir'aun, jika yang aku utamakan adalah kehendakku sendiri, dan bukan kemashlahatan bersama&lt;br /&gt;Aku juga seorang Fir'aun, jika yang aku dengarkan hanyalah nafsu dan ambisiku sendiri, dan bukan apa rahasia hati rakyat yang teraniaya&lt;br /&gt;Aku juga seorang Fir'aun, jika yang aku tegakkan adalah kebenaran pendapatku sendiri, dan bukan sikap rendah hati dan rasa malu kepada masyarakat&lt;br /&gt;Aku juga seorang Fir'aun, jika yang aku utamakan adalah kejayaan dan kemenanganku sendiri, dan bukan kesejahteraan hidup dan kegembiraan hati orang-orang kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian watakku, cara berpikirku,&lt;br /&gt;pola sikap dan arah langkah perjuanganku&lt;br /&gt;Maka individuku adalah Fir'aun&lt;br /&gt;Maka pemerintahanku adalah Fir'aun&lt;br /&gt;Maka kelompokku adalah Fir'aun&lt;br /&gt;Maka partaiku adalah Fir'aun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1999&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib/PmBNetDok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-3787203325054733980?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/3787203325054733980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=3787203325054733980&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3787203325054733980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3787203325054733980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/05/firaunkah-kita.html' title='fir&apos;aunkah kita???'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCQwmQJYSiI/AAAAAAAAAwk/KcQ6CZjDc8E/s72-c/firaun17jy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-2163904896755019881</id><published>2008-05-08T03:38:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:08.060-08:00</updated><title type='text'>Ya Allah, Engkau tak Butuh Sapi...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCLZP1YsqqI/AAAAAAAAAwc/mKGUmvekhIk/s1600-h/abstract_brushes_2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCLZP1YsqqI/AAAAAAAAAwc/mKGUmvekhIk/s320/abstract_brushes_2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197955785990908578" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana mungkin orang Madura berani tidak hidup serius dan anti serius, lha wong Tuhan sendiri saja seriusnya setengah mati ketika menggagas, menskenario dan mengagungkan "la 'ibun wa lahwun" - permainan dan senda gurau, begitu kata firmanNya - dimuka bumi dan tempat-tempat lain di kosmos ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Kalau Ia berkata: "Aku ini Maha Pengasih dan Maha Penyayang", itu serius. "Aku ini Maha Penjaga dan Maha Pemelihara," itu tidak main-main. Ia mendelegasikan sejumlah Malaikat untuk memelihara pertumbuhan rambut Anda sampai sepanjang-panjangnya dan terus menerus tumbuh sehingga salon dan barber shop memiliki kemungkinan permanen untuk hidup. Para Malaikat lain Ia perintahkan untuk merontokkan rambut orang-orang tertentu, supaya Malaikat itu bisa membedakan mana orang yang ikhlas menerima kebotakannya dan siapa lainnya yang memakai wig atau sekurang-kurangnya menutupinya dengan topi di mana-mana. Sementara beberapa Malaikat lain Ia instruksikan untuk menahan laju pertumbuhan bulu alis dan idep di pinggiran mata Anda sampai hanya di bawah satu senti meter saja, sebab kalau tidak: mekanisme sosial masyarakat manusia akan menjadi lain dan estetika wajah manusia akan berubah konsepnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu seriusnya mengkonsepsikan pen-ciptaan-Nya hingga detail-detail yang tak terhitung oleh ultrakomputer. Setiap matahari terbit dan manusia bangun dari tidur lelapnya, senantiasa terdengar oleh telinga bathinnya - dan seringkali tak terdengar oleh gendang dan daun telinga dagingnya - suara gaib bahwa Ia itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Seorang tua renta yang sepanjang hidupnya menyembah berhala, tiba-tiba mendengar suara itu ditengah sakit parahnya yang tak sembuh-sembuh. Kepada berhalanya ia sudah memohon-mohon, bersujud-sujud meminta kesembuhan, tapi tak terdengar jawaban, sehingga akhirnya ia putus asa dan merasa dendam. Ia berteriak pagi itu: "Baiklah, kalau kamu memang tidak bersedia menyembuhkan aku, terpaksa aku akan meminta kepada Tuhan yang namanya Allah atau siapa itu untuk mencoba menyembuhkanku. He, Allah! Kalau memang Kamu ada, kalau memang Kamu Maha Kuasa, kalau memang seperti kata orang-orang Kamu adalah Maha Pengasih dan&lt;br /&gt;Penyayang.... sembuhkan penyakitku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tua renta itu membentak-bentak Tuhan sehingga para Malaikat yang mendengarnya naik pitam, dan hampir saja digamparnya itu orang, kalau saja mereka tidak ingat bahwa mereka hanya diperkenankan melakukan apa-apa yang diperintahkan oleh Tuhan. "Ya' malu ma yu' marun", hanya mengerjakan yang Allah perintahkan. Maka berbondong-bondong mereka dengan penuh emosi mendatangi Tuhan dan mengadukan perilaku si tua renta yang kurang ajar dan menyinggung perasaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, ada seorang hamba-Mu yang tak tahu diri. Ia sembah berhala selama 79 tahun, kemudian di ujung usianya sakit parah dan berhala yang disembahnya tak menyembuhkannya. Lantas ia dendam dan menantang Engkau. Kalau memang Engkau ada, kalau memang Engkau Pengasih dan Penyayang, ia minta bukti berupa kesembuhan...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjawab dengan santai namun muatannya sangat serius: "Ya sudah, sembuhkan saja sekarang dia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Malaikat langsung protes: "Lho, bagaimana, sih? Lebih dari seratus juta umat-Mu di Indonesia berdoa bertahun-tahun agar SDSB dibubarkan, baru belakangan ini saja Engkau mengabulkan. Dan doa-doa mereka menyangkut kekalahan politik mereka, kekalahan ekonomi dan kebudayaan mereka, sampai hari ini Engkau biarkan terbengkalai. Padahal umat-Mu di negeri Indah itu sudah mati-matian salat, hajinya meningkat tiap tahun, sudah bikin masjid di mana-mana, ulamanya sudah kompak selalu dengan umara..... tapi Engkau biarkan mereka terkatung-katung dalam ujian-Mu dan hukum-Mu. Lha, ini ada seorang kafir penyembah berhala mau ngetes Engkau, kok langsung saja Engkau kabulkan permintaannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tetap santai juga menjawab: "Lha, kalau doanya tidak Saya kabulkan, lantas apa bedanya antara Aku dengan berhala itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ammaba'du, demikian seriusnya Allah atas dirinya sendiri, demikianlah konsistensinya Ia atas ucapan dan janji-janji-Nya sendiri. Bagaimana mungkin orang Madura berani 'dak serius kepada Tuhan dan dirinya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang ada juga sih, anak-anak muda Madura yang terkadang berani bersenda gurau yang keterlaluan kepada Tuhan, seperti mahasiswa asal Batang-Batang ujung timur Madura yang di kampusnya diangkat jadi Menwa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari di antara berbagai jenis kemiliteran, ia diwajibkan ikut berlatih terjun payung. Terjun payung! Gila. Naik ke angkasa, lantas anjlok ke tanah! Iya, kalau payungnya bisa dibuka. Kalau tidak? Kalau tiba-tiba lupa caranya mengembangkan payung? Kalau mendadak gegar otak sementara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi betapa mengerikan. Si pemuda Batang-Batang ini terus terang saja ketakutan setengah mati. Mending carok melawan Rambo daripada terjun payung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, demi harga dan kehormatan Madura, akhirnya ia layani juga kewajiban itu. Ia berlatih sebisa-bisa sambil memompa keberanian di hatinya. Tetapi ketika saatnya untuk harus terjun beneran tiba, ternyata ketakutannya belum reda. Badannya dingin panas, dadanya gemetar. Dan dalam keadaan seperti itu, siapa lagi kalau bukan Tuhan sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika berbaris menuju pesawat, diam-diam ia berdoa: "Ya Allah, kalau Engkau selamatkan aku dalam tugas ini untuk kembali ke bumi tanpa kurang suatu apa, aku berjanji akan menyembelih ayam..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dekat ke pesawat, doanya semakin seru, konsesi yang ia tawarkan kepada Tuhan pun meningkat. "Tidak hanya seekor ayam, Tuhan, tapi lima, lima ekor yang akan saya sembelih!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kemudian ia naik pesawat, duduk berbaris, melirik jendela dan melihat betapa jauhnya bumi di bawah, konsesinya membengkak pesat: "Sapi, Tuhan, Sapi! Saya akan sembelih sapi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika satu persatu anggota Menwa itu didorong terjun dari pintu pesawat, lantas ia sendiri merasakan tangan sang komandan menyorong punggungnya, lantas terlontar dari mulutnya: "Sapi! Sapi!..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemudian, tatkala ia sukses menjalani tugasnya, menjejakkan kakinya kembali di tanah, Si Batang-Batang ini mengadah wajahnya ke atas sambil bertolak pinggang: "Meskipun saya 'dak sembelih sapi, mau apa! Aku tahu Engkau tak butuh sapi!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-2163904896755019881?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/2163904896755019881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=2163904896755019881&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2163904896755019881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2163904896755019881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/05/ya-allah-engkau-tak-butuh-sapi.html' title='Ya Allah, Engkau tak Butuh Sapi...'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCLZP1YsqqI/AAAAAAAAAwc/mKGUmvekhIk/s72-c/abstract_brushes_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-4890831020996569146</id><published>2008-05-07T03:54:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:08.321-08:00</updated><title type='text'>THE NATION OF TEMPE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCGOtlYsqoI/AAAAAAAAAwM/HdYNlFCXqdA/s1600-h/kering_tempe.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCGOtlYsqoI/AAAAAAAAAwM/HdYNlFCXqdA/s320/kering_tempe.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197592358743222914" /&gt;&lt;/a&gt;Ada yang bilang, ketika Raja demak Sultan Trenggono menyerbu&lt;br /&gt;Pasuruan lewat laut jawa, armada beliau beranggotakan tak kurang dari 800,000 prajurit yang diangkut dengan ribuan kapal.&lt;br /&gt;Mungkin jumlah itu tidak `shahih` . Mungkin `perawi` sejarahnya agak&lt;br /&gt;ngawur. Tapi, yang jelas setidaknya ada berpuluh - puluh kapal dengan&lt;br /&gt;muatan beratus ratus manusia.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan Jon Parkir ialah bagaimana `sistem dapur`&lt;br /&gt;kapal itu selama berbulan - bulan dalam perjalanan? Kan belum ada kompor.&lt;br /&gt;belum ada makanan kalengan. Apa mereka bikin ratusan `pawon (dapur) kayu&lt;br /&gt;bakar di setiap kapal supaya pendekar demak lancar makan minum ?&lt;br /&gt;Maka alkisah kitab bab ketiga belas literatur mengenai peradaban jawa&lt;br /&gt;memuat penjelasan mengenai hal itu. kabarnya ada ide bikin makanan pampat&lt;br /&gt;dari tempe. entah diramu dengan apa dan bagaimana cara bikinnya, tapi&lt;br /&gt;pokoknya dihasilkan butiran - butiran super tempe kecil yang sekali&lt;br /&gt;telan bisa berkhasiat sepiring nasi dan lauk pauk.&lt;br /&gt;Tapi apa hiya ? Pak sartono Kartodirjo yang bisa menjawab dengan&lt;br /&gt;argumentasi yang reepresentatif.&lt;br /&gt;Namun yang jelas, tekonologi makanan yang berkembang subur sejak&lt;br /&gt;jaman Majapahit, dimana Nusantara digarap secara maritim, pada akhirnya&lt;br /&gt;tak menemukan relevansinya sesudah Kerajaan jawa berorientasi ke&lt;br /&gt;pedalaman: Pajang dan Mataram. Sedemikian rupa, sehingga kita hanya&lt;br /&gt;mengenal tempe tidak terutama pada kedudukannyasebagai lambang&lt;br /&gt;kecanggihan peradaban bangsa kita.&lt;br /&gt;`God knows better. Wallahu'alam`. seperti juga kalau kita bertaoya&lt;br /&gt;apa alat rekat batu - batu candi Borobudur? Apa semen bangunan megah dari&lt;br /&gt;masa silam?&lt;br /&gt;Ada juga yang bilang kulit batang pisang yang kering , kalau&lt;br /&gt;direndam pakai garam , bisa amat kuat dan bisa dibikin semacam tas kulit.&lt;br /&gt;(secangkir kopi jhon parkir)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Wirid dan Kerjakeras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCGO9lYsqpI/AAAAAAAAAwU/J0dWdoKK33s/s1600-h/Kelas+Quran+dan+Muqaddam+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCGO9lYsqpI/AAAAAAAAAwU/J0dWdoKK33s/s320/Kelas+Quran+dan+Muqaddam+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197592633621129874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanah tanpa tanaman itu omong kosong, tahayul atau klenik. Manusia yang tidak mengakarkan dan menumbuhkan tanaman di atas tanah, akan hanya menjadi manusia hutan belantara yang hidupnya bergantung pada tanaman sunnah (tradisi penciptaan) Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidupnya sudah produktif, tidak kreatif, tidak inovatif, dan itu artinya tidak setia kepada daya kerja dan kewajiban menggerakkan kehidupan yang berasal dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman yang ditumbuhkan hanya di pot atau tabung yang memisahkan hubungannya dengan syariat bumi, alias hanya mengeksploitir bumi itu dengan hanya mengambil beberapa jumput tanah untuk ditaruh untuk ditaruh di dalam pot itu - juga tidak akan menemukan daya guna maksimal dan potensialitas alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan batas 'kosmologi' pot itu manusia jadinya juga memutuskan hubungan dengan sumber, sehingga tidak akan tercapai pula titik tuju kehidupannya. Ia bersikap a-historis terhadap sejarah eksistensi kehidupannya, serta berlaku tidak ilmiah terhadap kenyataan dirinya.&lt;br /&gt;Ia akan hanya memperoleh sukses yang palsu, kemajuan yang menjebak hari tuanya, produk yang temporer dan tidak sejati, dan akhirnya penyesalan menjelang maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak ikut memperjuangkan proses kelahiran diri kita, sehingga tanggung jawab kita kepada diri kita sendiri secara alamiah cenderung kalah mendalam dibanding tanggung jawab Bapak kita atas diri kita.&lt;br /&gt;Tapi karena Ibu-lah yang lebih menghayati kesengsaraan dalam melahirkan kita, maka tanggung jawab Ibu atas hidup kita lebih mendalam dibanding tanggung jawab Bapak, dan terlebih lagi dibandingkan dengan kadar tanggung jawab kita atas diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Namun demikian tanggung jawab siapapun atas diri kita tidak ada sejumput debu dibanding besarnya, agung dan setianya tanggung jawab Allah atas kehidupan kita. Karena peranNya dalam proses penciptaan dan pelahiran atas kita sama sekali jangan dibandingkan dengan peran Ibu Bapak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sangat konsisten, setia, mesra dan amat bertanggung jawab terhadap nafkah kita, rejeki kita, kesejahteraan kita, keselamatan dan kebahagiaan kita.&lt;br /&gt;Indahnya tanggung jawab Allah itu akan sangat tampak jelas di mata ilmu kita dan kesadaran batin kita apabila pola pandang yang kita pakai dalam menilai apapun saja yang kita alami ini - berperspektif dunia akhirat, bukan hanya melalui kalkulasi dan atau berskala dunia saja atau akhirat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wirid yang kita lakukan ini berfungsi dialektis.&lt;br /&gt;Pertama, ia merupakan wujud tanggung jawab kita kepada kemurahan Allah atas kehidupan kita.&lt;br /&gt;Kedua, wirid itu sendiri merupakan salah satu 'perangsang' bukti tanggung jawab Allah atas hidup kita.&lt;br /&gt;Semakin kita mewiridkan kekuasaan dan cintaNya di sisi kerja keras kita setiap hari, semakin Allah menunjukkan bukti tanggung jawabNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesayang-sayang Bapak dan handai tolan kepada kita, jangan pernah dipertandingkan melawan rasa sayang Allah kepada kita.&lt;br /&gt;Secinta-cinta Ibu dan sanak famili kepada kita, jangan pernah dikompetisikan melawan kadar cintaNya kepada kita.&lt;br /&gt;Ada perhubungan cinta segitiga, antara Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAW dengan kita. Akurasi dan maksimilitas kabulnya doa kita dan suksesnya kerja keras kita, sesungguhnya minimal berbanding sejajar dengan frekwensi dan kedalam wirid kepada Allah dan RasulNya, maksimal satu wirid menjadi tujuh batang pohon barokah, di mana dari setiap pohon barokah itu terlahir seratus buah pada masing-masingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengajak Anda semua pergi ke sawah lantas mencangkulnya dan menanaminya dengan kemajuan hidup dan bukannya pergi ke sawah untuk duduk bersila dan berwirid dengan harapan tanaman akan tumbuh dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Sambil bekerja keras atau disela-sela kerja keras itulah kita berwirid.&lt;br /&gt;Dengan tujuan, pertama wirid itu akan merabuki tanaman kita sehingga berbuah barokah, dinamis, investatif, produktif dan menyimpan rejeki-rejeki tak terduga.&lt;br /&gt;Kedua, kita sama sekali tidak mampu menjamin bahwa kita akan terus sukses, terus 'berkuasa' atau terus 'punya' ini itu. Dalam hal itu tradisi wirid akan menghindarkan kita dari keterjerembaban ke titik terendah dari kehidupan alias kondisi faqir.&lt;br /&gt;"Wirid Padang Bulan"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-4890831020996569146?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/4890831020996569146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=4890831020996569146&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4890831020996569146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4890831020996569146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/05/nation-of-tempe.html' title='THE NATION OF TEMPE'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SCGOtlYsqoI/AAAAAAAAAwM/HdYNlFCXqdA/s72-c/kering_tempe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-4037724861128510507</id><published>2008-04-30T22:02:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:08.551-08:00</updated><title type='text'>The Most Favourable People (madura tak iye)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SBlSVbw3epI/AAAAAAAAAv0/xJRzSrTyBi0/s1600-h/610x.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SBlSVbw3epI/AAAAAAAAAv0/xJRzSrTyBi0/s320/610x.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195274173332028050" /&gt;&lt;/a&gt;Tulisan saya ini hendaklah dibaca tanpa menggunakan naluri SARA yang emosional. Saya sendiri, sebagai orang Jawa, tak ingin diclurit oleh orang Madura, hanya gara-gara tulisan. Sebab, kalau hati saya dibelah, isinya ternyata kekaguman dan pujian kepada watak dan kepribadian tertentu dari pada orang Madura.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya, orang Madura itu the most favourable people bagi saya. Coba perhatikan: tak ada kelompok masyarakat di muka bumi ini yang begitu hati-hati menjaga perilaku dan moral hidupnya melebihi orang Madura. Disebuah rumah sakit di Surabaya, seorang pasien menolak di kasih donor oleh pamannya gara-gara si paman itu iblis kelakuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau darahnya masuk darah saya, laka jadi bandit juga saya takiye! katanya. Sangat hati-hati. Padahal kita-kita ini kalem-kalem saja mereguk dan menghisap darah setan, darah demit, darah petani, darah wong cilik, dan sutradarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan si sakit itu juga punya alasan teologis. Katanya: "Darah paman saya adalah darah paman saya. Kelak dihadapan Tuhan tak mau dan tak bisa saya pertanggung jawabkan darah paman saya, seperti boleh juga dia tak boleh ikut mendapatkan pahala atas darahnya yang saya gunakan untuk beramal!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saya jamin adegan berikutnya yang terjadi pasti perang inter-suku: oreng medunten clurit-cluritan dengan sesama oreng medunten. (Interupsi sebentar: 'Medunten' itu bahasa Jawa halus atau kromo-nya kata Madura atau meduro. Contoh lain: 'sepuro' kromonya 'sepunten', 'sadar' kromonya 'sudrun', 'derajat' kromonya 'dorojatun', 'pangkat' kromonya 'mumpung', dan 'kemari' kromonya 'kamerun'.......)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa terjadi perang antar suku? sebab mana ada orang mau direndahkan. Saya orang Jawa ejek sesama Jawa saja, jangan Madura atau suku apapun lainnya. Kecuali kalau mau carok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seandainya perang Jawa-Madura benar-benar terjadi gara-gara sebiji anekdot, jangan cepat salah sangka bahwa orang Jawa pasti halus lembut, mengacungkan keris sambil membungkuk dan berkata "Nyuwun sewu lho, kula badhe nunyuk bathuk panjenengan...." (Permisi lho, saya hendak menohok jidat paduka). Orang Madura bisa tak kalah halus dan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang si Madura penjual telor ayam itu, misalnya suka ketus, ketika si calon pembeli berkomentar "Telor kecil-kecil begini kok mahal amat harganya, Pak!" Ia menjawab, "lho kalau telurnya besar-besar ya dobol, Mas!" (Kalau telurnya besar-besar ya jebol pantat ayam itu, Mas!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika penjual mangga itu mendapatkan komentar yang sama rewelnya dari calon pembeli, ia hanya berkata dingin: "Soalnya saya baru masuk penjara, Mas・"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kagetlah si calon pembeli. "Lho apa hubungannya antara mangga dengan bapak masuk penjara?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya pokoknya saya ini barusan keluar dari penjara・"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kok Bapak dipenjara?" akhirnya si calon pembeli terseret untuk bertanya tentang kenapa dipenjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, 'ndak enak mau ngomong Mas,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ndak apa-apa! Ndak apa-apa! Saya juga bukan orang alim, kok!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Terus terang begini ya Mas ya," katanya kemudian, tetapi dengan suara lembut dan nada rendah, "Saya dulu dipenjara soalnya ya nylurit orang rewel seperti sampeyan ini・"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka lari tunnggang langganglah calon pembeli itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kalah kalem tenang adalah tukang-tukang becak Madura yang selalu legendaris. Lampu merah di perempatan jalan tak dipedulikannya. Ia menerobos saja, sehingga kendaraan-kendaraan dari arah yang bersilangan menjadi panik setengah mati. Sambil menginjak rem kencang-kencang, mereka memaki-maki: "Goblok! Goblok! Dasar tukang becak goblok! Sudah tahu lampu merah masih nyelonong saja! Goblok!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tokoh kita tidak terpengaruh sedikitpun. Sambil tetap nggenjot pedal becak pelan-pelan, ia menjawab sambil tersenyum: "Ya kalau 'dak goblok 'dak mbecak saya, Pak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak benar bahwa orang Madura suka naik pitam. Masih lebih suka marah para aparat keamanan. Para pemimpin moral atau penguasa. Oleh karena itu perang intern suku Madura juga tampaknya pesimistik untuk bisa terjadi. Di samping karena masyarakat Madura memiliki kedewasaan dan kearifannya sendiri, juga karena 75% "Mati Ketawa Cara Madura" yang akan saya kisahkan ini sumbernya tak lain tak bukan dari orang-orang Madura sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasokan anekdot dari lingkungan masyarakat mereka sendiri itu mencerminkan betapa kumpulan manusia-manusia Madura ini seolah-olah mendemonstrasikan kesanggupan mereka dalam bercermin diri. Menunjukkan kematangan mereka untuk bersikap egaliter, terbuka, dan tahan kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tradisional (banyak sekali anekdot iseng-iseng tentang ini semua): orang Belanda suka mengejek orang Belgia, orang Batak suka mendagel-dagelkan orang Aceh, dan orang Madura sangat populer jenis-jenis komedialnya di seantero Nusantara. Setiap majalah humor tak ada yang tidak mengeksplor lawakan-lawakan etnik: bagaimana lelaki-perempuan Italia, bagaimana seks Prancis dan Swedia, atau bagaimana pelitnya Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sangat saling menikmati situasi ejek mengejek yang menyegarkan: Setiap bangsa, suku, komunitas, memiliki kebesaran jiwanya masing-masing untuk berintropeksi melalui ejekan-ejekan terhadap dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam lingkungan-lingkungan yang lebih kecil: keluarga, komunitas selingkuh kerja, lingkaran pergaulan dan persahabatan - selalu terdapat kebiasaan untuk menghidupi humor satu sama lain. Rumusnya jelas: makin tinggi kemampuan sebuah bangsa dalam menertawakan dirinya sendiri, semakin meningkat pula kebesaran jiwa mereka. Semakin luas pengetahuan seseorang atas kedunguan-kedunguannya sendiri, semakin matang dan tegar kepribadiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lagi, selalu betapa serius muatan-muatan kritik dalam humor. Ketika tukang becak Madura itu bilang "Ya kalau 'dak goblog 'dak mbecak saya, Pak!" - bagi orang yang punya imajinasi itu merupakan protes telak terhadap logika sistematik antara ketidakmerataan ekonomi, kesempatan berpendidikan, dengan peluang lapangan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pernyataan tukang becak itu juga merupakan semacam analisis terhadap tidak rasionalnya proses kualifikasi kepemimpinan profesionalitas dalam tatanan sistem sosial kita. Orang yang pantasnya jadi korak malah jadi pemimpin, yang cocoknya jadi gubernur malah jadi tukang ojek. Seorang camat tidak dijamin putra terbaik di kecamatan itu. Juga seorang bupati, gubernur, kasubdit, kakanwil, menteri・&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ada jaminan keadilan sosial dan pemerataan kesempatan eksistensi, tukang becak Madura itu tidak tertutup kemungkinan bisa memenuhi harapan rakyat Indonesia tentang Menteri Anu yang tahu diri atau Menteri Aduhai dan pemimpin orang-orang pinter yang tidak emosional, metoto-metoto dan berderai-derai ambisinya.&lt;br /&gt;(from millis padhang mbulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan pernah suatu kejadian di cengkareng ujar cak nun (di kenduri cinta bulan april)ada seorang madura naik pesawat. dia duduk di kursi 1 A padahal no di tiketnya  19 B. ketika disuruh pindah dia tidak mau, hingga akhirnya pemberangkatan ditunda. si pilot akhirnya turun tangan. untuk menyuruh pindah kebelakang. apa jawab si madura dengan logat maduranya" gimana ini, gak islam ini namanya, saya dateng paling pertama  jam 4 tadi saya dateng wajar saya duduk didepan, eh ini disuruh pindah ke belakang. antri dung.wah Gak Nu ini" akhirnya ujar cak nun lagi" saya samperin dia lalu saya bisiki dia, sesudah saya bisiki. lari dia dibelakang" sang pilot heran" kok bisa orang madura itu lari?" ujar cak nun singkat" saya tanya ma dia mau kemana dia bilang madura. madura belakang, sini ke medan" hehehehehheheh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau kurang jelas lihat di &lt;a href="http://youtube.com/watch?v=YiMblTFjYAE&amp;feature=related"&gt;youtube aja &lt;/a&gt; soal maksud dialog humor diatas tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-4037724861128510507?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/4037724861128510507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=4037724861128510507&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4037724861128510507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4037724861128510507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/04/most-favourable-people-madura-tak-iye.html' title='The Most Favourable People (madura tak iye)'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SBlSVbw3epI/AAAAAAAAAv0/xJRzSrTyBi0/s72-c/610x.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-9009402757235858736</id><published>2008-04-28T10:22:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:08.743-08:00</updated><title type='text'>LETTO band yang sangat religi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SBYMFLw3ekI/AAAAAAAAAvM/opc1hsf7TCQ/s1600-h/bts4.jpg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SBYMFLw3ekI/AAAAAAAAAvM/opc1hsf7TCQ/s320/bts4.jpg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194352503415077442" /&gt;&lt;/a&gt;Grup band asal Yogyakarta, Letto, merupakan salah satu band pendatang baru yang mengupayakan munculnya pemaknaan hidup yang lebih baik melalui lagu.&lt;br /&gt;Simak saja lagu "Sandaran Hati" yang bila ditelisik lebih jauh menyiratkan hubungan antara manusia dan Tuhannya. Ada pula "Sampai Nanti", "Sampai Mati" yang memberi semangat bagi mereka yang depresi untuk bangkit lagi karena semua manusia toh pernah merasakan kejatuhan..&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Letto mungkin bukan yang pertama. Lirik-lirik puitis yang mencerahkan pikiran sudah pernah kita dengar melalui karya grup sebelumnya, bahkan musisi folk sejak generasi 70-an. Namun, di saat banyak band muda yang kini menonjolkan lirik-lirik cinta dalam hubungan antarkekasih, Letto hadir cukup menyejukkan dengan lirik yang menyentuh hubungan horizontal maupun vertikal dalam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cinta hanya menjadi salah satu wajah kita karena lagu-lagu kita juga ngomong masalah sosial, ketuhanan. Itu selalu kita jaga meski ada yang tersamar," kata Noe (vokal) yang lengkapnya Sabrang Mowo Damar Panuluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki yang 10 Juni ini berulang tahun ke -28 menambahkan, keragaman tema kehidupan itu dipertahankan pada album kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cord dasarnya pun dikatakannya masih sama dengan album pertama karena menganggap hal-hal itu menjadi kekuatan positif yang harus dipertahankan dan dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noe memang masih berperan besar dalam penggarapan liriknya. Namun, musik tetap dibuat secara bersama sehingga mereka dengan tegas menyatakan kerja sama dalam pembuatan lagu telah dilakukan dengan demokratis. Orang-orang di sekitar mereka pun memberikan kontribusi dalam proses berkaryanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ciri khas yang menjadi kekuatan Letto, salah satu lagu dari album kedua itu pun sudah dipesan untuk menjadi theme song sebuah sinetron. Mengenai hal itu, Noe menyatakan bahwa kerja sama itu berbentuk simbiosis mutualisme seperti yang sudah terjadi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada yang bilang lagu mengangkat popularitas sinetron, ada juga yang mengatakan sinetron memopulerkan lagunya. Sama-sama menguntungkan," ucap lulusan Mathematics and Physics University of Alberta, Kanada itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang perilisan album kedua itu, Patub (gitar) yang bernama lengkap Agus Riyono menyatakan, mereka tidak merasa terbebani atau takut album kedua tidak sesukses album pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jangka panjang pun mereka tidak terlalu memusingkannya. "Ya, kami nggak bisa jawab. Sekarang hanya sebaik-baiknya bekerja. Kalau (popularitas) naik, kami terima, kalau (popularitas) turun pun kami terima," ucap Noe . &lt;br /&gt;======================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagu bunga dimalam itu &lt;br /&gt;kalau ditelisik lebih lanjut adalah &lt;br /&gt;cerita seseorang yang bertemu dengan rasulullah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian lagu sebelum cahaya ternyata punya makna yang sangat dalam &lt;br /&gt;berikut makna nya&lt;br /&gt;Bait pertama lagu ini menunjukkan kalau Allah selalu&lt;br /&gt;mengawasi kita. Allah melihat kita yang sedang tidur tiba-tiba terbangun...&lt;br /&gt;kita pergi untuk ambil air wudhu maka mengapa disana dituliskan kemana kau&lt;br /&gt;pergi... kemudian kita menegakkan sholat malam, dalam kesunyian, sendiri&lt;br /&gt;ketika semua orang tengah terlelap ketika dingin sangat menusuk di tulang,&lt;br /&gt;ketika mata masih terkantuk-kantuk. Siapa yang sanggup untuk&lt;br /&gt;menjalankannya?? Butuh kekuatan hati untuk melaksanakan raka'at demi&lt;br /&gt;raka'at, lantunan ayat2 suci yang kita baca dan dzikir dengan penuh&lt;br /&gt;ketawadhuan. Inilah makna yang dia temukan dalam baris perjalanan sunyi yang&lt;br /&gt;kau tempuh sendiri, kuatkan hatimu cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bait kedua, Allah ingin menentramkan hati kita, Alloh mengingatkan bahwa&lt;br /&gt;kita tidak sendiri dalam menjalankan sholat Lail, lihatlah ada embun pagi&lt;br /&gt;yang selalu menemani kita hingga fajar muncul dari ufuk timur dan rasakanlah&lt;br /&gt;sepoi-sepoi angin di sepertiga malam, yang dengan sangat lembut meniup&lt;br /&gt;mukena kita. Sungguh kita tidak sendiri saat sholat Lail ditegakkan. Dan&lt;br /&gt;mereka inilah yang dapat kita jadikan saksi di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bait ketiga menerangkan siapa yang punya tekad kuat tersebut? Untuk&lt;br /&gt;menegakkan sholat malam setiap hari, setiap malam. Dia adalah orang-orang&lt;br /&gt;yang selalu berpegang teguh pada janjinya terhadap Allah. Janjinya bahwa dia&lt;br /&gt;kan selalu menjadikan Allah sebagai Illah dalam hidupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tafsir lagu bisa bermacam macam dan ini hanya sebagian saya memandang lirik lagu2 letto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-9009402757235858736?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/9009402757235858736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=9009402757235858736&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/9009402757235858736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/9009402757235858736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/04/letto-band-yang-sangat-religi.html' title='LETTO band yang sangat religi'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SBYMFLw3ekI/AAAAAAAAAvM/opc1hsf7TCQ/s72-c/bts4.jpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-9055285961552349544</id><published>2008-04-25T05:49:00.001-07:00</published><updated>2008-04-25T05:51:25.221-07:00</updated><title type='text'>Bagaimanapun Manusia Itu Ahsani Taqwim</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.padhangmbulan.com/images/stories/news/ms-17042008-1.jpg" width="320" height="240" style="float: left;" hspace="6" alt="Bagaimanapun Manusia Itu Ahsani Taqwim" title="Bagaimanapun Manusia Itu Ahsani Taqwim" border="0" /&gt;Sebagaimana rutin, Mocopat Syafaat 17 April 2008 mengulas&lt;br /&gt;pelbagai topik krusial dan mendasar. Selain Cak Nun dan Pak Harwanto Dahlan,&lt;br /&gt;hadir malam itu Mas Andre Dukun dari Kenduri Cinta Jakarta, Pak Fajar Suharno&lt;br /&gt;teater Dinasti, Indra Tranggono koordinator projek pementasan &lt;i&gt;Menyongsong&lt;br /&gt;Garuda Sejati&lt;/i&gt;-nya Dinasti, Kiai Budi Hardjono beserta rombongan, Mustofa W.&lt;br /&gt;Hasyim yang membacakan puisinya &lt;i&gt;Legenda Negeri Korupsiana&lt;/i&gt;, dan tentu&lt;br /&gt;saja KiaiKanjeng alias Pak Novi Budianto dkk. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mengawali acara, Pak Harwonto memberi pengantar bagi Mas Andre yang diminta Cak Nun untuk menceritakan illegal logging atau pembalakan liar hutan di Ketapang Kalbar beberapa waktu lalu di mana Cak Nun dan KiaiKanjeng ikut melakukan sejumlah hal di sana. Pak Harwanto menyampaikan bahwa 80 kapal per hari mengangkut kayu-kayu dari hutan kita dibawa ke luar negeri dengan nilai Rp 400 miliar per hari. Nilai sebesar itu cukup didapat dengan membayar 120 juta rupiah ke petugas. Malangnya lagi, tidak ada responsibility secara internasional. Karena itu, Dosen HI UMY ini sempat khawatir kalau selebritis jadi pejabat publik jangan-jangan mudah &amp;quot;dipakai&amp;quot; karena minimnya pengalaman di hutan rimba birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembalakan Liar di Ketapang Kalbar&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.padhangmbulan.com/images/stories/news/ms-17042008-2.jpg" width="240" height="180" style="float: left;" hspace="6" alt="Bagaimanapun Manusia Itu Ahsani Taqwim" title="Bagaimanapun Manusia Itu Ahsani Taqwim" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, jika ada istilah memancing di air keruh, Mas Andre mengibaratkan apa yang dikerjakan Cak Nun-KiaiKanjeng dan sejumlah aktivis KC di Ketapang itu sebagai menjernihkan air keruh supaya mudah memancingnya. Seperti diketahui, Menhut MS Ka&amp;#39;ban meminta Cak Nun dan KiaiKanjeng untuk membantu mengatasi pembalakan liar di Kalbar, bahkan rencananya ke tempat-tempat lain di Indonesia. Sebelum ke sana, Cak Nun menerjunkan beberapa aktivis KC (Arya Palguna, M. Ikhwan Ridwan, Roni Oktavianto, Mathar, Andrie Sis) ke lokasi untuk mempelajari medan, melakukan &lt;i&gt;lobby&lt;/i&gt; dan riset. Mereka mencoba mempelajari kultur dan sejarah Ketapang, serta melakukan persiapan-persiapan acara Cak Nun-KiaiKanjeng. Seperti dilaporkan kepada manajemen Cak Nun-KiaiKanjeng, kedatangan Menhut dan Cak Nun-KiaiKanjeng membuat panik cukong-cukong yang selama ini ikut bermain di sana. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Pada saat acara berlangsung, 2 April 2008, dengan tajuk Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera, sejumlah tokoh sosial-adat dan pejabat publik hadir. Uniknya, salah satu yang dilakukan Cak Nun di situ adalah mempersilakan semua hadirin yang datang untuk mengirim SMS ke sebuah nomor yang disebut berulang-ulang. Mereka diminta melaporkan apa dan siapa yang mereka curigai terlibat dalam illegal logging. Ajaib, dalam waktu yang tak lama, puluhan SMS masuk, dan jadilah itu semua data amat penting bagi upaya mengatasi masalah pembalakan hutan. Hari-hari itu juga, pihak Mabes Polri dipimpin Kapolri Jenderal Sutanto turun langsung melakukan inspeksi dan diikuti penangkapan sejumlah pejabat yang diduga terlibat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Usai Mas Andre, Giliran Pak Fajar Suharno dan Indra Tranggono. Intinya, mereka berdua meminta doa dan dukungan bagi persiapan pentas Menyongsong Garuda Sejati. Saat ini seminggu tiga kali mereka melakukan latihan. Di luar tema Dinasti, menariknya, Indra Tranggono malah mengomentari Pak Harwanto Dahlan. Diceritakan oleh cerpenis dan pengamat kebudayaan Yogya ini, bahwa almarhum Pak AR Fahruddin yang juga ulama dan pernah menjabat ketua umum Muhammadiyyah, adalah sosok yang sangat kultural. Dalam menjawab pertanyaan misalnya, Pak AR sangat cerdas dan diplomatis. Bahkan konon, pernah beliau bermaksud membuat SIM. Semua tahap tes diikuti, tes tulis maupun lainnya. Saat tes mengendarai motor, semua materi uji dilakukan, kecuali ketika beliau diminta mengendarai motor dengan membentuk angka delapan. Beliau tidak mau. Sewaktu ditanyakan oleh petugas, dijawablah, &amp;quot;Saya nggak pernah mengendarai motor dengan angka delapan&amp;quot;. Dan kisah-kisah lainnya. Melihat kecerdasan humoris-kultural Pak Harwanto, Indra Tranggono berharap Pak Harwanto bisa menjadi sosok dan tokoh Muhammadiyyah yang kultural sebagaimana almarhum Pak AR. Fahruddin. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kira-kira pukul 23.00, Cak Nun baru naik ke panggung. Merespons soal Dinasti, Cak Nun menegaskan bahwa pentas tersebut puncaknya adalah soal Indonesia tetapi berangkatnya dari asal-usul manusia. Pentas itu bukan cuma perkara teologi, kosmologi, dan budaya, tetapi bahkan juga menyangkut masalah uluhiyyah. Kemudian, Cak Nun juga menjelaskan bahwa maiyah sekarang sedang jadi kereta api yang tak ada remnya, terus melaju untuk sampai ke turning point. Artinya, maiyah dan Cak Nun-KiaiKanjeng sedang diperjalankan untuk ikut mengatasi aneka masalah di Indonesia. &amp;quot;Apa yang sedang dilakukan KPK itu hanya satu gejala menuju turning point itu,&amp;quot; tandas Cak Nun. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah itu, Cak Nun berbicara tentang ilmu kehidupan yaitu merohanikan materi. Misal uang. Pernah Cak Nun sewaktu di Malang mau beli jagung bakar, tetapi uangnya tidak cukup untuk orang sebanyak 46. Cak Nun ceritakan kondisi itu ke penjualnya yang kebetulan orang Madura. Si penjual mempersilakan Cak Nun untuk ambil 46 biji jagung bakar, walaupun uangnya kurang. &amp;quot;Tetapi harganya tetap,&amp;quot; berulang-ulang si penjual menegaskan. Ketika calon pembeli itu makin tidak paham, si penjual menjelaskan maksudnya,&amp;quot;sedangkan kekurangannya biar jadi tabungan saya di akhirat. Kalau harga saya turunkan, saya nggak punya tabungan akhirat.&amp;quot; Dengan cerita itu Cak Nun mengatakan bahwa merohanikan uang adalah menemukan nilai shodaqah dengan cara mengubah niat. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Teno, salah seorang jamaah, bertanya kepada Cak Nun tentang meng-emas-kan ilmu melalui sikap. Juga Sunadi bertanya tentang puisi &lt;i&gt;Haru Biru Kekasihk&lt;/i&gt;u karya Cak Nun yang termaktub dalam Seribu Masjid Satu Jumlahnya, yang mengisahkan inisiatif malaikat untuk menolak atau mempertanyakan rencana Tuhan menciptakan manusia yang menurut pengetahuan mereka pekerjaannya adalah menumpahkan darah di muka bumi. Tetapi Tuhan tetap pada rencananya dan mengatakan &amp;quot;Aku lebih mengerti....&amp;quot; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian Cak menuturkan bahwa sewaktu Nabi Ibrahim akan dibakar, beberapa malaikat datang menawarkan bantuan untuk melemparkan gunung, meluapkan air samudera, mengirim angin badai kepada Raja Namrud. Atas tawaran malaikat-malaiakat itu, Ibrahim menanyakan apakah itu kemauan mereka atau kehendak Tuhan. Bagi Ibrahim, apa saja yang terjadi asalkan kehendak Allah, tak ada masalah. Sikap mandiri dan keberanian Ibrahim itu direspons Allah dengan qul ya naaru kuuni bardan wa salaaman. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu pula tatkala Nabi Muhammad hijrah ke Thaif dan dilempari batu oleh orang-orang kafir, para malaikat tak tahan diri dan menawarkan bantuan. Nabi Muhammad tidak menanyakan apakah itu kehendak Allah atau malaikat melainkan langsung berdoa allahummahdi qaumi fa innahum la ya&amp;#39;lamun. Karena itulah Muhammad lebih tinggi penyikapannya dari Ibrahim. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puncaknya Cak Nun menyitir ayat al-Quran &lt;i&gt;laqad khalaqnal insana fi ahsani taqwim tsumma rodadnahu asfala safilin&lt;/i&gt;. &amp;quot;Siapa subjek kalimat dalam ayat itu? Jawabnya adalah: Allah. Yang menciptakan manusia dalam ahsani taqwim adalah Allah dan yang merendahkan dengan serendah-rendahnya adalah juga Allah.... Jadi subjeknya adalah Allah. Semua itu (kejadian yang kita alami dll) berlangsung atas izin Allah. Mengizinkan tidak sama dengan merekayasa, menciptakan atau memerintahkan. Melihat ayat itu, saya sangat optimis, karena subjeknya adalah Allah. Anda datang ke sini termasuk bagian dari &lt;i&gt;illal ladzina amanu wa amilus shalihati falahum ajrun ghoiru mamnun&lt;/i&gt; (yang merupakan kelanjutan ayat tersebut)...seluruhnya atas izin Allah. Berapa persen peran manusia, itu urusan ilmu. Tapi bagaimanapun manusia itu ahsani taqwim. Saya karena itu optimis,&amp;quot; tegas Cak Nun. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.padhangmbulan.com/images/stories/news/ms-17042008-3.jpg" width="240" height="180" style="float: left;" hspace="6" alt="Bagaimanapun Manusia Itu Ahsani Taqwim" title="Bagaimanapun Manusia Itu Ahsani Taqwim" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tadi menjadi landasan Cak Nun untuk bersikap optimis dalam menyikapi situasi nasional Indonesia yakni kondisi bangsa yang sesungguhnya adalah burung garuda tetapi selama bertahun-tahun telah menjadi masyarakat emprit yang lupa asal-asul ke-garuda sejati-annya. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Kemudian untuk Teno. Yang bekerja itu bukan hanya Allah dan kita, ada makhluk-makhluk lain yang juga bekerja. Malaikat itu secara empiris boleh berinisiatif, asal tidak melanggar konstitusi dasarnya yaitu &lt;i&gt;ya&amp;#39;maluna ma yu&amp;#39;marun&lt;/i&gt;. Mengatasi malah bisa dengan cara mengubah cara pandang terhadap masalah itu. Ini juga sekaligus ilmu memelihara ketenangan. Atau dengan rasa sayang kita menyatakan terima kasih kepada Allah, sehingga argumentasi jadi tidak penting,&amp;quot; urai Cak Nun. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu Cak Nun mengajak jamaah pelan-pelan berpikir dan memasuki cara pikir yang jarang dilakukan orang. &amp;quot;Apa sebab pemimpin harus tanggung jawab pada rakyat. Karena ada perhubungan hak dan tanggungjawab. Tuhan adil tidak? Anda ragu Tuhan adil atau tidak? Tuhan anda tuntut adil? Anda merasa Tuhan harus adil! Apa yang mengharuskan Tuhan harus adil. Tuhan harus adil itu kan harusnya karena ada perhubungan hak dan tanggungjawab dengan kita. Apa Tuhan harus adil? Baik? Demokratis? Sopo sing ngarani ngono? Apa harus adil? Apa salah Dia padamu? Pada posisi apa Tuhan harus adil pada kita. Kalau Dia adil itu bukan karena harus adil, tetapi karena cinta. Dia berhak apa saja. Dia berhak apa saja, adil atau tidak adil. Posisi kita tidak menuntut, melainkan melakukan segala upaya supaya Allah cinta. Jalan praktis menuju Allah itu cinta. Kalau sudah cinta, nggak ada hitungan. Untuk tenang dan waspada, lakukanlah apa yang membuat Allah cinta, jangan tuntut Allah,&amp;quot; panjang lebar Cak Nun mengajak kita berpikir lebih mendalam. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Di Thaif itu, Nabi tidak marah. Beliau mengambil &lt;i&gt;shortcut La ubali&lt;/i&gt; (tidak pateken) asal Allah tidak marah. Di sini ilmu jadi tidak penting, karena semua menjadi persembahan (kesedihan dll). Ilmu diperlukan dalam situasi normal. Shortcutnya adalah cinta. Semua jadi setoran kepada Allah. Karena Allah juga mengajarkan &lt;i&gt;rahman rahiim&lt;/i&gt; mencintai dulu baru dicintai. Kepada manusia Allah itu robbun (pemelihara) dulu baru ilah (individual). &lt;i&gt;Robbun&lt;/i&gt; hurufnya ro&amp;#39; dan ba&amp;#39;, bentuknya melengkung seperti perahu bersifat menampung. Jadi huruf-huruf al-Quran sudah diperhitungkan, penuh makna,&amp;quot; papar Cak Nun. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitulah para jamaah malam itu sangat mendalam mengkaji topik-topik yang sedang aktual dilapisi sikap dan wacana spritual yang kuat, liar, menukik, tetapi dengan out put keadilan persepsi terhadap Allah dan persoalan manusia. Jadi lebih indah majelis itu, lantaran KiaiKanjeng mempersembahkan menu sholawat yang indah, di antara &lt;i&gt;allahumma sholii ala Muhammad&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;shalawat badar&lt;/i&gt;. Hingga dini hari baru usai majelis itu, tanpa terasa...tanpa terasa.[]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-9055285961552349544?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/9055285961552349544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=9055285961552349544&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/9055285961552349544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/9055285961552349544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/04/bagaimanapun-manusia-itu-ahsani-taqwim.html' title='Bagaimanapun Manusia Itu Ahsani Taqwim'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-5488045031169355701</id><published>2008-04-25T05:45:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:09.088-08:00</updated><title type='text'>Kahuripan Nirwana Ditawarkan Kepada Korban Lumpur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SBHTFviJMYI/AAAAAAAAAu8/dEvA9_JACbg/s1600-h/demo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SBHTFviJMYI/AAAAAAAAAu8/dEvA9_JACbg/s320/demo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193163940947374466" /&gt;&lt;/a&gt;Minggu, 20 April 2008 lalu, Cak Nun memandu pertemuan antara GKLL (Gabungan Korban Lumpur Lapindo) dengan MLJ (Minarak Lapindo Jaya) di Hotel Shangri-La Surabaya. Hadir dari pihak MLJ adalah Andi Darussalam Tabussala, Wiwid Prasetyo, Faishol Maskoer, dll dan dari pihak GKLL adalah Joko Suprastowo, Khoirul Huda, Bambang Sakri, Mulyono, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ini dimaksudkan untuk mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi kedua belah pihak, terkait dengan kontroversi hukum pembelian tanah dan bangunan oleh MLJ kepada korban lumpur. Teknisnya, Cak Nun meminta agar masing-masing saling mendengarkan. Presentasi GKLL didengarkan MLJ, dan begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan pertama, Khoirul Huda mengutarakan dengan sedikit mereview perjalanan Perpres no 14 tahun 2007 pasal 15. Juga disampaikan adanya sedikit kendala hukum, yang walaupun demikian telah dijawab oleh petunjuk teknis dari BPN yang menjelaskan empat mekanisme jual-beli tanah bangunan oleh Lapindo kepada korban lumpur. Namun, petunjuk BPN ini masih dianggap oleh notaris terkait sebagai bertentangan dengan UU Agraria tahun 1960 pasal 26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali pembicaraannya, Andi Darussalam berharap Cak Nun bisa mempertemukan dengan Badan Pertanahan Nasional dll. Andi juga meminta warga korban untuk memberikan solusi bagi hambatan tersebut di luar tawaran solusi Minarak yaitu resettlement. Andi juga menegaskan bahwa Pak Nirwan tidak ingin di daerah (Sidoarjo) ada yang tidak lebih baik dari kemarin-kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Cak Nun mengawali panduannya dengan menyampaikan sebuah tulisan berjudul Amsal Lumpur (baca Pojok Lumpur: Amsal Lumpur). Intinya, tulisan ini mengajak semua pihak untuk meletakkan diri bukan sebagai orang yang mau menerima uang, melainkan sebagai orang-orang yang berpikiran ke depan, di antaranya dengan memiliki konsep pembentukan masyarakat baru Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu, MLJ juga mempresentasikan plan kawasan Kahuripan Nirwana yang rencananya ditawarkan kepada korban lumpur yang mau membeli. Kawasan ini terdiri atas 7 wilayah di Sidoarjo, yang dilengkapi berbagai sarana umum (sekolah, pesantren, kawasan bisnis, dll). Terkait dengan plan ini, Andi juga mengatakan bahwa niat Pak Nirwan ini adalah niat mulia, karena Pak Nirwan ingin dikenang sebagai orang yang bertanggung oleh masyarakat Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Cak Nun tidak bisa menjamin apa-apa dengan semua itu, Cak Nun mengapresiasi niat baik pihak Pak Nirwan bahwa MLJ semestinya meletakkan concern pada skala yang luas, warga tak cuma terima uang, tetapi juga memikirkan masa depan ekonomi. Karena itu Cak Nun juga meninta agar sore itu warga juga diajak melihat lokasi perumahan Kahuripan Nirwana dengan prinsip MLJ boleh menawarkan, dan korban boleh menerima boleh tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perkembangannya, pertemuan ini berjalan deadlock, karena beberapa warga masih mempertanyakan banyak hal kepada MLJ. Namun, di sela-sela memandu dan merepson pertanyaan warga Cak Nun menyisipkan sejumlah pandangan ke depan yang visioner. Bahwa MLJ mengajak diskusi warga itu merupakan hal yang tidak pernah dilakukan perusahaan-perusahaan lain. Artinya warga diajak terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cak Nun juga menjelaskan, "masyarakat itu pilihannya adalah dilindas atau tidak oleh industrialisme. Sidoarjo cepat atau lambat akan jadi metropolitan. Hari ini Anda dilibatkan.... Saya berpikir Anda harus punya jurus.... Kalau tidak seperti itu anda akan jadi tamu di Sidoarjo. Nah Anda diajak dan diberi bargaining power...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masih banyak pertanyaan yang silang sengkarut, di antara ada yang bertanya letter C/petok D itu duluan mana dengan SHM, korban mau dibayar atau tidak, kalau iya bagaimana caranya, hakikat jual-beli, dst, Cak Nun segera menutup pertemuan itu.&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, usai pertemuan itu, Cak Nun, MLJ, dan GKLL tetap bersama-sama melihat salah satu lokasi Kahuripan Nirwana yang sudah dimulai proses pembangunannya. Malamnya, pertemuan yang deadlock itu dilanjutkan di Hotel Elmi Surabaya. Dalam pertemuan itu, seperti dilaporkan Khoirul Huda, didapat beberapa keputusan penting dan titik terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan tersebut adalah, pertama, sertifikat akan dibayar tunai. Kedua, petok D dan letter C, karena bertabrakan dg UUPA 1960 pasal 26, maka mekanisme pembayarannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. tanah dibayar tanah sesuai luasan dalam surat.&lt;br /&gt;b. Bangunan dibangunkan sesuai dengan permintaan, jika ada sisa luas bangunan akan diberikan susuk.&lt;br /&gt;c. 20% yang sudah diterima warga tidak diperhitungkan (diberikan kepada warga).&lt;br /&gt;d. warga dapat mengembalikan tanah tersebut ke MLJ dan akan dibayar tunai sesuai tanggal perjanjian.&lt;br /&gt;Ketiga, MLJ akan mendahulukan warga yang tergabung dalam GKLL. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-5488045031169355701?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/5488045031169355701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=5488045031169355701&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5488045031169355701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5488045031169355701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/04/kahuripan-nirwana-ditawarkan-kepada.html' title='Kahuripan Nirwana Ditawarkan Kepada Korban Lumpur'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SBHTFviJMYI/AAAAAAAAAu8/dEvA9_JACbg/s72-c/demo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-354097243040458192</id><published>2008-04-16T19:03:00.001-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:09.187-08:00</updated><title type='text'>Jendela Hati Buat Prajurit Sejati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SAayPWAhpOI/AAAAAAAAArQ/Y-KCZZGMiJg/s1600-h/kopassus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SAayPWAhpOI/AAAAAAAAArQ/Y-KCZZGMiJg/s320/kopassus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190031597266642146" /&gt;&lt;/a&gt;*Bukan Jabatan, melainkan Jiwa&lt;br /&gt;    Menjadi tentara tidak sama dengan menjadi Bupati, Gubernur, Menteri atau Presiden.&lt;br /&gt;    Tentara itu jiwa, Presiden itu jabatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jabatan Presiden akan ditinggalkan dan meninggalkan (dengan paksa) orang yang menyandangnya, sedangkan  ketentaraan adalah jiwa yang menyatu dengan manusianya, adalah ruh yang tak bisa dicopot kecuali oleh pengkhianatan dan ketidaksetiaan, adalah kepribadian yang mendarah daging sampai maut tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jabatan sangat disukai oleh manusia yang menyandangnya, tetapi sangat bisa jadi jabatan diam-diam tidak menyukai manusia yang menyandangnya. Tetapi jiwa ketentaraan adalah cinta dan kebanggaan yang menangis jika manusianya mengkhianatinya, dan manusia yang mengkhianati  jiwa ketentaraan itu tidak memiliki kemungkinan lain kecuali terjerembab ke jurang kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Orang dengan jabatan akan mengalami post power syndrome, tetapi orang dengan jiwa ketentaraan tidak mengenal kata ‘post’, tidak mengenal ‘bekas’ atau mantan. Tentara boleh tidak bertugas lagi, boleh menjadi veteran, tetapi itu hanya urusan administrasi dan birokrasi formal, sedangkan kepribadian ketentaraannya tidak bisa dikelupas dari manusianya meskipun oleh kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan pemahaman seperti itu, maka andalan utama Prajurit dalam bermasyarakat bukanlah jabatan dan kekuasaan, bukanlah kegagahan dan kekuatan, melainkan kesetiaan dan sikap yang penuh perhatian kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Prajurit Pangkat dan Prajurit Kepribadian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Prajurit memiliki dua pemaknaan. Pertama makna jasad, kedua makna rohani. Dalam pemaknaan jasad, prajurit dibedakan dari perwira. Tetapi di dalam makna rohani, prajurit adalah rohani kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kepribadian Prajurit Sejati tidak berkaitan dan tidak berbanding lurus dengan tingkat kepangkatan. Seorang prajurit dalam arti kepangkatan tidak melogikakan makna bahwa ia kalah sejati keprajuritannya dibanding perwira. Seorang Jenderal bisa kalah sejati keprajuritannya dibanding seorang Kopral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kata Prajurit Sejati adalah gelar kepribadian, bukan mengindikasikan tinggi rendahnya pangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bahkan sesungguhnya kata “Prajurit” tidak bisa dipisahkan atau malah mungkin tidak memerlukan kata "Sejati", sebab kalau ia tidak sejati maka ia bukan prajurit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Seorang prajurit bukan hanya "sebaiknya" berkepribadian sejati, melainkan "harus" dan "pasti" sejati. Sebab keprajuritan adalah keteguhan mempertahankan prinsip, keberanian menegakkan keyakinan, serta "ketenangan jiwa" untuk meletakkan kematian pada harga yang tidak lebih mahal dibanding keyakinan akan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Prajurit Sejati tidak menangis oleh kematian, ia hanya menderita oleh pengkhianatan dan ketidak-setiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan demikian bekal utama Prajurit dalam membaurkan dirinya ke tengah masyarakat bukanlah keunggulan dan kehebatan, melainkan keteladanannya dalam keteguhan memegang prinsip, keberaniannya menegakkan kebenaran, ketenangan jiwanya dalam membela nilai-nilai yang baik di antara sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Keperwiraan adalah Watak Prajurit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bahkan sesungguhnya kata, idiom atau istilah "perwira", "perwiro", "keperwiraan", diambil dari tradisi watak prajurit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ada kata lain dari bahasa lain yang mengindikasikan watak itu, misalnya "gentle", "gentleness". Bahasa Indonesia belum menemukan padanan popular dari kata "keperwiraan", sering orang menggunakan idiom "kejantanan" - tetapi secara budaya kata ini kurang adil, karena "jantan" indikatif terhadap lelaki. "Jantan" terpaksa diakronimkan dengan kata “betina”. Hal ini menumbuhkan subyektivisme bahwa keperwiraan seolah-olah hanya milik kaum lelaki, sehingga segala yang tidak perwira disebut "betina".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pada kenyataannya tidak sedikit kaum wanita yang berwatak "jantan" dan banyak juga kaum lelaki yang "betina". Maka Bahasa Indonesia sebaiknya meminjam kata "perwira" saja dari peradaban bahasa yang lebih tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Keperwiraan, watak prajurit itu, sesungguhnya menjelma dalam berbagai bidang kehidupan atau wilayah sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Keperwiraan berpangkal pada kejujuran dan berujung pada keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di dalam wilayah hukum, perwira disebut adil.&lt;br /&gt;    Di wilayah moral, perwira disebut jujur.&lt;br /&gt;    Di wilayah olahraga, perwira disebut sportif.&lt;br /&gt;    Di wilayah budaya, perwira adalah kerendahan hati.&lt;br /&gt;    Di wilayah ilmu, perwira disebut obyektif.&lt;br /&gt;    Di wilayah cinta, perwira disebut setia.&lt;br /&gt;    Di wilayah ketuhanan, perwira adalah kepatuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Maka kehadiran utama Prajurit di tengah masyarakat adalah kepeloporannya di dalam menegakkan watak adil, jujur, sportif, rendah hati, obyektif, setia dan patuh kepada nilai-nilai sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sarjana Utama, Pendekar, Empu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika seseorang berhasil mencapai watak perwira, atau jika seorang perwira sukses mempertahankan kesejatian keprajuritannya,  ia adalah Sarjana Kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika prajurit yang perwira diuji digembleng dihajar oleh pengalaman-pengalaman khusus, sehingga ia layak berada di dalam barisan Pasukan Khusus: ia adalah Sarjana Utama Kehidupan. Ia seorang Doktor Pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kesarjanaan dan ke-Doktor-annya tidak terlalu substansial kaitannya dengan pangkat, terlebih lagi dengan jabatan. Kesarjanaan Prajurit dengan keperwiraannya bukan suatu benda yang menempel di badan atau pakaiannya, bukan pula ditandakan oleh kursi yang didudukinya: melainkan watak, karakter, jiwa, yang sudah menyatu dengan aliran darahnya, denyut nadinya, tarikan nafasnya, ekspresi wajah dan sorot matanya, serta dengan seluruh tata nilai dan pola perilaku kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika seorang Prajurit dengan kadar keperwiraannya diletakkan pada suatu tingkat kepangkatan, maka pangkat itu tidak menambah kesejatian keprajuritan serta keperwiraannya, melainkan pangkat itu menguji keprajuritan dan keperwiraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika seorang Prajurit dengan wibawa keperwiraannya dijunjung di atas kursi jabatan, maka jabatan itu tidak punya potensi untuk membuat keprajuritan dan keperwiraannya menjadi lebih terpuji, karena justru jabatan adalah medan uji bagi keprajuritan dan keperwiraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Maka seorang prajurit, seorang Perwira, yang adalah Sarjana Utama, Doktor, Empu Kehidupan: jika menempati suatu jabatan, ia tidak tergiur oleh jabatan itu, karena keprajuritan dan keperwiraan jauh lebih mahal dari jabatan setinggi apapun. Ia menjalankan tugas jabatannya tidak untuk membanggakannya, melainkan untuk membuktikan kesetiaan keprajuritannya dan kesejatian keperwiraannya bagi manfaat yang seluas-luasnya bagi bangsa, Negara dan masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika seorang Prajurit dengan keperwiraannya memperoleh kesempatan hidup untuk memiliki kekayaan dan harta benda yang berlimpah, maka limpahan harta itu tidak menambah apapun atas kesejatian keprajuritan dan keperwiraannya, kecuali jika harta itu ia dayagunakan untuk keperluan-keperluan kemasyarakatan yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Maka kebanggaan Prajurit di dalam kehidupan bermasyarakat bukanlah pangkatnya, jabatan dan atau kekayaannya, melainkan bukti-bukti kesejatian keprajuritannya dan praktek-praktek keteguhan keperwiraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bias dikhotomi Sipil-Militer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Masyarakat prajurit sampai sejauh ini masih dirugikan atau menjadi korban dari bias subyektif dikotomi pengertian antara Sipil dengan Militer. Terdapat pandangan umum yang berlaku tidak hanya di masyarakat umum namun juga di peta wacana kaum intelektual dan aktivis yang paling modern pun, yang merupakan salah kaprah berkepanjangan. Semacam stigma psikologis dengan pemaknaan yang tidak sportif, di mana Sipil selalu dianggap positif sementara Militer selalu diindikasikan negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Idiom cita-cita besar bangsa Indonesia "Masyarakat Madani" dengan sangat simplifikatif diterjemahkan atau disinonimkan dengan "Masyarakat Sipil", merekrut wacana dari luar negeri tentang "Civilian Society". Akronimnya sudah pasti "Masyarakat Militer", atau lebih ekstrim lagi: Masyarakat yang militeristik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bias ini lebih parah ketika menjadi pandangan umum bahwa orang sipil itu tidak memiliki sifat militeristik, sementara prajurit atau tentara dianggap pasti berwatak militeristik. Orang sipil itu "baik", militer itu "jahat". Sipil diidentikkan dengan kedamaian dan kelembutan, militer diasosiasikan dengan kebrutalan dan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pandangan umum memahami Sipil dan Militer sebagai identitas dan tidak sebagai substansi. Seorang prajurit bisa justru sangat berperilaku sipil dalam kehidupan nyata di masyarakat, dan pada saat yang sama sangat mungkin dan sangat banyak contoh manusia sipil justru berwatak militeristik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Masyarakat umum maupun kaum intelektual belum berhasil memahami ilmu yang paling sederhana: bahwa tulang itu keras, harus keras maka ia bernama tulang, dan kerasnya tulang tidak bisa diterjemahkan menjadi “tulang adalah pro kekerasan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bahwa daging harus lembut, bahwa darah harus cair, bahwa udara tak bisa ditusuk atau ditembah. Manusia dan kehidupan memerlukan sekaligus tulang, daging, darah dan nafas, dengan posisi dan fungsinya masing-masing. Demikianlah juga Negara memerlukan Kaum Sipil dan watak sipil, serta membutuhkan Kaum Militer dan watak militer, pada porsi, proporsi dan fungsinya masing-masing. Darah jangan anti tulang, tulang jangan anti daging, daging jangan anti nafas, nafas jangan anti tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di tengah bias umum bahwa Sipil adalah "Malaikat" dan Militer adalah "Iblis", ada kemungkinan sebaiknya kata "Militer" tak usah dipakai saja. Sebab kalau kata militer diteruskan menjadi "militerisme", maka maknanya sangatlah negatif. Sementara kalau kata perwira diteruskan menjadi "perwiraisme" maka maknanya sangat positif.&lt;br /&gt;    Maka salah satu nilai yang paling harus dibuktikan oleh setiap Prajurit kepada masyarakatnya adalah bahwa kaum prajurit tidak kalah lembut dibanding manusia sipil, bahwa keprajuritan bukanlah militerisme, bahwa ketentaraan bukanlah kekerasan kepada manusia dan masyarakat, serta bahwa pelatihan-pelatihan keras kaum prajurit hanyalah diperuntukkan bagi fungsi menjadi Benteng Negara, pelindung masyarakat, pagar keamanan dan dinding penjaga ketenteraman. Benteng, pagar dan dinding tidak boleh lembut atau lembek, ketika berfungsi sebagai benteng, pagar dan dinding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Antara Nasionalisme dan kesejahteraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tema yang saya tulis dengan airmata adalah dilema pelik yang dialami oleh Prajurit Indonesia antara kewajiban kepeloporan Nasionalisme dengan kenyataan kesejahteraan bagi institusi ketentaraan maupun bagi keluarga-keluarga para Prajurit. Namun tema ini tidak mungkin bisa saya tuliskan dengan baik melalui susunan kata dan kalimat seperti apapun-sebab Kaum Prajurit bukan hanya jauh lebih mengetahui dan sangat mengerti persoalan ini, namun mereka mengalaminya dengan jiwa nelangsa di setiap siang dan malam, di setiap pagi dan sore, di setiap bulan dan tahun, bahkan di setiap menit dan detik, bersama keluarga-keluarga mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saya tidak berada pada posisi dan luang waktu untuk mengkritik siapapun dan pihak manapun dalam persoalan ini. Saya tidak akan melirik Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang bukan hanya Presiden tapi juga seorang Jenderal. Saya tidak akan menuding mereka di Majlis Rakyat atau Dewan Rakyat, juga tidak saya kecam siapapun dan institusi apapun dalam skala nasional maupun internasional yang selama menanam saham penderitaan di kalangan Kaum Prajurit Indonesia. Karena jika ada sesuatu yang bisa menolong keadaan ini, saya tidak akan mengatakannya, melainkan akan mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Yang pagi hari ini bisa saya bisikkan kepada para Prajurit Negeri dan Tanah Air bangsa Indonesia adalah kebanggaan saya kepada tingkat kesabaran dan ketabahan yang luar biasa di dalam jiwa Para Prajurit. Penghormatan saya kepada ketenteraman hati mereka untuk terus menerus menahan amarah, kepada keluasan jiwa mereka yang membuat mereka tidak mengamuk, serta ketangguhan mental mereka yang mampu memelihara kuda-kuda nasional mereka sebagai Prajurit-prajurit Sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saya mohon ampun kepada Tuhan dan minta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa tahun-tahun terakhir ini sangat membuktikan di depan mata semua orang di negeri ini bahwa yang lebih suka marah-marah adalah kaum sipil, bahwa yang lebih sering tawur adalah masyarakat sipil, yang lebih suka berpecah belah dan bertengkar adalah golongan-golongan masyarakat yang bukan tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tentara Indonesia, para Prajurit, adalah manusia puasa, di sisi rekannya yang tiap hari menjadi manusia kenduri. Makhluk yang paling mulia di hadapan Tuhan adalah manusia yang berpuasa. Puasa manusia adalah hidangan paling lezat yang disantap oleh Tuhan. Dan sesungguhnya hanya manusia puasalah yang mengerti nikmatnya berbuka puasa. Mereka yang profesinya kenduri tiap hari tak akan pernah merasakan kenikmatan yang dirasakan oleh orang berpuasa yang berbuka meskipun sekedar semangkuk kolak ketela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hanya kata-kata terakhir itulah jendela hati yang mampu kubukakan bagi para Prajurit Sejati yang aku cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emha Ainun Nadjib&lt;br /&gt;Casablanca, Jakarta, 8 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini merupakan materi ceramah Cak Nun dalam rangkaian acara Ulang Tahun Kopassus ke-56 (16 April 2008) di Balai Komando Markas Kopassus Cijantung Jakarta Timur, 9 April 2008.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-354097243040458192?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/354097243040458192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=354097243040458192&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/354097243040458192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/354097243040458192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/04/jendela-hati-buat-prajurit-sejati.html' title='Jendela Hati Buat Prajurit Sejati'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SAayPWAhpOI/AAAAAAAAArQ/Y-KCZZGMiJg/s72-c/kopassus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-3911977913755580957</id><published>2008-04-10T04:11:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:09.371-08:00</updated><title type='text'>KENDURI CINTA BULAN APRIL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R_33u6k-iLI/AAAAAAAAAno/qkdegL_ygdo/s1600-h/aku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R_33u6k-iLI/AAAAAAAAAno/qkdegL_ygdo/s320/aku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187574731171072178" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamualaikum wr wb,&lt;br /&gt;Mengharap kehadiran rekan-rekan semua dalam acara bulanan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENDURI CINTA&lt;br /&gt;Menemukan Nilai, Merajut Makna&lt;br /&gt;ke 03&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan tajuk&lt;br /&gt;"Benang Kusut Otonomi"&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;bersama&lt;br /&gt;Emha Ainun Nadjib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan siapa saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Hari Jumat&lt;br /&gt;11 April 2008&lt;br /&gt;jam 20.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parkir Taman Ismail Marzuki&lt;br /&gt;Cikini, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;GRATIS...LESEHAN...BAROKAH&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;Panitia Penyelenggara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi :&lt;br /&gt;Boim - 081316235423&lt;br /&gt;Rusdi - 08121004328&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Silakan berinfaq (berapapun) untuk kelangsungan&lt;br /&gt;acara ini, silakan transfer ke rek. an. Sunaryo, BCA,&lt;br /&gt;KCP Pondok Indah, no. 2371505191, atau disampaikan&lt;br /&gt;langsung saat acara ke mas Naryo.&lt;br /&gt;* Silakan bawa payung/jaket/topi, untuk antisipasi&lt;br /&gt;turunnya hujan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-3911977913755580957?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/3911977913755580957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=3911977913755580957&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3911977913755580957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3911977913755580957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/04/kenduri-cinta-bulan-april.html' title='KENDURI CINTA BULAN APRIL'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R_33u6k-iLI/AAAAAAAAAno/qkdegL_ygdo/s72-c/aku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-310652148825305323</id><published>2008-04-08T05:26:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:09.541-08:00</updated><title type='text'>Sexy Body Istri Tetangga - Dengan Sapi pun, Kita Bekerja Sama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R_tnPINKNqI/AAAAAAAAAnA/Sei5ZDF9-4c/s1600-h/natura_il_lato_sexy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R_tnPINKNqI/AAAAAAAAAnA/Sei5ZDF9-4c/s320/natura_il_lato_sexy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186852905445635746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam forum maiyahan, tempat pemeluk berbagai agama berkumpul&lt;br /&gt;melingkar, seringsaya bertanya kepada forum:"Apakah anda punya&lt;br /&gt;tetangga?"&lt;br /&gt;Biasanya dijawab: "Tentu punya"&lt;br /&gt;"Punya istri enggak tetangga Anda?"&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;"Ya, punya dong"&lt;br /&gt;"Pernah lihat kaki istri tetangga Anda itu?"&lt;br /&gt;"Secara khusus,tak pernah melihat"&lt;br /&gt;"Jari-jari kakinya lima atau tujuh?"&lt;br /&gt;"Tidak pernah memperhatikan"&lt;br /&gt;"Body-nya sexy enggak?"&lt;br /&gt;Hadirin biasanya tertawa. Dan saya lanjutkan tanpa menunggu jawaban&lt;br /&gt;mereka:"Sexy atau tidak bukan urusan kita,kan?Tidak usah kita&lt;br /&gt;perhatikan, tak usah kita amati, tak usah kita dialogkan, diskusikan&lt;br /&gt;atau perdebatkan. Biarin saja".&lt;br /&gt;Keyakinan keagamaan orang lain itu ya ibarat istri orang lain. Ndak&lt;br /&gt;usah diomong-omongkan, ndak usah dipersoalkan benar salahnya, mana&lt;br /&gt;yang lebih unggul atau apapun. Tentu, masing-masing suami punya&lt;br /&gt;penilaian bahwa istrinya begini begitu dibanding istri tetangganya,&lt;br /&gt;tapi cukuplah disimpan didalam hati.&lt;br /&gt;Bagi orang non-Islam, agama Islam itu salah. Dan itulah sebabnya ia&lt;br /&gt;menjadi orang non-Islam. Kalau dia beranggapan atau meyakini bahwa&lt;br /&gt;Islam itu benar ngapain dia jadi non-Islam? Demikian juga, bagi orang&lt;br /&gt;Islam, agama lain itu salah, justru berdasar itulah maka ia menjadi&lt;br /&gt;orang Islam.&lt;br /&gt;Tapi, sebagaimana istri tetangga, itu disimpan saja didalam hati,&lt;br /&gt;jangan diungkapkan, diperbandingkan, atau dijadikan bahan seminar&lt;br /&gt;atau pertengkaran.&lt;br /&gt;Biarlah setiap orang memilih istri sendiri-sendiri, dan jagalah&lt;br /&gt;kemerdekaan masing-masing orang untuk menghormati dan mencintai&lt;br /&gt;istrinya masing-masing, tak usah rewel bahwa istri kita lebih mancung&lt;br /&gt;hidungnya karena Bapaknya dulu sunatnya pakai calak dan tidak pakai&lt;br /&gt;dokter, umpamanya.&lt;br /&gt;Dengan kata yang lebih jelas, teologi agama-agama tak usah&lt;br /&gt;dipertengkarkan, biarkan masing-masing pada keyakinannya. Sementara&lt;br /&gt;itu orang muslim yang mau melahirkan padahal motornya gembos, silakan&lt;br /&gt;pinjam motor tetangganya yang beragama Katolik untuk mengantar&lt;br /&gt;istrinya ke rumah sakit. Atau, Pak Pastor yang sebelah sana karena&lt;br /&gt;baju misanya kehujanan, apdahal waktunya mendesak, ia boleh pinjam&lt;br /&gt;baju koko tetangganya yang NU maupun yang Muhamadiyah.&lt;br /&gt;Atau ada orang Hindu kerjasama bikin warung soto dengan tetangga&lt;br /&gt;Budha, kemudian bareng-bareng bawa colt bak ke pasar dengan tetangga&lt;br /&gt;Protestan untuk kulakan bahan-bahan jualannya.&lt;br /&gt;Tetangga-tetangga berbagai pemeluk agama, warga berbagai parpol,&lt;br /&gt;golongan, aliran, kelompok, atau apapun, silakan bekerja sama&lt;br /&gt;dibidang usaha perekonomian, sosial, kebudayaan, sambil saling&lt;br /&gt;melindungi koridor teologi masing-masing. Bisa memperbaiki pagar&lt;br /&gt;bersama-sama, bisa gugur gunung membersihi kampung, bisa pergi&lt;br /&gt;mancing bareng bisa main gaple dan remi bersama.&lt;br /&gt;Tidak ada masalah lurahnya Muslim, cariknya Katolik, kamituwonya&lt;br /&gt;Hindu, kebayannya Gatholoco, atau apapun. Jangankan kerja sama dengan&lt;br /&gt;sesama manusia, sedangkan dengan kerbau dan sapipun kita bekerja sama&lt;br /&gt;nyingkal dan nggaru sawah. Itulah lingkaran tulus hati dangan hati.&lt;br /&gt;Itulah maiyah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-310652148825305323?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/310652148825305323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=310652148825305323&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/310652148825305323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/310652148825305323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/04/sexy-body-istri-tetangga-dengan-sapi.html' title='Sexy Body Istri Tetangga - Dengan Sapi pun, Kita Bekerja Sama'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R_tnPINKNqI/AAAAAAAAAnA/Sei5ZDF9-4c/s72-c/natura_il_lato_sexy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-2886169192479001381</id><published>2008-04-06T20:36:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:09.664-08:00</updated><title type='text'>Lupa dan Salah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R_oDpINKNWI/AAAAAAAAAkg/FGm5iPa0acI/s1600-h/LEST-WE-FORGET.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R_oDpINKNWI/AAAAAAAAAkg/FGm5iPa0acI/s320/LEST-WE-FORGET.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186461925982745954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lupa dan Salah&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Ditulis Oleh: Emha Ainun Nadjib&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Ada 4 jenis kelupaan atau kesalahan dalam diri manusia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pertama, namanya &lt;b&gt;&lt;i&gt;'misyan'&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, itu artinya lupa, tapi lupa dan melupakan itu berbeda. Kalau lupa itu gak ada kesalahan, tidak ada pasal hukumnya, pasal akhlak maupun akidahnya, tapi kalau melupakan itu suatu tindakan moral, suatu tindakan yang bisa menyentuh batas hukum, baik hukum negara maupun akhlak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang kedua, &lt;span class="selengkapnya"&gt;namanya &lt;b&gt;&lt;i&gt;'qoto'&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, itu salah. Kesalahan juga ada 2 macam, kesalahan teknis manajemen, ada kesalahan dalam arti bermakna moral, misalnya saya ujian berhitung matematik, saya melakukan kesalahan, saya tidak dosa karena saya ada kekeliruan &lt;i&gt;ngitung&lt;/i&gt;, kalau keliru &lt;i&gt;ngitung&lt;/i&gt;-nya ini dalam administrasi negara, dalam klausul-klausul, &lt;i&gt;policy-policy&lt;/i&gt;  aturan, ini bukan kesalahan intelektual, ini sebagai kesalahan moral.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Nomer tiga, &lt;i&gt;&lt;b&gt;'dhulm'&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, itu artinya aniaya, penindasan, penganiayaan. Jadi ini ketika lupa dan kesalahan sudah pada tingkat dimana kekuatan berbenturan pada manusia.&lt;br&gt;Yang kuat ke yang lemah dan terjadi pada berbagai macam lini, bidang atau level pada kehidupan manusia.&lt;br&gt;Ada penganiayaan dalam arti praksis politik kekuasaan, dalam arti &lt;i&gt;violence&lt;/i&gt;, kekerasan. ada kekerasan fisik pakai peluru, pakai sepatu lars.&lt;br&gt;Ada kekerasan kata-kata, ada kekerasan tayangan, ada kekerasan religius.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang keempat &lt;i&gt;&lt;b&gt;'junun'&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, namanya junun itu dari kata jin, jadi &lt;i&gt;'something outside of the logics'&lt;/i&gt; itu namanya majnun.&lt;br&gt;Jin itu aplikasi kemahlukannya, majnun itu orang biasa, orang manusia yang ditimpa oleh junun.&lt;br&gt;Kata junun bisa dijelaskan secara psikiatrik maupun psikologis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Cinta kalau disakiti terus menerus akan menjadi kebencian, tapi kalau engkau menyelam kedalam apa yang disebut kebencian sesungguhnya dia adalah cinta yang tulus.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-2886169192479001381?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/2886169192479001381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=2886169192479001381&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2886169192479001381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2886169192479001381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/04/lupa-dan-salah.html' title='Lupa dan Salah'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R_oDpINKNWI/AAAAAAAAAkg/FGm5iPa0acI/s72-c/LEST-WE-FORGET.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-5921778788926343897</id><published>2008-03-31T10:17:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:09.825-08:00</updated><title type='text'>Hadirilah Acara Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera - Lapangan Sepaka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R_EeKYNKNBI/AAAAAAAAAh4/sYNYEbOsEMo/s1600-h/image010.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R_EeKYNKNBI/AAAAAAAAAh4/sYNYEbOsEMo/s320/image010.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183957809725322258" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi seluruh jama'ah maiyah yang ada di Ketapang dan sekitarnya, hadiri dan bergabunglah pada acara bertanjuk "Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera", yang akan diadakan pada:&lt;br /&gt;Hari/Tanggal : Rabu, tanggal 2 April 2008&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Pukul : 20:00 WIB&lt;br /&gt;Tempat : Lapangan Sepakat Ketapang, Kalimantan Barat&lt;br /&gt;Acara tersebut di hadiri oleh: Kiai Kanjeng, Emha Ainun Nadjib, Novia Kolopaking, dan Menteri Kehutanan M.S. Kaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-5921778788926343897?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/5921778788926343897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=5921778788926343897&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5921778788926343897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5921778788926343897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/hadirilah-acara-hutan-lestari.html' title='Hadirilah Acara Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera - Lapangan Sepaka'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R_EeKYNKNBI/AAAAAAAAAh4/sYNYEbOsEMo/s72-c/image010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-2178622067736530914</id><published>2008-03-29T09:05:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:10.191-08:00</updated><title type='text'>Quote Emha dll</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-5rs4NKM7I/AAAAAAAAAhE/M0Q0ubn6wZI/s1600-h/pic_speakup.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-5rs4NKM7I/AAAAAAAAAhE/M0Q0ubn6wZI/s320/pic_speakup.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183198639896015794" /&gt;&lt;/a&gt;Yang terjadi bukan kemiskinan… yang sedang kita saksikan adalahpemiskinan…… kelompok-kelompok yang berkuasa ….mereka menggantikan penjajah menghisap rakyatnya sendiri……&lt;br /&gt;Jangan anggap orang yang tidak berpendidikan formal itu tidak bisa kritis…mereka tahu yang mana salah yang mana benar…&lt;br /&gt;Kalau rakyat diam jangan anggap mereka bodoh…kita biarkan mereka  memimpin ….kita dulu memilih …supaya mereka amanah…&lt;br /&gt;Sebagian besar dr kita ini munafik….kita nyatakan Bertuhan tetapi kita tidak mengerti bahwa dunia ini bukan rumah tujuan. (HS DILLON).&lt;i&gt;(KC-0507)&lt;/i&gt; &lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;=====&lt;br /&gt;Kalau untuk tidak telanjang di depan umum menunggu undang-undang, anda gagal sebagai manusia.Kalau untuk tidak mencuri di pasar anda menunggu perda, tidak usah jadi manusia&lt;br /&gt;Artinya untuk tidak melakukan sesuatu yang sifatnya pornoaktif dan pornografis anda menunggu lahirnya undang-undang, itu berarti kita sudah gagal sebagai manusia, gagal kebudayaannya, gagal akhlaknya, gagal etika sosialnya. Dan kalau sudah gagal kemanusiaan dan akhlaknya, dikasih undang-undang kayak apapun tidak akan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin kita ini hanya melihat dosa struktural,maka yang dipentingkan adalah korban dan yang dikorbankan itu rakyatnya terus...kalau rakyatnya banjir dihibur "rakyat itu biasa menderita kok", karena rakyat itu selalu menjadi tumbal (Romo Benny Susetyo)&lt;i&gt;(KC-0307)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang sejati adalah orang yang tidak pernah sempat berpikir bahwa dia pemimpin, karena dia sibuk bekerja untuk amanat yang dibebankan kepadanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenduri Cinta bukan perabot. Kita adalah ruang dan para perabot silakan masuk, aku ciptakan ruang seluas-luasnya kepadamu, karena aku ini hambanya Allah, aku ini khalifahnya Allah, maka ilmu yang nomer satu bukanlah ilmu bumi, bukan ilmu planet, bukan ilmu matahari, tapi ilmu ruang alam semesta yang tidak terbatas, al arsy -- al adhiimi,&lt;br /&gt;"subhanaa robbiyal adhiiimi wabihamdi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu bukan memetik nomer satu,&lt;br /&gt;Hidup itu menanam.&lt;br /&gt;Hidup itu bukan sukses nomer satu,&lt;br /&gt;Hidup itu berjuang.&lt;br /&gt;Jadi temukanlah kegembiraan dalam berjuang melebihi kegembiraan dari keberhasilan dari perjuangan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau ada pemimpin tidak tahu batas kemampuan anda sendiri, maka anda akan mengatakan bahwa orang yang tertawa ketir &lt;i&gt;(karena banjir)&lt;/i&gt; itu adalah gembira (M. sobary/kc-0207)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi itu tidak punya agama.............. Hanya memanfaatkan momentum untuk jualan..Musim salak jual salah…...Musim romadhon jual agama... Di televisi itu tidak ada urusan nilai ...Jadi kalau ada kyai/ustad di situ Cuma distempel saja. &lt;i&gt;(KC-1007)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawakal itu perwakilan atau pelimpahan urusan kepada Allah.&lt;br /&gt;Ada presentase dari kehidupan kita yang kita wakilkan kepada Allah.&lt;br /&gt;Kita naik motor itu tidak menjamin tidak ada yang menabrak itu.&lt;br /&gt;Kemungkinan untuk tidak tertabrak ini kita serahkan kepada Allah.&lt;br /&gt;Jantung kita berdetak atau tidak, itu kita hanya bisa tawakal, kita tidak bisa atur itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi bukan kemiskinan, yang sedang kita saksikan adalah pemiskinan. Kelompok-kelompok yang berkuasa,mereka menggantikan penjajah menghisap rakyatnya sendiri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-2178622067736530914?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/2178622067736530914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=2178622067736530914&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2178622067736530914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2178622067736530914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/quote-emha-dll.html' title='Quote Emha dll'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-5rs4NKM7I/AAAAAAAAAhE/M0Q0ubn6wZI/s72-c/pic_speakup.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-592436337409403093</id><published>2008-03-28T05:28:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:10.331-08:00</updated><title type='text'>kontroversi film fitna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-zmYYNKM5I/AAAAAAAAAg0/fzJIT_w7PmQ/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-zmYYNKM5I/AAAAAAAAAg0/fzJIT_w7PmQ/s320/untitled.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182770577685492626" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk kesekian kalinya emosi umat Islam terpancing dengan pembuatan film kontroversial &amp;#39;Fitna&amp;#39;. Pemerintah Belanda harus menghentikan peredaran itu, jika tidak film itu betul-betul akan menjadi fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita minta film itu untuk tidak diputar karena pemerintah Belanda sendiri sudah menyesalkan film itu. Kalau tidak film itu justru akan menjadi fitnah bagi umat Islam," ujar Ketua MPR Hidayat Nurwahid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/3/20080.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hidayat, &lt;span class="selengkapnya"&gt;Belanda telah menyalahi prinsip kebebasan berekspresi yang dibuatnya sendiri. Yaitu kebebasan berekspresi tanpa menyinggung atau mendiskreditkan nilai-nilai agama. Apalagi PBB sudah mengeluarkan resolusi yang mengecam kebebasan berekspresi yang menyinggung agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Belanda, lanjut Hidayat, harus bersikap tegas terhadap film itu. "Jangan berlindung di balik kebebasan ekspresi. Jika tidak, ini akan memicu terjadinya pertentangan antarperadaban," imbuh dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Luka Lama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat juga mengingatkan agar Belanda yang pernah menjajah Indonesia selama 3,5 abad tidak membuka luka lama. Dengan munculnya dan dibiarkannya film itu, menurut Hidayat, dapat membuka luka lama sejarah Belanda yang pernah menjajah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belanda tidak perlu mengkorek-korek luka lama. Dia menjajah Indonesia 3,5 abad dan Indonesia adalah negeri muslim terbesar di dunia. Film itu bisa menimbulkan reaksi umat Islam di negeri ini. Jangan mengadu domba warga dunia," pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut sedikit cerita tentang film fitna&lt;br /&gt;Film Anti-Islam "Fitna" Mulai Muncul di Situs Internet&lt;br /&gt;Jumat, 28 Mar 08 09:32 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geert Wilders akhirnya memuat filmnya "Fitna" di lewat video-sharing di sebuah situs internet pada Kamis (27/3). Dan kekhawatiran bahwa film Wilders itu tendensius dan sengaja ingin menjelek-jelekkan Islam dan kitab suci al-Quran, terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film berdurasi 15 menit itu dibuka dengan kartun Denmark dengan gambar seorang laki-laki yang disebut sebagai Nabi Muhammad Saw, memakai sorban dengan bom yang siap meledak di atas kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, muncul gambar sebuah halaman Al-Quran di sisi kanan dengan terjemahannya di sisi kiri. Selanjutnya, gambar al-Quran diganti dengan gambar sebuah pesawat terbang yang menghantam Gedung World Trade Center pada tanggal 11 September 2001 lalu, sementara terjemahan al-Qurannya masih tetap ditampilkan disisi kiri. Setelah itu ditampilkan suasana kacau di jalan-jalan di New York, diwarnai suara bising telepon yang meminta bantuan darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan serupa diulang, seolah ingin menunjukkan adanya hubungan antara ayat-ayat al-Quran dengan peristiwa-peristiwa terorisme, seperti ledakan bom sebuah kereta api di Madrid, Spanyol pada tahun 2004, peristiwan bom London tahun 2005, serangan terhadap pasukan AS di Somalia yang terjadi 10 tahun yang lalu, kasus pembunuhan sutradara Belanda Theo van Gogh tahun 2004 dan insiden pemenggalan kepala di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film itu diakhiri dengan adegan seseorang sedang membuka halaman-halaman al-Quran dengan latar belakang suara bunyi kertas dirobek-robek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di teks yang muncul di film tersebut, tertulis&lt;br /&gt;"Suara yang Anda dengar berasal dari halaman yang disobek dari buku telepon. Ini bukan urusan saya, tapi umat Muslim sendiri yang harus merobek ayat-ayat yang berisi kebencian dari al-Quran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks selanjutnya bertuliskan,&lt;br /&gt;"Hentikan Islamisasi. Pertahankan kebebasan kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah teks ini, bom yang terdapat di gambar kartun yang melecehkan Rasullah tadi meledak. Film berakhir, diiringi suara seperti bunyi gemuruh angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa di Belanda menyebutkan, bahwa pemerintah Negeri Kincir Angin sudah menyaksikan film tersebut namun belum bereaksi. Sebelumnya, pemerintah Belanda menyatakan bahwa mereka akan meneliti isi film Wilders jika jadi diputar untuk publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah akan melakukan investigasi apakah Wilders telah melakukan tindakan kriminal, Kejaksaan akan memutuskan apa dakwaannya, " demikian penegasan pemerintah Belanda yang sejak jauh-jauh hari sudah mendesak Wilders agar membatalkan filmnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilders memilih situs internet untuk menyebarluaskan filmnya itu, setelah stasiun-stasiun televisi di Belanda menolak menayangkannya. Wilders tak peduli kecaman dan kritik dari pemerintah Belanda, kalangan Muslim bahkan dari kalangan umat Kristiani yang menolak film "Fitna" tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk mengantisipasi film tersebut, para pimpinan umat Islam di Belanda sudah memberikan pengarahan agar warga Muslim bersikap tenang dan tidak terprovokasi dengan film Wilders&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-592436337409403093?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/592436337409403093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=592436337409403093&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/592436337409403093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/592436337409403093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/kontroversi-film-fitna.html' title='kontroversi film fitna'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-zmYYNKM5I/AAAAAAAAAg0/fzJIT_w7PmQ/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-6561014896567369452</id><published>2008-03-28T04:10:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:10.426-08:00</updated><title type='text'>Malam Peringatan Kanjeng Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-zSioNKM4I/AAAAAAAAAgs/gWP7zwNnH0g/s1600-h/dipowinatan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-zSioNKM4I/AAAAAAAAAgs/gWP7zwNnH0g/s320/dipowinatan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182748763546596226" /&gt;&lt;/a&gt;Judul acaranya unik: Malam Peringatan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Diselenggarakan oleh Persatuan Muslim Dipowinatan. Acara ini berlangsung di Balai Dipowinatan Yogykakarta, 24 Maret 2008, di tengah-tengah kampung yang begitu padat. Cak Nun, Ibu Novia Kolopaking, dan KiaiKanjeng diundang hadir untuk mengisi acara itu. Dan yang spesial adalah: Letto juga datang di sana. Kehadiran mereka tentu bukan tanpa alasan.&lt;br /&gt;Dipowinatan Legend&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;"Saya bukan tamu. Di Balai ini saya ketemu Ratmo. Dari sini hidup saya dimulai. Di sini aku ketemu ibumu, Brang," ucap Cak Nun sembari mengenang masa mudanya di kampung Dipowinatan ini. Di KiaiKanjeng, teman karib sedari dulu di kampung ini adalah Novi Budianto dan Joko Kamto. Bahkan Pak Novi asli Dipowinatan. Di Dipo ini pula sejarah teater Dinasti bermula. Bapaknya Noe ini juga mengungkapkan, "saya sebenarnya kenal musik ya dari Dipowinatan. Sampai keliling dunia juga karena musik. Jadi saya ikut kena berkah Novi Budianto putra ketua Ranting Aisiyah Dipowinatan," disambut tepuk tangan meriah hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, acara yang juga dihadiri masyarakat Dipowinatan malam itu ada nuansa nostalgia kehidupan bagi Cak Nun dan komunitas kreatifnya. Maka beberapa persembahan dari KiaiKanjeng juga dikaitkan dengan napak tilas sejarah mereka di Dipo tempo dulu. Sebut saja misalnya penampilan musik-puisi berjudul Nyanyian Gelandangan yang dibawakan Joko Kamto dan Seteng. Puisi itu ditulis tahun 70-an di Dipo, dimusik-puisikan juga di Dipo. Narto Piul juga berkolaborasi dengan KiaiKanjeng membawakan lagu Berdekatankah Kita yang diangkat dari puisi Cak Nun juga ditulis pada masa Dinasti. Selain Cak Nun, Novi Budianto, dan Joko Kamto, para seniman yang berkreativitas dan ada history-nya dengan Dipo juga hadir: Fajar Suharno, Tertib Suratmo, Narto Piul, Godor, Jemek Supardi yang kali itu mempersembahkan sebuah pantomim, Hari Murti dll, dan tak ketinggalan Bang Fauzi Ridjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, konsentrasi utama acara ini tetaplah pada maulid Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Karena itulah, begitu naik panggung, Cak Nun mempersilakan anak-anak yang lumayan banyak itu untuk maju ke depan. Dan ketika sudah siap Cak Nun mengajak mereka bershalawat bersama-sama. Hadirin dibagi menjadi tiga. Diminta Cak Nun, kelompok pertama spontan menamai kelompoknya dengan nama kelompok Muhammad, sementara kelompok kedua juga spontan menyebut dirinya kelompok Khadidjah, seolah mencerminkan betapa cinta kepada Nabi Muhammad sudah menjadi bagian tak terpisah dalam kesadaran hidup mereka. Dan kelompok ketiga yang terdiri atas orang-orang dewasa, Cak Nun sendiri yang menamainya kelompok Abdul Muthallib. Mereka semua diajak melantunkan Alhamdulillah wasyukru lillah azka sholati wasalami lirasulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas itu, Cak Nun meminta waktu kepada hadirin untuk sedikit lebih khusyuk  berdzikir dan bershalawat. Terlantunlah istighfar, bacaan tasbih, shalawat Ya robbi solli ala muhammad, Assalamualaika, dan Ya Thoibah yang dibaca lebih kompak dan serempak oleh anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontekstualisasi Sebelum Cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah giliran Letto, yang datang lengkap personelnya. Cak Nun mengantarkannya dengan kalimat, "Saya datang di Dipo, Dipo dulu rada gelap, sekarang cahaya. Minadhulumati ilan nur.... Neng nek wis cahaya (tetapi kalau sudah cahaya terang), ingatlah sebelum cahaya," disambut tawa hadirin. "Ngomong Le, ra tilang-tileng, rumangsamu gampang po nggawe kowe!" kelakar sang ayah kepada anaknya untuk memulai bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi ini kesempatan saya menginterview bagaimana ayahanda pacaran dulu....", balas Sabrang kepada ayahnya sekaligus memulai pembicaraan. Sabrang bercerita tentang masa kecilnya di Dipo. Bagaimana ia belajar ke Om-omnya yang seniman semua. "dari Om Jemek, saya belajar pipis dari Jendela, dari Om Simon saya belajar tidak mandi...." kenang Sabrang yang duduk di sebelah Ibu Tirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Letto membawakan Sebelum Cahaya. Juga Ruang Rindu; Sampai Nanti, Sampai Mati, Sandaran Hati, Permintaan Hati. Sebelum melantunkan lagu terakhir ini, Sabrang menyampaikan permintaan kepada sanga ayah, “Saya minta ayah tidak terlalu kejam membolehkan saya menikah....". Kehadiran Letto malam itu sungguh membahagiakan semua hadirin, lebih dari sekadar menghibur. Tak heran jika begitu kelihatan Letto datang, anak-anak berebut untuk meminta tanda tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ibu Novia juga membawakan lagu yang dulu populer dibawakannya, Asmara. Juga menyanyikan Sebelum Cahaya-nya Letto diiringi musik KiaiKanjeng tepat sesudah Letto membawakannya. Namun, Ibu Novia tak bisa berlama-lama menemani hadirin, karena harus segera pulang. Ketika pamit, Ibu Via mendapat ciuman di kedua pipinya oleh sang suami, dan saling mencium tangan. Suatu adegan kemesraan yang jarang-jarang ditampakkan di depan publik. "Mbak Via akan main sinetron lagi. Tetapi dia hanya mau sinetron yang tidak seperti sinetron pada umumnya. Yaitu sinetron yang memiliki nilai pendidikan," ujar Cak Nun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Dipo, Tercetuslah Garuda Sejati    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Cak Nun juga menjelaskan bahwa KiaiKanjeng akan hadir di Belanda atas undangan sejumlah kelompok Kristen di sana. Sementara Letto tahun ini akan keliling Jepang. "Suatu kebetulan. Dua negara itu adalah negara yang dulu ngurung kita," kata Cak Nun. Lebih jauh dikatakannya, "Jepang adalah orang yang awunya kalah dari bangsa kita, meski secara organisasi Jepang oke. Di dunia Barat tak ada wibawa atau awu. Hanya Indonesia yang punya awu. Kita putune orang Jawa, saya ingin kita jadi orang Jawa. Itulah arti Garuda Sejati...kita bangsa Garuda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan Cak Nun, garuda itu adalah burung yang mau terbang jauh. Karena dikurung (oleh kolonialisme dll), tak bisa ia terbang. Anaknya garuda belum tentu bisa terbang, terus hingga cucunya sudah mengerti bahwa dia adalah garuda. Maka di depan hadrin, Cak Nun mengajak semuanya untuk membangun garuda sejati. Lebih-lebih Dipowinatan ini nilainya bukan kampung, tetapi bernilai internasional. "Pluralisme sudah dari dulu ada di sini...juga orang Dipo itu jelas-jelas, jelas pilihannya..." garuda adalah analogi akan keunggulan bangsa Jawa yang baru malam itu dipakai Cak Nun. Biasanya burung emprit, atau macan. Agaknya garuda sejati menginspriasi banyak hal. Di antaranya, Dinasti dan KiaiKanjeng berencana menggelar pementasan bertemakan garuda sejati demi menyampaikan pada publik pentingnya kesadaran menemukan diri kebangsaan yang unggul dan pentingnya bercita-cita yang jauh sejauh terbangnya burung garuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Harwanto Dahlan dan Mama Cetot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemesraan acara malam itu diperhangat oleh kehadiran ustadz Harwanto Dahlan. Dalam uraiannya, Ustadz Harwanto mengajak orangtua untuk lebih banyak belakjar kepada orang zaman dulu. "Orang Tua dulu lebih kreatif dalam hal mendidik anak, tanpa kekerasan dan tanpa ngunek-unekke," jelas Ustadz membandingkan pola pendidikan zaman sekarang serta banyak kejadian yang menimpa anak-anak sekarang akibat kurang jitunya kepengasuhan orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Ustadz Harwanto juga menyoroti transformasi kultural masyarakat Indoensia yang kurang seimbang. Dia menganalogikan ibu-ibu sekarang lebih suka dipanggil mama tetapi di sisi lain belum pas juga disebut mama. Dalam bayangan Ustadz Harwanto mama adalah panggilan kaum modern dan mapan ekonominya berikut gaya hidupnya. Dicandakan olehnya seorang mama yang lagi memarahi anaknya yang meminta sesuatu, “jangan rewel nanti mama cetot lho!". Kata Ustadz Harwanto, "Mama kok cetot, mama ki yo cubit," disambut tawa hadirin. Ditambah lagi, "mama kok kerokan, mama ki yo SPA, facial dll."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh Gusti dari Dipo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terkait dengan Maulid Nabi, Cak Nun berpesan agar ibu-ibu tidak membeli yang bukan-bukan dan agar lebih berhemat, karena harga sembako naik. Dalam hal menderita bercerminlah ke Nabi. "Hikmah Nabi ra gede-gede, nggen ngelih, klambi mung telu.... (hikmah Nabi tidaklah muluk-muluk...cukup dalam hal lapar, baju hanya tiga biji), papar Cak Nun. Kemudian Cak Nun mengajak hadirin menyenandungkan Duh Gusti diringi musik KiaiKanjeng. "Duh Gusti ini diperkenalkan oleh Novi Budianto (dari ibunya) di Dipo, dan sudah dinyanyikan KiaiKanjeng di beberapa negara," terang Cak Nun.&lt;br /&gt;Acara malam itu ditutup dengan lantunan Tombo Ati (Minang dan Jawa) dan Syair I'tirofnya Abu Nawas. "Tombo ati itu artinya tombo buat, pertama hati yang penyakiten (karena hasut, iri, dengki dll), dan kedua, hati yang disakiti (oleh orang atau pihak lain). Pukul 01.20 dini hari acara itu usai dengan penuh kebersamaan. “Semoga acara ini bukan sesekali," kata Cak Nun. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-6561014896567369452?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/6561014896567369452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=6561014896567369452&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6561014896567369452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6561014896567369452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/malam-peringatan-kanjeng-nabi-muhammad.html' title='Malam Peringatan Kanjeng Nabi Muhammad SAW'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-zSioNKM4I/AAAAAAAAAgs/gWP7zwNnH0g/s72-c/dipowinatan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-6669458480637514545</id><published>2008-03-28T04:03:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:10.579-08:00</updated><title type='text'>nyata dan tidak aneh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-zRgYNKM3I/AAAAAAAAAgk/YWEaJgaSKU4/s1600-h/img1584.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-zRgYNKM3I/AAAAAAAAAgk/YWEaJgaSKU4/s320/img1584.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182747625380262770" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau Anda menggenggam sebutir telor, dan beberapa puluh detik kemudian telor itu menjadi matang...&lt;br /&gt;Kalau Anda mengikat roda kereta api, dan tali pengikat itu Anda gigit kemudian roda itupun terangkat dan Anda ayun-ayunkan...&lt;br /&gt;Kalau ayam Anda dicuri oleh maling, dan Anda nge-sot : "Kalau dalam waktu sehari semalam ayam tak dikembalikan, si maling akan lumpuh!" -- sehingga ia lumpuh benar-benar...&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda mengisikan jarum, pisau atau keranjang ke dalam perut seseorang yang Anda benci atau cemburu...&lt;br /&gt;Kalau Anda letakkan telapak tangan dua sentimeter di atas meja dan Anda angkat meja itu tanpa menyentuhnya...&lt;br /&gt;Kalau anda memangkas nyala api dan membelah air...&lt;br /&gt;Kalau Anda memimpin rapat penting semalam suntuk, dan pada saat yang sama Anda beredar bersama kelompok siskamling...&lt;br /&gt;Kalau Anda mengucapkan Assalamu'alaikum kepada seekor anjing dan anjing itu menjawab dengan gerak tubuhnya, atau Anda ,menatap mata harimau sehingga ia berlari tunggang langgang...&lt;br /&gt;Kalau anda tahu persis siapa tamu yang sejam lagi datang ke rumah Anda dan mengerti maksud buruk atau baik yang dibawanya...&lt;br /&gt;Kalau Anda mengobrol dengan Ibunda yang bertempat tinggal 300 km dari rumah domisili Anda...&lt;br /&gt;Kalau Anda menggerakkan pasukan lebah untuk menyerbu musuh yang hendak memasuki wilayah Anda...&lt;br /&gt;Kalau Anda mengembara semalaman dengan Khidir penggembala utama para wali Allah yang selalu hidup tersembunyi...&lt;br /&gt;Itu tidak aneh. Itu nyata dan tidak aneh.&lt;br /&gt;Itu wajar dan rasional. Itu lumrah dan ilmiah, meskipun ilmu yang kita ketahui belum tentu mampu menerangkannya, meskipun pengetahuan yang kita kuasai belum tentu sanggup membeberkannya.&lt;br /&gt;Manusia itu lebih tinggi kemampuannya dibanding alam. Manusia memiliki rahasia kemampuanyang mengatasi alam. Apabila hijab rahasia itu terbuka, maka manusia bukan saja menjadi transendental atau bebas dari kungkungan alam, tapi juga sekaligus berarti ia menapak ke maqam lebih tinggi yang semestinya memang ia tempuh.&lt;br /&gt;Manusia bahkan adalah mahluk Allah yang lebih tinggi derajat kemakhlukannya dibanding para malaikat yang kita kenali sebahai gaib.&lt;br /&gt;Tetapi, kalau kemampuan dan rahasia, difestivalkan, dilombakan: itulah yang aneh. Apa haknya untuk memamerkan barang yang bukan miliknya? di mana muka manusia ditaruh dihadapan Tuhannya ketika ia memamerkan dan mantakaurkan anuugrahNya?&lt;br /&gt;Hanya siswa-siswi Taman Kanak-kanak yang masih pantas untuk pamer gaya dan suara.&lt;br /&gt;Sesudah bernyanyi, semua teman-teman bertepuk tangan. Tetapi ketika berangkat dewasa, anak-anak itu belajar tahu bahwa suara itu bukan miliknya. Tak seorang manusia pun bisa menentukan atau memilih warna suaranya, bentuk tubuhnya, cakep-tidak wajahnya, dimana ia lahir, menjadi anak siapa atau putra daerah mana.&lt;br /&gt;Allah yagn menentukan dan memilihkan.&lt;br /&gt;Tetapi kita memang tanpa malu-malu, di dunia ini, menjual milik-milik Allah itu untuk kepentingan pribadi, dengan anggapan seolah-olah diri kita ini seluruhnya adalah hak milik kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-6669458480637514545?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/6669458480637514545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=6669458480637514545&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6669458480637514545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6669458480637514545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/nyata-dan-tidak-aneh.html' title='nyata dan tidak aneh'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-zRgYNKM3I/AAAAAAAAAgk/YWEaJgaSKU4/s72-c/img1584.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-8096038474852843359</id><published>2008-03-27T04:09:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:10.866-08:00</updated><title type='text'>muhammadkan hamba ya rabbi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-uA9INKM2I/AAAAAAAAAgc/yvpc_9Vw3r8/s1600-h/CropCircleDM0107_468x334.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-uA9INKM2I/AAAAAAAAAgc/yvpc_9Vw3r8/s320/CropCircleDM0107_468x334.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182377583882941282" /&gt;&lt;/a&gt;muhammadkan hamba ya rabbi&lt;br /&gt;di setiap tarikan napas dan langkah kaki&lt;br /&gt;tak ada dambaan yang lebih sempurna lagi&lt;br /&gt;di ufuk jauh kerinduan hamba muhammad berdiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;muhammadkan ya rabbi hamba yang hina dina&lt;br /&gt;seperti siang malammu yang patuh dan setia&lt;br /&gt;seperti bumi dan matahari yang bekerja sama&lt;br /&gt;menjalankan tugasnya dengan amat terpelihara&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;sebagai adam hamba lahir dari gua garba ibunda&lt;br /&gt;engkau tuturkan pengetahuan tentang benda-benda&lt;br /&gt;hamba meniti alif-ba-ta makrifat pertama&lt;br /&gt;mengawali perjuangan untuk menjadi mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya rabbi engkau tiupkan ruh ke dalam nuh hamba&lt;br /&gt;dengan perahu di padang pasir yang mensamudera&lt;br /&gt;hamba menangis oleh pengingkaran amat dahsyatnya&lt;br /&gt;dan bersujud di bawah bukti kebenaranmu yang nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesudah berulangkali bangun dan terbanting&lt;br /&gt;merenungi dan mencarilah hamba sebagai ibrahim&lt;br /&gt;menatapi laut, bulan, bintang dan matahari&lt;br /&gt;sampai gamblang bagi hamba allah yang sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadilah hamba pemuda pengangkat kapak&lt;br /&gt;menghancurkan berhala sampai luluh lantak&lt;br /&gt;hamba lawan jika pun fir'aun sepuluh jumlahnya&lt;br /&gt;karena api sejuk membungkus badan hamba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian ya rabbi engkau ajarkan hal kedewasaan&lt;br /&gt;yakni penyembelihan dan kurban, pasrah dan keikhlasan&lt;br /&gt;tatkala dengan hati pedih pedang hamba ayunkan&lt;br /&gt;sukma hamba memasuki ismail yang menelentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ismail hamba membisikkan firmanmu ya rabbi&lt;br /&gt;bahwa dewasa tidaklah ditandai kegagahan diri&lt;br /&gt;melainkan rela menyaring dan menyeleksi&lt;br /&gt;agar secara jernih berkenalan dengan yang inti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di saat meng-ismail itu betapa jiwa hamba gemetar&lt;br /&gt;ego pribadi adalah musuh yang teramat tegar&lt;br /&gt;jika di hadapanmu masih ada sejumput saja pamrih&lt;br /&gt;maka leher hamba sendiri yang bakal tersembelih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan memang kepala hamba tanggal berulangkali&lt;br /&gt;di medan peperangan modern ini ya rabbi&lt;br /&gt;hambalah kambing di jalanan peradaban ini&lt;br /&gt;darah mengucur, daging hamba dijadikan kenduri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulus hati dan istiqamah ismail ya rabbi&lt;br /&gt;betapa sering lenyap dari gairah perjuangan ini&lt;br /&gt;keberanian untuk bersetia kepada kehendakmu&lt;br /&gt;di hadapan musuh gugur satu demi satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka hambamu yang dungu belajar menjadi musa&lt;br /&gt;meniti kembali setiap hakikat alif-ba-ta&lt;br /&gt;belajar berkata-kata, belajar merumuskan cara&lt;br /&gt;harun hamba membantu mengungkapkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musa hamba membukakan universitas cakrawala&lt;br /&gt;setiap gejala dan segala warna zaman hamba baca&lt;br /&gt;dengan seribu buku dan seribu perdebatan&lt;br /&gt;hamba tuntaskan makna kebangkitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tongkat hamba angkat dan tegakkan ya rabbi&lt;br /&gt;memusnahkan iklan-iklan takhayul fir'aun yang keji&lt;br /&gt;ular klenik pembangunan, sihir gaya kebudayaan&lt;br /&gt;karena telah hamba genggam yang bernama kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya rabbi alangkah agung segala ciptaan ini&lt;br /&gt;kebenaran belaka membuat hidup kering dan sepi&lt;br /&gt;maka engkau jadikan hamba isa yang lembut wajahnya&lt;br /&gt;dengan mata sayu namun bercahaya, mengajarkan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;isa hamba sedemikian runduknya kepada dunia&lt;br /&gt;segala tutur kata dan perilakunya kelembutan belaka&lt;br /&gt;sehingga murid-murid hamba dan anak turunnya terkesima&lt;br /&gt;tenggelam mesra dalam isa hamba yang disangka tuhannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya rabbi haruslah berlangsung keseimbangan&lt;br /&gt;antara cinta dengan kebenaran&lt;br /&gt;haruslah ada tuntunan pengelolaan&lt;br /&gt;atas segala ilmu dan nilai yang engkau anugerahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena itu muhammadkan hamba ya rabbi&lt;br /&gt;bukakan pintu kesempurnaan yang sejati&lt;br /&gt;pamungkas segala pengetahuan hidup dan hati suci&lt;br /&gt;perangkum bangunan keselamatan para rasul dan nambi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;muhammadkan hamba ya rabbi muhammadkan&lt;br /&gt;agar tak menangis dalam keyatimpiatuan&lt;br /&gt;agar tak mengutuk meski batu dan benci ditimpakan&lt;br /&gt;agar sesudah hijrah hamba memperoleh kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;muhammadkan hamba ya rabbi muhammadkan hamba&lt;br /&gt;agar kehidupan hamba jauh melampaui usia hamba&lt;br /&gt;agar kematian tak menghentikan perjuangan&lt;br /&gt;agar setiap langkah mengantarkan rahmat bagi alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;muhammadkan hamba ya rabbi muhammadkan&lt;br /&gt;di rumah, di tempat kerja serta di perjalanan&lt;br /&gt;agar setiap ucapan, keputusan dan gerakan&lt;br /&gt;menjadi ayatmu yang indah dan menaburkan keindahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;takkan ada lagi sosok pribadi seanggun ia&lt;br /&gt;dipahami ataupun disalahpahami oleh manusia&lt;br /&gt;kalau tak sanggup kaki hamba menapaki jejaknya&lt;br /&gt;penyesalan hamba akan tak terbandingkan oleh apa pun saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para malaikat sedemikian hormat dan segan kepadanya&lt;br /&gt;bagai dedaunan yang menunduk kepada keluasan semesta&lt;br /&gt;para nabi berbaris menegakkan sembahyang&lt;br /&gt;engkau perkenankan ia berdiri menjadi imam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya rabbi muhammadkan hamba, muhammadkan hamba&lt;br /&gt;perdengarkan tangis bayi padang pasir di kelahiran hamba&lt;br /&gt;alirkan darah al-amin di sekujur badan hamba&lt;br /&gt;sarungkan tameng al-ma'shum di gerak perjuangan hamba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalungkan kebenjian abu jahal di leher hamba&lt;br /&gt;sandingkan keteduhan abu thalib di kaki dukalara hamba&lt;br /&gt;payungkan awan cintamu di bawah terik politik durjana&lt;br /&gt;usapkan tangan sejuk khadijah pada kening derita hamba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kirimlah jibril mencuci hati muhammad hamba&lt;br /&gt;lahirkan kembali wahyumu di detak gemetar jantung hamba&lt;br /&gt;dan kucuran darah luka muhammad oleh pedang kaum pendusta&lt;br /&gt;hadiahkan kepada hamba rasa sakitnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya rabbi ya rabbi muhammadkan hamba&lt;br /&gt;bersujud dan tafakkur di gua hira' jiwa hamba&lt;br /&gt;berkeliling ke rumah tetangga, negeri dan dunia&lt;br /&gt;menjajakan cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-8096038474852843359?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/8096038474852843359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=8096038474852843359&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8096038474852843359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8096038474852843359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/muhammadkan-hamba-ya-rabbi.html' title='muhammadkan hamba ya rabbi'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-uA9INKM2I/AAAAAAAAAgc/yvpc_9Vw3r8/s72-c/CropCircleDM0107_468x334.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-8752463469940204940</id><published>2008-03-26T07:13:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:11.025-08:00</updated><title type='text'>MEMBACA  dan SELIMUT</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-pax4NKMrI/AAAAAAAAAfA/hvYT4v97wb8/s1600-h/acad_bookGlasses2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-pax4NKMrI/AAAAAAAAAfA/hvYT4v97wb8/s200/acad_bookGlasses2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182054134190846642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kiai Sudrun berkata kepada cucunya, seorang sarjana yang tadi siang&lt;br /&gt;diwisuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di zaman dahulu kala terdapatlah makhluk yang bernama Kebudayaan Barat.&lt;br /&gt;Pada masa itu tak ada barang di muka bumi ini yang dikutuk orang melebihi&lt;br /&gt;kebudayaan barat sehingga ia dianggap sedikit saja lebih baik dari anjing kurap. Pada masa itu pula tak ada sesuatu pun dalam kehidupan yang dipuja&lt;br /&gt;orang melebihi kebudayaan barat sehingga terkadang ia melebihi Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini kisah aneh apa lagi?" bertanya sang cucu.&lt;/span&gt;&lt;span class="selengkapnya"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kaum Muslim pada waktu itu sedang mencapai puncak semangatnya untuk&lt;br /&gt;memperjuangkan agamanya, menemukan identitas dan bentukan kebudayaannya&lt;br /&gt;sendiri," si kakek melanjutkan, "Maka dipandanglah kebudayaan barat itu oleh&lt;br /&gt;mereka dengan penuh rasa najis, serta dipakailah barang-barang kebudayaan&lt;br /&gt;barat itu dengan penuh rasa sayang dan kebanggan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lagi-lagi soal kemunafikan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak penting benar soal kemunafikan itu dalam kisah ini," jawab Kiai Sudrun,&lt;br /&gt;"setidak-tidaknya engkah sudah paham persis masalah itu, dan lagi yang&lt;br /&gt;hendak aku ceritakan kepadamu adalah soal lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang cucu diam mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kaum Muslim pada waktu itu mempertentangkan Islam dengan kebudayaan barat&lt;br /&gt;seperti mempertentangkan cahaya dengan kegelapan atau malaikat dengan setan.&lt;br /&gt;Padahal sampai batas tertentu, para pelaku kebudayaan barat itu sendirilah&lt;br /&gt;yang dengan ketekunan amat tinggi melaksanakan ajaran Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kakek sembrono, ah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak ada yang melebihi mereka dalam melaksanakan kewajiban iqra', meskipun&lt;br /&gt;kemudian disusul oleh sebagian bangsa-bangsa tetangganya. Tak ada yang&lt;br /&gt;melebihi mereka dalam kesungguhan menggali rahasia ilmu dan mengungkap&lt;br /&gt;kemampuan-kemampuan alam. Mereka telah membawa seluruh umat manusia memasuki&lt;br /&gt;keajaiban demi keajaiban. Mereka mengantarkan manusia untuk mencapai jarak&lt;br /&gt;tertentu dalam waktu satu jam sesudah pada abad sebelumnya mereka memerlukan&lt;br /&gt;perjalanan berbulan-bulan lamanya. Mereka mempersembahkan kepada telinga dan&lt;br /&gt;mata manusia berita dan pemandangan dari balik dunia yang berlangsung saat&lt;br /&gt;itu juga. Mereka telah memberi suluh kepada pengetahuan manusia untuk&lt;br /&gt;mengetahui yang lebih besar dari galaksi serta yang sejuta kali lebih lembut&lt;br /&gt;dari debu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dimuliakan Allahlah mereka," sahut sang cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar," jawab kakeknya, "kalau saja mereka meletakkan hasil iqra' itu di&lt;br /&gt;dalam kerangka bismi rabbika-lladzi khalaq. Seandainya saja mereka&lt;br /&gt;mempersembahkan ilmu dan teknologi itu untuk menciptakan tata hidup yang&lt;br /&gt;menyembah Allah. Seandainya saja ereka merekayasa kedahsyatan itu tidak&lt;br /&gt;untuk penekanan dalam politik, pemerasan dalam ekonomi, sakit jiwa dalam&lt;br /&gt;kebudayaan, serta kemudian kebuntuan dan keterpencilan dalam peradaban."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa rupanya yang mereka lakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memelihara peperangan, mendirikan berhala yang tak mereka ketahui sebagai&lt;br /&gt;berhala, menumpuk barang-barang yang sesungguhnya tak mereka perlukan,&lt;br /&gt;pura-pura menyembah tuhan dan bersenggama dengan binatang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anjing kurap!" teriak sang cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang demikian sebagian dari Kaum Muslim, memaki-maki, tapi kebanyakan&lt;br /&gt;dari mereka bergabung menjadi pelaku dari pembangunan yang mengarah kepada&lt;br /&gt;kebudayaan yang semacam itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Munafik!" sang cucu berteriak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menjadi seperti kau inilah sebagian dari Kaum Muslim di masa itu. Dari&lt;br /&gt;sekian cakrawala ilmu anugerah Allah mereka mengembangkan satu saja, yakni&lt;br /&gt;kemampuan untuk mengutuk dan menghardik. Tetapi kemudian karena tak ada&lt;br /&gt;sesuatu pun yang berubah oleh kutukan dan hardikan, maka mereka pun pergi&lt;br /&gt;memencilkan diri: melarikan diri ke dalam hutan sunyi, mendirikan&lt;br /&gt;kampung-kampung sendiri - di pelosok belantara atau di dalam relung kejiwaan&lt;br /&gt;mereka sendiri. Mereka menjadi bala tentara yang lari terbirit-birit&lt;br /&gt;meninggalkan medan untuk menciptakan dunianya sendiri. Mereka ini mungkin&lt;br /&gt;kau sebut kerdil, tetapi sesungguhnya itu masih lebih baik dibandingkan&lt;br /&gt;kebanyakan orang lain yang selalu berteriak sinis 'Kalian sok suci!' atau&lt;br /&gt;'Kami tak mau munafik!' sementara yang mereka lakukan sungguh-sungguh adalah&lt;br /&gt;kekufuran perilaku dan pilihan. Namun demikian tetaplah Allah Mahabesar dan&lt;br /&gt;Mahaadil, karena tetap pula di antara kedua kaum itu dikehendakiNya&lt;br /&gt;hamba-hamba yang mencoba merintis perlawanan di tengah medan perang. Mereka&lt;br /&gt;menatap ketertinggalan mereka dengan mata jernih. Mereka ber-iqra', membaca&lt;br /&gt;keadaan, menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan kesanggupan&lt;br /&gt;mengolah sejarah, sambil diletakkannya semua itu dalam bismi rabbi. Ilmu&lt;br /&gt;ditimba dengan kesadaran dan ketakjuban Ilahiah. Teknologi ditaruh sebagai&lt;br /&gt;batu-bata kebudayaan yang bersujud kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka lahirlah makhluk baru di dalam diri Kaum Muslim," berkata Kiai Sudrun&lt;br /&gt;selanjutnya, "Gerakan intelektual. Orang dari luar menyebutnya&lt;br /&gt;intelektualisme-transendental atau intelektualisme-religius, meskipun Kaum&lt;br /&gt;Muslim sendiri menyebutnya gerakan intelektual - itu saja - sebab&lt;br /&gt;intelektualitas dan intelektualisme Islam pastilah religius dan&lt;br /&gt;transendental."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dongeng kakek menjadi kering ...," sahut sang cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu iqra' namanya. Gerakan iqra', yang ketiga sesudah yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;Muhammad dan kemudian para ilmuwan Islam yang kau ketahui menjadi sumber&lt;br /&gt;pengembangan kebudayaan barat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang cucu tak memrotes lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan tetapi mereka, Kaum Muslim itu, adalah - kata Tuhan - orang-orang yang&lt;br /&gt;berselimut. Mudatstsirun. Orang-orang yang hidupnya diselimuti oleh berbagai&lt;br /&gt;kekuatan tak bismi rabbi dari luar dan dari dalam diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;Selimut itu membuat tubuh mereka terbungkus dan tak leluasa, membuat kaki&lt;br /&gt;dan tangan mereka sukar bergerak, serta membuat hidung mereka tak bisa&lt;br /&gt;bernafas dengan lega."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang cucu tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepada manusia dalam keadaan terselimut itulah Allah berfirman qum!&lt;br /&gt;Berdirilah. Tegaklah. Mandirilah. Lepaskan diri dari ketergantungan dan&lt;br /&gt;ketertindihan. Untuk tiba ke tahap mandiri, seseorang harus keluar terlebih&lt;br /&gt;dahulu dari selimut. Ia tak akan bisa berdiri sendiri bila terus saja&lt;br /&gt;membiarkan diri terbungkus kaki tangannya serta terbungkam mulutnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang cucu tersenyum lebih lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Firman berikutnya adalah fa-andzir! Berilah peringatan. Lontarkan kritik,&lt;br /&gt;teguran, saran, anjuran. Ciptakan kekuatan untuk mengontrol segala sesuatu&lt;br /&gt;yang wajib dikontrol." - Sampai di sini Kiai Sudrun tiba-tiba tertawa&lt;br /&gt;cekikikan - "Syarat untuk sanggup memberi peringatan ialah kemampuan untuk&lt;br /&gt;mandiri. Syarat untuk mandiri ialah terlebih dahulu keluar dari selimut.&lt;br /&gt;Namun pada masa itu, cucuku, betapa banyak nenek moyangmu yang tak&lt;br /&gt;memperhatikan syarat ini. Mereka melawan kekuasaan padahal belum bisa&lt;br /&gt;berdiri tegak. Mereka mencoba berdiri padahal masih terbungkus dalam selimut&lt;br /&gt;... " - tertawa Kiai Sudrun makin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusul kemudian oleh suara tertawa cucunya, "Kakek luar biasa!" katanya,&lt;br /&gt;"Kakek memang cerdas luar biasa!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa maksudmu?" bertanya Kiai Sudrun di tengah derai tawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kakek menirukan hampir persis segala yang kuceritakan kepada kakek tadi&lt;br /&gt;malam dari buku-buku kuliahku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua tertawa terpingkal-pingkal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-8752463469940204940?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/8752463469940204940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=8752463469940204940&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8752463469940204940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8752463469940204940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/membaca-dan-selimut_26.html' title='MEMBACA  dan SELIMUT'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-pax4NKMrI/AAAAAAAAAfA/hvYT4v97wb8/s72-c/acad_bookGlasses2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-3077489215067282910</id><published>2008-03-26T06:56:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:11.185-08:00</updated><title type='text'>MBOK GAK USAH ADA NERAKA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-pXc4NKMqI/AAAAAAAAAe4/DtKwg4Uml8Q/s1600-h/20061206000155_dsc_8811.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-pXc4NKMqI/AAAAAAAAAe4/DtKwg4Uml8Q/s200/20061206000155_dsc_8811.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182050474878710434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap calon santri di padepokan Sang Sunan, ditest dulu bagaimana ia membaca kalimat syahadat. Dan Saridin memiliki lafal dan caranya sendiri dalam bersyahadat. Suatu cara yang Gus Dur saja pasti tidak berani melakukannya, minimal karena badan Gus Dur terlalu subur - sementara Saridin adalah lelaki yang atletis dan seorang pendekar silat yang mumpuni.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebelum hal itu diceritakan, karena Saridin khawatir Anda kaget lantas darah tinggi Anda kambuh, maka harus diterangkan dulu beberapa hal mendasar&lt;br /&gt;yang menyangkut hubungan antara Tuhan dengan humor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mulai akil balig, Saridin secara naluriah maupun perlahan-lahan secara&lt;br /&gt;rasional memutuskan untuk melihat dan memperlakukan kehidupan ini sebagai&lt;br /&gt;sesuatu yang sangat bersungguh-sungguh - namun ia menjalanninya dengan urat&lt;br /&gt;saraf yang santai dan dengan kesiapan humor yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, diam-diam, jauh di dalam lubuk hatinya, Saridin yakin bahwa Tuhan&lt;br /&gt;sendiri sesungguhnya adalah Maha Dzat yang penuh humor ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang belum tentu benar, belum tentu baik dan arif, untuk menyebut bahwa&lt;br /&gt;Tuha itu Maha (Peng- atau Pe-) Humor. Di antara 99 asma dan watakNya, tidak&lt;br /&gt;terdapat nama Maha Humor. Tapi kalau misalnya di satu pihak Tuhan itu Maha&lt;br /&gt;Penyayang dan di lain pihak Ia Maha Penyiksa, atau di satu sisi Ia Maha&lt;br /&gt;Pengasih dan di sisi lain Ia Maha Penghukum, atau di satu dimensi Ia Maha&lt;br /&gt;Penabur Rejeki tapi sekaligus pada dimensi lain Ia Maha Penahan Rejeki -&lt;br /&gt;terpaksa kadang-kadang kita menganggap itu suatu jenis humor. Paling tidak&lt;br /&gt;supaya kepala kita tidak pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sih penjelasan kontekstualnya. Tuhan mengasihi atau menyiksa&lt;br /&gt;hamba-hambaNya menurut konteks dan posisi nilai yang memang relevan untuk&lt;br /&gt;itu. Tuhan mungkin mengasihi siapa saja meskipun mereka mbalelo kepadaNya:&lt;br /&gt;Tuhan tetap memelihara napas para maling, Tuhan tidak menyembunyikan&lt;br /&gt;matahari dari para perampok, Tuhan tidak menghapus ilmu dari otak para&lt;br /&gt;koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak mungkin Tuhan menyiksa orang yang patuh kepadaNya. Tuhan tidak&lt;br /&gt;mungkin menghukum orang yang tak punya kesalahan kepadaNya. Kalau Tuhan&lt;br /&gt;menahan rejeki orang yang taat kepadaNya, maka penahanan rejeki itu mungkin&lt;br /&gt;merupakan suatu jenis rejeki tertentu yang merupakan metoda agar orang&lt;br /&gt;tersebut menghayatinya dan memperoleh nilai yang lebih tinggi. Atau kalau&lt;br /&gt;seseorang yang baik kepada Tuhan tapi lantas diberi kemiskinan atau&lt;br /&gt;penderitaan, tentu yang terjadi adalah satu di antara tiga kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, itu teguran. Alhamdulillah dong kalau Tuhan berkenan mengkritik&lt;br /&gt;kita. Itu artinya kita punya kans untuk menjadi lebih baik. Kedua, itu&lt;br /&gt;ujian. Juga alhamdulillah, karena hanya orang yang disediakan kenaikan&lt;br /&gt;pangkat saja yang boleh ikut ujian. Dan ketiga, itu hukuman. Ini lebih&lt;br /&gt;alhamdulillah lagi, karena manusia selalu membutuhkan pembersihan diri,&lt;br /&gt;memerlukan proses pensucian dan kelahiran kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut Saridin jelas, bahwa bagi mata pandang manusia, ide-ide&lt;br /&gt;penciptaan yang Ia paparkan pada alam semesta dan kehidupan, banyak sekali&lt;br /&gt;mengandung hal-hal yang kita rasakan sebagai 'humor'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya ketika kita melihat perilaku monyet, umpamanya - yang membuat&lt;br /&gt;Saridin berpikir: "Ah, ini yang bikin tentu Dzat yang maha pencipta humor,&lt;br /&gt;atau sekurang-kurangnya pencipta monyet adalah Entertainer Agung bagi jiwa&lt;br /&gt;dahaga manusia ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya kelakuan monyet 'kan mirip-mirip Anda ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga Anda mengalami sendiri betapa banyaknya hal-hal yang lucu di muka bumi&lt;br /&gt;ini, bahkan juga mungkin di luar bumi. Saridin sendiri amat sering tertawa&lt;br /&gt;riang atau tertawa kecut kalau melihat atau mengalami kehendak-kehendak&lt;br /&gt;Tuhan tertentu. Umpamanya tatkala Adam tinggal di sorga, Tuhan sengaja bikin&lt;br /&gt;pohon Khuldi, tapi dilarangnya Adam menyentuh. Tapi pada saat yang sama, Ia&lt;br /&gt;ciptakan Iblis untuk menggoda agar Adam melanggar larangan itu - dan&lt;br /&gt;akhirnya terjadi benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga beliau beserta istri terlempar ke muka bumi, dan kita semua&lt;br /&gt;terpaksa menjumpai diri kita juga tidak lagi di sorga, melainkan di bumi.&lt;br /&gt;Itupun bumi yang sudah dikapling-kapling oleh konsep adanya negara. Oleh&lt;br /&gt;adanya organisasi pemerintahan yang kerjanya memerintah dan melarang seperti&lt;br /&gt;Tuhan. Kalau Tuhan sih memang berhak seratus persen memerintah dan melarang karena memang Ia yang menciptakan kita dan semua alam ini, serta yang menyediakan hamparan rejeki dan menjamin hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pemerintah 'kan nyuruh kita cari makan sendiri-sendiri. Kalau kita&lt;br /&gt;kelaparan atau dikubur hutang, kita tidak bisa mengeluh kepada pemerintah.&lt;br /&gt;Hubungan kita dengan pemerintah hanya bahwa kita sebuah berada di bawah&lt;br /&gt;kekuasaannya tanpa ada jaminan bahwa kalau kita mati kelaparan lantas mereka akan menangisi kita dan menyesali kematian itu. Semakin banyak di antara kita yang mati, secara tidak langsung program KB akan semakin sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal ini memang tergolong paling lucu di dunia. Kalau di negara sosialis&lt;br /&gt;dulu, rakyat dijamin kesejahteraannya meskipun minimal, namun sama rata sama&lt;br /&gt;rasa - dengan catatan tidak boleh mbacot, tidak boleh membantah, alias tidak&lt;br /&gt;ada demokrasi. Kalau di negeri kapitalis, setiap orang memiliki hak bicara,&lt;br /&gt;hak ngumpul dan berserikat - tapi dengan syarat harus cari makan sendiri-sendiri, harus mandiri dan berani bersaing, berani jadi gelandangan&lt;br /&gt;kalau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha Anda adalah rakyat yang hidup di negeri yang mengharmonisasikan dua&lt;br /&gt;keistimewaan dari negeri sosialis dan negeri kapitalis. Anda tidak usah banyak bicara, tak usah membantah, tak perlu protes-protes, karena toh makan&lt;br /&gt;dan kesejahteraan hidup Anda harus Anda jamin sendiri ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Sosial, Polsek, Babinsa, Koramil, Majelis Ulama, ICMI, PCPP,&lt;br /&gt;YKPK, PNI-Baru maupun Neo-Masyumi, tidak menjamin bahwa Anda beserta&lt;br /&gt;keluarga akan tidak sampai kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pada saat-saat kita tidak paham pada takdirnya yang menimpa kita, dan&lt;br /&gt;itu mungkin menyedihkan, demi supaya kita tetap survive secara psikologis&lt;br /&gt;-seringkali kita anggap saja itu semua adalah Humor dari yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja soal Pak Adam di sorga itu. Kalau kita boleh bermanja kepada&lt;br /&gt;Tuhan, mbok ya biarkan saja beliau menghuni sorga. Mbok ya Tuhan ndak usah&lt;br /&gt;menciptakan Setan, Iblis dan sebangsanya itu. Mbok ya langsung saja manusia&lt;br /&gt;yang merupakan hasil ciptaan terbaik ini ditakdirkan saja untuk menghuni&lt;br /&gt;sorga, sehingga Tuhan tak usah juga bikin neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya gara-gara Iblis menang dan sukses dalam menggoda Adam, lantas di&lt;br /&gt;dalam perkembangan dunia maupun pembangunankebudayaan nasional - Setan dan Iblis malah mendapatkan peluang yang besar untuk menjadi idola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktek-praktek kehidpan politik, dalam mekanisme perekonomian dan&lt;br /&gt;dunia bisnis, dalam soal-soal pembebasan tanah, soal kebebasan asasi manusia&lt;br /&gt;dan lain sebagainya - Setan banyak menjadi wacana utama. Para penguasa&lt;br /&gt;tertentu dan pemegang modal besar tertentu, banyak memperlakukan Iblis&lt;br /&gt;sebagai mitra-kerja, dengan alasan: "Alah, wong Pak Adam saja juga kalah&lt;br /&gt;waktu digoda oleh blis kok ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya Saridin, ketika diperintah oleh Sunan Kudus untuk&lt;br /&gt;bersyahadat, memutuskan untuk menempuh suatu cara yang membuktikan bahwa ia bukan saja tidak takut melawan Iblis dan Setan - Saridin bahkan membuktikan bahwa ia tidak takut mati. Saridin membuktikan bahwa Saridin lebih besar dibanding kematian ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-3077489215067282910?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/3077489215067282910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=3077489215067282910&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3077489215067282910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3077489215067282910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/mbok-gak-usah-ada-neraka.html' title='MBOK GAK USAH ADA NERAKA'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-pXc4NKMqI/AAAAAAAAAe4/DtKwg4Uml8Q/s72-c/20061206000155_dsc_8811.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-38800846227281344</id><published>2008-03-26T06:44:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:11.339-08:00</updated><title type='text'>petuah bijak dari inbox emailku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-pV14NKMpI/AAAAAAAAAew/KW7TN3kd6sU/s1600-h/tangan-kanan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-pV14NKMpI/AAAAAAAAAew/KW7TN3kd6sU/s200/tangan-kanan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182048705352184466" /&gt;&lt;/a&gt;1 tamparan untuk 3 pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air.&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari&lt;br /&gt;seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.&lt;br /&gt;Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang&lt;br /&gt;kiyai.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanya an saya?&lt;br /&gt;Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda: Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.&lt;br /&gt;Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:&lt;br /&gt;1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya&lt;br /&gt;2.Apakah yang dinamakan takdir&lt;br /&gt;3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?&lt;br /&gt;Kiyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.&lt;br /&gt;Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.&lt;br /&gt;Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda : Ya!&lt;br /&gt;Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda : Saya tidak bisa.&lt;br /&gt;Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama...kita semua merasakan&lt;br /&gt;    kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?&lt;br /&gt;Pemuda : Tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan darisaya hari ini?&lt;br /&gt;Pemuda : Tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?&lt;br /&gt;Pemuda : Kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?&lt;br /&gt;Pemuda : Kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?&lt;br /&gt;Pemuda: Sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.&lt;br /&gt;====================================&lt;br /&gt;Sholat Lima Waktu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam kitab Hikaya ash-Shuufiyyah dikisahkan, Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya di hadapan setiap orang ada 5 siksa yang tidak dapat dihindari, kecuali oleh orang yang kurus kering”. Lalu Abu Bakar ra bertanya, “Apakah 5 siksa itu, yaa Rasulullah?”.&lt;br /&gt;Rasulullah Saw menjawab:&lt;br /&gt;1)-  Mati dan kekusahannya&lt;br /&gt;2)-  Kubur dan kesempitannya&lt;br /&gt;3)-  Pertanyaan Munkar dan Nakir, serta kedahsyatannya&lt;br /&gt;4)-  Timbangan amal dan kekhawatiran dalam menghadapinya&lt;br /&gt;5)-  Shiraath dan ketajamannya”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat Abu Bakar mendengar jawaban itu, dia langsung menangis dengan begitu keras, sampai langit yang tujuh dan semua malaikat ikut menangis. Lalu Jibril pun turun dan berkata, “Yaa Muhammad, katakan kepada Abu Bakar untuk tidak menangis. Apakah engkau tidak mendengar perkataan orang Arab, bahwa setiap penyakit ada obatnya selain mati?”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian Jibril melanjutkan dan berkata, “Barangsiapa menunaikan sholat Subuh, maka kematian dan kesulitannya akan menjadi ringan. Barangsiapa menunaikan sholat ‘Isya, maka licinnya shiraath dengan mudah dilalui. Barangsiapa menunaikan sholat Dzuhur, maka kubur dan kesempitannya menjadi mudah baginya. Barangsiapa menunaikan sholat Ashar, maka pertanyaan Munkar dan Nakir, serta kehebatannya menjadi ringan baginya. Dan barangsiapa menunaikan sholat Maghrib, maka timbangan akan mudah dilalui”.&lt;br /&gt;Wa Allahu  A’alam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(MQ. Time) Kunci kebaikan akhlak seseorang terletak pada ibadahnya yang baik dan yang istiqamah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================================&lt;br /&gt;* Assalamu'alaikum wr.wb *&lt;br /&gt;Mudah2an ada manfaatnya artikel ini untuk meningkatkan kualitas&lt;br /&gt;ibadah kita. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Rahasia dibalik Adzan * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah WAHAI SAHABAT-SAHABATKU yang dirahmati ALLAH SWT,&lt;br /&gt;Mengapa lidah kelu disaat kematian? Tetapi kematian itu pasti menjelma.&lt;br /&gt;Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui. Coba kita amati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kebanyakan orang yg nazak (hampir ajal tidak dapat berkata apa-&lt;br /&gt;apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan&lt;br /&gt;'sakaratul maut'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: "Hendaklah kamu mendiamkan diri&lt;br /&gt;ketika azan, jika tidak Alloh akan kelukan lidahnya ketika maut&lt;br /&gt;menghampirinya. "&lt;br /&gt;Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata&lt;br /&gt;apa-apa pun semasa azan berkumandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan. Banyak&lt;br /&gt;fadhilatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri.&lt;br /&gt;Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri? Lantas sesiapa yang&lt;br /&gt;berkata-kata ketika azan, Alloh akan kelukan lidahnya ketika nazak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak&lt;br /&gt;dapat mengucap kalimah "Lailahaillallah. ." yang mana sesiapa yang dapat&lt;br /&gt;mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Alloh dgn izinNya&lt;br /&gt;menjanjikan syurga&lt;br /&gt;untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon&lt;br /&gt;kepada Alloh supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Alloh! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi&lt;br /&gt;mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah "Laa ilaha illallah.." semasa&lt;br /&gt;sakaratul maut menghampiri kami. Amin.. amin.. amin Yarobbal a'lamin.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada SAIDINA ALI R.A.; **&lt;br /&gt;Wahai Ali, bagi orang ** MUKMIN ** ada 3 tanda-tandanya:&lt;br /&gt;1) Tidak terpaut hatinya pada harta benda dunia.&lt;br /&gt;2) Tidak terpesona dengan pujuk rayu.&lt;br /&gt;3) Benci terhadap perbualan dan perkataan sia-sia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ali, bagi orang ' ** ALIM ** itu ada 3 tanda2nya:&lt;br /&gt;1) Jujur dalam berkata-kata.&lt;br /&gt;2) Menjauhi segala yg haram.&lt;br /&gt;3) Merendahkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ali, bagi orang yg ** JUJUR ** itu ada 3 tanda2nya:&lt;br /&gt;1) Merahasiakan ibadahnya.&lt;br /&gt;2) Merahasiakan sedekahnya.&lt;br /&gt;3) Merahasiakan ujian yg menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ali, bagi org yg ** TAKWA ** itu ada 3 tanda2nya:&lt;br /&gt;1) Takut berlaku dusta dan keji.&lt;br /&gt;2) Menjauhi kejahatan.&lt;br /&gt;3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ali, bagi ** AHLI IBADAH ** itu ada 3 tanda2nya:&lt;br /&gt;1) Mengawasi dirinya.&lt;br /&gt;2) Menghisab dirinya.&lt;br /&gt;3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengirimkan ribuan 'jokes' dan 'surat berantai' melalui e-mail&lt;br /&gt;tetapi bila mengirimkan yang berkaitan dengan ibadah seringkali berfikir&lt;br /&gt;2 atau 3 kali.&lt;br /&gt;** OLEH ITU JANGAN BIARKAN DIRI KITA INI MENJADI SEBAHAGIAN  DARI&lt;br /&gt;KELUCUAN TERSEBUT, INSYA'ALLAH ** .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Wassalamu'alaikum wr.wb **&lt;br /&gt;=============================&lt;br /&gt;JUDI SMS MENGGILAAAA ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya INDONESIAN IDOL, KDI, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum -- setidaknya sampai saat ini. Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya --anggaplah- - Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center Satelindo, Telkomsel, dsb. Sisanya yang 40% untuk "bandar" (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini "bandar" mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai "biaya promosi"! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan "siapa tahu" mendapat hadiah.&lt;br /&gt;Kata"siapa tahu" adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsahandphone. Pulsa ini dibeli pakai uang. Artinya : Kuis SMS adalah 100%judi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini. Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka. &lt;br /&gt;===================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-38800846227281344?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/38800846227281344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=38800846227281344&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/38800846227281344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/38800846227281344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/1-tamparan-untuk-3-pertanyaan.html' title='petuah bijak dari inbox emailku'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-pV14NKMpI/AAAAAAAAAew/KW7TN3kd6sU/s72-c/tangan-kanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-3491512115057264222</id><published>2008-03-20T23:03:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:11.499-08:00</updated><title type='text'>Bakri Lebih Kaya dari Nabi Sulaiman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-NQtYNKMTI/AAAAAAAAAbk/DFSWTff9ksM/s1600-h/lapindo_kantorpertamina_tenggelam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-NQtYNKMTI/AAAAAAAAAbk/DFSWTff9ksM/s320/lapindo_kantorpertamina_tenggelam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180072736928182578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bakri Lebih Kaya dari Nabi Sulaiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupa tahun berapa. Pak Harto masih berkuasa. ABRI dan Golkar sedang kuat-kuatnya.&lt;br /&gt;Menteri Agama waktu itu Pak Tarmidzi Taher, Pangdam Jatim Pak Hartono Banyuanyar&lt;br /&gt;Madura, Gubernur Jatim mungkin Pak Basofi Sudirman. Seingat saya ketiga beliau hadir&lt;br /&gt;di BPPM Pondok Gontor Ponorogo siang itu bersama Bambang Tri Hatmojo boss Bimantara. RCTI meliput acara itu untuk siaran tunda, dipimpin langsung oleh direkturnya: Andy&lt;br /&gt;Ralli Siregar. Waktu itu RCTI masih sempit wawasan dan pengalaman pasarnya,&lt;br /&gt;sehingga menyangka saya dan KiaiKanjeng layak tayang. Kesempitan wawasan itu segera&lt;br /&gt;dibayar dengan pernyataan pengunduran diri sang Direktur hanya beberapa puluh menit&lt;br /&gt;sesudah saya dan KiaiKanjeng naik panggung.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, beberapa menit saya di panggung, saya dikasih kertas kecil berisi&lt;br /&gt;peringatan agar saya hati-hati bicara terutama karena ada anaknya Pak Harto. Maka&lt;br /&gt;saya benar-benar sangat berlaku hati-hati. Saya mengangkat tangan kiri dengan&lt;br /&gt;hati-hati, telunjuk saya luruskan dengan hati-hati dan saya tudingkan ke arah&lt;br /&gt;Bambang Tri Hatmojo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan saya adalah anugerah Allah yang sangat mahal, sehingga saya gunakan pula&lt;br /&gt;untuk menuding orang yang paling mahal dan penting. "Bambang Tri!", kata saya&lt;br /&gt;dengan hati-hati, "Nanti pulang ke rumah bukalah buku catatan kekayaanmu. Coba&lt;br /&gt;dihitung dengan seksama berapa persen yang halal, berapa persen yang haram dan&lt;br /&gt;berapa persen yang syubhat...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena atmosfir suasana dan wajah semua orang yang hadir terutama para pejabat&lt;br /&gt;tinggi menjadi sangat tegang dan kebingungan, saya meneruskan : "Saya tahu kata2&lt;br /&gt;dan sikap saya sangat menusuk dan menyakitkan hati Bung Bambang, tetapi mohon&lt;br /&gt;diingat bahwa itu hanya secipratan dibandingnya sakitnya hati rakyat selama ini..."&lt;br /&gt;Setelah itu bisa dibayangkan sendiri apa yang terjadi, bagaimana nasib saya,&lt;br /&gt;bagaimana nasib Kiai Gontor yang sesepuh saya di hadapan Pak Harto, bagimana nasib&lt;br /&gt;Direktur RCTI di depan pemilik Bimantara Bambang Tri Hatmojo dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ketika&lt;br /&gt;kemudian mendadak MC berdiri dan memotong pembicaraan saya dengan mengatakan&lt;br /&gt;"Saudara-saudara demikianlah tadi telah berlangsung seluruh rangkaian acara...."&lt;br /&gt;Spontan dengan hati-hati saya menggebrak meja dan saya bentak MC itu dan saya suruh&lt;br /&gt;turun panggung....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda hadir di Bangbang Wetan insyaallah ada kemungkinan saya kisahkan secara&lt;br /&gt;lebih detail apa yang kemudian terjadi. Suharto masih sangat berkuasa, tentara dan&lt;br /&gt;polisi ada di mana-mana karena Pangdam hadir Menteri hadir dan terutama anaknya Pak&lt;br /&gt;Harto hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan dibandingkan dengan situasi sekarang. Ketika Orba semua orang "ndelosor"&lt;br /&gt;ketakutan. Beda dengan di masa reformasi, sekarang ini: semua orang pemberani,&lt;br /&gt;hebat-hebat, kritis, progresif dan berani melawan siapa saja. Di masa reformasi&lt;br /&gt;semua orang bangkit, semua orang bisa jadi Menteri, semua orang bisa jadi Gubernur,&lt;br /&gt;anggota DPR, Bupati, Walikota...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali saya. Saya sangat penakut begitu era reformasi berlangsung. Sehingga kalau&lt;br /&gt;umpamanya saya terlibat dalam suatu forum di mana ada Aburizal Bakri, saya jamin&lt;br /&gt;saya tidak akan berani mengucapkan kalimat seperti yang saya ucapkan di depan umum&lt;br /&gt;kepada Bambang Tri Hatmojo : "Bung Ical, nanti pulang ke rumah bukalah buku catatan&lt;br /&gt;kekayaanmu. Coba dihitung dengan seksama berapa persen yang halal, berapa persen&lt;br /&gt;yang haram dan berapa persen yang syubhat...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena beliau saya bayangkan lebih kaya dibanding Nabi Sulaiman, meskipun&lt;br /&gt;hal itu harus diinvestigasi. Mungkin juga karena dalam pemetaan struktural global&lt;br /&gt;seperti sekarang belum ada pasal-pasal fiqih yang bisa dipakai sebagai parameter&lt;br /&gt;untuk mengukur apakah uang yang itu halal atau haram. Kausalitas, sebab akibat,&lt;br /&gt;asal muasal, ujung pangkal dan sangkan paran setiap lembar uang di tangan seseorang&lt;br /&gt;sangat susah ditentukan posisi fiqhiyahnya, halal haramnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya mampu lakukan adalah tiga hari yang lalu khushusan dari Jakarta saya&lt;br /&gt;datang ke Sidoardjo untuk berkumpul dengan sekitar 120 perwakilan dan tokoh-tokoh&lt;br /&gt;masyarakat korban lumpur yang berjumlah sekitar 11.600 KK atau sekitar 47.000&lt;br /&gt;orang, di luar 290 KK yang masih tinggal di Pasar Porong. Sebelum itu saya temui&lt;br /&gt;dulu Bupati Sidoardjo untuk memastikan di mana "alamat" beliau dalam peta lumpur&lt;br /&gt;hari ini dan ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah Sidoardjo solid. Nanti Pebruari Sidoardjo Bangkit. Kami menyepakati&lt;br /&gt;sejumlah prinsip secara penuh tekad bulat, menyusun sekian agenda bertahap ke&lt;br /&gt;depan. Monggo saja.****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : Emha Ainun Nadjib&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-3491512115057264222?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/3491512115057264222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=3491512115057264222&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3491512115057264222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3491512115057264222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/bakri-lebih-kaya-dari-nabi-sulaiman.html' title='Bakri Lebih Kaya dari Nabi Sulaiman'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-NQtYNKMTI/AAAAAAAAAbk/DFSWTff9ksM/s72-c/lapindo_kantorpertamina_tenggelam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-4628364456054450082</id><published>2008-03-20T22:37:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:11.614-08:00</updated><title type='text'>MBAH Surip ...... indonesia yang selalu tersenyum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-NLPYNKMSI/AAAAAAAAAbc/BDcEqALpPRA/s1600-h/mbah-surip-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-NLPYNKMSI/AAAAAAAAAbc/BDcEqALpPRA/s320/mbah-surip-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180066723973968162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hahaha… hohohoh…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Mbah Surip biasa berkelakar… damai, sepertinya tak ada beban dalam hidupnya, everything is alright (jadi kayak lagu-nya Bob Marley nech boz). Rambutnya gimbal, umurnya sudah kepala 6 alias 60 tahun tapi jiwa-nya nampak seperi anak muda, melanglang buana, ekspresikan kebebasan ala seniman. Mantab bener…&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu pertama tahu mbah surip ketika dapet undangan nonton AMI 2004 kalau gak salah. itu kan siaran LIVE jadi pas commercial break mbak surip mentas. untuk pertama mungkin orang rada aneh.. tapi setelah penampilan ke 2 nama mbah surip terus dipanggil 2. bahkan Iwan Fals yang kala itu dapet penghargaan Life time archievment award pun menggambil kat dari mbah surip... I love u Fulll... dan kata2 itu ngetrend sampe sekarang.&lt;br /&gt;buat komunitas Kenduri cinta mungkin tidak asing lagi dengan mbah surip. hampir setiap KC pasti ada beliau. dan komunitas KC pun tidak bosen kalau tiap kali mbah surip menyanyikan lagu yang sama... tetep antusias menjawab Tidur lagi........  di lagu tidur laginya mbah surip dan tak gendong nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Surip sosok mbah jalanan namun kreatif ini sudah menghsilkan beberapa album rekaman dari tahun 1997 diantaranya, Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003) dan barang Baru (2004).&lt;br /&gt;Ayo terus semangat Mbah… sebarkan semangat kebebasan,&lt;br /&gt;“I Love U Full” &lt;br /&gt;semoga indonesia tetap tersenyum seperti anda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-4628364456054450082?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/4628364456054450082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=4628364456054450082&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4628364456054450082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4628364456054450082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/mbah-surip-indonesia-yang-selalu.html' title='MBAH Surip ...... indonesia yang selalu tersenyum'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-NLPYNKMSI/AAAAAAAAAbc/BDcEqALpPRA/s72-c/mbah-surip-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-5630559403519263305</id><published>2008-03-20T00:49:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:11.692-08:00</updated><title type='text'>akhlak muhammad (maulid nabi 12 rabiul awal 1429)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-IfGoNKMOI/AAAAAAAAAa8/xmtQC0tqGn4/s1600-h/Aziz_efendi-muhammad_alayhi_s-salam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-IfGoNKMOI/AAAAAAAAAa8/xmtQC0tqGn4/s320/Aziz_efendi-muhammad_alayhi_s-salam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179736720161779938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Engkau Memaafkan&lt;br /&gt;Ada seorang teman bernama Abdullah ibn Ubay, yang kerjanya tiap hari --benar-benar tiap hari: mengejek Muhammad SAW, menyindir-nyindir, melecehkan, dan menghinanya. Itu berlangsung sepanjang hidup Muhammad SAW. Atas keadaan ini, bikinlah sayembara: siapa pun yang bisa menemukan satu kata saja balasan ejekan atau hinaan dari Muhammad SAW, apalagi kemarahan dan tindakan kekerasan --boleh diambil dari bahan sejarah yang mana pun, dari buku hadis, sunah Rasul maupun sirah Rasul-- mari kita urunan untuk memberi hadiah kepada yang bisa menemukannya. Termasuk tak ada satu kata buruk pun dari mulut Muhammad SAW atas orang-orang kampung Thaif yang mengusirnya dan melemparinya dengan batu hingga berdarah.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Allah sendiri memberikan acuan moral yang jelas kepada setiap orang yang dianiaya. Ia secara yuridis berhak melakukan hal yang sama, tak boleh lebih, kemudian dikunci oleh-Nya dengan keindahan: "Jika engkau memaafkannya, itu lebih baik di hadapan-Ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW adalah manusia jelata (ia menolak menjadi mulkan-nabiyya atau nabi yang raja, dan memilih menjadi 'abdan-nabiyya, yakni nabi yang rakyat jelata) yang amat sengsara selama hidupnya, juga disengsarakan sesudah matinya, bahkan sampai berabad-abad sesudah itu. Fitnah dan kesalahanpahaman publik adalah menu utamanya. Panjang rumahnya 4,80 cm, lebarnya 4,62 cm. Allah tak mengizinkannya sekadar untuk punya satu anak lelaki, kecuali si Qosim yang diambil oleh-Nya kembali di masa kanak-kanaknya. Menantunya dibunuh orang. Kedua cucunya juga. Cucu pertamanya diracun oleh istrinya sendiri, ketahuan olehnya, ia memaafkannya, kemudian besok paginya diracun lagi dan meninggal. Cucu yang kedua bukan hanya dibunuh, tapi kepalanya diseret dengan kuda sejauh ratusan kilometer, sehingga kuburannya di dua tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW amat suka kambing bakar, khususnya kaki depan sebelah kiri. Dan kaki itulah yang dipanggang oleh Zaenab, seorang wanita Yahudi, dilumuri racun dan disuguhkan kepada beliau. Tubuh Muhammad SAW panas parah karena itu, dirawat di rumah Maimunah, tapi kemudian beliau meminta pindah opname di rumah Aisyah. Sebab Maimunah masih familinya sendiri, sehingga orang-orang yang bukan keluarganya tidak bebas membesuk beliau. Dengan pindah ke rumah Aisyah, maka semua golongan, parpol, ormas, lain agama dan aliran, punya peluang yang sama untuk menjenguk beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencicipi Kesengsaraannya&lt;br /&gt;Ini orang menjahit pakaiannya sendiri, menambal sepatunya sendiri, selama hidupnya tidak pernah makan kenyang tiga hari berturut-turut kecuali selalu ada hari-hari kelaparan. Istrinya tidak pernah bisa seminggu penuh menyuguhkan makanan secara sempurna kecuali selalu ada saat-saat panjang yang tak ada apa pun yang bisa disiapkan di meja makan rumah tangga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di malam hari salat tahajud terlalu lama di masjid sehingga pulang terlambat, suami yang kalau bersuara selalu lirih dan kalau berjalan selalu menundukkan muka ini merasa pekewuh untuk membangunkan istrinya, sehingga tidur beralaskan kayu di depan pintu rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu semua gambaran kemelaratan itu bukanlah melankoli kesengsaraan. Tapi fitnah yang menimpanya sepanjang sejarah mungkin takkan tertanggungkan oleh siapa pun lainnya. Salah satu puncak kesengsaraan Muhammad SAW terkandung di balik salah satu statemennya yang penuh kedalaman duka: "Al-Islamu mahjubun bil-Muslimin." Islam ditutupi oleh kaum muslimin. Entah sedikit, entah sejumlah, entah banyak, entah kebanyakan --perilaku kaum muslimin bukan hanya tidak merepresentasikan Islam, lebih dari itu bahkan menutupi Islam. Menutupi itu melenyapkan, meniadakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beribu kali saya terlibat dalam forum massa, umum maupun kaum muslimin, dan yang terindah adalah tatkala forum itu diberi judul "Memetik Kesengsaraan Rasulullah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kawan menanyakan, apakah saya tidak tersinggung atau marah atas karikatur di Denmark itu. Dengan sangat hati-hati saya memberikan beberapa jawaban: dengan segala keburukan dan kehinaan, saya ini amat amat amat mencintai Rasulullah Muhammad SAW. Ia manusia yang paling mencintai Allah dan paling dicintai Allah: bagaimana mungkin ada satu molekul dari hidup saya yang tak berisi cinta kepadanya. Kadar cinta saya kepada beliau membawa saya naik mabuk di atas mabuk, melayang lebih dari segala melayang, meringkuk lebih dari segala meringkuk, bahkan jauh melebihi kehidupan dan kematian saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala hinaan, ejekan, lecehan, dan cercaan, sampai tingkat sebrutal apa pun, tak akan mengurangi kadar cinta saya, 1 cc-pun. Cinta kepada Rasulullah memenuhi jiwa dan hidup saya, sehingga cinta saya kepada keluarga, khalayak, bangsa, negara, dan umat manusia: menjadi lebih indah, bercahaya, dan penuh kedamaian, di kandungan cinta kepada beliau. Sedahsyat-dahsyat penghinaan tak bisa menandingi kedahsyatan dan mutlaknya kematian, padahal cinta saya kepada beliau mengatasi hidup dan mati. Dan kalau Rasulullah tidak pernah marah, bahkan bersikap lembut dan selalu memaafkan orang yang menghinanya: bagaimana mungkin orang yang mencintai Rasulullah berani melakukan yang bukan kelembutan dan permaafan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga titipan Allah melalui Muhammad SAW yang bernama Islam sangat memberi saya kecerdasan, kecerahan, kekuatan, dan ketenteraman --yang tak akan bisa seserpihkan dikurangi kadarnya oleh segala jenis penghinaan. Islam sangat memberi perlindungan dan sandaran. Islam sendiri tidak memerlukan saya, saya yang membutuhkan Islam. Bahkan, kalau boleh berterus terang, segala macam cercaan itu tidak berakibat apa-apa selain menambah senyuman saya dalam Islam dan memupuk cinta saya kepada Muhammad SAW. Penghinaan itu bahkan membantu dan menambahi tingkat tinggi maqam surga beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang teman-teman Denmark itu, apakah engkau tidak mempelajari sejarah mereka, alam pikiran mereka, pengalaman peradaban mereka: sehingga engkau kaget oleh jenis ekspresi mereka? Atas dasar kenyataan ke-Denmark-an yang mana dan dimensi apa pada realitas alam pandang mereka sehingga engkau mengharapkan sesuatu yang bukan seperti karikatur itu? Kenapa engkau mengharapkan ayam mengembik atau mengharuskan kambing berkokok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun tentang kaum muslimin yang berang, marah, naik pitam, mengamuk: kenapa engkau heran atau mengharapkan mereka tak berbuat seperti itu? Apa engkau kira mereka adalah Ali bin Abi Thalib? Berdasarkan tradisi pendidikan Islam yang mana, kebudayaan keagamaan kaum muslimin yang mana, kedewasaan, kearifan, dan kematangan kemanusiaan yang mana --sehingga engkau memprihatinkan amuck mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan meludahi mukamu, sebab aku tidak yakin engkau akan tidak marah juga seperti itu, bahkan dendammu mungkin akan tak pernah lenyap sepanjang hidupmu. Saya juga tak akan pernah membuat karikatur menggambar wajahmu seperti kera atau tokek, karena yang amat tersinggung pasti bukan hanya engkau, melainkan juga keluargamu, familimu, orang segolonganmu, masyarakatmu, mungkin juga bangsa dan negaramu. Kalau aku meludahi wajahmu karena demikianlah kebebasan ekspresiku, maka engkau pun menempeleng kepalaku sebab demikian jugalah kebebasan ekspresimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita gambar bersama-sama saja karikatur-karikatur cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emha Ainun Nadjib&lt;br /&gt;Budayawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-5630559403519263305?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/5630559403519263305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=5630559403519263305&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5630559403519263305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5630559403519263305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/akhlak-muhammad-maulid-nabi-12-rabiul.html' title='akhlak muhammad (maulid nabi 12 rabiul awal 1429)'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-IfGoNKMOI/AAAAAAAAAa8/xmtQC0tqGn4/s72-c/Aziz_efendi-muhammad_alayhi_s-salam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-4214080401990405847</id><published>2008-03-18T18:30:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:12.093-08:00</updated><title type='text'>hatiku miris......</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-Bw18loaVI/AAAAAAAAAa0/mM0b6GxLQVo/s1600-h/139438d975b4bc30ee2148025e68a318-grande.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-Bw18loaVI/AAAAAAAAAa0/mM0b6GxLQVo/s320/139438d975b4bc30ee2148025e68a318-grande.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179263643575413074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;coba buka google lalu gunakan image search untuk mencari kata kunci jilbab. laluuu.. Jreeenkkkkkk bukan gadis cantik berkerudung yang keluar di database google tapi wong udo udo yang ada (orang telanjang) &lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;saya juga pernah bikin postingan sebelumnya di &lt;a href="http://entah1982.blogspot.com/2008/03/out-of-topic-masa-depan-kita.html"&gt;http://entah1982.blogspot.com/2008/03/out-of-topic-masa-depan-kita.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhir2 ni hatiku miris dan sedih meskipun kadang2 juga ikut2an bernafsu melihat banyaknya adegan sex yang dilakuin anak2 sma ato smp bahkan cewek berjilbab di internet, mulai dari bokep dot kom sampe njimbrut dot kom semua lengkap menampilkan adegan yang membangkitkan semangat si udin junior (kadang2 si udin junior protes, “bang, kapan bisa kaya gitu? Masa uda segede gini Cuma dibuat pipis doank?”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menyalahkan tontonan televisi atau mengkambing-hitamkan budaya barat sebagai pemicu maraknya adegan seperti itu. Tapi apakah benar itu penyebab utamanya?. Kata siapa dugem baru ada di jaman sekarang, di jaman nabi ibrahim aja da banyak orang yang datang ke Café yang menyediakan pertunjukan tari perut dg diiringi musik gambus plus bergelas2 minuman keras, bedanya Cuma kalo dugem jaman dulu ga ada  lampu kelap-kelipnya, ga ada minuman bermerk jack daniels ato smirnoff vodka tapi mereknya arabian maknyuss dan jack firaun, jaman prabu siliwangi juga kata siapa ga ada dugem? Kalo bis perang biasanya para pasukan menggelar pesta kemenangan dengan ngadain party dengan gadis2 imut nan menggairahkan dari daerah baru yang mereka kuasai, buktinya pada jaman itu da banyak berdiri Majapahit Pub n Resto, Mataram Discotique, atau Katuranggan Bar (hehehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sex menjadi salah satu budaya yang menjadi tujuan hidup hedonis orang jawa hal ini ditunjukkan dengan seringnya para eksekutif kerajaan turba (turun ke bawah) dengan alasan berburu di hutan tapi pada dasarnya mereka sedang mencari gadis desa yang masih perawan dan polos untuk digagahi. Setelah selesai berhubungan badan mereka menceritakannya kepada pengawalnya mengenai persetubuhan ini. Selain mendengarkan pimpinannya sang pengawal juga mencatat ciri2 fisik si wanita, catatan yang terkumpul, yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan selama bertahun2 ikut pimpinan “berburu” ke hutan itu menjadi data bagi si pengawal untuk mengambil kesimpulan tentang hubungan antara bentuk fisik dengan kenikmatan bersenggama seorang wanita, lahirlah istilah katuranggan (kendaraan, kuda, atau lebih tepatnya wanita yang berarti tutumpakane wong lanang yaitu kendaraannya orang laki2). Makanya ada buku primbon yang menyimpulkan bahwa wanita dengan tubuh agak pendek dan langsing plus kulit putih pasti ceket (rapet) dan nikmat kalo berhubungan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emangnya kamasutra, kamatantra, serat centhini, dan kawan2nya dikarang oleh Muammar Emka?, emangnya mereka tahu itu semua dari firasat aja tanpa mencoba berhubungan dengan satu-satu wanita yang jadi objek penelitiannya?. Saya jadi heran dengan pernyataan artis2 yang menentang undang2 anti pornografi, Dian Sastrowardoyo bilang bahwa dengan dicantumkannya adegan sex di film tujuannya untuk membuka mata masyarakat dan pemerintah bahwa ada budaya seperti itu dalam masyarakat. Eh, apa mereka pikir baru sekarang ada kaya gitu? Apa mereka ga tau kalo jamannya warkop DKI da ada film porno? Apa mereka ga tau kalo mungkin saja ortu2 mereka semasa remaja juga suka ML kalo bis dari diskotek? Aku pikir kita semua uda tahu n ga perlu dikasi tahu, bahkan calon menteri agama kita aja (yahya zaini) uda tahu kok gimana rasanya jadi pemainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kita semua tahu tentang hal itu, tetap saja hal yang demikian jangan jadi justifikasi (pembenaran) untuk mengekspose-nya secara membabi-buta, di dunia ini siapa yang ga pernah be’ol? Semua orang tiap hari be’ol tapi apa ya pantas terus kita be’ol di tengah jalan dengan alasan “ah, ngapain jaim, toh semua orang juga pernah be’ol, kita jangan malu be’ol di mall, toh be’ol sudah jadi budaya yang ada di tengah masyarakat”, apa ya begitu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah freesex, kaum muda (khususnya wanita) terjerumus sex beragam pemicunya, karena cinta ma pacar, karena terpaksa harus cari makan (kebanyakan di desa2 yang masyarakatnya miskin tapi anak gadisnya cantik2 seperti di daerah pesisir jawa barat), atau karena dorongan alamiah, dan lain sebagainya. Tak melulu karena budaya barat atau bukti modern-nya sebuah komunitas. Di kampung2 juga banyak kepala desa yang menggagahi anak gadis polos yang lagi butuh duit buat lanjutin sekolahnya. Waktu ada temen yang bilang kita perlu belajar bikin anak dengan nonton film porno n ML ma pacar aku jawab “mbahku ga pernah nonton bokep ya lancar aja punya anak sampe dua belas orang”. Bukannya awak ni (meminjam istilah orang medan) munafik, kalo masalah pengen ya siapa yang ga tegang liat adegan gaya bebas macam begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freesex bukanlah produk barat atau ciri sebuah modernitas, Sex adalah naluri manusia yang paling dasar selain bertahan hidup dengan cara makan. Bagaimana kita menyalurkan hasrat itulah yang menjadi permasalahan. Bukan sex-nya yang masalah tapi bagaimana kita berhubungan sex itulah yang menentukan apakah sex yang kita lakukan itu jadi pahala atau dosa. Freesex bukan barang baru di dunia karena pada dasarnya kita hanya mengulang-ulang sejarah. Homosexual dan incest sudah ada sejak jaman nabi nuh, mencuri dan memutilasi orang adalah hobinya umar bin khattab sebelum masuk islam. Aku jadi inget kata2 EAN di salah satu essaynya, “mengambil duit di kantong atau meminum air di sumur itu boleh2 aja tapi yang menentukan apakah halal atau haram adalah kantong siapa dan sumur siapa”.&lt;br /&gt;di Upload dari forum padhangmbulan oleh achmad_salahuddin@walla.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-4214080401990405847?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/4214080401990405847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=4214080401990405847&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4214080401990405847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4214080401990405847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/hatiku-miris.html' title='hatiku miris......'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R-Bw18loaVI/AAAAAAAAAa0/mM0b6GxLQVo/s72-c/139438d975b4bc30ee2148025e68a318-grande.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-6947543626530147333</id><published>2008-03-17T21:37:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:12.354-08:00</updated><title type='text'>Kalau memang.........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R99JuMloaSI/AAAAAAAAAac/ChlIoNp2_5w/s1600-h/about_people~image.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R99JuMloaSI/AAAAAAAAAac/ChlIoNp2_5w/s320/about_people~image.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178939154501232930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kalau memang yang engkau pilih bukan kearifan untuk berbagi, melainkan nafsu untuk menang sendiri, maka terimalah kehancuran bagi yang kalah dan kehinaan bagi yang menang,&lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Kalau memang yang mengendalikan langkahmu hanyalah rasa senang atau tidak senang, dan bukannya pandangan yang jujur kepada kebenaran, maka segera gusur dan buanglah mereka yang engkau benci, serta bersiaplah engkau sendiri akan memasuki jurang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;3. Kalau memang yang bisa engkau pahami hanyalah kemauan, kepentingan dan nafsumu sendiri, dan bukan kerendahan hati untuk merundingkan titik temu kebersamaan, maka siapkan kekebalan dari bentura-benturan dan luka, untuk kemudian orang lain telah bersiap menggali tanah untuk kuburmu sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;4. Kalau memang engkau bermaksud menyulap sejarah dalam kesejapan mata,  dan bukannya bersabar dalam menggembalakan irama dan proses, maka nantikan darah akan muncrat membasahi tanah airmu, kemudian engkau sendiri akan terjerembab di terjalan-terjalan ketidakberdayaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;5. Kalau memang sesembahanmu adalah kenikmatan membenci, mabuk dalam teriakkan dan caci maki, atau keasyikan dalam mencurangi, maka ambillah pedangmu, angkat tinggi-tinggi, dan mulailah menabung kerelaan untuk engkau sendiri mati.&lt;br&gt;&lt;br&gt;6. Kalau memang engkau menyangka bahwa benarnya dirimu sendiri itulah disebut kebenaran, maka aku akan mendaftarkan diri untuk melawanmu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;7. Kalau memang engkau mengira bahwa benarnya orang banyak adalah segala-galanya, di mana langit-langit mimpi bisa engkau raih dengan itu, maka jangan sekali-kali menghalangiku untuk mengedari langit, kupetik kebenaran sejati dan kutaburkan di bumi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;8. Kalau memang bagimu kehidupan adalah perjuangan untuk berkuasa dan mengalahkan saudara-saudaramu sendiri; kalau memang bagimu kehidupan adalah mengincar dan menikam punggung saudaramu sendiri dari belakang; kalau memang bagimu kehidupan adalah mengganti monopoli dengan monopoli baru, atau hegemoni dengan hegemoni baru, atau mengusir macan untuk engkau macani sendiri, maka pertanyaanku: apakah itu adalah tawaran dari nurani dan kesadaranmu agar kita mempercepat saja proses untuk saling memusnahkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;9. Kalau memang seseorang tidak bersedia mendengarkan apapun kecuali bunyi mulutnya sendiri, kecuali suara kemauan dan gejolak nafsunya sendiri, maka aku hanya bisa menawarkan kasih sayang bersama,. Sebab kalau yang engkau lemparkan ke tanganku adalah batu permusuhan, maka tak ada yang tampak dimataku kecuali kemungkinan diantara hidup dan mati.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-6947543626530147333?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/6947543626530147333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=6947543626530147333&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6947543626530147333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6947543626530147333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/kalau-memang.html' title='Kalau memang.........'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R99JuMloaSI/AAAAAAAAAac/ChlIoNp2_5w/s72-c/about_people~image.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-8971175155827242588</id><published>2008-03-17T21:29:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:12.597-08:00</updated><title type='text'>Menuju Nasionalisme 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R99GTMloaRI/AAAAAAAAAaU/zaxjX5PqKQg/s1600-h/emhan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R99GTMloaRI/AAAAAAAAAaU/zaxjX5PqKQg/s320/emhan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178935392109881618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ditulis Oleh &lt;a href="http://padhangmbulan.com"&gt;Emha Ainun Nadjib  &lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Banyak isyu tentang krisis pangan dunia 2009, iklim global, 'rencana' bencana-bencana nasional dst, tapi saya kira Indonesia akan mencapai kecermelangannya di tahun 2009.&lt;br /&gt;Perkara hutang luar negeri sebenarnya cukup mandatkan pada Kongres Akuntan Nasional, minta mereka berdiskusi kemudian kasih rekomendasi yang menunjukkan betapa simpelnya sesungguhnya masalah itu untuk kita atasi kalau kita mau.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Masalah kepemimpinan, kita berlimpah-limpah calon Presiden dan Pemimpin Nasional. Tinggal ambil dari teritori mana, golongan apa, parpol, suku, Agama dan apapun saja yang sangat siap dengan kandidat-kandidat Presiden. Bahkanpun kaum Selebritis sangat siap memimpin Indonesia, terbukti dengan begitu banyak urusan yang dipercayakan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling nyata adalah semakin tercapainya Persatuan Nasional menjelang 2009. Kita bangsa bersuku-suku, tapi cita-cita satu. Kita berbagai-bagai budaya, tapi gawang kehidupan satu. Kita punya banyak Agama, ragam nilai, pilihan-pilihan di segala sisi kehidupan, tapi obsesi kita satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak kita boleh pilih masuk kuliah di Fakultas Kedokteran, Ekonomi, Tehnik, bahkan Tarbiyah dan Ushuludin: namun harapan hidupnya satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu cita-cita itu ialah menjadi kaya. Ada kerbau, ada macan, berang-berang, buaya, cacing, badak dan jutaan macam hewan lagi, tapi cita-citanya sama: ingin terbang dengan pakaian kemewahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam profesinya, macam-macam permainannya, beragam-ragam kostum dan ayat-ayatnya, namun obsesinya menyatu secara nasional, ialah menjadi kaya. Memang ada klise-klise aplikatif: ingin mengabdi kepada bangsa dan Negara. Ingin berbakti kepada Agama dan masyarakat. Dan mungkin benar awalnya memang bercita-cita seperti itu, tetapi begitu ketemu pintu-pintu gerbang keuangan: mulai penuhlah kepala oleh cita-cita tunggal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anak-anak kecil dikasih iklim: ingin menjadi dokter, insinyur, Presiden. Tapi ujungnya sama saja, yaitu menjadi kaya. Milih jadi orang kaya meskipun tidak jadi dokter, daripada sebaliknya. Kalau kerja 6 hari menjadi 5 hari, kelak kita runding bagaimana dalam seminggu kita kerja sehari saja dan libur 6 hari, kita sepakati asalkan gaji tetap seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang memilih tidak kerja tapi dapat gaji daripada kerja tapi tak dapat gaji. Kalau sampai kerja tak dapat gaji maka ayat-ayat tentang hak buruh, HAM dlsb bertaburan di langit dan bumi. Tapi kalau terpaksanya kita balik: tidak kerja tapi dapat gaji, sebenarnya itu yang diam-diam lebih OK dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang berlimpah jauh lebih menarik dibanding Tuhan. Korupsi jauh lebih dipercaya disbanding hakekat dan metabolisme rejeki. Kalau melebar sedikit: orang diam-diam sudah makin sanggup meragukan Tuhan, tapi tak seorangpun memiliki keberanian untuk meragukan Demokrasi. Orang lebih tertarik pada kekayaan dibanding kesalehan. Orang lebih terpikat oleh uang banyak daripada digniti kepribadian. Orang lebih tergiur pada kejayaan materi dibanding kemuliaan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah orang akan membantah kalimat-kalimat ini. Tapi saya sendiri sudah terlalu tua untuk mampu membantah hal itu. Saya sudah udzur dan ditipu mentah oleh fakta-fakta kehidupan, sehingga sampai menjelang kepala-6 saya belum memulai apapun untuk memperjuangkan karier saya: jangankan lagi untuk menegakkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kalau yang dimaksud karier adalah berkuasa, kaya dan terkenal: sudah lama - menurut ukuran saya dengan hidup tempe sambal dan menikmati cuci kaos piring: saya tidak memiliki problem apa-apa. Tapi yang saya maksudkan karier adalah mandat kekhalifahan dengan konten dan skala yang jelas yang sudah lama saya siapkan namun tidak ada gejala bahwa sejarah manusia ini memerlukan kualitas kesejahteraan hidup semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kaya adalah isi utama kepala manusia Indonesia. Dan untuk itu dipilih cara dan jalan yang paling bodoh dan malas: akting menjadi pemimpin, ustadz, artis, wakil rakyat, lembaga zakat infaq atau apapun. Jangan kawatir, tentu saja orang juga menikmati hubungannya dengan Tuhan, kenyamanan bernasionalisme, kesantunan social, estetika dlsb, tetapi itu semua sekunder. Yang primer di kepalanya adalah harus ada kenyataan bahwa ia berlimpah atau sekurang-kurangnya aman di bidang keuangan. Yang dimaksud aman itu takarannya begini: "Wah, rugi saya, ada proyek basah banget tapi gagal memenangi tender...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dia tidak rugi apapun. Tidak rugi pun merasa tidak aman. Aman adalah laba sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya. Dasar moral ilmu ekonomi di seluruh muka bumi ini sejak awal memang curang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar kaya, unsur lain popular juga: powerfull and famous, berkuasa dan terkenal. Tapi kekuasaan dan popularitas juga membawa visi missinya sendiri: merangsang manusia untuk lebih kaya dan lebih kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan adalah jalan paling popular untuk mencapai cita-cita tunggal itu. Maka tidak ada agenda apapun yang lebih diutamakan dibanding apapun dalam kehidupan bangsa Indonesia melebihi agenda politik. Siang malam, tiap bulan, tiap tahun, headline, ngrumpi, obrolan gardu, apapun saja sesungguhnya berpangkal dan berujung pada agenda politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah Propinsi saya diajak ketemu oleh seorang Walikota, di saat lain oleh sekelompok pemuda dari suatu komunitas, juga di malam lain seorang pemimpin pembela kaum muskin urban – semuanya untuk agenda yang sama: yakni membicarakan nasib ribuan orang yang berumah di bawah jalan tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala ajakan itu disampaikan kepada saya, saya benar-benar sibuk menonton televisi yang menayangkan berita bahwa Pak Gubernur Propinsi itu sedang naik podium menyatakan akan mencalonkan diri menjadi Presiden mendatang. Khalifah Umar bin Abdul Aziz menangis dan shalat taubat kepada Allah gara-gara seekor onta terpeleser nun jauh di sana namun masih di wilayah tanggung jawab kekhalifahannya. Ia begitu merasa bersalah. Agenda Pak Umar benar-benar berbeda dengan agenda Pak Gubernur.***** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-8971175155827242588?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/8971175155827242588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=8971175155827242588&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8971175155827242588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8971175155827242588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/menuju-nasionalisme-2009.html' title='Menuju Nasionalisme 2009'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R99GTMloaRI/AAAAAAAAAaU/zaxjX5PqKQg/s72-c/emhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-3527189147909507132</id><published>2008-03-17T21:13:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:12.712-08:00</updated><title type='text'>Teka Teki Imam AL Ghazali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R99CHsloaQI/AAAAAAAAAaM/Mv4kmIF4vHY/s1600-h/ghazali.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R99CHsloaQI/AAAAAAAAAaM/Mv4kmIF4vHY/s320/ghazali.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178930796494874882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu&lt;br /&gt;beliau bertanya :&lt;br /&gt;Imam Ghazali = ' Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?'&lt;br /&gt;Murid 1 = ' Orang tua '&lt;br /&gt;Murid 2 = ' Guru '&lt;br /&gt;Murid 3 = ' Teman '&lt;br /&gt;Murid 4 = ' Kaum kerabat '&lt;br /&gt;Imam Ghazali = ' Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat&lt;br /&gt;dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang&lt;br /&gt;bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali = ' Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?'&lt;br /&gt;Murid 1 = ' Negeri Cina '&lt;br /&gt;Murid 2 = ' Bulan '&lt;br /&gt;Murid 3 = ' Matahari '&lt;br /&gt;Murid 4 = ' Bintang 2 '&lt;br /&gt;Imam Ghazali = ' Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar&lt;br /&gt;adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita&lt;br /&gt;tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus&lt;br /&gt;menjaga hari ini,hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan&lt;br /&gt;perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali = ' Apa yang paling besar didunia ini ?'&lt;br /&gt;Murid 1 = ' Gunung '&lt;br /&gt;Murid 2 = ' Matahari '&lt;br /&gt;Murid 3 = ' Bumi '&lt;br /&gt;Imam Ghazali = ' Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali&lt;br /&gt;adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati&lt;br /&gt;dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;' Imam Ghazali = ' Apa yang paling ringan di dunia ini ?'&lt;br /&gt;Murid 1 = ' Kapas'&lt;br /&gt;Murid 2 = ' Angin '&lt;br /&gt;Murid 3 = ' Debu '&lt;br /&gt;Murid 4 = ' Daun-daun'&lt;br /&gt;Imam Ghazali = ' Semua jawapan kamu itu benar, tapi yang paling ringan&lt;br /&gt;sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita&lt;br /&gt;atau urusan dunia, kita tinggalkan solat '&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMAM GHAZALI: ' Apa yang paling berat didunia ? '&lt;br /&gt;Murid 1 = ' Baja '&lt;br /&gt;Murid 2 = ' Besi '&lt;br /&gt;Murid 3 = ' Gajah '&lt;br /&gt;Imam Ghazali = ' Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah&lt;br /&gt;MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang,&lt;br /&gt;gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka&lt;br /&gt;menjadi khalifah pemimpin di dunia ini. Tetapi manusia dengan&lt;br /&gt;sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga&lt;br /&gt;banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali = ' Apa yang paling tajam sekali di dunia ini ? '&lt;br /&gt;Murid- Murid dengan serentak menjawab = ' Pedang '&lt;br /&gt;Imam Ghazali = ' Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini&lt;br /&gt;adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya&lt;br /&gt;menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''sampaikanlah walau satu ayat'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-3527189147909507132?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/3527189147909507132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=3527189147909507132&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3527189147909507132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3527189147909507132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/teka-teki-imam-al-ghazali.html' title='Teka Teki Imam AL Ghazali'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R99CHsloaQI/AAAAAAAAAaM/Mv4kmIF4vHY/s72-c/ghazali.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-8185027177178787022</id><published>2008-03-17T21:03:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:12.883-08:00</updated><title type='text'>modal cinta untuk menikah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R99ADsloaPI/AAAAAAAAAaE/XXlCFBlZ100/s1600-h/wondercandle-love-im.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R99ADsloaPI/AAAAAAAAAaE/XXlCFBlZ100/s320/wondercandle-love-im.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178928528752142578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan menangis tersedu-sedu sesekali berteriak, ibu berlinangan air&lt;br /&gt;mata dengan berselonjoran kaki di atas dipan seperti anak kecil sedang&lt;br /&gt;merengek meminta sesuatu. Ibu bergumam "Apa yang salah dengan&lt;br /&gt;diriku?". Seolah-olah ia menyesali terhadap apa yang dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;"Rasanya aku sudah memberikan semua hal-hal yang terbaik pada&lt;br /&gt;anak-anakku, tetapi kenapaaa anak-ku berani memusuhi saat sudah&lt;br /&gt;dewasa. Jangaaan lupa Nak! Jangaan lupa Nak sekali lagi!"celotehnya di&lt;br /&gt;dalam kegalauan yang menyelimuti hatinya. ".....aku yang&lt;br /&gt;melahirkan-mu, ..aku yang berjuang melawan maut yang senantiasa&lt;br /&gt;menjemput, ..aku yang menyusui-mu, ..aku yang mengajari -mu berjalan,&lt;br /&gt;..aku yang mengajari-mu sopan-santun sehingga menjadi gadis cantik dan&lt;br /&gt;dewasa seperti sekarang ini. Jangan lupa...Nak!, " gumamnya seolah&lt;br /&gt;ingin membeberkan. ...peristiwa- demi-peristiwa yang sudah dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nerli... Nerli .... Nerli ....ho...ho. ..ho, ...hi...hi.. .hi.., kenapa&lt;br /&gt;kamu seperti itu, bikin...hati ibu tidak tenang,"teriak ibu..teriakan&lt;br /&gt;ibu semakin menjadi-jadi, tetapi dengan bunyi hujan lebat di luar&lt;br /&gt;rumah, suara ibu terdengar pelan-pelan, "Ibu harus mengeluh pada siapa&lt;br /&gt;..Nak?....pada siapa Nak? Sembari bertanya pada diri&lt;br /&gt;sendiri!.... .Ayah-mu sudah lama meninggal!.. .Nenek dan kakekmu juga&lt;br /&gt;sudah almarhum!" Suara ibu semakin serak, semakin parau menunjukkan&lt;br /&gt;beliau sudah mulai lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam, Dira dan suami terbangun dari lelap tidurnya. Mereka&lt;br /&gt;mendengar beberapa kali ibunya memanggil-manggil nama adiknya yang&lt;br /&gt;baru setahun ini menikah. Tak cuma sekali teriakan ibu kedengaran&lt;br /&gt;tetapi beberapa kali ibu memanggil nama adiknya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan Dira dan suaminya, beranjak dari kamar menyelinap ke ruang&lt;br /&gt;tengah mencari dari mana suara ibu berasal. Dilihatnya ibu tergolek di&lt;br /&gt;atas dipan, sesekali bangkit kemudian duduk lagi. Di tengah kedinginan&lt;br /&gt;malam, membuat badan ibu yang lusuh kelihatan menggigil. Ibu tak bisa&lt;br /&gt;membebaskan diri dari rasa takutnya. Kemudian suami dan istri berdua&lt;br /&gt;tersebut berbisik "Ayo kita temani Ibu dan kita kuatkan hati Ibu" kata&lt;br /&gt;suaminya dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru pertama kali ini aku mengalami hal seperti ini" kata suami Dira&lt;br /&gt;kepada istrinya. "Biasanya aku hanya dapat menenangkan anak dan istri&lt;br /&gt;jika merengek meminta dibelikan barang yang baru. Tetapi kali ini&lt;br /&gt;adalah Mertua-ku yang sekaligus sudah aku anggap seperti Ibu-ku&lt;br /&gt;sendiri. Bagaimana mungkin aku bisa menenangkannya? " gumamnya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti biasanya, Dira jika malam terbangun untuk menyiapkan minum&lt;br /&gt;susu botol untuk anaknya yang masih balita. Kali ini dia menyiapkan&lt;br /&gt;teh manis hangat untuk menenangkan hati ibu-nya yang sedang dirundung&lt;br /&gt;kegalauan. Ketakutan seorang ibu terhadap anak gadisnya yang baru&lt;br /&gt;setahun menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini .... Nak, ibu mulai membuka percakapan untuk mengeluarkan&lt;br /&gt;segala uneg-uneg yang ada di dalam relung hati yang paling kecil. Ibu&lt;br /&gt;mulai bercerita "Aku mempunyai 6 orang anak" semua anak ibu dididik&lt;br /&gt;dengan cara yang sama dan tidak pernah dibeda-bedakan. Tetapi walapun&lt;br /&gt;cara didik sama ternyata hasil tidaklah sama. Ada yang menjadi anak&lt;br /&gt;penurut, ada anak yang pintar, ada anak yang sopan, ada anak yang&lt;br /&gt;tidak pintar, semuanya saya iklas. Tetapi satu adikmu inilah yang&lt;br /&gt;melawan ibu. Tidakkah dia disebut anak durhaka? "Astagafirullah" kata&lt;br /&gt;Ibu menarik ucapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menceritakan peristiwa yang dialaminya dari masa Si Nerli kecil&lt;br /&gt;hingga ia dewasa dan menentang pada ibunya dalam memilih suami yang&lt;br /&gt;menikahi. Begini Nak "Nikah itu bukan hanya hubungan antara dua orang&lt;br /&gt;saja" kata ibu memulai cerita. Lalu aku tertunduk diam hanya&lt;br /&gt;mendengarkan apa yang ibu bicarakan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambung cerita ibu bak seorang dosen yang sedang menceramahi mahasiswa&lt;br /&gt;"Nikah itu menyatukan dua orang anak manusia, tetapi jangan lupa dua&lt;br /&gt;orang manusia itu mempunyai keluarga atau mempunyai keluarga besar,&lt;br /&gt;jadi perkawinan ini menyatukan dua keluarga besar juga". Tetapi Nak!&lt;br /&gt;"Jangan kamu mempunyai pikiran yang negatif dulu?" sergah Ibu. Ibu&lt;br /&gt;tidak ingin menjodohkan anak-anak dengan pilihan ibu, tetapi ada&lt;br /&gt;rambu-rambu yang harus kalian pahami. "Jelas khan!.." kata Ibu. Kami&lt;br /&gt;berdua hanya menganggukan kepala saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camkan ya Nak....carilah jodohmu yang kamu cintai dengan calon yang&lt;br /&gt;sesama iman, mempunyai pekerjaan, dari keluarga baik-baik, bertanggung&lt;br /&gt;jawab. Hindari calon suami yang mengagung-agungkan cinta seolah-olah&lt;br /&gt;dengan cinta sudah kenyang. Ingat.. yah...Nak! hidup penuh cinta 99%&lt;br /&gt;itu dirasakan hanya pada awal nikah sampai mempunyai anak, jadi jika&lt;br /&gt;sudah punya anak cinta itu dibagi-bagi dengan anak. Jika tinggal 60%&lt;br /&gt;cinta itu sudah bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pernikahan berlangsung sebenarnya keluarga besar kita sudah&lt;br /&gt;tidak menyetujuinya. Dengan berbagai alasan antara lain : 1.) paham&lt;br /&gt;agamanya berbeda walaupun sesama Islam tetapi dia termasuk islam yang&lt;br /&gt;eksklusif jadi pribadinya agak tertutup. 2) faktor pekerjaan selama&lt;br /&gt;ini pekerjaannya belum tetap. 3) faktor keluarga besar diantara dua&lt;br /&gt;pihak baik pihak keluarga perempuan dan pihak laki-laki memang sudah&lt;br /&gt;tidak cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lantas apa yang menyebabkan adik kita tetap bersikeras"? tanya Dira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya alasan-alasan adikmu itu selama ini hanya berhubungan&lt;br /&gt;dengan emosi belaka, tetapi tidak mempertimbangkan alasan logika-nya&lt;br /&gt;antara lain 1) Sudah saling cinta. 2. Si Calon dapat memberikan&lt;br /&gt;bimbingan sehingga dia merasa terobati dan tenang. Adikmu rela&lt;br /&gt;dinikahi oleh pria pilihannya, asal ibu memberikan restu saja. "Cukup&lt;br /&gt;restu saja" kata Nerli berulang-ulang yang diperagakan lagi oleh ibu.&lt;br /&gt;Nanti Nerli tidak akan merepotkan ibu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu sudah banyak memanjatkan doa agar adikmu diberikan jodoh yang&lt;br /&gt;nantinya akan memberikan ketentraman berdua. Sebenarnya Ibu berharap&lt;br /&gt;jika mungkin boleh meminta kepada Tuhan...tolong, tolong jauhkan anak&lt;br /&gt;saya. Tetapi apa mau dikata kemauan keras adikmu itu sudah tidak bisa&lt;br /&gt;ditawar lagi. Dia sudah sering tinggal di tempat laki-laki itu. Dia&lt;br /&gt;tidak perduli apa kata keluarga...itu mencoreng nama keluarga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi sangat sederhana maka pernikahan itu dilangsungkan,&lt;br /&gt;tanpa adanya acara-acara seremonial. Pihak mempelai kelihatan senyum&lt;br /&gt;bahagia, tetapi dipihak keluarga dengan perasaan yang campur aduk&lt;br /&gt;mencoba untuk mengikuti prosesi yang dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari, minggu demi minggu dan bulan demi bulan berjalan&lt;br /&gt;diarunginya bahtera rumah tangga baru, ternyata sudah menginjak satu&lt;br /&gt;tahun usia perkawinan. Pada awal memang indah tetapi lama-lama menjadi&lt;br /&gt;gundah. Komitmen awal yang tidak akan merepotkan ibu lagi ternyata&lt;br /&gt;tidak bisa dipegang. Bagaimana mungkin seorang ibu muda yang sedang&lt;br /&gt;hamil tidak terurus sehingga mengalami keguguran, dari sini sudah&lt;br /&gt;mulai banyak masalah yang ternyata tidak bisa dihadapinya berdua saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya terkena musibah diberhentikan dari tempat kerja yang hanya&lt;br /&gt;dikontrak tiga bulan, susah mencari pekerjaan lain, sementara pihak&lt;br /&gt;keluarga sulit untuk menerima kehadirannya. Mau datang ke rumah mertua&lt;br /&gt;merasa segan, takut, malu dan perasaan lain yang berkecamuk, seperti&lt;br /&gt;memelas, jika tidak dilakukan mau ke rumah siapa lagi. Dalam hati&lt;br /&gt;Nerli berkata "jangan-jangan ini ujian bagi kita yang tidak menurut&lt;br /&gt;pada Ibu yang tercinta". Keesokan hari Nerli dan suami berkunjung ke&lt;br /&gt;rumah ibu dengan bersimpuh meminta maaf apa yang sudah dia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Ibu menangis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak Dira dan suami" kata ibu menyambung lagi. Apa yang ibu&lt;br /&gt;khawatirkan ternyata sekarang menjadi kenyataan. Pelajaran untuk&lt;br /&gt;adik-adik yang lain jangan terlalu agungkan cinta itu, jika kau&lt;br /&gt;memilih suami yang tampan seperti Pangeran maka kau akan menyesal jika&lt;br /&gt;Pangeranmu tidak tampan lagi. Ingat Nak "Rambu-rambu" yang ibu&lt;br /&gt;utarakan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi ibu yang sudah stabil suami Dira mencoba untuk berkata&lt;br /&gt;"Jadi ibu khawatir dengan masa depan anak dan menantu ibu". Oh Iya,&lt;br /&gt;"tidak ada seorangpun ibu yang tidak ingin anaknya kekurangan dan&lt;br /&gt;tidak bahagia" Ibu menyahut. "Ibu kebahagiaan itu adalah milik semua&lt;br /&gt;orang, bukan monopoli ibu saja" kata suami Dira. Barangkali Nerli dan&lt;br /&gt;suami sudah cukup bahagia dengan apa yang ia dapatkan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keinginan ibu melihat Nerli dan suami menjadi keluarga serba cukup&lt;br /&gt;dan penuh kebahagian juga tidak salah" kata suami Dira. Yang salah&lt;br /&gt;dari Ibu adalah perasaan terlalu khawatir dan ketakutan yang&lt;br /&gt;berlebihan. Ibu jangan khawatir dengan anak-anak dan menantu, mereka&lt;br /&gt;sudah banyak mengalami banyak kesulitan tetapi mereka sampai saat ini&lt;br /&gt;juga masih hidup. Jadi masa depan mereka semua adalah mereka sendiri&lt;br /&gt;yang akan menentukan. "Ingat cucu ibu sebentar lagi akan dilahirkan,&lt;br /&gt;mudah-mudahan menambah kebahagiaan" kata penutup dari suami Dira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-8185027177178787022?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/8185027177178787022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=8185027177178787022&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8185027177178787022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8185027177178787022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/modal-cinta-untuk-menikah.html' title='modal cinta untuk menikah'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R99ADsloaPI/AAAAAAAAAaE/XXlCFBlZ100/s72-c/wondercandle-love-im.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-1559390666375170024</id><published>2008-03-15T11:58:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:13.086-08:00</updated><title type='text'>Mengetahui Keperjakaan di Malam Pertama !(OOT)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9wfVMloaLI/AAAAAAAAAZk/pZydaj8PfG0/s1600-h/20070590829_impotent.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9wfVMloaLI/AAAAAAAAAZk/pZydaj8PfG0/s320/20070590829_impotent.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178048120586004658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;diambil dari &lt;a href="http://blogger-pesta.blogspot.com/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa Alasan Kenapa Tuhan tidak Menciptakan Selaput Penis dan memperbolehkan Poligami ?&lt;br /&gt;Jangan Tuntut 'Kesetiaan' dari Laki-laki tapi tuntut 'Tanggung Jawabnya' dan Jangan tuntut 'Tanggung Jawab' dari perempuan tapi tuntut 'Kesetiaannya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tozie sangat setuju dan kebijakan Bupati Indramayu beberepa waktu lalu, yang ingin melaksanakan 'tes keperawanan' kalau perlu di seluruh Kabupaten di Indonesia, tapi diimbangi dengan 'permohonan' tes 'Keperjakaan' di seluruh Kabupaten di Indonesia yang dilakukan pada 'Malam Pertama' pasangan Suami Istri yang baru menikah.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Lelaki selau ingin jadi yang 'PERTAMA' dan perempuan lebih suka menjadi yang 'TERAKHIR' menjadi dasar pemikiran diadakannya test Keperawanan untuk Siswi SMA, SMP kalo SD kayaknya belum perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk test Keperawanan tidak udah dibahas terlalu jauh, disini akan dibahas test keperjakaan di 'Malam Pertama' (Khusus buat Suami yang mempunyai 1 Istri) Kalau pernikahan ke 2, 3 atau 4 gak perlu lagi test lagi.&lt;br /&gt;Harus ada RUU yang dipersiapkan Jika suami yang baru mempunyai 1 Istri di Malam pertama sudah tidak perjaka ada konsekuensi logis yang harus ditanggung (yang ini belom kepikiran maenya kedah di-geresel mah manukna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali perempuan selalu dipojokkan dengan status keperawanan, sementara para lelaki brengsek tetap bebas menari-nari dari perempuan satu ke perempuan lain… para pria sering mempertanyakan keperawanan, padahal dianya sendiri juga belum tentu perjaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat dasar mayoritas lelaki yang menginginkan yang suci tapi tidak mensucikan, mempunyai rasa memiliki yang tinggi tapi tidak mau dimiliki komo kedah dikuasai mah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalaupun ada masa lalu perempuan itu (dan sudah tobat, misalnya) ya, harusnya tuh cowo harus bisa bersikap bijak dan rasional dong!&lt;br /&gt;Masa gara-gara sebercak darah diatas seprei (baca:selaput dara) aja musti ribut?? Tulisan ini mah bukan untuk provokasi atau merendahkan nilai keperjakaan dan keperawanan, tapi biar ada keseimbangan aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sepakat kalo keperawanan dan keperjakaan itu adalah hal yang perlu (baca; wajib) dijaga hingga saatnya nanti tiba. Dan kalaupun sudah hilang, yah... tobat adalah satu-satunya jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To the point.. ini mah bahasanya dibikin se-sopan mungkin.. kalau ada yang vulgar-vulgar yah.. mohon maaf...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori ini mah bisa (dan harus bin wajib) dibuktikan pada malam pertama aja yah!! Jadi kalo ada yang mencoba membuktikan teori ini tidak pada waktu dan tempat yang halal, maka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SUMPAH TEUING TEU RIDHO....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Da Tozie mah gak mau di akherat nanti saya gagal masuk surga gara-gara beginian....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau ada penyalahgunaan teori ini oleh-oleh pihak-pihak tertentu, harap dilaporkan kepada fihak yang berwajib .... (sapa ya fihak berwajibnya ? :D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, teori ini Tozie dapet dari pengalaman-pengalaman orang berdasarkan hasil wawancara mendalam dan studi literatur. Jadi saya tidak “terjun ke medan perang” secara langsung.. *loh, berarti gak valid dong teorinya? Kalo kamu gak praktekkan langsung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata siapa gak valid? Kalo ada psikolog meneliti tentang pembunuhan.. apakah psikolog itu juga harus membunuh dulu? Gak kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here we go...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 istilah pokok yang saya pakai dalam teori ini, yaitu expert dan newbie. Expert adalah orang yang sudah pernah melakukan “itu” (dan diasumsikan sering melakukannya karena kalo sudah pernah melakukan pasti gak mungkin sekali aja kan? Dan dalam teori ini dianggap dia sudah mahir) dan newbie adalah sebaliknya, alias perjaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian bisa membedakan antara yang expert dan newbie berdasarkan pembagian beikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Pemanfaatan suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang sudah expert, maka kecenderungannya dia akan pintar memanfaatkan suasana dan lingkungan, serta mampu membangun mood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita buat dalam format contoh real aja deh, biar gampang.. pusing saya menjelaskannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Expert:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Memanfaatkan aroma theraphy a.k.a wewangian atau bayfresh... *ga papa lah sebut merk oge....&lt;br /&gt;* Jika menggunakan musik, maka musik klasik, jazz atau instrumental jadi pilihan.&lt;br /&gt;* Menggunakan lampu remang-remang (karena sudah hapal dan terlatih tentunya dengan “medan laga”, jadi dalam gelap saja masih bisa bertempur *pernah liat private videonya Paris Hilton kan? Yang kayak Uka-uka gitu... nah begitu...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Newbie:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Boro-boro aroma theraphy, ketek aja gak keurus...&lt;br /&gt;* Jika menggunakan musik, kecenderungannya adalah musik dangdut atau house musik, bahkan ada yang trash metal (si newbie takut dan malu kalo kedengaran “bersik” yang gak kontrol.. maklum kebiasaan nonton film begituan yang memang berisik abis....)&lt;br /&gt;* Biasanya lampunya terang, maklum belum mengetahui ”medan laga”, jadi harus pakai bantuan GPS dan night vision. Dan kalaupun ada newbie yang bertempur dalam gelap, maka bisa dipastikan dia itu mengalami gejala kurang percaya diri... Kenapa? Tebak sendiri dong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Persiapan Fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Expert biasanya mempersiapkan diri se-nyaman mungkin, karena dia tahu bahawa mood bisa ancur gara-gara hal sepele. Kalo newbie ? eeee.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Expert:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mandi, pake parfum, sikat gigi.&lt;br /&gt;* Pake pakaian yang gak ribet yang bisa menyusahkan dan mengganggu mood pada akhirnya. *kebayang kalo pas mau begituan pake kostum ayam yang dipake Ringgo di film “Jomblo”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Newbie:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Syukur-syukur kalo gak bau.. masalahnya secara psikologis malam pertama itu memberi tekanan batin yang sangat besar *tekanan untuk membentuk kesan sebagai “malam sempurna dan unforgettable” dan hal itu otomatis memacu adrenalin. Apabila adrenalin meningkat, maka produksi keringat akan meningkat pula.. dan kalo keringat banyak, tau kan..... Hoek... bau.....&lt;br /&gt;* Pakaian mah apa aja.. lagian dia juga gak tau kan mana jenis pakaian yang ribet dan mana yang gak? Is’nt it?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Komunikasi Verbal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ungkapan begini, “Semua orang bisa merayu”. Betul! Tapi rayuan dalam kelambu itu beda lo.... Dan bukankah kepandaian merayu itu dibentuk atas dasar pengalaman mengahdapi berbagai macam orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana contoh rayuan itu? Wah... ini mah bener-bener saya gak tau bentuk pastinya... tapi ntar rasain sendiri aja yah... *toh saya juga belom pernah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Komunikasi Nonverbal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah segala bentuk komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata. Termasuk didalamnya adalah sentuhan, tatapan mata, pengideraan, intonasi suara, bau-bauann, bahasa tubuh, jarak sosial dll. *uhuy!! masih inget juga saya pengertiannya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Expert:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tatapannya tenang, tapi bikin “korban” tersipu-sipu.&lt;br /&gt;* Intonasi suaranya pasti (baca: pasti tenang, pasti gak gagap, pasti pitch kontrolnya oke, dan pastinya membuat “korban” terpojok secara psikologis.&lt;br /&gt;* Mendekati “korban” dengan ala “pembunuh berdarah dingin”. *kamu pernah dideketin sama polisi pas di lampu merah gak? Semacam itulah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Newbie:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Isi tatapannya 50% nafsu + 50% nafsu= ? Loh? Heuehehhe.. *maklum baru pertama kali liat yang bidadari nongkrong diatas kasur...&lt;br /&gt;* Intonasi suaranya full vibrasi.. *mirip-mirip Yana Yulio gitu deh... Malah kadang juga gagap.. Makanya biasanya untuk cari aman, para newbie lebih memilih diam. Bukankah diam itu emas? Heueuuehhehhe...&lt;br /&gt;* Mendekati korban kayak mau ditelen mentah-mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Penggunaan alat kontrasepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, biasanya yang newbie pasti maunya yang “polos-polos” dan gak mau peristiwa sakral ini dihalangi oleh benda elastis itu kan? (baca: kondom). Dan begitu pula yang expert... “toh sudah halal ini!” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sangat jarang terjadi pada malam pertama alat kontrasepsi digunakan. But, just in case...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Expert:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ukuran “sarungnya” pas, gak kedodoran. *Udah sering beli kan?&lt;br /&gt;* Proses instalasi dilakukan kurang dari 30 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Newbie;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ah, kalo kebeli yang “full press body” aja udah syukur... nah kalo kebeli yang ukuran gombrong kayak celana anak-anak hip-hop itu kan repot..... *besar pasak daripada tiang istilahna mah...&lt;br /&gt;* Wah... perlu asistensi neh.... ”Sayang... ini gimana yah masangnya? Kok ini sobek sih?” *diiringi gerakan tangan seperti orang yang terkena parkinson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. The Battle’s Begin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eeee... maaf yah kalo ada kata-kata yang kurang pantes disini... ya mau gimana lagi atuh... wayahna weh.. tapi sebisa mungkin bahasanya udah dimodifikasi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, bentar.. MTV lg muter coldplay , “Fix You”..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjisss.. keren pisannnnn... live @Glastonbury.. Jing, liriknya dalem... “Lights will guide.... you home....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke... kita mulai aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Expert:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Meskipun jantungnya berdegup kencang, tapi masih dalam batas kewajaran dan itu lebih dikarenakan stamina yang terkuras pada detik-detik pertempuran. *penting: dengan cara yang bijak dan sedikit rayuan kamu bisa memeriksa detak jantungnya dengan gampang bukan?&lt;br /&gt;* Semua organ tubuhnya (tangan,bibir, lidah, dll) lincah menyelinap dan menjelajahi setiap sudut kota. Bahkan di gang-gang yang sempit dan jalan-jalan tikus sekalipun....&lt;br /&gt;* Tau betul posko-posko dan titik-titik rawan yang bisa bikin “korban” merinding dan “ehem-ehem”.&lt;br /&gt;* Pas adegan pertempuran Batalyon bibir 2, divisi lidah ikut membantu penyerangan dan posisi kepalanya gak bikin leher pegel. (baca: kissing.. ribet amat bahasanya)&lt;br /&gt;* Jago bikin “tato merah” dengan menggunakan bibir... *sampai disini masih ngerti aja kan bahasanya? Kalo gak ngerti yah.. anggap aja ngerti lah...&lt;br /&gt;* Melepas pengaman dada sang korban (itu juga kalo pake... hueeuhe) dengan lancar dan bahkan dengan sekali “klik”&lt;br /&gt;* Pas adegan “pemerasan” yang dilakukan di Twin Mountain *Aduh Ya Allah... mohon maafkan kata-kata hambaMu ini... (serius! Asa dosa euy.... da baru pertama kali nulis yang kayak ginian....) bentar bikin kopi dulu...... tegang euy.... Jis, gulanya abis.. warung dah tutup.. jam 3 malem sih... Terpaksa kopi pahit.. biarin kayak sesajen! Oke, kita terusin lagi... sampai mana tadi? Oya, adegan “pemerasan”! Nah, “pemerasan” dilakukan dengan cara yang “bijak” dan tidak menyakiti “korban”. Dia tau tingkat, takaran dan tekanan yang pas.&lt;br /&gt;* Terampil mendaratkan “pesawat tempurnya” ke landasan pacu. Gak canggung, maklum pilot berpengalaman...&lt;br /&gt;* Banyak maunya! Mau permen loli lah.. mau mandi madu lah.. mau angka 69 lah.. mau shaggy dog lah.. ah, pokoknya mah loba kahayang pisan!&lt;br /&gt;* Pandai menjaga dan memainkan tempo permainan dan ritme “pengeboran”. Tau kapan musti menyerang dan kapan harus bertahan..&lt;br /&gt;* Apabila pertempuran sudah usai, biasanya untuk memulai lagi pertempuran baru membutuhkan waktu yang relatif lebih lama daripada newbie. Yah.. sekitar 10-15 menit lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Newbie:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Suara detak jantungnya lebih kenceng dari pada suara jarum jam dinding. Keringat dingin keluar terus.. gugup man!&lt;br /&gt;* Hanya organ tanggannya saja yang menjelajah, dan biasanya daya jelajahnya pun terbatas dan disekitar “twin mountain” aja...&lt;br /&gt;* Kurang mengetahui titik-titik lemah “korban”.. Seringkali terjebak di daerah perangkap yang sebenarnya “sangat tidak ada apa-apanya”&lt;br /&gt;* Jangan salah ya! Banyak juga newbie yang jago kissing loh... Kalo ini mah akibat degradasi moral yang kian dahsyat... Anak SMP aja udah jagoan... *astaghfirullah ya Allah.... Tapi ada beberapa juga yang never been kissed.. Nah, kalo tipe yang beginian, sih boro-boro dibantu dengan pergerakan batalyon lidah, naroh kepala aja masih kagok!&lt;br /&gt;* Yang poin ini juga sama.. banyak yang sudah mahir men-tato dengan menggunakan bibir ini (sekali lagi Ya Allah... ampuni kami...) Tapi jikalau ada newbie yang belum pernah melakukannya, air liurnya pasti berceceran gak puguh... dan muncul pertanyaan spontan, *”kok gak merah-merah sih say?”&lt;br /&gt;* Sebenarnya ini juga agak mirip-mirip poin diatas.. Istilahnya “close up” alias “sekwilda” dikalangan newbie. Untuk newbie yang belum pernah, biasanya agak kebingungan dan susah payah saat harus mencoba melepaskan pelindung dada korban. Biasanya muncul celetukan, “kok susah yah say? Nyangkut yah?” dan dijawab dengan, “sini aku aja yang buka...” dan “klik” langsung terbuka...&lt;br /&gt;* Nah langsung ke masalah pendaratan “pesawat tempur” aja ya... ee... Kalau newbie pastinya agak kesulitan memposisikan pesawatnya agar bisa stabil mendarat dilandasan pacu. Ada contoh kasus, kejadian nyata ini mah, temen kampus yang diintip dikosannya *aduh gila anak-anak ih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cewenya perawan juga dan pas adegan begituan, ternyata di landasan pacu sang gadis keluar darah diiringi sedikit teriakan dan tangisan si gadis, maka si temen pun menarik pedangnya dan bertanya dengan polosnya, “sakit ya? Ntar aja deh kalo gitu.. kasian kamu.. itu berdarah lagi... sini aku lap-in dulu” Dan gak jadilah dia melanjutkan adegan itu.. padahal pedangnya cuma baru masuk sepersekiannya saja... dan logikanya juga memang betul cewe itu sakit, tapi wajar kan? Dan kalo si cewe ngomong “terusin aja, gak papa kok..”, nanti serba salah.. takut disangka cewe kegatelan lagi... *asli anak-anak kost ketawa pas ngintip tuh.... rasain tuh.. mau zina tapi gak punya ilmunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Newbie gak banyak minta macem-macem.. dengan gaya misionaris (nonton American pie kan? Nah, disitu dijelasin arti “gaya misionaris”) aja udah cukup. Bat-bet-but, asal bisa begituan aja udah syukur... masalah gaya mah urusan nanti..&lt;br /&gt;* Payah kalo urusan menjaga ritme dan tempo. Biasanya masih grasa-grusu dan langsung mencoba serangan frontal dan keras.&lt;br /&gt;* Tapi untuk durasi pertempuran ada 2 kemungkinan yang bisa muncul dari newbie... Lama banget atau sebentar banget!&lt;br /&gt;* Apabila pertempuran babak pertama udah selesai, maka waktu untuk memulai pertempuran baru sangat cepat. 5 menit setelah pertempuran pertama aja si “Udin kecil” udah bangkit lagi... Tempur lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kasus, bisa saja seorang newbie berlagak expert dan sebaliknya, expert berlagak newbie.. tapi inget pepatah kuno komunikasi, “You can not not communicate..” sikap gak bakal bohong... “kata-kata yang berbentuk diam itu gak bakal bohong”... pasti kelihatan kok bedanya... pasti ketahuan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi ini teori ini mah dikumpulkan berdasarkan pengalaman orang lain. Saya tidak sedikitpun menganjurkan untuk anda menguji teori saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan nantinya para cewe tidak menjadi korban pemojokan terus... Saya tentunya tidak mengharapkan contoh perang mulut seperti dibawah ini terjadi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu gak perawan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kamu juga gak perjaka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dari mana kamu tahu kalau saya gak perjaka?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“itu dari teori perjaka si Tozie!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahak..ahak.. Tozie terbatuk.. bukan itu mau saya! Sungguh! Yang saya pengen sih agar kita lebih dewasa aja dalam memandang segala sesuatu. Dan tentu saja upaya menjaga keperawanan dan keperjakaan adalah salah satu bentuk kedewasaan cara berpikir, bersikap dan bertindak kita.&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-1559390666375170024?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/1559390666375170024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=1559390666375170024&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/1559390666375170024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/1559390666375170024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/mengetahui-keperjakaan-di-malam-pertama.html' title='Mengetahui Keperjakaan di Malam Pertama !(OOT)'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9wfVMloaLI/AAAAAAAAAZk/pZydaj8PfG0/s72-c/20070590829_impotent.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-6834197108529310923</id><published>2008-03-15T04:24:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:13.190-08:00</updated><title type='text'>menertawakan diri sendiri ala abunawas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9uzhcloaJI/AAAAAAAAAZQ/vTvMqAbiqlU/s1600-h/abunanawas-f.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9uzhcloaJI/AAAAAAAAAZQ/vTvMqAbiqlU/s320/abunanawas-f.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177929583783602322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih muda, Abu Nawas pernah bekerja di sebuah toko jahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari majikannya datang membawa satu kendi madu dan karena kuatir madu tersebut diminum oleh Abu Nawas, maka majikannya berbohong dengan berkata, “Abu, kendi ini berisi racun dan aku tidak mau kamu mati karena meminumnya!!!”&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Sang majikan pun pergi keluar, pada saat itu Abu Nawas menjual sepotong pakaian, kemudian menggunakan uangnya untuk membeli roti dan menghabiskan madu itu dengan rotinya.&lt;br /&gt;Majikannya pun datang dan sadar bahwa pakaian yang dijualnya ternyata kurang satu sedangkan madu dalam kendi juga telah habis. Bertanya dia pada Abu Nawas, “Abu!!! Apa sebenarnya yang telah terjadi..?”&lt;br /&gt;Abu Nawas menjawab, “Maaf tuan, tadi ada seorang pencuri yang mencuri pakaian tuan, lalu karena aku takut akan dimarahi tuan, jadi aku putuskan untuk bunuh diri saja menggunakan racun dalam kendi itu…”.&lt;br /&gt;===============================================&lt;br /&gt;Abu Nawas - Yang Lebih Kaya Dan Mencintai Fitnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, Abu Nawas berjalan-jalan mengunjungi pasar. Tempat inilah yang paling ia sukai karena dari tempat ini ia dapat menyampaikan ide-idenya ke masyarakat luas secara langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia berdiri di suatu tempat yang cukup tinggi untuk di dengar seluruh orang di pasar. Dengan suara agak keras, ia mulai berpidato, "Saudara-saudara sekalian. Ada yang perlu saudara-saudara ketahui tentang Raja kita yang tercinta, Baginda Harun Al Rasyid." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh isi pasar terdiam, pandangan tertuju padanya. Orang-orang di pasar itu menunggu-nunggu kalimat berikutnya yang akan dikeluarkan oleh Abu Nawas. Melihat pandangan semua tertuju padanya, Abu Nawas semakin percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian harus tahu, bahwa sebenarnya Baginda Harun Al Rasyid lebih kaya dari pada Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba bergemeruhlah suara orang-orang dipasar. Semua orang tersentak mendengar kata-kata yang keluar mulut si Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tenang....tenang.....tenang saudara. Masih ada lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi seluruh orang pasar terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baginda kita itu, sebenarnya sangaaaaaaat mencintai fitnah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meledaklah lagi gemuruh orang seluruh pasar. Banyak yang memprotes omongan Abu Nawas. Tetapi si Abu Nawas nampak tenang-tenang saja tanpa rasa bersalah sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba sejumlah tangan merengut kedua lengan Abu Nawas. Tetapi Abu Nawas berusaha tetap tenang. Ia tahu itu adalah tangan-tangan dari punggawa-punggawa kerajaan. Diseretlah Abu Nawas menghadap raja Harun Al Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan muka geram, raja Harun Al Rasyid menginterogasi Abu Nawas dihadapan penasehat-penasehatnya. "Apakah benar dipasar kamu mengatakan bahwa Aku lebih kaya dari Allah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar baginda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin geramlah Harun Al Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah benar kamu juga mengatakan bahwa aku mecintai fitnah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, Baginda. Itu benar adanya," jawab Abu Nawas tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengawal!! Bawa Abu Nawas ke penjara. Gantung dia besok pagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tenang, Baginda. Beri saya kesempatan untuk menjelaskan apa maksud kata-kata saya itu." Abu Nawas memohon dengan wajah yang memelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cepat katakan! Sebelum kau temui ajalmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini Baginda. Maksud kata-kata saya bahwa Baginda lebih kaya dari Allah adalah baginda memiliki anak, sedang Allah tidak dimemiliki anak. Bukan begitu Baginda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun Al Rasyid terdiam. Dia tersenyum dalam hati. "Dasar. Si Abu Nawas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus, maksud kata-katamu bahwa aku mencintai fitnah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya, bahwa Baginda sangat mencintai istri dan anak-anak Baginda sendiri. Padahal mereka dapat menjadi fitnah bagi Baginda. Bukan begitu Baginda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun Al Rasyid pun hanya bisa geleng-geleng kepala. "Lalu, kenapa kamu teriak-teriak di pasar? Yang tidak paham perkataanmu bisa marah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, kalau masyarakat marah. Nanti kan Saya dipanggil oleh, Baginda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau Aku sudah memanggil, memang kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmmmm....Yah...biar dikasih hadiah, Baginda," ucap Abu Nawas lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda pun hanya bisa tersenyum simpul. Lalu diberikannya sekantung uang dinar ke Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 anekdot dan 1 nasehat yg sangat berkesan buatku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Maha Adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Tuhan sedang membuat bumi dan segala kandungannya, Tuhan dgn adil meletakkan sumber daya alam di tiap daerah. Ada tanah yg gersang tapi kandungan minyak buminya sangat melimpah. Ada tanah yg tidak subur, tapi kandungan emasnya banyak. Ada kepulauan tandus, tapi kekayaan lautnya beraneka ragam, dan lain sebagainya. Kecuali, ada 1 daerah di khatulistiwa dimana Tuhan meletakkan hampir seluruh jenis kekayaan alam di situ. Mulai tanah yg subur, hutan yg luas dgn beragam hewan di dalamnya, laut yg luas dgn isinya yg beranekaragam, kandungan minyak dan kekayaan bumi lainnya juga tersedia melimpah di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas pengecualian ini, salah seorang malaikat memberanikan diri mengajukan “protes” pada Tuhan. Si malaikat berkata, “Ya Tuhan, mengapa Engkau tidak adil dgn meletakkan hampir seluruh jenis kekayaan bumi di tempat itu?” Tuhan pun menjawab, “Aku tahu apa yg Aku lakukan, hai malaikat. Tunggulah, aku belum menentukan manusia2 yg akan memimpin di negeri ini. Setelah itu, kau akan melihat-Ku berlaku adil.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanahnya Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yg dimiliki manusia telah sangat canggih, di segala bidang. Segala hal yg saat ini masih tampak mustahil, saat itu telah menjadi hal yg biasa. Kloning manusia, perjalanan antar bintang, menghuni planet lain, sudah berhasil dilakukan manusia saat itu. Kemajuan paling mutakhir yg dicapai adalah berhasilnya seorang ilmuwan menciptakan manusia dari tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemampuan yg sudah sedemikian tinggi, sang ilmuwan tersebut merasa telah mampu menyaingi Tuhan. Dengan jumawa sang ilmuwan berkata pada Tuhan, “Hei Tuhan… lihatlah, aku sudah bisa menciptakan manusia dari tanah sebagaimana Engkau dulu menciptakan Adam. Sekarang aku juga bisa menjadi Tuhan seperti Engkau!“. Tuhan pun tersenyum dan menjawab, “Selamat, selamat… kamu memang sudah sangat pandai, wahai manusia!” Si ilmuwan tersenyum bangga. “Tapi… Aku mau tanya nih, darimana tanah yg kau gunakan untuk membuat manusia itu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas Membeli Baju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu Abu Nawas sedang susah. Satu2-nya baju yg dimiliki Abu Nawas robek besar karena tersangkut kayu pintu rumahnya sendiri. Untuk memperbaiki baju itu pun, Abu Nawas malas karena robeknya lumayan besar. Lagipula baju itu sudah sangat jelek, banyak tambalan kecil di sana-sini. Sedang untuk beli baju baru, Abu Nawas tidak punya uang. Tapi Abu Nawas -seperti biasa- tidak pernah kehilangan akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya, Abu Nawas pergi ke toko pakaian. Dipilihnya salah satu baju yg agak bagus dan mahal. Tapi dia memilih warna kuning yg tidak disukainya serta motif kotak2 yg norak. Dibawanya baju itu ke sang penjual. “Baju ini bagus bahannya tapi aku tidak suka warna dan motifnya, bisakah kau carikan aku alternatif lain?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun agak pesimis melihat tampilan Abu Nawas, si penjual tetap dgn ramah menawarkan baju lain yg lebih murah berwarna putih polos, “Bagaimana kalo yg ini, Tuan? Harganya lebih murah daripada yg itu, tapi warnanya bagus dan cocok untuk Tuan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas mengambil baju tsb dan pura2 menimbang-nimbang. “Hmmm… boleh juga. Baiklah, kalo begitu aku tukar aja baju ini“, sambil meletakkan baju yg tidak disukainya, “dgn baju ini“, lanjut Abu Nawas sembari mengambil baju yg ditawarkan si penjual, “apa boleh?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena si penjual tidak yakin Abu Nawas akan mampu membayar baju yg mahal itu, tentu saja si penjual dgn senang hati mengijinkan. “Tentu boleh, Tuan. Pembeli adalah raja!” ujar si penjual sambil tersenyum lebar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih, tolong dibungkuskan ya“, kata Abu Nawas tanpa menawar lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penjual pun dgn sigap membungkus baju tsb dan menyerahkannya pada Abu Nawas. “Harganya hanya dua puluh ribu rupiah saja, Tuan“, si penjual meminta uang pembayaran pada Abu Nawas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, kenapa aku harus membayar baju ini?“, Abu Nawas pura2 protes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuan kan sepakat beli baju ini, ya harus bayar dong“, jawab si penjual, agak bingung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gini ya… tadi aku kan mau beli baju kuning itu, tapi aku gak suka warnanya dan kau mengijinkan aku untuk menukarnya dengan baju putih ini“, Abu Nawas beralasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya… berarti Tuan harus bayar baju putih ini.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lah… baju putih ini kan sudah aku tukarkan dgn baju yg kuning tadi, kenapa harus bayar lagi?“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya… tapi… baju yg kuning tadi juga belum Tuan bayar“, si penjual jadi agak bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh… kenapa aku harus bayar baju kuning itu? Kan aku tidak jadi beli itu. Kenapa aku harus bayar barang yg tidak jadi aku beli?“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, berarti Tuan bayar baju putih ini.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana sih? Baju putih ini kan sudah aku tukarkan dgn baju kuning tadi!“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penjual pun kebingungan. Dengan santai dan senyum simpul, Abu Nawas meninggalkan toko pakaian dan penjualnya sambil membawa bungkusan baju putih di tangan yg diperolehnya secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yg bisa bantu si penjual pakaian? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Jadi Orang Pelit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah nasehat dari kakekku yg tidak akan pernah aku lupakan. Saat itu aku masih kecil, masih duduk di bangku SD, kira2 usiaku sekitar 10-11 tahunan. Adikku nangis habis berantem dgnku. Gara2-nya, adikku ingin pinjam set spidol warna punyaku buat dia ngerjakan tugas sekolah, tapi aku gak meminjamkannya. Maklum, spidol warna itu baru aja aku beli 2 hari sebelumnya. Kakekku mendengar pertengkaran kami. Dgn lembut tapi tegas, kakek meminta aku untuk meminjamkannya. Dgn berat hati dan setengah takut pada kakek, akhirnya aku beri pinjam juga spidol warnaku pada adikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek kemudian mengajakku ke ruang tamu dan menawarkan sepiring pisang goreng yg baru saja dibuat ibuku buat penganan sore hari. Kakek kemudian ngajak aku ngobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bee… kakek mau nanya nih, kenapa tadi Bee gak ngasih pinjam spidol buat adik?“, tanya kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, kesempatan buat mengadu (jawa: wadul) nih, pikirku. “Gini kek… adik itu suka pelit ama Bee. Adik juga sering ngerusakin barang2 Bee yg dipinjamnya. Bee kan gak suka, kek! Makanya tadi Bee gak mau kasih pinjam spidol ke adik“, ujarku mengadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmmm gitu ya…“, sahut kakek sambil mengunyah pisang goreng, “Kalo gitu, Bee pelit dong“, lanjut kakek. Aku hanya terdiam, waktu itu aku gak ngerasa salah bersikap pelit pada org2 yg sering merusak barang2-ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo Bee mau jadi org pelit boleh2 aja… tapi ada syaratnya“, kata kakek lagi. Wah… baru nih, biasanya org2 dewasa pada nasehatin aku supaya jgn pelit, tapi kakek bilang kok boleh2 aja? Kakek yg aneh, pikirku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Syaratnya apa, kek?“, tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bee pernah lihat org meninggal yg diantar dgn dipikul org lain ke kuburan?“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pernah kek… waktu kapan hari Mbah Mat meninggal, Bee kan lihat waktu rombongan jenazahnya lewat depan rumah, trus ibu nyuruh Bee masuk ke dalam rumah“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baguslah… Bee tau kenapa org meninggal harus diantar org lain ke kuburannya sendiri?“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah… kakek pertanyaannya aneh nih… org meninggal ya jelas harus diantar ke kuburan dong, masa’ jalan sendiri? Org lain jadi takut ntar!” jawabku sambil tersenyum-senyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, bisa gak org meninggal jalan sendiri ke kuburan dan gak ngerepotin org lain buat ngantar dia?“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya jelas gak bisa lah, kek… namanya org meninggal, ya gak bisa gerak2, apalagi jalan. Berarti harus org lain yg ngantar ke kuburan“, jawabku dgn pede. Kakek udah pikun kali ya? pikirku waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah… itu dia syaratnya… kalo suatu saat nanti Bee meninggal dan Bee yakin bisa jalan sendiri ke kuburan tanpa bantuan orang lain, baru Bee boleh pelit. Setuju?“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah… kakek, mana bisa syaratnya seperti itu. Kan gak mungkin, kek!“, aku protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya udah… kalo syaratnya gak bisa Bee penuhi, berarti Bee gak boleh pelit. Gampang kan?“, jawab kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dgn dongkol, terpaksa aku iyakan juga “syarat pelit” dari kakek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu aku belum terlalu paham maksud dari “syarat” ini, maklum aku masih kanak2. Tapi seiring bertambahnya usia, aku mulai ngeh inti dari nasehat kakek di atas. Terima kasih, kek… semoga kakek saat ini bahagia di alam sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-6834197108529310923?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/6834197108529310923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=6834197108529310923&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6834197108529310923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/6834197108529310923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/menertawakan-diri-sendiri-ala-abunawas.html' title='menertawakan diri sendiri ala abunawas'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9uzhcloaJI/AAAAAAAAAZQ/vTvMqAbiqlU/s72-c/abunanawas-f.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-4266247251588187894</id><published>2008-03-15T03:51:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:13.320-08:00</updated><title type='text'>Lari dari industrialisasi cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9urG8loaHI/AAAAAAAAAZA/iwm-wbgvvAY/s1600-h/aacblora.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9urG8loaHI/AAAAAAAAAZA/iwm-wbgvvAY/s320/aacblora.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177920332424046706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;from &lt;a href="http://kenduricinta.com"&gt;kenduricinta&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika anda mengamati dengan seksama industri perfilman Indonesia,&lt;br /&gt;minggu-minggu ini terdapat sebuah fenomena menarik dengan meledaknya&lt;br /&gt;pemutaran film Ayat-Ayat Cinta, bahkan beberapa bioskop sampai rela&lt;br /&gt;memberikan tempat lebih banyak untuk pemutaran film ini. Antrian yang&lt;br /&gt;panjang dan kekecewaan habisnya tiket pertunjukan dijumpai dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Tak kurang dari para pemuka di negeri ini turut memuji film tersebut.&lt;br /&gt;Kritikus film pun seakan latah mengupas habis fenomena film ini di&lt;br /&gt;berbagai media. Namun, apakah pesan yang ingin disampaikan oleh&lt;br /&gt;Habiburrahman El-Shirazy penulis naskah novel Ayat-Ayat Cinta ini dapat&lt;br /&gt;sampai kepada pemirsanya dengan baik, setelah novel tersebut&lt;br /&gt;difilmkan?, bukankan ini hal yang menarik untuk kita telaah bersama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Banyak&lt;br /&gt;kejanggalan yang luput dari perhatian para kritikus. Hal yang menyolok&lt;br /&gt;adalah gambaran pelaku utama yang kuliah di Universitas Al Azhar sangat&lt;br /&gt;minim digambarkan. Seperti apakah universitas besar itu menjadi bukan&lt;br /&gt;bagian penting untuk diperlihatkan. Serta pemilihan lokasi adegan&lt;br /&gt;terlalu dominan menggunakan ruang-ruang studio (indoor), sehingga lebih&lt;br /&gt;tepat sebenarnya film ini dikategorikan sebagai mega sinetron plus&lt;br /&gt;saja. Selain itu, pengambilan visual pada pemandangan sungai nil juga&lt;br /&gt;tampak ala kadarnya, ditambah dengan tempelan visual pyramid,&lt;br /&gt;mempertegas kurangnya pemaksimalan keindahan suasana dalam penguatan&lt;br /&gt;konsep cerita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Faktor aneh lainnya adalah keterlibatan sebuah&lt;br /&gt;produk minuman yang menjadi kesukaan dari salah seorang pelaku sangat&lt;br /&gt;jelas terlihat. Seakan tersirat bahwa produser masih berusaha mencari&lt;br /&gt;keuntungan yang akhirnya cukup mengganggu visual. Hal yang seperti ini&lt;br /&gt;tidak berbeda jauh dengan film-film instan lainnya yang penuh dengan&lt;br /&gt;sponsor.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun yang lebih memprihatinkan lagi adalah mengenai&lt;br /&gt;penghayatan Islam dari pembuat film ini. Pada bagian pembacaan&lt;br /&gt;ayat-ayat suci Al Quran masih perlu diiringi musik yang menurut&lt;br /&gt;beberapa kalangan hal tersebut adalah dilarang. Dan herannya tidak&lt;br /&gt;satupun tokoh muslim yang mempermasalahkan hal ini. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhirnya tidak salah kalau kemudian muncul tanggapan sinis dari &lt;i&gt;booming&lt;/i&gt;-nya&lt;br /&gt;film ini adalah sekedar bagian dari industrialisasi cinta. Bahkan&lt;br /&gt;Franky Sahilatua pun pernah mengakui adanya keengganan dari produser&lt;br /&gt;musik untuk mengangkat tema lagu selain dari cinta. Cinta dieksploitasi&lt;br /&gt;sedemikian rupa untuk kepentingan bisnis. Cinta dilokalisir hanya&lt;br /&gt;menjadi sebuah problematika antara gender. Sungguh sangat menyedihkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan&lt;br /&gt;yang cukup sangat menyedihkan sekali adalah selera dari konsumen yang&lt;br /&gt;rela diperalat oleh industri. Bahkan sebuah film besar &amp;#8220;Lari Dari&lt;br /&gt;Blora&amp;#8221; yang diputar bersamaan dan diperankan oleh bintang-bintang&lt;br /&gt;senior seperti W.S.Rendra serta Soultan Saladdin ini, harus rela&lt;br /&gt;tergusur sedemikian cepatnya, hanya dalam jangka waktu 7 hari saja&lt;br /&gt;diputar di bioskop-bioskop ternama, bila dibandingkan dengan film-film&lt;br /&gt;mengenai cinta dan horor yang kering akan makna, tetapi mampu bertahan&lt;br /&gt;lebih lama bahkan hingga berminggu-minggu. Film Lari Dari Blora ini&lt;br /&gt;menggambarkan cinta dari setting budaya masyarakat Samin di Pati-Blora&lt;br /&gt;(Jawa Tengah), beserta problematika lengkap dengan polemik yang terjadi&lt;br /&gt;di masyarakat Samin tersebut. Sebagaimana digambarkan desa tersebut&lt;br /&gt;harus menerima persepsi yang bersifat memojokkan masyarakat samin. Dari&lt;br /&gt;segi soundtrack film, turut serta juga penyanyi legendaris kita Rafika&lt;br /&gt;Duri urun menyumbangkan suaranya di film ini, untuk memperkuat konsep&lt;br /&gt;cerita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="news.php_files/aacblora.JPG"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Poster Film Ayat-Ayat Cinta dan Lari Dari Blora&lt;/i&gt;&lt;/center&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sehingga pada akhirnya, mungkin benar sebaiknya kita harus membuat film baru yang berjudul &lt;b&gt;&amp;#8220;Lari Dari Industrialisasi Cinta&amp;#8221;&lt;/b&gt;.&lt;i&gt;(Red/G/I/R)&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-4266247251588187894?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/4266247251588187894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=4266247251588187894&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4266247251588187894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4266247251588187894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/lari-dari-industrialisasi-cinta.html' title='Lari dari industrialisasi cinta'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9urG8loaHI/AAAAAAAAAZA/iwm-wbgvvAY/s72-c/aacblora.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-2551776563729367605</id><published>2008-03-14T21:17:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:13.656-08:00</updated><title type='text'>Empat Posisi Cak Nun Dalam Soal Lumpur Sidoarjo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9tPKsloaGI/AAAAAAAAAY4/itCivczXCjI/s1600-h/SAR+5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9tPKsloaGI/AAAAAAAAAY4/itCivczXCjI/s320/SAR+5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177819241778800738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ditulis Oleh PBCom   &lt;br /&gt;Wednesday, 12 March 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merespons perkembangan ke arah percepatan proses pembayaran sisa 80% oleh Minarak Lapindo Jaya kepada korban lumpur Sidoarjo, serta dinamika di tingkat korban lumpur, Cak Nun yang selama ini diberi mandat oleh mayoritas korban untuk ikut mencari solusi dalam rangkat mengatasi dampak sosial lumpur Lapindo, memberikan sejumlah keterangan kepada padhangmbulan.com.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Cak Nun menegaskan bahwa semua korban harus bersinergi dalam perundingan bersama dengan MLJ dan Pemerintah. Cak Nun juga menegaskan bahwa saat ini prosesnya sedang berada pada tahap pasca Pleno dengan dirinya dan sekarang sedang dicari formula percepatan pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, Cak Nun juga menyatakan bahwa semua korban berhak memilih rumah atau pembayaran cash, tetapi mekanisme dan iramanya dimodulasi bersama. Dan yang paling pokok adalah, kata Cak Nun, "Semua pihak (GKLL, GPKL, pemerintah, MLJ dan Nirwan Bakrie) yang sudah formal minta dipayungi oleh saya - dan pihak mana saja: sebaiknya berjamaah, rembug, tidak saling memfitnah atau selingkuh, karena pada dasarnya pihak Bapak Nirwan Bakrie dipastikan memenuhi pembayaran dan memiliki goal yang sama dengan semua pihak, yakni solusi secepatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan posisinya dalam pencarian solusi atas masalah lumpur Sidoarjo ini, Cak Nun menyatakan bahwa dirinya, "1. Tidak berkewajiban, 2. Tidak bertransaksi, 3. Tidak punya keterikatan dan kepentingan, 4. Bisa pergi kapan saja". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-2551776563729367605?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/2551776563729367605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=2551776563729367605&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2551776563729367605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/2551776563729367605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/empat-posisi-cak-nun-dalam-soal-lumpur.html' title='Empat Posisi Cak Nun Dalam Soal Lumpur Sidoarjo'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9tPKsloaGI/AAAAAAAAAY4/itCivczXCjI/s72-c/SAR+5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-8955919774039082898</id><published>2008-03-14T21:11:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:13.863-08:00</updated><title type='text'>IBUNDA aku mencintai mu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9tNNsloaFI/AAAAAAAAAYw/VuJI8S8HdFc/s1600-h/ibu-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9tNNsloaFI/AAAAAAAAAYw/VuJI8S8HdFc/s320/ibu-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177817094295152722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika ibu saya berkunjung, Ia mengajak saya untuk&lt;br /&gt;Berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah&lt;br /&gt;Gaun yang baru.&lt;br /&gt;Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain,&lt;br /&gt;Dan saya bukanlah orang yang sabar,&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut.&lt;br /&gt;Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun Wanita,&lt;br /&gt;Dan ibu saya mencoba gaun demi gaun Dan Mengembalikan semuanya.&lt;br /&gt;Seiring Hari yang berlalu, Saya mulai lelah Dan ibu saya mulai frustasi.&lt;br /&gt;Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi,&lt;br /&gt;Ibu Saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri&lt;br /&gt;Dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di&lt;br /&gt;Bagian tepi lehernya, Dan karena ketidaksabaran saya,&lt;br /&gt;Maka untuk kali ini saya ikut masuk Dan berdiri&lt;br /&gt;Bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian,&lt;br /&gt; Saya Melihat bagaimana IA mencoba pakaian tersebut, Dan&lt;br /&gt;Dengan susah mencoba untuk mengikat talinya.&lt;br /&gt;Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh&lt;br /&gt;Penyakit radang sendi Dan sebab itu dia tidak dapat Melakukannya,&lt;br /&gt;seketika ketidaksabaran saya digantikan&lt;br /&gt;Oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya.&lt;br /&gt;Saya Berbalik pergi Dan mencoba menyembunyikan air Mata&lt;br /&gt;Yang keluar tanpa saya sadari.&lt;br /&gt;Setelah saya Mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke&lt;br /&gt;Kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut.&lt;br /&gt;Pakaian ini begitu indah, Dan dia membelinya.&lt;br /&gt;Perjalanan belanja kami telah berakhir,&lt;br /&gt;Tetapi Kejadian tersebut terukir Dan tidak dapat terlupakan Dari ingatan saya.&lt;br /&gt;Sepanjang sisa Hari itu, pikiran Saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam&lt;br /&gt;Ruang ganti pakaian tersebut Dan terbayang tangan ibu&lt;br /&gt;Saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya.&lt;br /&gt;Kedua Tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi Saya, memandikan saya,&lt;br /&gt;memakaikan baju, membelai Dan Memeluk saya, Dan terlebih dari semuanya,&lt;br /&gt;berdoa untuk Saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya&lt;br /&gt;Dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu Saya,&lt;br /&gt;mengambil tangannya, menciumnya ... Dan yang&lt;br /&gt;Membuatnya terkejut, memberitahukannya bahwa bagi saya&lt;br /&gt;Kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah Di dunia ini.&lt;br /&gt;Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah Membuat saya dapat melihat dengan Mata baru,&lt;br /&gt; Betapa Bernilai Dan berharganya kasih sayang yang penuh&lt;br /&gt;Pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa&lt;br /&gt;Bahwa suatu Hari kelak tangan saya Dan hati saya akan Memiliki keindahannya tersendiri.&lt;br /&gt; Dunia ini memiliki Banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu Agung,&lt;br /&gt;tetapi tak satu pun yang dapat menandingi&lt;br /&gt;Keindahan tangan Ibu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With Love to All Mother&lt;br /&gt;" JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI&lt;br /&gt;KEPADA&lt;br /&gt;ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT&lt;br /&gt;MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : Berbahagialah yang masih memiliki Ibu.&lt;br /&gt;Dan Lakukanlah yang Terbaik untuknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-8955919774039082898?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/8955919774039082898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=8955919774039082898&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8955919774039082898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/8955919774039082898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/ibunda-aku-mencintai-mu.html' title='IBUNDA aku mencintai mu'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9tNNsloaFI/AAAAAAAAAYw/VuJI8S8HdFc/s72-c/ibu-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-4982173710576868605</id><published>2008-03-14T08:53:00.000-07:00</published><updated>2008-03-14T08:54:53.151-07:00</updated><title type='text'>Hijrah.... mari kita ber hijrah</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/iu29v8RM1Co&amp;hl=en"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/iu29v8RM1Co&amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-4982173710576868605?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/4982173710576868605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=4982173710576868605&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4982173710576868605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/4982173710576868605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/hijrah-mari-kita-ber-hijrah.html' title='Hijrah.... mari kita ber hijrah'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-5117368573458288436</id><published>2008-03-14T08:34:00.000-07:00</published><updated>2008-03-14T08:38:57.464-07:00</updated><title type='text'>KETIKA SURGA BUKAN TUJUAN</title><content type='html'>&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/0ba1QuaTawA&amp;hl=en"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/0ba1QuaTawA&amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-5117368573458288436?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/5117368573458288436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=5117368573458288436&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5117368573458288436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/5117368573458288436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/ketika-surga-bukan-tujuan.html' title='KETIKA SURGA BUKAN TUJUAN'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-3331244945189423944</id><published>2008-03-14T06:12:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:14.210-08:00</updated><title type='text'>markesot bertutur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9p8EsloaBI/AAAAAAAAAYQ/Yq_bCKaFPIw/s1600-h/m36100c.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9p8EsloaBI/AAAAAAAAAYQ/Yq_bCKaFPIw/s400/m36100c.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177587141746124818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Markesot bukan pemimpin, bukan dedengkot suatu gerombolan. Ia sekadar membantu penumbuhan nilai-nilai mulia dalam diri manusia di sekitarnya, penumbuhan cinta kasih sosial dan pembelaan tegas terhadap kebenaran dan terhadap manusia yang dirugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ainun Nadjib, Emha. 1995 (Cet. Ke-7). Markesot Bertutur, Pohon Pionir. Bandung: Mizan. Hal. 253.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;……… Itu teori Markesot. Tapi ia tak pernah bisa membuat orang lain percaya, karena setiap kali ia kemukakan, orang selalu bertanya: “Apa rujukan teorimu itu.” Maksudnya doktor atau profesor siapa yang mengatakan dan Markesot mengutipnya. Biasanya, terhadap pertanyaan semacam itu, Markesot menjawab dengan pertanyaan balik: “Lha, profesor yang pertama kali mengatakan hal itu—seandainya ada professor itu—merujuk pada pendapat siapa?&lt;br /&gt; Orang-orang macam Markesot memang tidak dianggap memiliki kredibilitas ilmiah untuk menjadiu pangkal suatu ilmu atau pengetahuan. Sebabnya karena dia bukan ‘rakyat’ suatu ‘negara intelektual’ atau ‘negara akademis’. Dan lagi jelas ia tak punya pangkat professor, doktor, doktorandus, atau apa pun saja.&lt;br /&gt; Tapi alhamdulillah hal itu tidak membuat Markesot sakit pathek atau kudisan. Yang penting ia terus mencari ilmu, dan ia tak berusaha tergantung kepada ‘ego’ sebagai penemu teori, inventor, atau pionir dari apa saja. Ilmu itu milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Kita semua hanya siswa TK yang sekali waktu dikasih tepuk tangan dan pujian sesudah menyanyikan lagu ‘balonku ada lima’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ainun Nadjib, Emha. 1995 (Cet. Ke-7). Markesot Bertutur, Back to God! Don’t Ever Go To Got. Bandung: Mizan. Hal. 58—59.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696277098059626774-3331244945189423944?l=kenduri-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/feeds/3331244945189423944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6696277098059626774&amp;postID=3331244945189423944&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3331244945189423944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696277098059626774/posts/default/3331244945189423944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenduri-cinta.blogspot.com/2008/03/markesot-bertutur.html' title='markesot bertutur'/><author><name>arista budiyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09945909592851015786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/SPdgJD-azjI/AAAAAAAABLc/EDBY3fquW5g/S220/1_205069877l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9p8EsloaBI/AAAAAAAAAYQ/Yq_bCKaFPIw/s72-c/m36100c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696277098059626774.post-6714167059730187230</id><published>2008-03-14T05:35:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T15:03:14.418-08:00</updated><title type='text'>selamat datang di kenduri cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9qassloaEI/AAAAAAAAAYo/Y-ZwP1qXwTU/s1600-h/Emha_ainun_nadjib.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4vVRb_pNCM/R9qassloaEI/AAAAAAAAAYo/Y-ZwP1qXwTU/s400/Emha_ainun_nadjib.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177620814289725506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Budayawan Emha Ainun Nadjib, kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik Kyai Kanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas rakyat.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Bersama Grup Musik Kiai Kanjeng, Cak Nun rata-rata 10-15 kali per bulan berkeliling ke berbagai wilayah nusantara, dengan acara massal yang umumnya dilakukan di area luar gedung. Di samping itu, secara rutin (bulanan) bersama komunitas Masyarakat Padang Bulan, aktif mengadakan pertemuan sosial melakukan berbagai dekonstruksi pemahaman atas nilai-nilai, pola-pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi-solusi masalah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai forum komunitas Masyarakat Padang Bulan, itu pembicaraan mengenai pluralisme sering muncul. Berkali-kali Cak Nun yang menolak dipanggil Kiai itu meluruskan pemahaman mengenai konsep yang ia sebut sebagai manajemen keberagaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia selalu berusaha meluruskan berbagai salah paham mengenai suatu hal, baik kesalahan makna etimologi maupun makna kontekstual. Salah satunya mengenai dakwah, dunia yang ia anggap sudah terpolusi. Menurutnya, sudah tidak ada parameter siapa yang pantas dan tidak untuk berdakwah. "Dakwah yang utama bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perilaku. Orang yang berbuat baik sudah berdakwah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah ia lebih senang bila kehadirannya bersama istri dan kelompok musik Kiai Kanjeng di taman budaya, masjid, dan berbagai komunitas warga tak disebut sebagai kegiatan dakwah. "Itu hanya bentuk pelayanan. Pelayanan adalah ibadah dan harus dilakukan bukan hanya secara vertikal, tapi horizontal," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emha merintis bentuk keseniannya itu sejak akhir 1970-an, bekerja sama dengan Teater Dinasti -- yang berpangkalan di rumah kontrakannya, di Bugisan, Yogyakarta. Beberapa kota di Jawa pernah mereka datangi, untuk satu dua kali pertunjukan. Selain manggung, ia juga menjadi kolumnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia anak keempat dari 15 bersaudara. Ayahnya, Almarhum MA. Lathif, adalah seorang petani. Dia mengenyam pendidikan SD di Jombang (1965) dan SMP Muhammadiyah di Yogyakarta (1968). Sempat masuk Pondok Modern Gontor Ponorogo tapi kemudian dikeluarkan karena melakukan demo melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya. Kemudian pindah ke SMA Muhammadiyah I, Yogyakarta sampai tamat. Lalu sempat melanjut ke Fakultas Ekonomi UGM, tapi tidak tamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun (1970-1975) hidup menggelandang di Malioboro, Yogya, ketika belajar sastra dari guru yang dikaguminya, Umbu Landu Paranggi, seorang sufi yang hidupnya misterius dan sangat memengaruhi perjalanan Emha berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karirnya diawali sebagai Pengasuh Ruang Sastra di harian Masa Kini, Yogyakarta (1970). Kemudian menjadi Wartawan/Redaktur di harian Masa Kini, Yogyakarta (1973-1976), sebelum menjadi pemimpin Teater Dinasti (Yogyakarta), dan grup musik Kyai Kanjeng hingga kini. Penulis puisi dan kolumnis di beberapa media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengikuti berbagai festival dan lokakarya puisi dan teater. Di antaranya mengikuti lokakarya teater di Filipina (1980), International Writing Program di Universitas Iowa, AS (1984), Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda (1984) dan Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Seni Teater&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cak Nun memacu kehidupan multi-kesenian di Yogya bersama Halimd HD, networker kesenian melalui Sanggarbambu, aktif di Teater Dinasti dan mengasilkan beberapa reportoar serta pementasan drama. Di antaranya: Geger Wong Ngoyak Macan (1989, tentang pemerintahan 'Raja' Soeharto); Patung Kekasih (1989, tentang pengkultusan); Keajaiban Lik Par (1980, tentang eksploitasi rakyat oleh berbagai institusi modern); Mas Dukun (1982, tentang gagalnya lembaga kepemimpinan modern).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bersama Teater Salahudin mementaskan S
